Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Turin
Note
Leviathan adalah makhluk mitologi berupa monster laut raksasa dan mengerikan yang berasal dari tradisi Timur Tengah kuno, sering digambarkan sebagai ular laut, naga, atau buaya besar yang tak terkalahkan. Dalam literatur, ia simbol kekuatan kekacauan, dosa (terutama iri hati), dan kedaulatan Tuhan.
Monster ini ada di serial GF ( Guardian Force ) Final Fantasy series dan ini adalah makhluk pemanggil ( summons ) yang bisa dipasangkan ke karakter untuk meningkatkan status, mempelajari kemampuan, dan digunakan dalam pertarungan melalui sistem Junction. Mereka adalah kunci untuk mengakses sihir dan perintah khusus.
( maaf, author alumnus FFVII, FFVIII, FFIX, FFX, dan FFX-2 ).
***
"Ini pacar kamu mas? Halo, aku Levent. Panggilan Lev tapi kalau sama Opa Tomatino, jadi Leviathan." Levent mengulurkan tangannya ke Amina yang disambut sambil tersenyum.
"Ya ampun, Levent, lucu deh kamu," kekeh Amina.
"Salim dulu ke Opa sama Oma. Jangan main teriak-teriak," tegur Akira.
Levent langsung salim ke Antonio lalu mencium pipi Savrinadeya.
"Papa dan Mama kamu sehat?" tanya Akira. "Opa Alexis dan Oma Raveena?"
Levent langsung cemberut. "Opa itu habis kena marah sama Oma. Gara-gara, Opa tidak sengaja menjatuhkan pot bunga kesayangan Oma. Marah dah!"
"Lha? Kok sama dengan Opa Tomat ya?" Akira melirik usil ke Antonio yang manyun.
"Kok panggilan Signor Bianchi, Tomat?" tanya Amina bingung. Ya ampun, keluarga Akira itu sebenarnya keluarga terhormat atau bukan sih? Kok panggil orang tua seenaknya?
"Ada ceritanya itu Mina. Gara-gara Omaku, Leia Bianchi, sepupunya Opa Antonio, manggil dengan sebutan Tomat, jadinya kebawa deh manggilnya jadi Tomat," jawab Akira sambil tertawa.
"Keluarga kita itu punya panggilan antik masing-masing dan seringnya nama burik. Jadi mbak Mina, jangan kaget kalau kita pas kumpul, nama bagus kita akan jadi rusak!" gelak Levent.
Amina menatap Savrinadeya dan Oma cantik itu hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oh ya Allah ...." Amina memegang pangkal hidungnya..
"Leona jadi ambil kedokteran hewan?" tanya Antonio ke Levent.
"Jadi Opa. Kan memang cita-citanya mbak Singa jadi dokter hewan," jawab Levent. Keluarga Raul dan Lennah Accardi dikaruniai dua anak, Leona yang lebih tua dua tahun dari Levent. Ayah Raul, Alexis Accardi dulu asisten Antonio Bianchi. Setelah menikah dengan Raveena Dewanata ( sepupu Bayu O'Grady, kakak Radeva Dewanata ), Alexis memilih mengurus kebun anggur Bianchi di tempat lain ( Baca Mengejar Cinta Savrinadeya dan Raveena ). Ketika Alexis berulang tahun yang ke lima puluh, kebun anggur yang dikelolanya resmi dihadiahkan kepadanya oleh Antonio.
Saat putra mereka Raul menikah dengan Lennah Rossi, adik dari Leonardo Rossi suami Biana Pascal, keluarga Accardi membuat ranch di tanah mereka. Lennah sendiri punya ranch di Dallas yang dikelola oleh kakaknya. ( Semua bisa dibaca di My Darling ..., The cowboy Who Loves Me ). Keluarga Accardi memiliki ranch yang berkontribusi untuk daging potong halal di Turin dan juga anggur yang masih bekerjasama dengan Bianchi.
"Kamu sendiri ... Mau jadi dokter hewan juga macam kakak kamu?" tanya Antonio.
"Nggak opa. Aku mau ambil kuliah peternakan. Banyak hal yang mau aku eksplorasi di ranch kami. Kemarin Papa beli tanah lagi dan sekarang kami punya aset hampir lima puluh ribu hektar. Semua memang lebih banyak buat ranch dan pabrik pemotongan daging halal. Insyaallah kami mau beli tanah lagi untuk perikanan," jawab Levent antuasias.
"Ibumu memang anak ranch jadi paham bisnis seperti itu," kekeh Antonio.
"Iya Opa. Malah Papa dan Opa banyak belajar dari Mama dan Oom Leo serta Oom Pahlevi di Kingaroy. Oh, Kingaroy itu di Australia, mbak Mina. FYI saja," senyum Levent.
Amina menatap Akira. "Aku kira kalian pengusaha kontraktor dan properti."
"Itu memang asalnya tapi semakin kesini, kami punya bisnis dan karier yang berbeda. Kami tidak harus menjadi arsitek atau pemilik PRC Group, AJ Corp, MB Enterprise ataupun Giandra Otomotif. Siapa yang mampu memegang perusahaan keluarga, dipersilahkan tapi yang memilih karier atau usaha lain, juga tidak dilarang selama itu memang passionnya," jawab Akira.
Amina melihat keluarga Akira dengan perspektif yang berbeda. Ternyata keluarga Akira sangat demokratis dan support satu sama lain. Amina jadi tahu kenapa keluarga Léopold sangat mendukung dirinya kuliah lagi.
***
"Kamu besok mau ke keluarga Mancini?" tanya Antonio saat mereka makan malam.
Levent sudah pulang dijemput oleh sopirnya karena tidak boleh membawa Vespanya atau bawa mobilnya karena belum ada SIM. Seperti halnya anak-anak klan Pratomo lainnya, mereka sudah belajar nyetir mobil dan motor sejak usia lima belas tahun tapi hanya belajar saja. Mereka dilarang menyetir motor maupun mobil di jalan umum selama belum cukup umur dan punya SIM. Keluarga Pratomo memang ketat dengan peraturan yang dikenal old fashion.
"Iya Opa. Oma Leia sudah kirim pesan agar aku kesana sama Amina dan Bea," jawab Akira.
"Nginap sana?" tanya Savrinadeya.
"Mungkin. Kan ada Daisy ... Kalau Dylan masih di MIT tho?" jawab Akira.
"Iya. Kalian enjoy dulu disini, besok baru ke Dante Inferno."
Amina menatap Akira lagi.
"Opaku namanya Dante Mancini. Panggilan buriknya Dante Inferno. Kalau Oma Leia panggilannya Lele. Bahkan sampai tua begini, kalau para Opa dan Oma kumpul, yang dipanggil nama burik bukan nama bagusnya," jawab Akira kalem.
"Astagaaa ...."
***
Keesokan paginya usai sarapan, Akira dan Amina serta Bea, melanjutkan perjalanan ke daerah kekuasaan keluarga Mancini. Jika keluarga Bianchi berada di sisi barat Turin, keluarga Mancini berada di sisi timur. Mereka pun tiba di mansion yang lebih modern dan seperti halnya di kediaman Moretti dan Bianchi, para pengawal menyambut mereka.
Akira pun menggandeng tangan Amina untuk masuk ke dalam mansion. Tampak seorang pria dengan wajah lebih dingin dari Antonio Bianchi, sedang berdiskusi dengan seorang gadis dengan wajah jutek. Pria paruh baya itu menoleh dan tersenyum lebar ke arah Akira.
"Akira !" panggilnya dengan wajah sumringah.
"Opa Dante," senyum Akira sambil salim dan memeluk Dante. "Dash!" Akira memeluk gadis muda itu dan mencium pipinya.
"Sama siapa mas?" tanya Daisy sambil menatap Amina.
"Oh ini pacarku, Amina Arafat dan itu pengawalnya Bea," jawab Akira.
Amina langsung Salim ke Dante dan bersalaman dengan Daisy.
"Tadi kalian ribut apa?" tanya Akira.
"Daisy mau pindah dari bedah ke forensik," jawab Dante. "Karena daddy-nya sedang ke Sisilia, jadi Opa dan Oma yang jadi walinya."
"Kenapa kamu pindah forensik?"
"Biar nggak ada yang komplain ke pisau bedah!" jawab Daisy.
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
prince Akira seperti pria-pria keturunan Pratomo lainnya
coba kalo nggak pasti bukan hanya para sesepuh yang masih hidup, tapi Kanjeng Raden Ayu The God Mother dari dunia arwah terlebih Kanjeng Raden Mas Haryo Pratomo akan turun tangan
memang sih orang tuanya berjasa buat kamu tapi si hikmah nggak bisa menempatkan diri