Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."
"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.
Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.
"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua puluh delapan
Aurora menunjuk Caroline. "Dia wanita ular. Dia menjebak ku. Dia mempermainkan kita semua. Jangan percaya padanya. Jake aku mohon percaya pada ku. Caroline yang merencanakan semua ini. Dia yang menyuruh ku datang. Kau pasti ingat di kejadian di hotel itu."
Caroline tidak perlu seperti Aurora yang harus berpura-pura baik. Dia kejam karena masa lalu yang memaksanya kejam.
"Aku bukan dirimu Aurora. Aku adalah Caroline. Jake aku tidak perlu berbohong pada mu. Dan aku tidak perlu berbohong pada kalian semua. Memang aku yang merencanakan semuanya. Kalian masih ingin memungut dia? Silahkan saja. Aku tidak peduli. Kalian mau mengasihi dia? Silahkan saja."
Semua orang saling menatap. Memang kejam tapi semua tidak bisa menyalahkan Caroline karena dirinya lah yang paling menderita..
"Caroline maafkan kami semua. Maafkan Daddy," ucap Daddy Dion merasa bersalah dalam lubuk hatinya.
Air mata menggenang. Semua orang meminta maaf padanya sekalipun ia melakukan kekejaman yang sama saja dengan Aurora.
"Kami minta maaf," ucap Jake. Dia membungkukkan badannya. "Aku yang menyebabkan semuanya. Bukan hanya pada Aurora, tapi kau juga bisa melampiaskan pada kami. Kau sudah berhasil balas dendam pada Aurora. Kau tidak ingin balas dendam pada kami?"
"Lakukan Caroline. Lakukan pada kami juga." Tommy membungkuk hormat. "Aku hanya ingin kamu melampiaskan pada ku juga. Ini juga salah ku."
"Caroline semua harta kakek. Atas nama mu dan Luca. Kakek percaya pada mu dan Luca," ucap Kakek Jakson.
"Maafkan Nenek Caroline. Kau pasti sangat menderita Sayang." Nenek Dista menatap lekat Caroline.
Aurora merasa tidak benar. Semua orang berpihak pada Caroline walaupun bertindak kejam.
"Aurora apa kau menginginkan anak itu?"
Aurora menatap anak di tangan pelayan itu. "Aku tidak mau anak kotor itu." Bentaknya. "Ini semua salah mu. Kau membuat ku melahirkan anak kotor."
"Hanya perbuatan mu yang kotor. Tidak pada anak itu. Aku yang akan mengadopsi anak itu." Tegas Caroline.
"Jake aku mohon. Kau mau sama wanita kejam seperti Caroline?" tanya Aurora.
"Aurora, Caroline tidak kotor justru dirimu yang kotor." Ucap Jake dengan nada penuh penekanan.
"Caroline apa kau yakin Sayang? Dia anak ..."
"Dia memang anak Aurora, tapi aku terlibat di dalamnya. Aku akan bertanggung jawab atas anak itu. Luca pasti menerimanya."
"Baiklah, kami menerima semua keputusan mu." Jake menatap Aurora. "Bawa Aurora dan ibunya ke penjara bawah tanah. Sampai mati pun mereka hanya bisa di sana."
Dua pengawal pun datang. Keduanya menyeret Aurora dan Mommy Melisa.
"Tidak jangan lakukan ini Jake. Aku minta maaf." Teriak Aurora.
"Dion, Dion kau masih ingat aku. Kita pernah bahagia bersama." Teriak Mommy Melisa.
Kedua punya di seret dengan paksa sekalipun dengan teriakan dari Mommy Melisa dan Aurora.
Caroline kini bernafas lega. Aurora dan Mommy Melisa sudah ia balas sesuai keinginannya.
....
Caroline menatap layang-layang yang sudah meninggi. Luca begitu bahagia memainkan layang-layang itu. Di sampingnya ada Jake dan Tommy.
Ia sudah mengatakan pada kedua pria itu bahwa mereka boleh test DNA untuk menemukan siapa ayah Luca namun mereka tidak mau. Mereka akan menganggap Luca anak sendiri. Mereka tidak peduli walaupun bukan anak salah satu dari mereka.
Luca juga sudah menerima anak dari Aurora. Terlepas anak itu dari siapa, dia akan tetap menganggap anak itu sebagai adik kandungnya sendiri.
temukan laki2 lain yg bs nerima caroline apa adanya thor.