NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa.

Keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang. Namun ia memilih tetap rendah hati, menyembunyikan kejeniusannya demi menjaga rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati yang sayangnya disia-siakan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 27.

Arunika menatap Angkasa beberapa detik, lalu berkata dengan nada santai yang jarang ia gunakan.

“Direktur Angkasa.”

Angkasa mengangkat sedikit alisnya. “Ya?”

Biasanya Arunika akan langsung berbicara tentang pekerjaan. Namun kali ini ia justru berkata, “Apakah Anda sudah makan malam?”

Pertanyaan itu membuat Angkasa sedikit terdiam.

“Belum.” Ia menatap wanita itu dengan penasaran. “Kenapa?”

Arunika terlihat berpikir sebentar, lalu berkata. “Kebetulan saya juga belum makan.”

“Kalau begitu mari makan di kantin.” Angkasa tersenyum tipis.

Namun Arunika justru menggeleng pelan. “Kantin sudah hampir tutup.”

Ia berhenti sejenak sebelum berkata lagi dengan nada ringan, “Kalau Anda tidak keberatan… kita bisa makan di apartemen saya.”

Angkasa benar-benar terdiam kali ini.

Beberapa detik ia bahkan tidak menjawab.

Arunika mengangkat alis. “Direktur Angkasa?”

Baru saat itu Angkasa tersadar, Angkasa tertawa kecil. “Ini pertama kalinya kamu tidak menjaga jarak dariku. Aku hanya… sedikit terkejut.”

Arunika menjawab datar, “Kalau Anda menolak juga tidak apa-apa.”

“Tidak.” Jawab Angkasa cepat. “Kenapa aku harus menolak?”

Ia menatap Arunika dengan senyum kecil. “Aku akan merasa terhormat.”

Setengah jam kemudian, di Apartemen Arunika.

Apartemen itu berada di lantai atas sebuah gedung modern tidak jauh dari rumah sakit. Begitu pintu terbuka, Angkasa sedikit terkejut. Interior apartemen itu sangat sederhana, hampir tidak ada dekorasi pribadi. Seolah tempat itu hanya digunakan untuk beristirahat.

“Silakan duduk,” kata Arunika.

Angkasa melepas jasnya dan duduk di sofa. Sementara itu Arunika langsung berjalan ke dapur.

“Direktur Angkasa tidak keberatan dengan makanan sederhana, kan?”

Angkasa bersandar santai di kursi. “Selama itu bukan racun.”

Arunika menoleh sedikit. “Kalau racun, Anda pasti sudah mati saat pesta kemarin.”

Angkasa tertawa pelan.

Beberapa menit kemudian suara kegiatan memasak terdengar dari dapur, Angkasa memperhatikan wanita itu dari kursinya.

Arunika mengenakan kemeja putih sederhana, lengan bajunya digulung sedikit saat ia memotong sayuran. Gerakannya tenang, dan terlatih.

Angkasa akhirnya berkata, “Aku tidak menyangka kau bisa memasak.”

“Anda mungkin lupa, selama tiga tahun saya pernah menjadi seorang istri. Sejak usia belasan tahun pun saya sudah tinggal di asrama dan belajar hidup mandiri.” Arunika bicara tanpa menoleh.

“Pantas saja kau terlihat sudah terbiasa.”

Arunika sedikit tersenyum tipis. “Direktur Angkasa… Anda terlihat seperti pria yang tidak pernah masuk dapur.”

“Kau benar.” Angkasa tertawa kecil.

Beberapa saat mereka diam.

Lalu Arunika berkata santai sambil mengaduk masakan. “Direktur Angkasa sebenarnya orang yang menarik.”

“Menarik?” Angkasa mengangkat alis.

“Ya.” Arunika menoleh sebentar. ”Direktur rumah sakit yang juga... memiliki insting seperti seorang tentara.”

Beberapa detik ruangan itu menjadi sunyi.

Namun Angkasa tetap terlihat santai. “Insting tentara?”

Arunika kembali fokus memasak.

“Cara Anda mengamati orang.”

“Cara Anda bereaksi terhadap bahaya.”

Wanita itu berhenti sebentar. “Bukan sesuatu yang biasa dimiliki seorang pengusaha.”

Angkasa tersenyum tipis. “Dokter Arunika ternyata sangat jeli.”

“Aku hanya mengamati.” Arunika lalu menaruh sayuran ke dalam wajan.

Angkasa berdiri dan berjalan mendekat ke dapur, ia bersandar pada meja dapur.

“Lalu apa lagi yang kau amati?”

Arunika menoleh sedikit, tatapan mereka bertemu. ”Misalnya… Anda selalu muncul di saat yang tepat.”

Ia menaruh sendok kayu di meja. “Seolah-olah... Anda selalu siap menghadapi sesuatu yang terjadi padaku.”

Angkasa menatapnya beberapa detik. Namun bukannya terlihat terpojok, ia justru tersenyum. “Kau sedang menginterogasiku?”

“Tidak.” Arunika mengangkat bahu, ia mengambil piring. “Saya hanya penasaran.”

Angkasa menatap wanita itu lebih lama, ia tidak merasa terganggu. Sebaliknya, ia justru menikmati percakapan ini. Karena ini pertama kalinya... Arunika berbicara begitu santai dengannya.

“Kalau begitu, apa kau sudah mendapatkan jawabanmu?” Tanya Angkasa santai.

Arunika meletakkan dua piring makanan di meja makan kecil, ia duduk di kursinya. Lalu menatap Angkasa dengan ekspresi tenang. “Belum.”

“Kenapa?” Angkasa ikut duduk.

Arunika berkata pelan, “Karena saya masih mengamati.”

Jawaban itu membuat Angkasa tertawa kecil, dia mengambil sendok.

“Kalau begitu… aku merasa sedang berada di bawah penelitian dokter jenius.”

Arunika menjawab santai, “Anggap saja begitu.”

Di balik sikap santainya, Arunika sebenarnya sedang mengamati setiap reaksi pria di depannya.

Apakah Angkasa gugup?

Apakah pria itu sedang menyembunyikan sesuatu?

Namun pria itu justru terlihat sangat tenang. Bahkan malah terlihat… senang.

Angkasa menatap Arunika sambil tersenyum kecil. “Arunika.”

“Hm?”

“Aku senang kau mengundangku malam ini.”

Arunika menatapnya. “Kenapa?”

“Karena akhirnya kau tidak memperlakukanku seperti atasanmu.” Angkasa menjawab jujur, Ia berhenti sebentar. “Melainkan seperti… pria biasa.”

Arunika terdiam beberapa detik, ia lalu berkata ringan, “Mungkin saya hanya ingin mengenal Anda lebih baik.”

Jawaban itu membuat mata Angkasa sedikit berbinar. “Kalau begitu, saat hanya ada kita berdua… bisakah kamu tidak berbicara terlalu formal? Aku tidak suka cara bicaramu yang kaku seperti itu padaku.”

Arunika terdiam sejenak, tapi demi membongkar permainan Angkasa, ia akhirnya mengangguk pelan. “Baiklah... saat kita hanya berdua, aku akan bersikap lebih santai.”

Senyum Angkasa pun semakin lebar, ia tidak tahu apa yang sebenarnya berubah pada Arunika secara tiba-tiba. Namun, itu tidak penting baginya. Yang terpenting... wanita itu mulai membuka diri padanya.

Angkasa, kau masih ingin bermain denganku? Baiklah… aku akan menuruti permainanmu.

1
Mundri Astuti
masa ga bisa bedain si arunika, mana yg tulus dan mana yg modus, kan kamu pernah sama Simon yg modus itu
Aditya hp/ bunda Lia: bener ...
total 1 replies
Tiara Bella
wow ternyata Kenzo jg menyadar klu selama ini angkasa memburu dia
merry
knp gk ksh tau knp gk mau rujuk sm Simon selain di anggp tek berguna blg ajj Simon selingkh dgn doktr riana 🤣🤣🤣🤣
Titien Prawiro
Diperlakukan Arunika.
Titien Prawiro
Malunya diseluruh dunia diperlukan Arunika, dulu dihina gk punya pekerjaan
Aditya hp/ bunda Lia
si Mirna dasar gak tau malu ...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan terlalu pede Arunika ntar kalo ternyata cinta itu datang gimana?
Tiara Bella
bagus Arunika Simon sm ibunya mending di gituin biar kapok....
Rere💫: Wkwkwk yesss 🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak yakin kali ini kau yang menang Arunika yang selalu waspada ,dan jangan lengah terus selidiki,pasti bisa.Kejahatan akan kalah oleh kebaikan
sunaryati jarum
Nanti kau akan berakhir ditangan orang,- orang yang orang tua atau kerabatnya kau bunuh Kenzo,jangan jumawa
Muft Smoker
Masih byk Teka teki siih ,,
terkadang yg terlalu baik yg Manis tu yg lebih berbahaya ,,
km harus lebih hati2 arunika ,,
musuh jaman sekarang byk yg cosplay jd org baik ,,
org yg peduli ,,
tu yg lebih bahaya dr pda org yg terang2an emnk gx suka sama qta ,,
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tandang aling aling langsung usir
vj'z tri
lah dia dalang nya Mpok /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tiara Bella
ternyata angkasa udh tw tentang Kenzo ini ya plot twist bngt...Vero sadar dong km cm sodara angkat....
Tiara Bella
oh ternyata begono ....
merry
pdhll orgtua vero msh hdp cm di twnn sm Kenzo
Muft Smoker
duuh udh tbc aj niih kak ,,
dtggu next ny yx kak ,,
☺️☺️
Rere💫: okeoke
total 1 replies
sunaryati jarum
Kenzo mungkin akan hancur oleh obat buatannya sendiri,dan Angkasa jika kau berjanji akan melindungi Arunika,itu benar.Untuk jangan menyalahkan Arunika,itu salah kamu sendiri yang abai padanya selama ini
Rere💫: Simon kak yg abai, Angkasa itu bukan suaminya yg abai🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Secara tidak langsung ibu Angkasa yang diracun sebagai uji coba obat penawar racun berbahaya buatan Arunika sendiri.Membuatmu makin dikenal.Kau saja bisa lepas dari niat jahat pemberi racun dan kecelakaan ,semoga selanjutnya selalu selamat
sunaryati jarum
Semoga semua teka- teki yang menghantui Arunika segera terkuak dan Arunika selalu selamat dari semua tindak kejahatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!