Karakter Utama:
Arga: Cowok yang biasanya tenang, rapi, dan selalu jadi "penjaga" kalau mereka nongkrong. Tapi malam itu, dia sama mabuknya.
Kinar: Cewek ceplas-ceplos, panikan, dan tipe sahabat yang tahu semua aib Arga dari zaman masih ngompol sampai sekarang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Aturan Baru dan Rebutan Kuah Seblak
Setelah momen melow yang tidak terduga di dapur tadi, atmosfer di dalam rumah kontrakan mendadak berubah jadi super canggung. Kinar buru-buru menyelesaikan makan siangnya tanpa berani menatap mata Arga lagi, sementara Arga mendadak jadi sangat sibuk mengelap meja dapur yang sebenarnya sudah bersih mengilat. Surat perjanjian di atas meja seolah-olah menjelma jadi pembatas transparan yang memasang alarm bahaya: Awas baper, ntar kalah!
"Ehem," Kinar berdeham keras, mencoba memecah keheningan yang bikin merinding itu. Dia meletakkan sendoknya dengan bunyi denting yang agak nyaring. "Ga, berhubung tadi ada insiden Ibu mertua datang tiba-tiba, gue rasa surat perjanjian kita yang kemarin perlu direvisi. Kita butuh aturan tambahan buat keadaan darurat."
Arga menoleh, melempar kain serbet ke bahunya lalu berjalan mendekat. Dia menarik kursi di depan Kinar dan duduk dengan gaya sok bos. "Aturan tambahan apa lagi, Mak Lampir? Perasaan poin-poin kemarin udah lengkap banget, sampe urusan siapa yang kudu buang sampah tiap malam jumat aja ada."
"Ini beda, Arga kunyuk. Tadi itu kita hampir jantungan gara-gara kasur lantai lo tergelar di depan TV. Untung Ibu gak langsung masuk ke ruang tengah," omel Kinar sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke meja. "Jadi, aturan tambahan nomor satu buat keadaan darurat: Mulai hari ini, lo gak boleh lagi tidur di depan TV. Kalau lo gak mau tidur di kamar kosong belakang karena katanya berhantu, lo harus beresin kasur lantai lo itu ke dalam kamar gue tiap jam enam pagi! Pokoknya sebelum matahari terbit, ruang tengah harus steril seolah-olah kita ini pasutri normal yang tidur sekamar!"
Arga membelalakkan matanya. "Hah?! Lo gak salah? Berarti tiap pagi gue harus masuk-masuk ke kamar lo buat numpang naruh kasur? Gak takut lo khilaf liat ketampanan gue pas bangun tidur?"
"Gue? Khilaf sama lo? Cuihh!" Kinar berlagak pura-pura muntah. "Muka lo pas bangun tidur tuh mirip keset ucapan welcome di depan Indomaret, tahu gak! Gak usah kegeeran. Ini demi keselamatan masa depan kita biar gak dicoret dari Kartu Keluarga masing-masing!"
"Oke, oke, masuk akal," Arga manggut-manggut, senyum jailnya mulai terbit lagi di sudut bibirnya. "Tapi kalau gue naruh kasur di kamar lo, sebagai gantinya... lo harus bagi jatah seblak lo kalau kita beli lagi. Gak ada lagi cerita lo maruk makan ceker sendirian sampai perut gue yang jadi korban nemenin lo ke rumah sakit."
"Heh! Seblak itu hak asasi gue ya! Lagian yang kemarin kan lo sendiri yang gatel pengen nyicip!" protes Kinar tidak terima.
"Gak mau tahu. Kalau gak mau bagi seblak, gue bakal biarin kasur gue tetep ngejogrog di depan TV biar kalau Papa lo dateng, dia langsung tahu kalau kita ini cuma pasutri pajangan," ancam Arga sambil menaik-turunkan alisnya dengan wajah super menyebalkan.
Kinar mengepalkan tangannya di udara, gemas setengah mati ingin mencakar wajah cowok di depannya ini. "Arga, lo bener-bener definisi sahabat yang merangkap jadi beban hidup ya! Ya udah, iya! Setengah mangkok doang tapi, gak pakai ceker!"
"Deal! Setengah mangkok, plus kuahnya gak boleh lo habisin sendirian," balas Arga puas sambil mengulurkan telapak tangannya untuk high-five.
Kinar menyambut tepukan tangan Arga dengan malas. Namun, tepat saat telapak tangan mereka saling bersentuhan, pandangan mereka kembali bertemu. Ada senyum tipis yang tulus dari Arga yang membuat jantung Kinar mendadak melakukan lompatan kecil yang tidak biasa. Kinar buru-buru menarik tangannya kembali dan berdiri dari kursi, berpura-pura sibuk membawa piring kotornya ke wastafel luar.
Sialan, batin Kinar sambil memegang dadanya yang berdegup agak kencang. Gue gak boleh kalah duluan di perjanjian ini. Pokoknya gak boleh!
btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya juga ya. tinggal tekan profile, terima kasih /Smirk//Rose/