NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Sulit

Atmosfer di dalam ruang kerja utama mansion Cyrillus kembali menegang. Candaan tengil Dom dan gerutu masam Vlad menguap seketika begitu Josh melangkah maju ke tengah ruangan, membawa sebuah map tebal berisi berkas intelijen tingkat tinggi.

Fokus keempat pria kejam itu beralih sepenuhnya pada peta taktis dan lembar dokumen yang tersebar di atas meja kayu jati milik Zeus.

​Pemberontakan dan pergerakan dari sisa-sisa klan Leona bukan lagi sekadar rumor pinggiran, melainkan ancaman nyata yang terorganisasi dengan sangat rapi.

​"Melaporkan, tuan Zeus" buka Josh dengan nada suara formal yang kaku

Sementara wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Ia menggeser beberapa lembar foto satelit dan salinan dokumen digital ke hadapan Zeus.

"Ini adalah bukti otentik yang berhasil dikumpulkan oleh tim Rick di perbatasan. William, ayah dari Leona sekaligus ketua klan mereka, sedang aktif melakukan pertemuan rahasia dengan beberapa kartel tentara bayaran dari barat" jelasnya

​Dom mencondongkan tubuhnya, menatap foto William yang sedang bersalaman dengan seorang gembong kartel senjata.

"Tua bangka itu sepertinya benar-benar merasa terhina karena perbuatanmu beberapa bulan lalu, Zeus. Saat Yorinka sempat menghilang dan kau membatalkan aliansi pernikahan dengan Leona secara sepihak, kau tidak hanya mempermalukan putrinya, tapi juga menginjak-injak harga diri klan mereka di depan seluruh aliansi dunia bawah tanah" ujar Dom dengan gaya bahasa santai namun sarat akan analisis kejam

​Zeus menatap foto tersebut dengan mata elangnya yang berkilat tajam. Sifat arogan dan dominannya terusik.

"William hanya seekor anjing tua yang menggonggong di tengah malam. Dia tidak akan berani bergerak sejauh ini jika tidak ada yang membukakan pintu untuknya" ucap Zeus

​"Tepat sekali, Zeus. Dan tebak siapa yang membukakan pintu itu dari dalam rumahmu sendiri?" potong Dom dengan senyuman miring yang licik

Dom mengetuk meja dengan jarinya, mengalihkan perhatian semua orang. Sepertinya Dom tidak main-main.

"Tim IT-ku baru saja menyelesaikan interogasi digital terhadap jaringan komunikasi di sekitar mansion sebelum mereka menghapus rekaman CCTV mall. Kita kebobolan" ucapnya

Mendengar perkataan Dom ​rahang Zeus mengatup rapat. Ternyata ada seseorang yang tengah memainkan peran di mansion nya.

"Jelaskan, Dom!" perintahnya

​"Ada seekor tikus kecil, seorang pelayan baru yang menjadi mata-mata klan Leona di mansion ini. Pria itu yang telah membocorkan informasi kepada pihak musuh bahwa aku dan Yorinka akan pergi ke mall besar kemarin itu. Itulah alasan mengapa serangan bom dan penembak jitu itu bisa terencana dengan sangat presisi dalam hitungan jam" papar Dom dengan nada kejam tidak lagi menunjukkan sisi tengilnya

"Tikus itu sudah diurus oleh Josh, tapi informasinya terlanjur menyebar" lanjutnya

​Mendengar fakta tersebut, amarah di dalam dada Zeus membara hebat hingga tangannya mengepal kuat di atas meja. Namun, di balik kemarahannya, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya sebagai seorang Arzeus Ezoic Cyrillus, pikirannya terbagi menjadi dua bagian yang saling bertolak belakang dengan sangat menyiksa.

​Bagian pertama adalah posisinya sebagai ketua klan Cyrillus yang harus tetap dominan, kasar, dan tanpa ampun dalam menghancurkan setiap pemberontakan. Bagian kedua, yang paling mengusik kewarasannya, adalah Yorinka.

​Fakta pahit menghantam logikanya, nyawa Yorinka dan bayinya sangat mudah terancam jika terus berada di sisinya dalam situasi perang seperti ini. Mansion yang ia anggap sebagai benteng terkuat ternyata bisa disusupi. Namun, di sisi lain, Zeus sangat mencintai wanita itu. Ego posesifnya berontak hebat, dia tidak bisa dan tidak mau jauh dari wanita yang tengah mengandung tua tersebut, terutama setelah malam panas penuh kelembutan yang baru saja mereka lewati beberapa jam lalu.

​Vlad, yang sejak tadi menyimak pembicaraan sembari menyandarkan punggungnya di kursi, memilih untuk diam mengamati konflik batin yang tersirat di wajah Zeus. Sebagai seorang dokter sekaligus eksekutor manipulatif yang seumuran dengan Zeus, Vlad tahu bahwa sahabatnya sedang berada di titik terlemahnya.

​Secara tak terduga, Vlad menegakkan tubuhnya dan mengeluarkan pendapat dengan nada suara formal yang santai, namun sangat dingin.

​"Bawa Yorinka ke Rusia, Zeus" ucap Vlad memecah keheningan

​Ketiga pria di ruangan itu serentak menatap Vlad. Dom menaikkan sebelah alisnya, sementara Josh tetap menyimak dengan patuh.

​"Apa maksudmu, Vlad?" tanya Zeus dengan nada menyelidik yang tajam

​Vlad mengulas senyuman tipis yang sarat akan kalkulasi manipulatif.

"Mansion ini sudah tercemar oleh mata-mata, dan dalam dua bulan ke depan, klan Leona serta kartel barat akan terus melancarkan serangan bertubi-tubi untuk menguras tenagamu. Jika Yorinka tetap di sini, kau tidak akan bisa bertarung dengan fokus seratus persen karena pikiranmu akan selalu tertinggal di kamar utama" jelas Vlad

​Vlad berjalan mendekati meja Zeus, menopang kedua tangannya di atas tumpukan berkas.

"Bawa dia ke salah satu fasilitas pribadi saya di Saint Petersburg. Di bawah kekuasaan dan proteksi ketat klan saya di Rusia, Yorinka akan aman dari jangkauan William maupun kartel barat. Untuk saat ini, kau hanya perlu fokus pada pemberontakan klan dan meratakan mereka semua di sini. Urusan keselamatan Yorinka dan persiapan melahirkannya, biar saya saja yang urus di sana" ucap Vlad tajam

​Mendengar tawaran Vlad, Zeus terdiam. Ada keraguan dan kebimbangan yang luar biasa besar yang berkecamuk di dalam hatinya. Sisi kasarnya ingin menolak mentah-mentah karena tidak rela melepaskan Yorinka ke dalam pengawasan pria lain, meskipun itu adalah Vlad, dokter kepercayaannya sendiri. Namun, situasi saat ini memang sedang dalam keadaan yang teramat genting. Banyak klan kecil yang seolah-olah memanfaatkan momentum ini untuk ikut mengganggunya dari berbagai arah, menciptakan rantai konflik action yang rumit.

​Zeus pun mulai memikirkan perkataan Vlad secara matang. Sebagai kepala klan yang rasional, ia tahu bahwa memisahkan Yorinka dari medan perang adalah taktik pertahanan terbaik. Namun, kali ini Zeus tidak bisa hanya memikirkan ego dominannya saja, dia juga harus memikirkan perasaan Yorinka.

​Wanita itu baru saja pulih dari trauma mendalam, dan dipindahkan secara paksa ke negara asing yang dingin seperti Rusia pasti akan mengguncang mentalnya kembali. Yorinka yang hangat dan ceria bisa saja berpikir bahwa Zeus sedang membuangnya setelah malam intim mereka.

​"Aku menyetujui rencana Vlad, Zeus" sela Dom

Dom mendukung opsi tersebut dengan rahang yang mengeras.

"Ini bukan tentang ego kepemilikan mu lagi, tapi tentang taktik bertahan hidup untuk penerus Cyrillus. Selesaikan urusan darah di sini, baru kau jemput istrimu di Rusia" ucapnya serius

​Josh juga menundukkan kepalanya, memberikan ketundukan yang mutlak pada situasi saat ini. Sejujurnya dia juga setuju akan Vlad, tetapi dia memilih diam saat ini karena pikiran Zeus pasti buntu

"Kami siap mengeksekusi rencana pemindahan jika anda memberikan perintah, tuan Zeus" ucap Josh tiba-tiba karena tidak tahan

​Zeus memejamkan matanya sejenak, menahan badai emosi yang berkecamuk di dadanya. Pilihan ini teramat sulit. Di satu sisi, perang berdarah melawan klan Leona sudah di depan mata dan membutuhkan kekejamannya secara penuh di masa depan. Di sisi lain, melepaskan Yorinka pergi ke Rusia berarti ia harus menahan rasa rindu yang mematikan selama berbulan-bulan.

​Ketika Zeus membuka kembali mata elangnya, tatapan matanya telah kembali mengeras bagai baja, mengunci keputusan terakhirnya di tengah takdir dunia mafia yang kejam.

"Sediakan jet pribadi klan malam ini, Josh. Vlad... jika ada satu helai rambut Yorinka yang terluka di Rusia mu, saya sendiri yang akan meratakan Moskow!" ucapnya penuh pengancaman

🔪🔪🔪

Oh no! Bumil mau dibawa ke Rusia gusy, gimana ini? Apakah perang besar akan terjadi kali ini.

1
Jessica Xie
adoh mak
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
It's me Ri🥕: Wow... Bisa jadi, ditunggu kelanjutannya yaa🤭
total 1 replies
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!