NovelToon NovelToon
AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

AUDREY (BUKAN MENANTU BIASA)

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Ibu Mertua Kejam / Cinta setelah menikah
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: ratu_halu

AUDREY DIRA ADIWANGSA, terlahir dari keluarga cemara yang memiliki sifat berani dan spontan.

Gadis itu dijodohkan oleh Papanya, Adiwangsa, dengan putra dari seorang Konglomerat yang bernama Wira Aldrian Bimasena. Namun ternyata keluarga calon suami nya itu Toxic, jauh berbeda sekali dengan kehidupan yang dijalani Audrey bersama keluarganya.

Akankah Audrey mampu menghadapi mereka ataukah Audrey akan kalah dan menyerah lalu kembali pada kehidupan nyamannya bersama keluarga besar Adiwangsa ??

Happy Reading...
Enjoy guys 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31

Sampai di mansion Audrey langsung turun tanpa mengatakan apapun. Wira hendak mengejar Audrey tapi Shena menahannya dengan mengatakan harus segera ke tempat proyek.

Akhirnya Wira menyuruh penjaga rumah mengeluarkan koper dan barang bawaan Audrey dari dalam mobil. Setelah itu Wira pun menginjak pedal gas perlahan, meninggalkan mansion.

Di kamar.

Audrey menahan sesak di dada saat mendengar deru mesin mobi Sport Wira kembali menyala dan suara nya semakin jauh yang berarti Wira sudah pergi lagi.

"Kamu jahat, Kak! Segampang itu kamu membuatku luluh dan segampang itu juga kamu hancurkan!" Audrey masuk ke kamar mandi, membasahi tubuhnya yang masih memakai pakaian lengkap di bawah guyuran shower. Audrey hanya ingin menyamarkan air matanya yang tidak sengaja menetes menahan sesak di dada.

Cemburu. Ya. Audrey cemburu.

Setelah mengetahui bahwa Shena bukanlah adik kandung Wira, membuat Audrey merasa tatapan Shena pada Wira bukanlah tatapan kasih sayang adik pada kakaknya. Tatapan itu lebih mengarah pada ketertarikan seorang wanita dewasa pada lelaki dewasa.

"Lihat saja! Aku akan membuat kamu merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan saat ini!" Batin Audrey penuh tekad. Audrey tau Wira itu dingin tapi cemburuan parah. Buktinya Dean saja hampir menjadi 'bulan-bulanannya'. Untung saja Audrey, James dan Lula cepat tanggap hingga Dean tak sempat menjadi korban emosi Wira.

Malam hari nya, Wira baru saja pulang dan langsung masuk ke kamar. Dia melihat Audrey masih terjaga sambil memangku laptop.

"Maaf aku pulang telat. Banyak yang harus di kerjakan." Kata Wira sambil melonggarkan dasi lalu menggulung lengan baju sebatas siku.

"Hem." Jawab Audrey singkat. Karena tidak mau dengar apapun lagi dari mulut Wira, Audrey memakai earphone nya lagi. Mendengarkan musik keras-keras sambil mengerjakan tugas di laptop.

Wira mematung. Heran dengan sikap Audrey yang tiba-tiba dingin.

"Kamu kenapa ?" tanya Wira sambil menatap Audrey.

Berhubung Audrey sedang mendengarkan musik dengan volume maksimal, suara Wira pun tak terdengar.

Wira maju, mendekat ke sisi ranjang dimana Audrey sedang bersandar sambil menatap lurus ke laptop dengan logo apel kroak itu.

Dengan sekali tarikan earphone Audrey lngsung terlepas.

"APA SIH ?! BALIKIN NGGAK ?!" Audrey dengan penuh penekanan menadahkan tangannya agar Wira mengembalikan earphone nya.

"Jelaskan! Ada apa ? Kenapa sikap mu berubah ?" tanya Wira yang tidak mengerti.

Audrey melempar satu earphone nya lagi dengan kuat sampai membentur dinding kamar.

"Keluarlah! Aku sedang mengerjakan tugas!" Ucap Audrey dengan wajah datar dan dingin.

Wira mengerutkan keningnya, "Apa maksudmu ?" tanya Wira.

"Ck! Kalau tidak mengerti bahasa indonesia yasudah. Aku yang keluar!!" Audrey membawa laptop dan ponselnya keluar kamar dengan melewati Wira yang .asih mematung tak mengerti. Ketika Wira sudah menyusul ternyata Audrey lebih dulu mengunci pintu sari dalam.

Tok! Tok!

"Audrey, buka pintu nya!" Titah Wira dengan suara tegas. "Kenapa kamu kekanak-kanakan sekali, sih ?"

Audrey tidak memperdulikannya. Gadis itu naik ke kasur sambil menutupi seluruh tubuhnya debgan selimut.

"Sakit hatiku harus Kakak bayar dengan rasa yang sama." ucap Audrey dalam hati nya.

Mungkin karena sudah terlalu lelah, Wira pun menyerah. Dia masuk ke kamar untuk membersihkan diri lalu tidur.

Keesokan pagi nya...

Wira bangun lebih pagi dari biasanya. Bukan untuk bekerja melainkan untuk membujuk Audrey agar dia mau bicara. Semalam Wira terus memikirkan perubahan sikap Audrey yang membuat hatinya jadi tak karuan.

Tok. Tok. Tok.

Ketukan pintu pun terdengar ragu dan tidak tergesa.

"Audrey, buka pintunya. Jangan mendiamkanku. Ada apa sebenarnya ?"

Audrey juga sudah bangun, tapi belum beranjak dari tempat tidur. Ketika mendengar suara Wira dari balik pintu, jantung Audrey berdegup lebih keras.

"SHIT!" Wira mengumpat sambil berjalan cepat ke arah lift. Dia mau mengambil kunci cadangan di ruang kerja sang Ayah. Wira tau dimana Ayahnya meletakkan belasan kunci cadangan seluruh ruangan Mansion.

Setelah berhasil mendapatkan kunci itu, Wira langsung memasukkan salah satu kunci yang ada inisial kamar yang di tempati oleh sang istri ke lubang kecil yang ada di pintu.

'Haish! Aku lupa kalau dia anak pemilik mansion ini. Pasti dia punya kunci cadangannya,' Gumam Audrey yang mendengar suara Wira memutar kunci dari luar. Audrey pura-pura tidur lagi. Dia menarik selimut sampai sebatas lehernya.

Klik!

Wira berhasil membuka pintu dengan kunci cadangan.

"Audrey, aku masuk ya." Ucap Wira sebelum masuk ke kamar.

Wira mendorong pintu dengan perlahan, lalu berjalan ke arah tempat tidur berukuran king. Dengan salah satu lututnya, Wira menopang tubuh. Dia berlutut di sisi kasur Audrey. Tangannya terulur mengusap kepala Audrey, lembut.

"Audrey....bangun, ayo pindah ke kamar kita. Kenapa kamu tidur disini, hum ?!"

Audrey tidak bergeming. Dia tetap berpura-pura tidur.

Wira hampir kehabisan akal hingga satu ide muncul dipikirannya.

"Tidak ada cara lain, kalau kamu tidak mau pindah ke kamar kita, maka aku yang akan membawamu keluar dari kamar ini." Ucap Wira dan setelah itu Audrey merasakan tubuhnya seperti melayang di udara. Wira menggendong Audrey ala bridal.

'Ah! Sial! Kenapa malah jadi Awkward begini, sih?!' Sesal Audrey dalam hati.

Wira tersenyum saat melihat Audrey mengintip, mungkin memeriksa keadaan. Tapi terlihat semakin lucu dan menggemaskan bagi Wira.

Sampai di kamar nya, pelan-pelan Wira membaringkan Audrey di atas tempat tidurnya.

Huhft!

Wira pura-pura menghembuskan nafas lelah.

"Badanmu kecil, tapi cukup berat juga." ejeknya jahil.

Audrey langsung membuka mata. Jelas tidak terima dibilang berat, padahal kan berat badannya tak lebih dari 52 kilo dengan tinggi 154cm. Cukup ideal seharusnya.

"APA KAKAK BILANG ? Coba katakan sekali lagi ???" Audrey mendadak bangun, matanya melotot menantang Wira.

Wira akhirnya bisa kembali bernafas lega. Audrey sudah mau bicara meskipun kata yang keluar adalah kemarahan.

"Akhirnya kamu mau bicara lagi." Wira duduk di sisi tempat tidur, menatap Audrey dengan intens. "Kamu kenapa ? Katakan, apa aku berbuat kesalahan ?"

"Iya, kakak membuat kesalahan yang sangat fatal!" Balas Audrey cepat.

"Kesalahan apa ?" Wira mengerutkan keningnya

Audrey memalingkan wajah. "Sudahlah. Aku nggak mau bahas itu."

Wira menggaruk ujung hidungnya, untuk pertama kalinya dia bingung menghadapi seorang gadis. Wira memegang kedua bahu Audrey agar gadis itu menatap matanya.

"Sudah cukup marahnya, jangan terlalu lama menyiksaku."

Audrey tertunduk, meresapi setiap kata Wira.

"Kalau kamu marah padaku, langsung katakan. Agar aku bisa memperbaiki diri karena aku tidak bisa menebak alasan apa yang membuatmu marah,"

Audrey memejamkan mata sejenak.

"Kenapa kemarin kakak datang menjemputku di posko bersama Shena ? Sejujurnya aku nggak nyaman. Kalau tau kakak akan datang bersama dia, seharusnya aku terima saja tawaran James atau Dean untuk pulang bersama."

Audrey akhirnya jujur. Dadanya juga terasa semakin sesak kalau terlalu lama memendam.

Mendengar nama Dean disebutkan membuat dada Wira terasa panas.

"Akan aku hancurkan motornya kalau kamu berani dibonceng sama dia!"

"Kakak egois!"

"Aku sudah katakan kemarin, aku dan Shena harus mengecek proyek baru yang sedang di bangun."

Audrey mendengus.

"Seharusnya suruh saja Hendra mengantar Shena ke tempat proyek. Kenapa harus ikut kamu menjemputku segala ?! Huh, menyebalkan. Lihat saja nanti, aku akan membuat kakak merasakan apa yang aku rasakan."

Wira tiba-tiba menarik Audrey kedalam pelukannya.

Audrey mematung.

"Jangan lakukan itu! Aku minta maaf. Aku salah. Seharusnya aku datang sendiri."

Bugh!

Audrey memukul punggung Wira, lemah tak bertenaga.

"Kenapa sih kakak harus bikin dadaku se-sesak ini, hah ? Aku kesel, aku marah. Pokoknya aku nggak mau lagi naik mobil kakak. Tempat duduk ku sudah di duduki oleh wanita lain. Aku nggak sudi!"

1
Sri Rahayu
ayo Hendra cepet hubungi Audrey.suruh datang cepet ke surabaya utk menolong Wira....gara2 sirubah jahat Shena yg uda ksh obat perangsang ke Wira...semoga Hendra bisa membongkar kebusukan Shena...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
waduhh Vincen kasihan dinikahkan secara paksa... dijebak cewek yg tak dikenal nya🙃🙃🙃...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena...Shena....kamu disuruh ke surabaya utk belajar bekerja bkn utk macem2...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
waduh Audrey ditinggal....hati2 dgn jebakan rubah Shena Wira, ingat kamu sdh punya istri ....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
idihhh si ayah ini ga tau aja kelakuan Shena....jgn mau Wira, suruh Hendra saja.yg pergi bersama Shena...kl kamu ga mau Audrey ngambek...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
waduh Wira...gmn sih kamu beliin Ayah mu makanan yg bikin syok teringat mama mu...jgn2 nanti si Santi dan Shena bikin ribut ma Sudtey gara2 empang gentong 😇😇😇
Sri Rahayu
betul kt bunda Santi...masih waras.dibanding si rubah Shena...semoga rencana jahat Shena selalu gagal...lanjut Thorr😘😘😘
bluesky: Thank you kak udah selalu koment, otor jadi makin semangat 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
Good Job Babe /Good//Good//Good/ puji Wira pd Audrey....mesti gitu Audrey jgn biarkan Shena semena mena...hati2 dia itu rubah jahat....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Shena...Shena...bukan kamu yg menyingkirkan Audrey, yg ada kamu yg akan tersingkir dari rumah itu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr
Sri Rahayu
Alhamdulillah....akhirnya Wira dan Audrey menyatu dlm kebahagiaan...semoga bahagia selama nya dan Wira junior akan segera hadir tanpa drama sirubah jahat Shena...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
betul...betul...betul Audrey....jgn kasih Shena kesempatan berdua dgn Wira....rubah itu jahat ingin merebut Wira dari kamu...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
huhh dasar jalang mau jadi pelakor jamu Shena....semoga segala.usaha mu akan selalu gagal...org jahat kejahatan nya akan berbalik ke dirinya sendiri😡😡😡...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Audrey bisa menggantikan mama Adriana sebagai menantu idaman...lanjut Thorr😘😘😘
H 5
thor mana lanjutannya?
Sri Rahayu
akhirnya bisa tidur berdua kalian dirumah Omaya 🤩🤩🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
itu si Shena dan Nabila anak ayah Adiwangsa atau anak bawaan bunda Sinta 😇😇😇....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
marahin aja itu si Shena....kurang ajar sama.kakak iparnya 😡😡😡....lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn bilang ga mungkin jatuh cinta ma kanebo kering Drey....bisa2 BUCIN ntar.lo ya....🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!