seorang selir yang tiba-tiba melahirkan di istana dingin,tewas karna akibat di racuni oleh permaisuri yang kejam.
selir itu mati dan melahirkan bayi yang prematur,dan bayi itu terlihat aneh, permaisuri yang merasa senang melihat rupa bayi selir yang baru saja dilahirkan,dia buru-buru melaporkan masalah itu pada kaisar.
dan benar saja,kaisar juga terkejut sekaligus ketakutan saat melihat bayi itu memiliki rambut yang berwarna putih,karna mengira Bayi itu pembawa sial,dia membunuh nya.
tapi saat pedangnya ingin menebas leher bayi tersebut,dia mendengar suara anak kecil yang begitu lucu.
bagaimana kelanjutan ceritanya ? yuk mampir di cerita author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan jenderal Jordan dan putri ana
Keesokan harinya, Rose dan Liam sarapan di dalam penginapan,tidak ketinggalan disana juga ada Kevin dan Jek,mereka makan satu meja.
Ini pertama kalinya Kevin dan Jek tau, seorang majikan makan satu meja dengan seorang budak,sejak tadi mereka terus-terusan melirik kearah Rose yang berwajah cantik.
" aku tidak menyangka ternyata nona kami begitu cantik,,meski aku tidak bisa melihat seluruh wajahnya.tapi aku benar-benar yakin.wanita yang ada dihadapan ku ini,sengaja menyembunyikan indentitas nya dan dia juga bukan orang sembarangan " batin Kevin.
Begitu juga dengan Jek,dia jadi ingat tadi malam pertemuan nya dengan jenderal Jordan yang terkena kehebatan nya.
" sebenarnya apa hubungan nona dengan jenderal Jordan,apa nona anak selir dari jenderal Jordan,,tidak..tidak...apa yang aku fikiran sebaiknya aku tidak ikut campur " batin Jek lagi.
Dia berdiri dan pergi meninggalkan ruangan,ya ternyata rose memesan ruangan tertutup untuk mereka sarapan.
" adik,kenapa Jek pergi ? " tanya Liam saat melihat Jek meninggalkan ruangan.
Rose yang makan,tanpa melihat kakaknya menjawab pertanyaan nya.
" mungkin dia memiliki urusan di luar,dan aku juga nanti siang akan keluar sebentar,kakak bisa menunggu ku didalam penginapan,,dan ada Kevin juga yang akan menemani mu disini " ucap rose,setelah menghabiskan sarapannya,dia menatap wajah Liam yang terdiam.
" kakak tenang saja,aku hanya sebentar,Kevin jaga kakak ku jangan biarkan orang lain menyakiti nya ! " perintah rose.lalu dia menatap kedatangan Jek.
Melihat anggukan Jek,rose berdiri dan berjalan meninggalkan mereka,Liam dan Kevin saling memandang dengan wajah canggung nya,tapi untuk mencairkan suasana dia berdehem dan tersenyum pada Kevin..
" jangan malu-malu,makan lah yang banyak dan kamu tenang saja. adik ku sangat baik hanya saja dia tidak boleh di bantah,," beritahu Liam,dia takut suatu hari nanti Kevin membuat adiknya marah.
" terimakasih tuan " ucap Kevin,dia tersenyum pada Liam dan juga merasa senang karna bisa bertemu orang sebaik Liam dan rose.
" kamu tidak perlu berterimakasih,bukankah kita sudah menjadi keluarga,,lain kali panggil saja aku Liam,," ucap Liam lagi,Kevin hanya mengangguk canggung.
Dia merasa pria yang ada dihadapan nya ini benar-benar polos,apa dia tidak tau adiknya telah membeli mereka dan itu berarti mereka telah menjadi budak adiknya,fikir Kevin.
***************
sedangkan di tempat lain.di pinggir kota. disana ada sebuah restoran yang cukup sepi,dan restoran itu jarang dikunjungi,pagi sekali jenderal Jordan sudah berada di sana,dia duduk dengan perasaan tidak karuan.
" dimana yang mulia putri ana,kenapa dia belum datang,,apa jangan-jangan orang itu membohongi ku " batin jenderal Jordan,dia sudah berharap-harap cemas semoga saja putri ana masih hidup.
larut dalam fikiran nya,dia tertegun saat seseorang duduk dihadapan nya,dan orang itu mengenakan penutup kepala dan wajah,jenderal Jordan hanya bisa melihat bibir dan hidung nya saja.
" kamu..." tunjuk jenderal Jordan dengan serius.
orang yang duduk dihadapan jenderal Jordan ternyata Rose,dia menatap pria paruh baya yang ada didepannya ini dengan tatapan datar,benar dia mencium aura kebaikan dalam diri jenderal Jordan, ternyata dia tidak salah dalam menilai orang,batin rose.
" hmmm..aku putri ana,orang yang kamu tunggu " jelas rose dengan santai.
Jenderal Jordan terkejut,dia melihat di sekitarnya,melihat tidak ada orang dia mendekatkan dirinya kehadapan rose.
" bagaimana aku bisa mempercayai mu jika kamu itu adalah putri ana ? Aku jenderal Jordan tidak akan semudah itu percaya! " ucap jenderal Jordan dengan suara pelan.
Padahal jantungnya sudah berdetak kencang,dia takut orang ini hanya memberikan harapan palsu pada nya.
" kalau begitu lihat ini baik-baik" tekan rose,tanpa ragu dia membuka jubahnya,hingga terpampang lah wajah cantiknya,tapi yang jadi perhatian jenderal Jordan adalah warna rambut rose.
tubuhnya membeku,tanpa sadar dia tersenyum dan menatap putri ana dengan raut wajah bahagia,dan dia langsung berdiri dan membungkuk dihadapan nya.
" salam yang mulia putri,,maafkan kelancangan saya,tapi melihat anda sekarang tumbuh menjadi gadis yang anggun membuat saya merasa senang,,," suara jenderal Jordan terdengar bergetar,air matanya menetes bukan merasa sedih,dia jauh lebih bersemangat dan merasa bahagia karna pertemuan nya dengan putri ana.
Dan dia tau wanita yang ada dihadapan nya ini benar-benar putri ana,putri kaisar James,bukan hanya karna warna rambutnya yang berwarna putih,tapi wajahnya mirip dengan kaisar James.
" hmm. aku juga merasa senang melihat mu masih sehat, duduklah " ucap rose,dia kembali menutup rambutnya dan menatap jenderal Jordan dengan serius.
jenderal Jordan tertegun saat merasakan aura rose,aura ini benar-benar seperti orang berkuasa ? Bahkan aura gadis yang ada dihadapan nya ini jauh lebih berwibawa dibandingkan dengan kaisar James.ayah putri ana.
" aku ingat,waktu aku masih kecil ayah ku memberikan titah itu padamu,mungkin ini sulit di percaya, tapi akulah yang memerintahkan ayahku memberikan titah itu padamu,,,karna saat itu aku tidak bisa mempercayai orang lain." ucap rose.
Mendengar itu jenderal Jordan lagi-lagi terkejut,dia menatap putri ana dengan pupil mata melebar.
" yang mulia,,,anda.." jenderal Jordan tidak bisa berkata-kata lagi,ini sulit di percaya tapi pada waktu kaisar James memberikan titah tersebut pada saat itu ,dia juga merasa heran.
Karna selama ini dia sering bertentangan dengan kaisar James,,sekarang dia sudah mengerti kenapa kaisar James mempercayai nya waktu itu,,meski ini sulit dipercaya tapi jenderal Jordan sudah paham,jadi dia dapat mempercayai ucapan putri ana.
" selama 17 tahun ini aku selalu menyelidiki tentang kalian semua,dan juga aku tau orang-orang baru yang ada di istana,,,jadi aku bertemu dengan mu karna ingin mengambil titah yang di titipkan oleh ayahku,,aku sudah berencana akan mengambil tahta yang sudah diwariskan padaku ! Jenderal Jordan,Apa kamu akan mendukung ku ? " tanya rose,dia menatap wajah jenderal Jordan yang sudah mulai menua dengan tatapan dalam.
Jenderal Jordan tertegun,dia menatap rose dan tanpa ragu dia mengangguk tegas, bahkan tangannya mengepal kuat.
" ya aku akan mendukung anda yang mulia,,dan juga tahta itu memang seharusnya milik anda,, sebagai seorang jenderal yang jujur saya siap mengabdikan hidup saya untuk anda yang mulia " ucap jenderal Jordan dengan mantap.
Inilah yang dia tunggu-tunggu, akhirnya orang-orang yang ada di istana itu akan di campakkan oleh putri ana,penguasa yang sesungguhnya.
" bagus,,itu yang aku inginkan dan dengarkan aku baik-baik,,istri yang saat ini tinggal bersama mu sudah lama bersekutu dengan kaisar Miko ! Jika kamu tidak percaya dengan ucapan ku,kamu bisa menyelidiki nya,,jenderal Jordan! aku harap kamu tidak mengecewakan ku,2 hari lagi aku akan memasuki istana dan kamu jangan sampai terlihat mencurigakan ! " peringat rose,dia berdiri sambil mengibaskan jubah nya,setelah itu dia pergi meninggalkan jenderal Jordan yang mematung.
ucapan putri ana terngiang-ngiang di telinga nya,jadi istrinya selama ini berhubungan dengan kaisar Miko ? Rasa amarah dalam dirinya membara,dia berdiri dengan tubuh bergetar hebat.
" Maya ! Beraninya kamu mengkhianati ku,aku tidak menyangka wanita yang selama ini aku percayai sekarang telah menjadi wanita jalang kaisar Miko ! Maya aku tidak akan memaafkan mu " ucap jenderal Jordan,dia langsung pergi dari sana,dia juga akan membuat persiapan untuk putri ana yang akan memasuki istana.
Mampu menyelesaikan persoalan kerajaan dengan hasil yang memuaskan dan bertindak adil.
Mencintai rakyatnya, mengabdikan hidup untuk memakmurkan rakyat, menciptakan kedamaian, dan memperhatikan kebutuhan mereka...👸
tangguuung, kapan hari aja bisa UP banyak, apa cuman gebrakan awal aja...😥
Kaisar James
kok kaisar James, bukannya Miko ya ?