NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THIRTY ONE

Waktu telah merangkak menunjukkan pukul lima sore, namun atmosfer di dalam gedung pencakar langit Herlos Grup mendadak mencekam. Seluruh aktivitas operasional seolah lumpuh secara paksa. Ribuan karyawan dan jajaran pimpinan divisi tertahan, tidak diperbolehkan melangkah keluar dari area kerja mereka. Tepat setengah jam yang lalu, sebuah perintah darurat dari lantai tertinggi keluar melalui sistem pengeras suara dan memo digital internal, melarang siapa pun, tanpa terkecuali, untuk meninggalkan gedung perusahaan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Gerbang lobi dikunci rapat, dan barisan pengawal berseragam hitam menjaga ketat setiap pintu akses darurat.

​Di tengah kebingungan dan kasak-kusuk yang mulai merebak di koridor lantai dasar, sebuah pergerakan sunyi terjadi. Lima orang pria tegap berpakaian preman dengan tatapan mata yang tajam dan dingin melangkah masuk menembus pintu lobi khusus. Tanpa memedulikan tatapan bertanya-tanya dari petugas resepsionis, mereka langsung berjalan menuju lift eksekutif, menekan tombol interaktif, dan naik menuju lantai tertentu dengan kecepatan penuh.

​Sementara itu, di dalam ruang kerja pribadinya yang luas dan terisolasi di lantai tiga puluh empat, Emily sedang berdiri membelakangi meja kerjanya. Jari-jemarinya yang lentik menjepit sebatang rokok yang asapnya mengepul tipis, mengotori udara bersih di depan jendela kaca raksasa yang menampilkan pemandangan lanskap kota. Gurat wajahnya nampak sangat kusut dan terganggu. Sejak hasil pemungutan suara dalam rapat pleno internal diumumkan dan menyatakan kekalahannya yang memalukan dari Aksa, Emily sama sekali tidak menyentuh dokumen pekerjaannya. Ia hanya menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruangan itu, menegak alkohol tipis dan merokok, membiarkan rasa dendam dan frustrasi membakar isi kepalanya.

​TOK! TOK! TOK!

​Suara ketukan pintu ruangan kerja Emily terdengar begitu terburu-buru, memecah kesunyian yang kaku.

​Emily mendengus kasar, mematikan puntung rokoknya ke dalam asbak kristal dengan sentakan emosi. "Siapa lagi yang berani mengganggu dalam kondisi seperti ini?!" gerutunya ketus.

​Namun, sebelum pintu sempat disentuh atau dibuka dari dalam oleh Emily, daun pintu jati kembar itu telah didorong terbuka dengan kasar dari luar. Langkah kaki yang tegas menggema di atas lantai kayu solid. Emily membalikkan tubuhnya dengan sentakan penuh amarah, bersiap memaki siapa pun yang berani bersikap tidak sopan di wilayah kekuasaannya. Namun, kalimat makian di ujung lidahnya seketika membeku saat melihat rombongan orang asing yang melangkah masuk ke dalam ruangannya.

​Di barisan paling depan, berdiri Zacky dengan wajah sekaku papan marmer, dan di sampingnya, ada sosok Fradella yang berjalan dengan keanggunan yang tenang namun memancarkan aura intimidasi yang dingin. Di belakang mereka, lima pria berpakaian preman tadi langsung menyebar, menutup setiap sudut jalan keluar ruangan.

​"Siapa kalian?! Berani-beraninya masuk ke ruangan kerja orang lain tanpa izin seperti ini?!" bentak Emily, matanya melotot tajam menatap wajah asing Della yang belum pernah ia lihat sebelumnya di jajaran korporasi. "Zacky! Apa maksud semua ini?! Di mana sopan santunmu sebagai sekretaris? Apa kamu sudah berubah menjadi jongos disini!"

​Seorang pria berpakaian preman yang berada di tengah melangkah maju, memotong teriakan Emily dengan gerakan yang sangat profesional. Ia meraba saku jasnya, mengeluarkan sebuah dokumen resmi berspesifikasi hukum dengan stempel kepolisian pusat, lalu membentangkannya tepat di depan wajah Emily.

​"Saudari Ibu Emily ," ujar petugas polisi itu dengan suara bariton yang dingin dan tanpa kompromi. "Anda secara resmi ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan dengan cara meracuni Saudara Dayaksa Herlos. Silakan Anda ikut kami sekarang juga ke kantor kepolisian pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut."

​Bagai disambar petir di siang bolong, dada Emily naik turun dengan cepat. Emosinya langsung meledak ke permukaan. Ia merebut kertas surat penangkapan tersebut dengan kasar, membacanya dengan mata yang membelalak penuh kemarahan dan penolakan.

​"Apa-apaan ini?! Siapa yang meracuni si Gila itu! Kalian semua pasti sudah bersekongkol untuk menjebakku, bukan?! Ini fitnah! Aku tidak tahu apa-apa tentang racun!" teriak Emily histeris, suaranya melengking tinggi hingga urat-urat di lehernya bermunculan. Ia melempar kertas itu ke atas meja kerjanya. "Dayaksa memang sudah gila dari dulu! Dia mengamuk karena otaknya yang cacat, bukan karena diracuni! Jangan berani-berani menimpakan kesalahan sialan itu kepadaku!"

​Zacky tidak membalas teriakan itu dengan emosi. Ia hanya menarik sebuah map jepit dari balik lengannya, lalu melemparkannya ke atas meja kerja Emily hingga menimbulkan suara yang nyaring. Map itu terbuka, menampilkan beberapa lembar kertas berisi grafik kimia dan analisis medis.

​"Ini adalah hasil pemeriksaan laboratorium CYTO atas sampel darah Tuan Muda Dayaksa yang keluar satu jam yang lalu, beserta hasil uji sampel sisa cairan dari cangkir teh Earl Grey yang disajikan di meja rapatnya pagi tadi," ucap Zacky, suaranya terdengar sangat tajam dan dingin bagai belati. "Kedua hasil uji laboratorium tersebut menunjukkan kecocokan. Terdapat kandungan zat aktif Morfin hidroklorida dosis tinggi yang dilarutkan ke dalam minuman Tuan Muda sebelum rapat dimulai."

​Begitu matanya membaca baris demi baris angka persentase zat kimia dan cap resmi laboratorium forensik yang dibawa oleh Zacky, kekuatan di kedua kaki Emily seolah-olah menguap. Tubuhnya mendadak lemas, wajahnya yang tadi memerah padam oleh amarah kini berubah menjadi seputih kain kafan.

​Della yang sejak tadi hanya diam memperhatikan, perlahan melangkah maju. Wajah cantiknya tidak menunjukkan riasan emosi apa pun, hanya ada tatapan mata yang teramat dingin, tatapan seorang istri yang siap mencabik siapa pun yang telah menyakiti suaminya. Della mengangkat tangan kanannya, lalu menepukkan telapak tangannya tiga kali dengan ritme yang lambat.

​Prok... Prok... Prok...

​Pintu ruangan kembali terbuka. Dua orang petugas keamanan internal Herlos Grup masuk sambil mencengkeram erat kedua lengan seorang pria muda yang mengenakan seragam khusus, seorang office boy yang biasa bertugas di lantai eksekutif. Pria muda itu berjalan dengan tubuh yang gemetar hebat, wajahnya dibanjiri air mata ketakutan, dan kepalanya terus tertunduk lesu.

​Begitu melihat sosok pria berseragam itu diseret masuk ke dalam ruangannya, pertahanan mental Emily runtuh total. Lututnya tidak mampu lagi menahan beban tubuhnya sendiri. Emily langsung terjatuh, terduduk lemas di atas lantai marmer di balik meja kerjanya dengan tatapan mata yang mendadak kosong dan dipenuhi oleh horor kelumpuhan.

​"Jika kamu masih berniat untuk bertanya apa lagi buktinya secara hukum..." Della kembali angkat bicara, suaranya yang lembut kini terdengar bagai bisikan malaikat pencabut nyawa di telinga Emily. Della mengeluarkan sebuah flashdisk berbalut logam perak dari dalam saku gaunnya, lalu menjatuhkannya tepat di depan lutut Emily yang gemetar.

​"Di dalam flashdisk ini, terdapat rekaman video kamera pengawas tersembunyi dari koridor belakang koridor pantry lantai tiga puluh sembilan yang berdurasi penuh pagi tadi. Video yang merekam dengan sangat jelas momen saat kamu memberikan sebuah botol ampul kecil berisi cairan morfin dan menyerahkan seberkas uang tunai kepada pria pelayan ini, lalu menyuruhnya untuk memasukkan zat busuk itu ke dalam cangkir teh milik Tuan Aksa. Rencana yang sangat matang, bukan? Kamu tahu benar riwayat penyakit Aksa, dan kamu sengaja meracuninya agar saat rapat pleno berlangsung, stimulan obat itu akan memicu halusinasinya hingga ia kehilangan kendali penuh di hadapan para investor, sehingga kamu bisa melenggang bebas menduduki kursi Direktur Utama."

​Emily mendongak dengan sisa-sisa napasnya yang terengah-engah. Matanya yang merah menatap Della dengan pandangan penuh kebencian yang mendalam. "Siapa kamu... Hah?! Siapa kamu berani ikut campur dalam urusan keluarga Herlos?! Wanita sialan dari mana kamu?!"

1
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
punya suami kek Aksa sungguh menggemaskan dan bikin hati menghangat berarti Aksa tak akan tergoda lagi dengan mantannya si Helena itu walaupun dia supermodel cantik internasional 🤔good lah Aksa so proud👍🏻
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Duhh haii gemess dahh ma km bayii gedeee Aksa 🤣
tetap seperti itu kalau dengan istri mu.. Kudu patuhh n nurutt..
butuhh tutorr banyak hal dell dia.. dan km harus kasih paham.. jgn sampai yg lain yg meracuni pikiran suami poloss muu🤭
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Wkwkwk astagaaaaa Aksa istrimu sedang datang bulan itu ya ampun hanya kram perutnya dan emang sakit kalo lagi bulanan sebagian wanita seperti itu tuan muda Aksa 😭🤣🤣🤣🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
alhamdulilah donk jika tuan muda mu sudah pulihh.. kan ada Della yg setia merawat dan mengawasi tiap harinya...
laahh jelasin aja dell
dr pada yg lain menjeleskan bisa salahh arahh nanti🤭
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lebihh baik km pergi teraturr dr pada nanti km akan nyesal seumur hidup.. atau km pilihh mati🙁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
kasih paham jalang itu opa jerry 😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
lu licik sekaligus jalang 🥴
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
iyaaa si ratu jalang bunting elu yg ngidamnya 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
laaaah lu nikmatin sana jalang itu 🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
wihhh kakeknya Aksa langsung beri ultimatum buat Helena supaya jangan mendekati cucunya lagi apalagi sampai menganggu kehidupan rumah tangga Aksa dan Della
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Camm kann tuhh kata" dr kakek Jerry
kau harusnya sudah paham akibatnya jika berani menyentuh cucu kesayangannya🙁
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Wahh km mau bermain Main yahh Helena..
tp jgn sentuhh Della.. atau km akan nyeselll
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kasihan baget km Adryan...
tuhh lahh akibat salahh dalam memilihh orang...
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
wah Ratu pasti sedang mengandung dan Adryan Juardi ketiban bagian ngidamnya meskipun kau tak mau punya anak dengan Ratu tetap saja Ratu itu hamil benihmu bung😏😌
chataleya
siapa yang tidak tersenyum bahagia, kalau dikasih kartu belanja seperti itu. 🤭
kalau aku ya sudah tentu tertawa bahagia... silahkan suamiku kerja saja terus. lama tidak apa-apa. 🤣🤣🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sayangnya laki macam itu hanya 1: 1.000.000 😭😭
othor hanya bisa berkhayal lewat tukisan😭
total 1 replies
chataleya
owalah ternyata cuma nyaring dari luar aja ini mbak Emily 🙈
chataleya
sebenarnya siapa disini yang gila? menurutku Fabio dan Emily 🤭
chataleya
mau komen dasar gila.. tapi pada kenyataannya WNI memang rata2 sudah mendekati kegilaan.. hanya saja masih bisa jaga outfit 🤣
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: suuutttt🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
cccciih tolak lah semua dari Gauta 🤮
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻSENJA
hadeeh sampah mau ngapain lagi 😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!