NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Kebangkitan Dalam Kubur

Wang Hao terus berjalan menembus hutan, kemudian dia tiba-tiba mengangkat tangan kanannya perlahan lalu mengepalkannya kuat-kuat.

Ssszztt!

Aliran energi spiritual langsung bergerak liar di dalam tubuh barunya, mengalir melalui meridian yang jauh lebih murni dibanding tubuh lamanya dahulu. Bahkan dirinya sendiri sempat terdiam beberapa saat setelah merasakan hal itu.

"Menarik..."

Ia menutup mata sesaat sambil memeriksa setiap bagian tubuh Chen Nan dengan kesadaran jiwanya. Tulang, darah, meridian, bahkan lautan spiritual pemuda itu berada dalam keadaan yang sangat aneh. Tubuh ini pernah hancur total akibat kegagalan terobosan, tetapi justru karena kehancuran itulah seluruh meridiannya pecah lalu terbentuk ulang secara alami.

Tubuh seperti itu sangat langka.

Di masa lalu, Wang Hao pernah menjelajahi berbagai dunia dan membaca puluhan ribu kitab kuno. Namun bahkan dirinya hampir tidak pernah melihat tubuh yang mampu lahir kembali setelah seluruh jalur spiritualnya hancur total.

"Tak heran tubuh ini masih utuh setelah lima tahun di dalam kubur." Tatapannya perlahan berubah dalam. "Ternyata jiwaku tanpa sadar menjaga tubuh ini agar tidak busuk."

Sambil berjalan keluar dari hutan pemakaman, dia menyusun ulang pikirannya. Ingatan terakhir sebelum kematiannya masih kabur. Wang Hao hanya mengingat dirinya duduk bermeditasi di aula batu Gunung Tianluo, lalu kesadarannya perlahan tenggelam ke dalam kegelapan tanpa tanda sedikit pun.

Tidak ada serangan apa pun. Seorang penguasa sepertinya justru mati tanpa alasan yang jelas, Itulah hal paling mustahil.

Wang Hao menyipitkan mata perlahan.

"Ada sesuatu yang bahkan tidak kusadari waktu itu..."

Namun dirinya segera menghentikan pikirannya. Tubuh ini terlalu lemah untuk memikirkan hal besar seperti itu sekarang. Jika dirinya ingin mengetahui penyebab kematiannya, maka ia harus mendapatkan kembali kekuatannya terlebih dahulu.

Tidak.

Dia tidak ingin sekadar mendapatkan kembali kekuatan lamanya.

Wang Hao berhenti berjalan di atas sebuah batu besar. Tatapannya mengarah jauh ke langit luas Dunia Cangyuan.

"Aku akan memulai semuanya dari awal." Suara itu tenang, tetapi mengandung keyakinan yang tidak tergoyahkan sedikit pun. "Dulu aku berjalan terlalu cepat demi mencapai puncak. Banyak bagian kultivasiku yang belum benar-benar sempurna."

Ia perlahan mengangkat tangannya, lalu energi spiritual tipis berkumpul di ujung jarinya sebelum menghilang kembali.

"Aku ingin melihat... apa yang berada di balik Mahayana."

Wang Hao terus melanjutkan perjalanannya. Langit pagi semakin terang ketika Wang Hao akhirnya melangkah keluar dari hutan pemakaman. Pepohonan tua perlahan menghilang di belakangnya, berganti dengan padang rumput liar yang membentang luas. Angin pagi bertiup pelan membawa bau tanah basah dan dedaunan kering.

Wang Hao berjalan tanpa arah yang pasti. Ia belum mengenal Dunia Cangyuan dan tidak memiliki peta maupun informasi tentang wilayah sekitarnya, bahkan di ingatan Chen Nan tidak ada informasi itu. Namun hal itu tidak membuatnya khawatir. Selama puluhan ribu tahun hidup, ia telah menjelajahi terlalu banyak tempat asing untuk merasa cemas hanya karena tersesat.

Kedua matanya terus mengamati setiap detail di sekelilingnya. Tanaman di pinggir jalan, batu-batu yang berserakan, bahkan serangga kecil yang merayap di tanah tidak luput dari pengamatannya. Pengetahuan Wang Hao tentang tanaman obat, racun, dan material kultivasi telah mencapai tingkat yang tidak bisa dibayangkan oleh kultivator biasa.

Setelah berjalan sekitar setengah jam, Wang Hao akhirnya melihat sesuatu di kejauhan. Sebuah wilayah datar yang sangat luas membentang di hadapannya, tetapi tidak ada satu pun bangunan berdiri di atasnya.

Itu adalah Kota Mutou. Atau lebih tepatnya, apa yang tersisa dari kota itu.

Wang Hao berhenti di tepi wilayah tersebut sambil mengamati pemandangan di hadapannya. Tidak ada bangunan, tidak ada jalan, bahkan tidak ada satu pun struktur yang tersisa. Hanya tanah datar yang telah diratakan oleh waktu, dan mungkin kekuatan besar beberapa tahun yang lalu.

"Lenyap sepenuhnya..." gumamnya pelan.

Ia melangkah ke tengah wilayah kosong itu sambil terus mengamati tanah di bawah kakinya. Energi spiritual di tempat ini lebih tipis dibandingkan di dalam hutan pemakaman tadi. Hal itu tidak mengejutkannya. Jika sebuah kota hancur total, biasanya energi spiritual di wilayah tersebut ikut terganggu dan membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Wang Hao berhenti di tengah bekas kota dan duduk bersila di atas tanah. Ia menutup mata dan mulai mengedarkan teknik pernapasan dasar yang telah dikenalnya selama puluhan ribu tahun.

Tujuan pertamanya saat ini sangat sederhana, memasuki Kondensasi Qi lapisan pertama.

Teknik pernapasan yang ia gunakan bukanlah teknik sembarangan. Itu adalah Teknik Napas Langit Mendalam, sebuah metode kultivasi ciptaannya sendiri yang telah ia sempurnakan selama ribuan tahun. Teknik itu memungkinkan penggunanya menyerap energi spiritual dengan efisiensi yang jauh melampaui teknik biasa, bahkan di lingkungan dengan energi spiritual tipis sekalipun.

Udara di sekitar Wang Hao perlahan mulai berubah. Partikel-partikel energi spiritual yang tersebar tipis di udara mulai berkumpul ke arahnya seperti aliran sungai kecil yang mengalir pelan. Prosesnya berlangsung lambat, tetapi sangat stabil.

Wang Hao tidak terburu-buru.

Tubuh Chen Nan yang telah mengalami kehancuran total dan terbentuk kembali memiliki keunggulan sekaligus kelemahan. Keunggulannya adalah seluruh meridiannya telah terbentuk ulang secara alami tanpa cacat bawaan. Kelemahannya adalah tubuh itu masih sangat lemah dan tidak bisa menampung energi spiritual dalam jumlah besar sekaligus.

Jika Wang Hao memaksakan penyerapan energi spiritual terlalu cepat, meridiannya bisa pecah lagi. Itu adalah kesalahan yang pernah dilakukan Chen Nan dan berakhir dengan kehancuran total.

Wang Hao tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Satu jam berlalu.

Dua jam berlalu.

Energi spiritual terus berkumpul dan memasuki tubuh Wang Hao melalui pori-pori kulitnya. Aliran energi itu bergerak perlahan melalui meridiannya, membersihkan sisa-sisa kotoran yang masih tersumbat, lalu berkumpul di lautan spiritualnya yang masih kosong.

Pada jam ketiga, lautan spiritual Wang Hao akhirnya menunjukkan tanda-tanda perubahan. Setetes energi spiritual murni terbentuk di dasar lautan spiritualnya, berkilau seperti mutiara kecil di tengah kegelapan.

Wang Hao membuka matanya perlahan.

"Kondensasi Qi... lapisan pertama."

Proses itu hanya membutuhkan waktu tiga jam. Jika para kultivator Kota Mutou mengetahui hal itu, mereka mungkin akan terkena tekanan batin. Bahkan kultivator berbakat biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu untuk mencapai lapisan pertama Kondensasi Qi.

Namun Wang Hao sama sekali tidak merasa bangga.

"Terlalu lambat..." katanya datar. "Dulu aku hanya butuh waktu setengah jam."

Ia mengangkat tangannya dan mengepalkannya. Kekuatan yang mengalir di tubuhnya saat ini sangat kecil, bahkan tidak sebanding dengan sehelai rambut dari kekuatan aslinya dahulu. Namun Wang Hao tidak merasa kecewa sedikit pun.

Perjalanan baru saja dimulai.

Ia berdiri dan menepuk debu dari jubah hitamnya yang lusuh. Matahari sudah bergerak cukup tinggi di langit, menandakan bahwa waktu telah memasuki tengah hari. Wang Hao memandang ke empat arah mata angin, mencari tanda-tanda kehidupan atau jalan yang bisa ia ikuti.

Di kejauhan, tepatnya di arah utara, ia melihat gumpalan asap tipis mengepul ke langit.

"Asap..." Mata Wang Hao menyipit. "Ada pemukiman di sana."

Ia mulai berjalan ke arah utara tanpa ragu-ragu. Langkahnya tetap tenang dan terukur, tidak terburu-buru dan tidak pula terlalu lambat. Tubuhnya yang baru saja mencapai Kondensasi Qi lapisan pertama masih membutuhkan adaptasi, tetapi Wang Hao telah terbiasa mengendalikan tubuh dalam kondisi apa pun.

Sepanjang perjalanan, pikirannya terus bekerja.

Kota Mutou hancur total tanpa sisa. Klan Chen lenyap. Nalan Yehuan entah berada di mana. Semua koneksi yang dimiliki Chen Nan di dunia ini telah terputus sepenuhnya.

Itu adalah keuntungan sekaligus kerugian.

Kerugiannya adalah Wang Hao tidak memiliki siapa pun yang bisa ia mintai informasi tentang dunia ini. Keuntungannya adalah tidak ada seorang pun yang akan mencurigai identitasnya. Chen Nan hanyalah pemuda biasa dari klan kecil yang telah hancur. Tidak ada yang akan mengaitkan dirinya dengan Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li yang telah mati.

Wang Hao tersenyum tipis.

"Ini awal yang bersih..."

Ia terus berjalan ke arah utara, menuju sumber asap yang semakin lama semakin jelas terlihat di kejauhan.

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!