NovelToon NovelToon
Cinta Di Raga Baru

Cinta Di Raga Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Erunisa

Nayla hidup dalam pernikahan penuh luka, suami tempramental, mertua galak, dan rumah yang tak pernah memberinya kehangatan. Hingga suatu malam, sebuah kecelakaan merenggut tubuhnya… namun tidak jiwanya.
Ketika Nayla membuka mata, ia terbangun di tubuh wanita lain, Arlena Wijaya, istri seorang pengusaha muda kaya raya. Rumah megah, kamar mewah, perhatian yang tulus… dan seorang suami bernama Davin Wijaya, pria hangat yang memperlakukannya seolah ia adalah dunia.

Davin mengira istrinya mengalami gegar otak setelah jatuh dari tangga, hingga tidak sadar bahwa “Arlena” kini adalah jiwa lain yang ketakutan.

Namun kejutan terbesar datang ketika Nayla mengetahui bahwa Arlena sudah memiliki seorang putra berusia empat tahun, Zavier anak manis yang langsung memanggilnya Mama dan mencuri hatinya sejak pandangan pertama.
Nayla bingung, haruskah tetap menjadi Arlena yang hidup penuh cinta, atau mencari jalan untuk kembali menjadi Nayla..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erunisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Saat sebuah besi yang dingin melingkar di pergelangan tangan Arlena, Nayla merasa seluruh tubuhnya melemah. Langkahnya gontai saat polisi membawanya keluar rumah, di hadapan tatapan orang-orang yang mulai berbisik, kamera ponsel yang terangkat diam-diam, dan sorot mata penuh penilaian.

Semua bukti mengarah pada satu nama. Arlena Pramudya.

Rekening-rekening mencurigakan. Tanda tangan. Aliran dana yang rapi namun mematikan. Semua tersusun seolah memang Arlena adalah dalangnya.

Nayla ingin tertawa getir.

"Kalau saja mereka tahu… aku bahkan tidak paham apa itu investasi." batin Nayla nyaris putus asa.

Di kantor polisi, Davin ikut diperiksa. Wajah pria itu tampak lelah, namun tetap tegak. Untuk sementara, Davin berstatus saksi. Penyidik menjelaskan bahwa jika tidak ditemukan aliran dana ke rekening Davin, maka Davin tidak terlibat.

Secara hukum, Davin aman. Secara sosial, tidak.

Nama besar Davin kini tercoreng. Media mulai mengaitkan kekayaannya dengan kasus sang istri. Judul-judul berita menjadi kejam, seolah kebenaran tak lagi penting.

"Pengusaha Sukses Terseret Kasus Istri, Harta Davin Terancam Disita?" seperti itulah judul berita saat ini.

Nayla menunduk di ruang tahanan sementara. Dinding dingin itu menekan punggungnya, seolah ingin meremukkan jiwanya.

Ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

Semua istilah yang Nayla dengar, investasi bodong, pencucian uang, nominee, berputar di kepala Nayla tanpa makna. Otaknya kosong. Nayla adalah perempuan yang dulu hidup pas-pasan, yang berpikir tentang makan besok, bukan memutar uang miliaran.

"Ini bukan dunia yang kupahami." batin Nayla hancur.

"Ini bukan kesalahan yang kubuat." kata Nayla lirih.

Namun hukum tidak peduli siapa yang berada di balik tubuh itu.

Yang mereka lihat hanya satu hal yaitu wajah Arlena.

Di balik kaca ruang pemeriksaan, Nayla melihat Davin. Tatapan pria itu bertemu dengannya, penuh kelelahan, kebingungan, dan sesuatu yang menyayat hati Nayla.

Kepercayaan Davin mulai goyah, begitu juga dengan harapan yang mulai retak.

Nayla menutup mata, membiarkan air matanya jatuh.

Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan yang membuat jiwanya terbangun di tubuh Arlena, Nayla merasa benar-benar ingin menyerah. Karena membalas dendam pada masa lalu ternyata jauh lebih mudah dibanding menghadapi dosa yang bukan miliknya. Dosa yang kini harus Nayla tanggung sepenuhnya.

Di dalam sel tahanan sementara, Arlena meringkuk sendirian.

Lampu putih menggantung di langit-langit, dingin dan menyilaukan. Nayla memeluk lututnya, menempelkan dagu pada lutut, berusaha mengecilkan diri, seolah dengan begitu masalah di sekelilingnya ikut menyusut.

Otaknya kosong. Benar-benar kosong.

Untuk pertama kalinya, Nayla memikirkan sesuatu yang begitu kejam bahkan bagi dirinya sendiri.

"Bagaimana kalau aku keluar saja dari tubuh ini?"

"Bagaimana kalau aku pergi, dan biarlah Arlena yang menanggung semuanya… meskipun itu berarti tubuh ini mati?" Nayla melihat ke sekitarnya, mencoba mencari cara agar keluar dari tubuh Arlena.

Pikirannya sendiri membuat dada Nayla berdenyut nyeri. Nayla tidak ingin mati. Ia sudah mati sekali. Ia ingin hidup, sebagai Nayla. Bukan sebagai Arlena yang penuh rahasia dan jerat hukum.

“Kalau aku keluar…” bisik Nayla lirih. “Setidaknya aku selamat.”

Entah selamat ke mana. Entah menjadi apa. Intinya Nayla tidak sanggup menjadi Arlena.

Kelelahan akhirnya mengalahkan pikiran Nayla yang kacau. Di balik dinding dingin dan jeruji besi, Nayla terlelap.

Nayla melihat Arlena.

Bukan di rumah mewah, bukan di sisi Davin, melainkan di sebuah tempat asing, ruangan luas dengan lampu temaram, meja panjang, dan jendela besar yang menutup rapat. Di sekeliling Arlena ada beberapa orang yang wajahnya samar, namun jelas bukan orang baik.

Di atas meja, berserakan berkas-berkas tebal. Dokumen.

Arlena duduk diam, terlalu diam. Matanya kosong, pandangannya menembus siapa pun yang ada di depannya. Ia tidak bicara, tidak bertanya, tidak menolak.

Seolah bukan diri Arlena.

Di samping Arlena, berdiri Roy.

Nayla menahan napas. Melihat apa yang ada dihadapannya.

Roy meraih sebuah gelas. Tangannya bergerak cepat, licik. Roy menaburkan sesuatu, serbuk putih atau cairan bening, ke dalam minuman Arlena. Gerakannya begitu halus, seolah sudah terbiasa.

“Jangan…” Nayla ingin berteriak, namun suaranya tidak keluar.

Arlena mengangkat gelas itu dan meminumnya tanpa ekspresi. Matanya semakin kosong.

Berkas-berkas di meja lalu didorong ke arah Arlena. Pena disodorkan. Tangan Arlena bergerak pelan, menandatangani satu demi satu kertas tanpa membaca.

Nayla gemetar. "Itu bukan dia, Itu bukan Arlena yang sadar." kata Nayla, namun suaranya seperti tidak keluar.

Nayla tersentak bangun.

Napasnya tersengal, keringat dingin membasahi pelipisnya. Dinding sel kembali menyambutnya, dingin dan nyata. Jantungnya berdegup kencang, seolah ingin keluar dari dadanya.

“Itu… apa barusan?” gumam Nayla.

Mimpi itu terlalu jelas. Terlalu nyata untuk sekadar bunga tidur.

Roy. Berkas. Minuman. Tatapan kosong Arlena.

Nayla menutup wajahnya dengan kedua tangan, frustasi.

“Aku nggak ngerti…” suara Nayla bergetar. “Aku sama sekali nggak ngerti.”

Namun jauh di dalam hatinya, muncul satu rasa yang membuat dadanya semakin sesak yaitu Ketakutan.

Karena mungkin, untuk pertama kalinya, Nayla melihat potongan kebenaran tentang masa lalu Arlena. Dan jika mimpi itu nyata, maka Arlena bukan sepenuhnya pelaku. Melainkan korban.

Dan itu berarti, jalan Nayla untuk keluar dari jerat ini, tidak akan sesederhana pergi dan menghilang. Karena Nayla harus mengungkapkan kebenaran.

Keesokan harinya, Nayla duduk bersama Davin, Ruang kunjungan itu terasa sempit meski tidak benar-benar kecil. Jeruji pembatas seolah memberitahu kalau Nayla dan Davin sekarang berbeda. Nayla dapat melihat saat suami dan ibu mertuanya datang, Langkah mereka pelan, wajah mereka sama-sama menampakkan kelelahan yang tidak bisa disembunyikan.

Ayu tertegun melihat kondisi Arlena. Menantunya yang biasa tampil rapi dan anggun kini duduk dengan rambut kusut, wajah pucat, dan mata sembab. Tidak ada lagi sisa kemewahan, yang tersisa hanya seorang perempuan yang jelas sedang berada di titik terendah hidupnya.

“Ya Tuhan..” Ayu menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca. “Kamu jadi seperti ini…”

Rasa iba itu nyata. Namun di baliknya, ada amarah yang juga tidak kalah kuat.

“Kamu tahu nggak,” suara Ayu bergetar, “apa yang kamu lakukan ini mencoreng nama keluarga Wijaya? Orang-orang membicarakan Davin, membicarakan usaha keluarga, seolah-olah kami hidup dari uang haram!” kata Ayu meskipun pelan tapi jelas menghakimi Arlena.

Nayla menunduk. Setiap kata itu terasa seperti cambukan.

“Aku nggak pernah mengajarkan kamu hidup seperti ini,” lanjut Ayu, nadanya lebih lirih namun penuh kekecewaan.

Di samping Ayu, Davin diam. Tatapannya menancap pada wajah Arlena, seolah ingin mencari satu petunjuk kecil, mungkin kebohongan, atau kejujuran.

“Mas…” suara Nayla bergetar hebat. Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. “Aku nggak tahu ini apa. Aku sumpah… aku nggak bersalah. Tolong aku, Mas…” Nayla memberanikan diri bicara ke Davin.

Tangan Nayla gemetar saat menempel di kaca pembatas. Untuk pertama kalinya, Nayla benar-benar memohon. Bukan sebagai Arlena. Tapi sebagai dirinya sendiri, perempuan yang terjebak dalam hidup orang lain.

Davin menghela napas panjang. Dadanya terasa sesak.

Davin melihat ketakutan di mata istrinya. Ketakutan yang tidak dibuat-buat. Dan entah mengapa, perasaan itu membuat hati Davin melemah.

“Kalau kamu nggak bersalah,” ucap Davin pelan namun tegas, “kita harus buktikan.”

Davin mendekat sedikit ke kaca. “Aku akan bantu kamu.” kata Davin.

Ayu menoleh cepat. “Davin—”

“Aku tahu, Bu,” potong Davin halus. “Aku juga marah. Aku juga kecewa. Tapi sekarang ini Arlena istriku.”

Davin menatap Arlena lurus. “Aku akan carikan pengacara terbaik. Kita bongkar semuanya. Dari awal.”

Nayla mengangguk cepat, meski di dalam kepalanya kosong total.

“Terima kasih…” bisik Nayla lirih.

Namun begitu Davin mengatakan itu, ketakutan lain justru muncul.

"Apa yang harus aku jelaskan?" Nayla bertanya didalam hati.

"Apa yang harus aku jawab kalau pengacara bertanya?" Nayla kembali bertanya ke dirinya sendiri.

Nayla sama sekali tidak tahu apa yang dilakukan Arlena di masa lalu. Ia tidak tahu siapa yang harus dicurigai, siapa yang terlibat, atau dari mana semua uang itu berasal.

Harapan itu ada, tapi bersamaan dengan itu, Nayla sadar satu hal yang membuat jantungnya kembali berdegup cemas yaitu untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, ia harus menyelami masa lalu Arlena yang gelap, masa lalu yang bahkan Arlena sendiri mungkin tidak sepenuhnya sadari.

1
Yuni Anto
/Whimper/Thor mkasih update nya/Doubt/Thor Napa Nayla pingsan 🤩 apa lagi hamil muda y🥰 semangat terus un😍/Determined//Determined//Determined//Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/💪💪💪💪 terus y Thor n sehatt selalu 🥰🥰🥰😍
Erunisa: di bikin hamil sekarang atau nanti aja yah kira-kira?/Shy/
total 1 replies
Yuni Anto
🥰KKA author 🥰 tersayang mkasih update nya 🥳🥳🥳🥰bulan ini di kasih update terbaru 2x🤩🤩🥳🥳🥰🥰🥰💪 semangat terus ya Thor 💪😍 sehat selalu Bwt kka/Determined//Angry//Determined//Angry/😍
Erunisa: terima kasih kaka, semoga kaka juga sehat
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
mantab Nayla
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Putra Satria
🥰wah my 🩷 Thor 🩷 cinta banyak 2 bwt kka🥰 mkasih update terbaru hari ini 💪💪💪 terus y
Yuni Anto
🥰 makasih 🥰 update terbaru nya 💪💪💪 terus y Thor 🥳🥳🥳🥳🥰
Yuni Anto
next Thor 🥰
kawaiko
Gemes deh!
Rizitos Bonitos
Plot yang rumit tapi berhasil diungkap dengan cerdas.
Re Creators
Wah seru banget!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!