"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
Bab 3: Otoritas yang Runtuh
Keheningan yang mencekam menyelimuti seluruh lapangan upacara militer. Suara tetesan air hujan yang mengalir dari ujung-ujung atap barak berbunyi teratur, berpadu dengan desau angin pagi yang dingin, namun tidak ada satu pun manusia di tempat itu yang berani menarik napas dengan keras. Ratusan pasang mata tertuju pada pusat retakan di panggung semen. Di sana, Instruktur Kepala Lin Chen yang biasanya begitu perkasa dan ditakuti bagaikan harimau, kini terkapar tak berdaya seperti anjing mati, dengan darah yang terus merembes dari wajahnya yang hancur.
Shen Long berdiri dengan tenang di samping panggung, menurunkan tangan kirinya yang baru saja melayangkan tamparan maut tersebut. Ia mengibaskan jemarinya dengan santai, seolah-olah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Jubah militernya sedikit berkibar ditiup angin pagi, namun ekspresi wajahnya tetap acuh tak acuh, sedalam samudra purba yang tidak terpengaruh oleh badai duniawi.
Di barisan barak nomor sembilan, Zhao Min menatap punggung Shen Long dengan seluruh tubuh yang gemetar hebat. Matanya melebar hingga hampir keluar dari rongganya, dan tangannya mencengkeram erat celana militernya sendiri untuk menahan agar lututnya tidak lemas dan jatuh berlutut.
"S-Satu tamparan... Dia benar-benar menumbangkan Instruktur Lin hanya dengan satu tamparan..." bisik Zhao Min di dalam hatinya dengan ketakutan yang bercampur dengan rasa takjub yang luar biasa. Selama berbulan-bulan, ia melihat Shen Long selalu menundukkan kepala, menerima setiap makian, pukulan, dan penghinaan dari para senior dan instruktur dengan diam. Siapa yang menyangka bahwa di balik tubuh kurus yang selalu ditindas itu, tersembunyi kekuatan tirani yang begitu mengerikan?
Bukan hanya Zhao Min, seluruh recruit dari divisi lain kini memandang Shen Long dengan tatapan yang sepenuhnya berubah. Rasa meremehkan, ejekan, dan ketidakpedulian yang biasa mereka tunjukkan kini lenyap tanpa bekas, digantikan oleh rasa hormat dan ketakutan primal yang mendalam. Di dunia tempat para kultivator memegang kendali atas hukum dan kehidupan, kekuatan absolut adalah satu-satunya kebenaran. Pria muda di depan mereka ini telah membuktikan bahwa dirinya memiliki kekuatan untuk menginjak-injak otoritas tertinggi di kamp pelatihan ini.
Di saat keheningan itu mencapai puncaknya, beberapa asisten instruktur yang berdiri di pinggir lapangan akhirnya tersadar dari keterpukauan mereka. Wajah mereka pucat pasi, namun sebagai penjaga ketertiban militer, mereka tidak bisa tinggal diam melihat atasan mereka dihancurkan di depan publik.
"B-Berani sekali kau! Ini adalah pemberontakan! Tangkap dia! Cepat tangkap bajingan ini!" seorang asisten instruktur bernama Zhou Tai berteriak dengan suara yang pecah karena panik. Ia mencabut pedang pendek militernya, mencoba menggalang keberanian bersama lima asisten instruktur lainnya untuk mengepung Shen Long.
Namun, meskipun mereka memegang senjata dan mengelilingi Shen Long dari berbagai arah, tidak ada satu pun dari mereka yang berani melangkah maju dalam jarak tiga meter. Setiap kali mereka menatap sepasang mata Shen Long yang sedalam lautan bintang, kaki mereka terasa seperti terpaku ke tanah oleh tekanan spiritual tak kasat mata yang sangat berat.
Shen Long melirik Zhou Tai dan para asisten instruktur lainnya dengan pandangan meremehkan. "Kalian ingin menghentikanku? Pikirkan baik-baik sebelum kalian mengorbankan nyawa atau anggota tubuh kalian untuk seorang pria yang sudah menjadi sampah tidak berguna."
Kata-kata Shen Long merujuk langsung pada kondisi Lin Chen. Melalui hantaman tamparannya tadi, Shen Long tidak hanya menghancurkan tulang wajah Lin Chen, melainkan dengan sengaja menyusupkan secuil energi destruktif dari *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* ke dalam meridian utama pria paruh baya itu. Energi destruktif tersebut telah memutuskan jalur spiritual yang menghubungkan dantian Lin Chen dengan seluruh jaringan saraf tubuhnya.
Bagi seorang kultivator, rusaknya meridian utama adalah hukuman yang lebih kejam daripada kematian. Lin Chen tidak akan pernah bisa berkultivasi lagi seumur hidupnya. Bahkan jika dia terbangun nanti, dia hanya akan menjadi seorang pria paruh baya yang cacat, lemah, dan menderita kelumpuhan sebagian di wajah dan tubuh kirinya. Karir militernya di kamp pelatihan ini telah berakhir sepenuhnya, dan dia akan dikeluarkan dalam ketidakberdayaan yang mutlak—sebuah penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari eksistensi Lin Chen di dalam lingkungan ini.
Mendengar peringatan dingin dari Shen Long, Zhou Tai menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mengalir deras dari dahinya, bercampur dengan sisa air hujan. Ia melirik Lin Chen yang masih kejang-kejang samar, lalu melirik Zhang Wei dan Wang Ba yang meratap di atas tandu dengan lengan yang patah. Keberanian Zhou Tai runtuh seketika. Ia tahu persis bahwa jika mereka merangsek maju, nasib mereka tidak akan lebih baik dari orang-orang yang terkapar di tanah saat ini.
"Siapa yang berani membuat kekacauan di lapangan upacaraku?!"
Tiba-tiba, sebuah suara bariton yang sangat berat dan dipenuhi oleh tekanan energi spiritual yang masif menggelegar dari arah gedung administrasi utama kamp. Suara itu membawa gelombang angin yang kuat, menyapu kabut pagi yang menyelimuti lapangan semen dan membuat pakaian semua orang berkibar dengan kencang.
Dari ujung koridor beton, berjalan dua sosok pria dengan langkah kaki yang mantap dan berwibawa. Pria yang berjalan di depan mengenakan seragam komandan militer berpangkat tinggi dengan lencana emas berlambang harimau di bahunya. Wajahnya persegi, dihiasi oleh janggut tipis yang rapi, dan sepasang matanya memancarkan aura ketegasan yang matang. Pria ini adalah Komandan Tertinggi Kamp Pelatihan Militer Jiangnan, Komandan Cao Zhen. Basis kultivasinya telah lama menembus ranah Penguatan Tubuh dan kini berada di tingkat kedua ranah Pengumpulan Qi (*Qi Gathering*).
Di samping Cao Zhen, berjalan seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah sutra panjang berwarna ungu tua yang sangat mewah, sangat tidak cocok dengan lingkungan militer yang kaku. Pria itu memiliki tubuh yang agak kurus, wajahnya tirus dengan kumis tipis, dan matanya memancarkan kelicikan serta keangkuhan yang khas dari anggota klan besar. Di dadanya tersemat lencana perak berbentuk serigala—simbol dari penasihat eksternal Keluarga Han dari Jiangnan City. Namanya adalah Han Chun.
Han Chun sengaja datang berkunjung ke kamp pelatihan pagi ini bersama Komandan Cao Zhen dengan satu tujuan tersembunyi: untuk memeriksa apakah Lin Chen telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Tuan Muda Han Junhao, yaitu melenyapkan Shen Long secara bersih tanpa meninggalkan jejak konspirasi.
Namun, pemandangan yang menyambut kedatangan mereka berdua di lapangan upacara saat ini benar-benar jauh dari apa yang mereka bayangkan.
Komandan Cao Zhen menghentikan langkah kakinya di depan barisan, matanya langsung tertuju pada retakan semen di panggung dan tubuh Lin Chen yang bersimbah darah. Wajahnya langsung berubah menjadi sangat gelap. Sebagai komandan tertinggi, melihat instruktur kepalanya dihancurkan di depan ratusan recruit adalah tamparan keras bagi otoritas dan harga diri militernya.
"Apa yang terjadi di sini?! Zhou Tai, jelaskan padaku sekarang juga!" Cao Zhen meraung, aura ranah Pengumpulan Qi militer meledak keluar dari tubuhnya, menekan atmosfer di sekitar lapangan hingga terasa mencekam.
Zhou Tai segera menjatuhkan senjatanya, berlutut dengan satu kaki di hadapan Cao Zhen dengan tubuh gemetar. "Melapor... Melapor Komandan Cao! Recruit dari barak nomor sembilan, Shen Long, telah melakukan pemberontakan! Dia menolak perintah interogasi, menyerang tiga tentara senior tadi malam hingga cacat, dan pagi ini... dia menyerang Instruktur Kepala Lin Chen dengan kejam hingga pingsan!"
Mendengar nama Shen Long, mata Han Chun yang berdiri di samping Cao Zhen langsung menyipit tajam. Pandangannya bergeser dari tubuh Lin Chen yang hancur ke arah seorang pemuda yang berdiri tegak dengan tenang di tengah lapangan. Ketika melihat bahwa Shen Long tidak hanya masih hidup, melainkan berdiri dengan aura yang sangat kuat dan tanpa luka sedikit pun, jantung Han Chun berdegup kencang karena terkejut.
"Bagaimana mungkin?!" batin Han Chun dengan penuh keheranan dan kemarahan. "Lin Chen adalah seorang kultivator tingkat kelima ranah Penguatan Tubuh, dan Zhang Wei berada di tingkat kedua. Bagaimana mungkin seonggok sampah tanpa latar belakang seperti Shen Long bisa membalikkan keadaan dan menghancurkan mereka semua? Apakah informasi dari intelijen keluarga mengenai anak ini salah?"
Han Chun melangkah maju, membiarkan jubah ungu mewahnya berkibar. Ia menatap Shen Long dengan pandangan yang dipenuhi penghinaan dan niat membunuh yang dingin. "Kau adalah Shen Long? Berani sekali seekor kutu busuk sepertimu bertindak liar di tempat ini! Kau tahu siapa yang menginginkan nyawamu? Berlututlah dan akui kejahatanmu, mungkin aku bisa membiarkan mayatmu dikubur secara utuh!"
Shen Long memandang Han Chun dengan tatapan yang sangat datar, seolah-olah sedang melihat badut yang sedang menari di atas panggung sandiwara. Melalui ingatan tubuh aslinya, ia segera mengenali lambang serigala perak di dada pria itu. Ini adalah perwakilan langsung dari Han Junhao—pria yang mengirim pembunuh untuk merebut nyawanya hanya karena masalah perjodohan dengan Chu Yaoyao.
"Keluarga Han lagi," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat tenang namun membawa keangkuhan yang tak tertandingi. "Kalian berulang kali mengirim anjing-anjing lemah untuk mengusik ketenanganku. Tadi malam aku sudah memperingatkan anjing-anjingmu di lumpur untuk memberitahu tuanmu agar mempersiapkan lehernya. Mengapa kau, seekor anjing tua, justru datang lebih cepat untuk mengantarkan nyawamu?"
*GASP!*
Seluruh lapangan kembali dipenuhi oleh suara tarikan napas dalam-dalam dari para recruit. Mereka tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka dengar. Shen Long tidak hanya tidak takut pada Komandan Cao Zhen yang berada di ranah Pengumpulan Qi, melainkan secara terang-terangan menghina penasihat dari Keluarga Han sebagai "anjing tua"! Ini bukan lagi sekadar keberanian, ini adalah kegilaan mutlak di mata manusia fana!
Wajah Han Chun berubah dari pucat menjadi merah padam, lalu menjadi sangat ungu karena menahan amarah yang meledak-ledak. Sebagai penasihat eksternal Keluarga Han, di Jiangnan City bahkan para pejabat pemerintah harus berbicara dengannya dengan nada hormat. Kapan ia pernah dihina sedemikian rupa oleh seorang recruit militer rendahan yang miskin?
"Bajingan cilik! Kau sedang mencari mati!" Han Chun meraung histeris. Ia tidak lagi peduli pada aturan militer kamp atau formalitas di depan Komandan Cao Zhen. Energi spiritual biru pekat meledak dari tubuhnya, menandakan basis kultivasinya yang berada di tingkat kedua ranah Pengumpulan Qi. Di bawah pengaruh energinya, semen di sekitar kaki Han Chun mulai retak halus, dan tekanan spiritual yang dipancarkannya jauh lebih murni dan tajam daripada kekuatan Lin Chen sebelumnya.
Han Chun mengangkat tangan kanannya, mengumpulkan energi spiritual biru tersebut hingga membentuk pusaran angin tajam di telapak tangannya—teknik rahasia Keluarga Han, *Telapak Angin Pemotong Jiwa*. "Aku akan merobek mulut lancangmu itu menjadi serpihan!"
Komandan Cao Zhen yang berdiri di samping tidak menghentikan Han Chun. Ia juga merasa bahwa Shen Long terlalu berbahaya dan tidak bisa dikendalikan. Mengizinkan Han Chun membunuh Shen Long di sini akan menyelesaikan masalah martabat militernya yang hancur sekaligus memberikan bantuan besar kepada Keluarga Han.
Han Chun menerjang maju seperti badai biru, kecepatannya melampaui batas kecepatan gerakan Lin Chen sebelumnya hingga beberapa kali lipat. Di mata manusia biasa, tubuh Han Chun tampak seperti menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung muncul kembali tepat di depan dada Shen Long, membawa hantaman telapak angin yang siap menghancurkan seluruh organ dalam pemuda itu.
"Mati kau, sampah!" Han Chun berteriak dengan senyuman kejam di wajahnya yang tirus.
Namun, di hadapan esensi jiwa Penguasa Multisemesta, ranah Pengumpulan Qi tidak lebih dari sekadar bayi yang baru belajar merangkak di dalam dunia kultivasi yang sebenarnya. Shen Long tidak mengedipkan mata sedikit pun saat menghadapi serangan mematikan tersebut. Di dalam dantiannya, cairan emas murni yang berasal dari *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* mulai berputar dengan kecepatan penuh, mengalirkan kekuatan masif ke seluruh lengan kanan-nya. Meskipun secara nominal ia berada di tingkat keempat ranah Penguatan Tubuh, kualitas energi murninya jauh melampaui batas energi spiritual kotor milik Han Chun di ranah Pengumpulan Qi.
Shen Long melangkah maju dengan kaki kirinya, merendahkan pusat gravitasinya, lalu mengayunkan tangan kanannya dari bawah ke atas dalam sebuah gerakan tamparan telapak tangan terbuka yang sangat lugas. Gerakan ini tidak memiliki kemewahan visual seperti serangan Han Chun, namun ruang di sekeliling jalur tangannya seolah-olah bergetar hebat karena tekanan udara yang terkompresi secara ekstrem.
*BUMMM!*
Hantaman keras yang menyerupai ledakan bom artileri bergema di tengah lapangan upacara. Gelombang kejut angin yang dahsyat meledak dari titik benturan, menciptakan pusaran debu dan air hujan yang beterbangan ke segala arah, memaksa Komandan Cao Zhen dan para asisten instruktur untuk mengangkat tangan mereka demi melindungi mata.
Di tengah pusaran angin tersebut, senyuman kejam di wajah Han Chun langsung membeku, digantikan oleh ekspresi horor yang sangat mendalam. Ia merasakan *Telapak Angin Pemotong Jiwa* miliknya hancur berkeping-keping seperti kaca yang dihantam palu godam saat bersentuhan dengan telapak tangan Shen Long. Tidak hanya itu, kekuatan tamparan Shen Long terus melaju tanpa bisa ditahan, menembus pertahanan energi birunya dan mendarat dengan telak tepat di sisi kanan wajahnya.
*PLAAAAAAK!*
Suara tamparan itu begitu keras hingga gema suaranya memantul di antara bukit-bukit yang mengelilingi kamp pelatihan. Kekuatan destruktif dari emas murni milik Shen Long meledak di dalam tengkorak Han Chun.
"AAAGHHH!"
Jeritan melengking yang penuh dengan rasa sakit dan keputusasaan keluar dari tenggorokan Han Chun. Tubuh kurusnya terlempar secara horizontal di udara, berputar seperti gasing yang berputar kencang sejauh lebih dari sepuluh meter, sebelum akhirnya menghantam dinding pagar kawat berduri besi dengan sangat keras hingga pagar tersebut roboh membentuk cekungan besar.
*Brak!*
Han Chun jatuh tersungkur ke dalam parit drainase di pinggir lapangan. Kondisinya jauh lebih mengerikan daripada Lin Chen. Seluruh tulang rahang kirinya telah hancur menjadi serpihan debu, matanya melotot keluar dengan pembuluh darah yang pecah, dan jubah ungu mewahnya kini robek dan berlumuran tanah parit yang kotor. Energi spiritual di dalam tubuhnya bergejolak liar tanpa arah, menghancurkan dantiannya sendiri akibat serangan balik kekuatan murni milik Shen Long.
Hanya dalam satu tamparan, seorang penasihat terhormat dari Keluarga Han yang berada di ranah Pengumpulan Qi telah dihempaskan ke dalam parit seperti seonggok daging busuk yang tidak berharga!
"Bagaimana... bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!" Komandan Cao Zhen berteriak di dalam hatinya, seluruh tubuhnya menegang dan wajahnya pucat pasi seperti kertas semen. Kepercayaan dirinya sebagai seorang komandan militer dan kultivator ranah Pengumpulan Qi runtuh sepenuhnya dalam sekejap melihat pemandangan di depan matanya. Ia tahu betul seberapa kuat Han Chun; bahkan ia sendiri membutuhkan setidaknya lima puluh jurus pertarungan sengit untuk bisa mengalahkan pria itu. Namun pemuda di depannya ini, seorang recruit yang baru berusia sembilan belas tahun, menumbangkannya hanya dengan satu tamparan santai!
Shen Long menarik kembali tangannya, berdiri dengan tegak di tengah lapangan upacara yang kini dipenuhi debu yang perlahan mengendap. Ia mengalihkan pandangan matanya yang dingin dan tajam ke arah Komandan Cao Zhen. Tatapannya begitu menusuk, seolah-olah sebilah pedang dewa sedang bersiap untuk memotong jiwa pria paruh baya itu jika dia berani mengambil tindakan yang salah.
"Komandan Cao," Shen Long memanggil dengan nada suara yang rendah namun bergema kuat di telinga Cao Zhen. "Apakah Anda juga ingin maju dan menguji kekuatan hukum militer Anda di atas telapak tanganku?"
Mendengar pertanyaan dari Shen Long, jantung Cao Zhen berdegup kencang dengan ritme yang menakutkan. Rasa takut yang belum pernah ia rasakan sejak pertempuran di perbatasan bertahun-tahun lalu kini bangkit kembali dengan kekuatan penuh. Ia melihat ke arah Han Chun yang masih kejang-kejang di dalam parit dengan rahang hancur, lalu melihat ke arah para asisten instrukturnya yang sudah menjatuhkan senjata mereka ke tanah dengan wajah penuh ketakutan.
Cao Zhen adalah seorang pria yang cerdik; ia tahu kapan harus mempertahankan harga diri dan kapan harus mundur demi menyelamatkan nyawanya sendiri. Pemuda di depannya ini jelas bukan lagi sampah yang bisa ditindas oleh siapa pun. Di belakangnya pasti ada entitas kuno yang mengerikan, atau dia adalah reinkarnasi dari seorang monster tua dari sekte tersembunyi yang sedang mengalami masa kebangkitan kekuatan. Menyinggung orang seperti ini di dalam kamp militernya sendiri adalah tindakan bunuh diri yang paling bodoh.
Cao Zhen menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan getaran di suaranya, lalu menurunkan aura militernya sepenuhnya sebelum membungkukkan tubuhnya sedikit ke arah Shen Long—sebuah tindakan penyerahan otoritas yang sangat luar biasa dari seorang komandan tertinggi kepada seorang recruit rendahan.
"Kesalahpahaman... Ini semua adalah kesalahpahaman yang besar, Teman Muda Shen Long," ucap Cao Zhen dengan nada suara yang dipaksakan untuk terdengar ramah dan penuh hormat, meskipun hatinya dipenuhi oleh ketakutan yang mendalam. "Kamp pelatihan militer kami selalu menjunjung tinggi keadilan dan hukum. Lin Chen dan Han Chun telah menyalahgunakan wewenang mereka untuk melakukan tindakan kriminal pribadi di dalam area militer. Tindakan pembelaan diri yang Anda lakukan sangat sah dan sesuai dengan aturan tertinggi martabat militer!"
Mendengar pernyataan dari Komandan Cao Zhen, seluruh recruit di lapangan upacara merasa dunia mereka telah dijungkirbalikkan sepenuhnya. Otoritas kamp tertinggi yang biasanya begitu kaku dan tak tersentuh, kini secara terbuka tunduk dan memohon perdamaian di hadapan kekuatan tamparan seorang pemuda tunggal. Roda penindasan di kamp pelatihan militer Jiangnan telah dihancurkan sepenuhnya oleh telapak tangan Shen Long, dan babak baru konspirasi berdarah kini siap meluas menuju wilayah kota besar yang dikuasai oleh Keluarga Han.