NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31# Quality time bertiga

“Kita makan dulu yuk, yank! Aku juga lapar ini,” Aiden mengusakkan wajahnya pada ceruk leher Karin.

Plak

Aiden meringis saat Karin menggeplaknya. “Jaga tingkahmu, mas! Ada Vian di sini,” kesal Karin, dan benar saja karena tingkah Aiden tersebut menjadi perhatian Alvian.

“Mama Pian itu! Papa halapan palcu ndak boleh peluk-peluk mama.” Alvian memutar tubuhnya menghadap papa dan mamanya, dia mendorong dagu sang papa yang menempel di bahu Karin.

“Siapa bilang mama milik Vian? Sebelum Vian ada, mama itu bucin papa. Milik papa,” Aiden menggoda putranya.

Alvian sudah berkaca-kaca mendengar itu, dia merasa terkhianati papa dan mamanya.

Karin terkekeh melihat ekspresi putranya, dia langsung mendekap Alvian dan meng3cupnya penuh cinta.

“Anak siapa ini, hmm? Ini pipi ke napa menggemaskan sekali, bakpao atau cimol ini?” Karin menggemas-gemas pipi Alvian hingga putranya tersebut terkikik kegelian.

“Ihihi...anaknya mama Kalin cama papa halapan palcu, eh?” Alvian melirik papanya yang duduk di samping sang mama. “Iya, kan papa halapan palcu. Papa kan cuka ndak tepat janji,” Aiden mendapatkan cibiran dari putranya.

Karin tertawa mendengar cibiran yang di layangkan putranya pada sang papa, Aiden hanya bisa pasrah. Namun hatinya kembali menghangat saat melihat istri dan anaknya tertawa seperti itu. Dia kembali memeluk sang istri dari samping, melihat hal tersebut Alvian tentu tidak mau kalah. Bocah tiga tahun tersebut langsung duduk di pangkuan sang mama, Alvian meniru papanya yang melingkarkan kedua tanga pada perut Karin meskipun tangan bocah tiga tahun tersebut tidak sampai.

“Ekhee...tangan Pian ndak campai lah,” celetuknya sambil memberengut merasa kalah dari papanya, hingga membuat Aiden dan Karin tergelak. Aiden lantas mengusap kepala putranya. “Itu makanya adek harus makan sayur, biar nanti bisa tumbuh tinggi. Bisa peluk mama seperti ini,” Aiden mengeratkan pelukannya pada Karin.

“Sudah-sudah, lepas sih mas!” protes Karin. “Masih marah ternyata,” celetuk Aiden.

“Papa cih cuka kacih mama halapan palcu, jadi mama ngambek. Nanti mama cali cuami balu,”

“Heuh! Papa baru? Vian tega ganti papa ini sama yang baru?” Aiden menampilkan ekspresi memelasnya pada Alvian.

Dengan polosnya Alvian mengangguk. “Bica punya papa dua kenapa haluc catu. Pian nanti tinggal tunjuk mau jajan apa,”

Karin makin tergelak, sementara Aiden melongo tidak percaya kalau putranya bisa bicara seperti itu.

“Kamu tega yank ganti suami?” lesu Aiden. “Mas Aiden kan ada Nala,” Karin turun dari tempat tidur, dia membantu Alvian turun dari sana. “Adek makan dulu, yuk! Masih lapar, kan?” Karin menggandeng putranya menuju sofa yang ada di sana.

“Pian mau makan banyak bial cepat becal,” ucapnya sambil berlonjak.

“Yank...masa aku di tinggal sih, yank? Nala kan hanya masa laluku, kalau kata Vian dia soang.” Aiden menyusul istri dan anaknya menuju sofa.

“Bukan coang, papa. Tapi Cumala lampil,” sahut Alvian.

Aiden duduk di samping Alvin yang berada diantara dirinya dan sang istri. Karin mulai menyuapi putranya dengan cream soup jamur yan di sirap diatas ayam fillet, Aiden sudah menuangkan kuah saos pada steak ayam miliknya dan Karin. Sementara Karin menyuapi putranya, Aiden berinisiatif menyuapi sang istri dan Karin tidak menolak.

“Mas belum kenyang?” heran Karin karena Aiden biasanya tidak akan mau makan berat setelah makan malam.

Aiden menggeleng. “Tidak jadi makan. Malas berdebat dengan mama,” Aiden kembali menyuapkan potongan kecil daging ayam pada Karin. “Dia kekeh Nala tinggal di sini,” imbuhnya.

Karin tidak terkejut dengan ucapan suaminya, dia sudah bisa menebak kalau mama mertuanya pasti keras kepala. “Aku masih memberikan kepercayaan padamu, mas. Kamu tahu artinya, kan?”

Aiden mengangguk. “Aku tahu,”

Mereka lantas kembali melanjutkan makan malam yang tertunda, Alvian bahkan dengan lahap memakan semua yang di suapkan Karin ke dalam mulut bocah itu. Karin dan Aiden justru tak kalah romantis, mereka makan dari piring yang sama dan Aiden menyuapi istrinya.

“Ada positifnya juga ternyata tadi mama dan Nala membuatmu marah,” Karin mengerut mendengar ucapan suaminya. “Apa?”

“Kita jadi quality time dan makan romantis hanya bertiga. Anggap saja ganti makan siang yang kacau tadi,” ucap Aiden.

Karin tersenyum, memang benar adanya karena hal tersebut mereka jadi makan malam bertiga di kamar sambil bercanda penuh hangat. Karin memang sedikit masih kesal pada suaminya yang belum bisa tegas pada mama Ayu, tapi dia harap suatu saat Aiden bisa membuka matanya. Putra mereka membutuhkan rumah yang tenang dan nyaman untuk tumbuh kembang agar kesehatan mental Alvian tetap terjaga.

1
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semangat Author
muthia
nah gitu dong Aiden laki laki tu harus tegas
Niken Dwi Handayani
Lha..Aiden hanya seperti itu ngomong nya? ketegasan nya kurang banget dong😩 yang adamamanya dan sumala masih stay disana aja. Dan itu mamanya Aiden udah ada suami ditinggal lama ga diurusin bisa - bisa suaminya melipir lho🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk biar th rasa karin sm vian ngambek...

maknya punya bisnis sm nala, jd biar perusahaan suaminya dpt asupan dsna ters
total 1 replies
muthia
Aiden kurang tegas🙏
muthia: itu l, kasian Karin😭
total 2 replies
partini
dasar kamunya yg lemot Aiden
a yulaela_fa(Ayu Anfi): baru kerasa nnti pas vian keluarin kata keramatnya kk
total 1 replies
muthia
hbs l kau Aiden 🥰
muthia: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Lho...tunggu - tunggu, part ini jatuhnya seperti flash back ya? perasaan di bab berapa gitu, ada juga kejadian Alvian lama nunggu jemputan trus akhirnya ikut Rega🤔
Niken Dwi Handayani: Oalah...pantessss, kayak Dejavu gitu bacanya🤣🤣. Suka banget sama Alvian, lebih random dari baby mochi🥳
total 2 replies
muthia
👍👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤
Ira Indrayani
Karya author selalu keren 💖👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh sdh sll mendkgku kk.. ❤️❤️❤️
total 1 replies
partini
good boy 👍👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): titisan copy pasteny aretha 🤣
total 1 replies
muthia
keciduk sama anak sendiri 🥰🥰🥰🥰
muthia: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
muthia
betul-betul mak lampir sama sumala itu 2 orang
muthia: 🥰🥰i🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 💗💗💗💗🤭💗
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
typo nich Thor. Masa karin nanya karin mungkin yang dimaksud Alya ya?😒
a yulaela_fa(Ayu Anfi): oh iya kk, thanks koreksinya. nnti aq revisi ❤️🙏
total 1 replies
lyla lafiya
👍
muthia
❤❤❤❤❤❤
muthia
maaf kok tumben g up🙏🙏
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ❤️❤️❤️❤️❤️🙏
total 5 replies
muthia
semoga nenek lampir sama sumala cpt keluar dr rmh Karin🙏
muthia: 👍👍👍👍👍👍👍👍
total 2 replies
Mikhaila Zea
mantra nya manjur al🤣🤣🤣🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw ponakan kebucin2 aunty
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!