NovelToon NovelToon
Di Bawah Sepatu, Di Atas Tahta

Di Bawah Sepatu, Di Atas Tahta

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Di balik sapu yang digenggamnya, Bagas menyimpan kecerdasan yang tak pernah disadari siapa pun. Ia pun diam-diam memendam rasa pada Naya, wanita yang dunianya terasa sejauh langit dan bumi darinya. Dihimpit kemiskinan dan biaya pengobatan ibu yang mahal, ia bertekad mengubah setiap informasi yang didengarnya menjadi jalan keluar. Cintanya yang tulus perlahan meluluhkan hati Naya, meski harus berhadapan dengan penghinaan, saingan licik, dan larangan tegas orang tua. Saat segalanya tampak mustahil dan terhalang tembok kasta tinggi, Bagas pergi membangun kerajaan bisnisnya sendiri dari nol. Ia kembali bukan lagi sebagai OB yang diremehkan, melainkan pengusaha sukses yang membuat semua orang terdiam kagum. Bukti nyata bahwa kesabaran dan ketajaman akal mampu mengangkat derajat setinggi langit. Akhirnya, ia bersanding dengan pujaan hati, hidup bahagia, dan membuktikan bahwa nasib buruk bisa diubah menjadi kemewahan yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Nasihat Ibu & Strategi Balas Dendam

Beberapa hari berlalu, luka-luka di tubuh Bagas perlahan mulai mengering dan membaik. Namun, bekas luka di kulitnya bukan sekadar tanda sakit, tetapi menjadi pengingat abadi bahwa selama ia lemah, ia akan selalu menjadi sasaran penghinaan dan penindasan.

Suatu sore, saat duduk bersandar di teras ditemani Ibu, wanita tua itu memegang tangan anaknya dengan lembut, menatapnya penuh ketenangan dan kebijaksanaan.

"Nak, Ibu tahu hatimu penuh rasa sakit dan ingin membalas apa yang sudah mereka lakukan," ucap Ibu pelan namun tegas. "Tapi ingat, membalas kejahatan dengan kekerasan hanya akan membuatmu sama buruknya dengan mereka. Kemenangan yang sesungguhnya bukan saat kamu melukai tubuh mereka, tapi saat kamu berdiri tegak di atas kebenaran, dan membuat mereka sadar bahwa jalan kotor yang mereka pilih tidak akan pernah menang."

Bagas menunduk, mencerna setiap kata ibunya. "Aku mengerti, Bu. Aku tidak ingin berkelahi lagi. Tapi aku juga tidak bisa terus diam dan membiarkan mereka bebas berbuat jahat selamanya."

"Benar sekali," sambung Ibu sambil tersenyum bangga. "Gunakan akal, bukan otot. Gunakan aturan, bukan amarah. Kumpulkan apa yang nyata, apa yang bisa dibuktikan. Biarkan hukum dan keadilan yang bekerja untukmu. Dan ingatlah, saat kau berusaha lebih baik, lebih jujur, dan lebih bermanfaat bagi banyak orang, itu adalah pukulan terberat bagi mereka yang hidup dari kecurangan."

Kata-kata itu menjadi pegangan kuat bagi Bagas. Sejak hari itu, ia tidak lagi bergerak dengan emosi, melainkan dengan perhitungan yang matang dan hati yang tenang. Ia mulai menyusun langkah demi langkah, perlahan namun pasti.

Pertama, ia mengumpulkan semua bukti yang tersebar. Kesaksian Jaka soal rencana sabotase, catatan transaksi palsu yang dilakukan mitra penipu yang disogok Dimas, rekaman percakapan dan laporan warga soal gangguan serta pemerasan yang sering terjadi, hingga data pelanggan yang pernah mengeluh soal harga barang Dimas yang dimainkan sesuka hati. Semua ia susun rapi, lengkap dengan saksi yang bersedia bersuara jika diperlukan.

"Kita tidak akan menyerang secara membabi buta," kata Bagas pada dirinya sendiri. "Kita akan menyingkirkan kekuasaannya sedikit demi sedikit, dengan cara yang halal dan tidak melanggar aturan."

Langkah selanjutnya adalah di bidang usaha. Berkat jaringan yang mulai ia bangun dan kepercayaan yang sudah ia dapatkan dari para pedagang kecil serta bengkel-bengkel, Bagas mulai memotong jalur pasokan yang selama ini dikuasai Dimas. Ia menghubungi langsung pemasok dari daerah asal, menjalin kerja sama terbuka dan adil, sehingga rantai perantara yang selama ini dimanfaatkan Dimas untuk menaikkan harga secara tidak wajar bisa dipangkas.

Hasilnya nyata. Bagas mampu menawarkan barang dengan kualitas sama bahkan lebih baik, namun dengan harga yang jauh lebih masuk akal. Para pembeli yang selama ini merasa tertekan karena tidak punya pilihan lain, berbondong-bondong beralih ke Bagas. Mereka tahu, berurusan dengan Bagas berarti jujur, tepat janji, dan tidak ada biaya tersembunyi.

Di sisi lain, usaha Dimas mulai terasa goyah. Penjualannya menurun drastis, pemasok mulai ragu bekerja sama karena takut nama baik mereka tercoreng, dan keuntungan yang selama ini mengalir deras perlahan menyusut. Dimas mulai gelisah, berkali-kali mencoba mengganggu kembali, namun setiap upayanya selalu bisa diantisipasi oleh Bagas, yang kini sudah memiliki banyak sekutu dan bukti yang siap digunakan kapan saja jika Dimas berbuat nekat lagi.

Suatu malam, saat duduk memeriksa laporan keuangan dan catatan bukti yang sudah lengkap, Bagas menatap ke arah kamar tempat Ibu beristirahat. Ia tersenyum lega.

"Terima kasih, Bu," gumamnya pelan. "Berkat nasihatmu, aku tidak terjerumus menjadi orang yang sama seperti mereka. Aku membalas bukan dengan kejahatan, tapi dengan kebenaran dan kerja keras. Biarlah mereka lihat, orang yang mereka anggap lemah dan miskin, justru bisa bangkit dan berdiri lebih kokoh daripada mereka yang hanya mengandalkan kecurangan dan kekuasaan semata."

Kini posisi berbalik. Dimas tidak lagi merasa tenang, sementara Bagas melangkah maju dengan keyakinan yang kuat, siap melangkah ke babak berikutnya membawa semua bukti ke jalur hukum untuk memastikan bahwa kejahatan Dimas tidak akan terulang lagi, dan jalan yang ia rintis akan tetap terbuka lebar dengan cara yang bersih dan terhormat.

1
arsyila putri
sayang sekali padahal pintar
mama Al
semangat Bagas siapa tahu hari esok adalah keberhasilan kamu
Tulisan__mawar
Otak gue langsung sakit mikirinya. langsung merinding yah gas, betul juga sih kata Naya. nasib karyawan bergantung di perusahaan ini soalnya, Yupz.... sangat rumit🥱🫠
🌺⃟ SasMaya
resiko di berduit begitu ya, di pandang sebelah mata
🌺⃟ SasMaya
bagas ini cinta pada pandangan pertama
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: betul. cinta pertama tapi beda kelas. jd penuh tantangan
total 1 replies
🌺⃟ SasMaya
yupz.... pd aja dulu
🌺⃟ SasMaya
Wahh... kesempatan ini ...
🌺⃟ SasMaya
Ayo Bagas tunjukan kejeniusanmu
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: siaaap kaka😄
total 1 replies
Aii Flow🌷
Baru baca udah terharu sama Bagas🥲 semoga sukses ya, dan ibumu panjang umur
Mingyu gf😘
kasihan banget😭semoga kamu sukses ya gus
🌺⃟ SasMaya
tentunya ga lepas dari dukungan ortu
🌺⃟ SasMaya
pendidikan sepenting itu sih untuk merubah nasib... ga selalu, tapi seringnya begitu
🌺⃟ SasMaya
dilema menjadi tulang punggung sejak muda
🌺⃟ SasMaya
berat bgt ini kehidupan Bagas sama Bu siti
M. T🌻
serap semua ilmunya bagas, karena itu akan menjadi bekalmu.
🌺⃟ SasMaya
astagaa... dalem bngt
"Tidak lagi hanya menjadi debu yang di lewati."
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: di sini tekad bagas kuat bngt
total 1 replies
🌺⃟ SasMaya
Naya ini FL nya kah?
🌺⃟ SasMaya
semua ada sebab akibatnya ya 🥺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: iya. jadi minder gini si bagas
total 1 replies
kenzi moretti
sayang sekali, bagas tidak bisa kuliah karena masalah biaya. padahal dia orang yg pintar.

oh iya, saran aja thor, klo di platform mending paragrafnya dipecah biar enak bacanya. semangat!/Determined/
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: iya kak. makasih sarannya..karya yg ini baru coba2. di karya yg lain sdh mulai aku pecah kak.
total 1 replies
Alia Chans
Baru baca, jadi belum nemu keseruannya. Tapi tetap semangat ya thor☺☺
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy: hehe. iya kak gpp. makasih ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!