NovelToon NovelToon
Syakila: Sandiwara Cinta

Syakila: Sandiwara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Ibu Tiri / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Hidup Syakila hancur ketika orangtua angkatnya memaksa dia untuk mengakui anak haram yang dilahirkan oleh kakak angkatnya sebagai anaknya. Syakila juga dipaksa mengakui bahwa dia hamil di luar nikah dengan seorang pria liar karena mabuk. Detik itu juga, Syakila menjadi sasaran bully-an semua penduduk kota. Pendidikan dan pekerjaan bahkan harus hilang karena dianggap mencoreng nama baik instansi pendidikan maupun restoran tempatnya bekerja. Saat semua orang memandang jijik pada Syakila, tiba-tiba, Dewa datang sebagai penyelamat. Dia bersikeras menikahi Syakila hanya demi membalas dendam pada Nania, kakak angkat Syakila yang merupakan mantan pacarnya. Sejak menikah, Syakila tak pernah diperlakukan dengan baik. Hingga suatu hari, Syakila akhirnya menyadari jika pernikahan mereka hanya pernikahan palsu. Syakila hanya alat bagi Dewa untuk membuat Nania kembali. Ketika cinta Dewa dan Nania bersatu lagi, Syakila memutuskan untuk pergi dengan cara yang tak pernah Dewa sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pukul saja!

"Dewa...." panggil Nania dengan histeris.

Dengan langkah tertatih, dia berlari menghampiri Dewa yang sedang duduk sendirian di ruang tamu.

Penampilan Nania sangat berantakan. Ia tak memakai riasan tebal seperti biasanya. Wajahnya polos. Lingkaran hitam disekitar matanya terlihat dengan jelas.

"Rupanya, kamu masih ingat pulang, ya?" ujar Dewa seraya menyeringai sinis.

Nania jatuh bersimpuh dihadapan Dewa. Sudah satu minggu berlalu. Upayanya mencari Andrew secara diam-diam agar Dewa tak curiga, tidak juga membuahkan hasil.

"Dewa, tolong aku!" pinta Nania seraya menggenggam tangan Dewa. Dia dan kedua orangtuanya sudah sangat putus asa. Sudah mencari kemana-mana, tapi petunjuk sekecil apapun tak pernah bisa mereka dapatkan.

"Ada apa?" tanya Dewa dengan alis berkerut heran.

"Andrew. Dia menghilang," jawab Nania.

"Menghilang?"

"Iya. Menghilang. Syakila... Dia berbohong. Dia tidak pernah mengantarkan Andrew ke rumah orangtua ku. Dia membawa Andrew entah kemana."

Ekspresi wajah Nania terlihat sangat panik. Dewa menyadari itu dan membuat dirinya semakin mencurigai sesuatu.

Telapak tangan Dewa reflek terkepal erat. Rahangnya mulai mengeras. Sepertinya, kebenaran yang semakin ia dekati, adalah sesuatu yang benar-benar akan ia sesali.

"Mungkin... Syakila membuangnya," ucap Dewa dengan santainya.

"Tidak," geleng Nania. "Syakila tidak boleh membuang Andrew. Dia tidak berhak membuang bayi kecil tak berdosa itu."

"Syakila adalah Ibu kandung Andrew. Jadi, dia bebas melakukan apapun pada anak haram itu, kan?"

"Syakila bukan Ibu kandung Andrew!" tegas Nania berteriak.

Mata Dewa reflek menyipit tajam. Sekarang, dia tak punya alasan untuk menyangkal lagi. Kali ini, Dewa sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Tangannya sendiri yang secara tidak langsung telah mendorong Syakila ke dalam laut saat itu.

Ya, dia yang membunuh Syakila. Dia seorang kaki tangan yang sudah membuat Syakila begitu menderita.

"Kalau Syakila bukan Ibu kandung Andrew, lalu siapa ibu kandung anak haram itu?" tanya Dewa dengan mata berkilat amarah.

Degh.

Nania baru sadar jika dia sudah salah bicara. Tubuhnya perlahan gemetar. Dia sangat takut dengan tatapan Dewa saat ini.

Apalagi, Dewa tiba-tiba mencengkram dagunya hingga terasa hampir remuk.

"Jawab, Nania! Kalau Syakila bukan Ibu kandung Andrew, lalu siapa Ibu kandung anak haram itu, hah?" desak Dewa.

"A-aku hanya salah bicara," elak Nania. "Ma-maksudku bukan begitu," lanjutnya sambil meneteskan air mata.

Mau tak mau, Dewa melepaskan dagu Nania kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain. Air mata inilah yang membuatnya selalu jadi tak tega pada Nania. Air mata inilah yang mengaburkan semua kebenaran yang seharusnya sudah disadari Dewa sejak lama.

"Lalu, apa maksudmu sebenarnya?" tanya Dewa sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.

Nania berusaha bangkit berdiri meski dengan lutut gemetar. Dia duduk disamping Dewa yang langsung mendengkus kesal.

"Maksudku... Perempuan seperti Syakila tidak layak menjadi Ibu kandung Andrew. Andrew masih sangat kecil. Usianya baru beberapa bulan. Tapi, dengan teganya, Syakila malah membuang anak itu entah kemana."

Pelan-pelan, Nania menyentuh lengan Dewa. "Sayang, tolong bantu aku! Andrew harus ditemukan. Aku mohon!"

Dewa menoleh ke arahnya. "Kamu yakin, kalau Andrew itu benar-benar anaknya Syakila?"

Nania mengangguk kaku.

"Benar-benar yakin?" tanya Dewa sekali lagi.

"Te-tentu saja," angguk Nania sekali lagi. "Dewa... Walaupun Syakila sudah banyak membuat kesalahan, tapi Andrew tidak ada hubungannya sama sekali. Dia tetap cucu kesayangan di keluarga kami. Jadi, aku mohon! Bantu keluarga kami menemukan Andrew kembali. Ibu... dia sampai harus dirawat di rumah sakit karena terlalu syok setelah tahu kalau Andrew menghilang. Dia tidak bisa hidup tanpa cucunya, Dewa."

Air mata Nania semakin banyak. Bukannya, kasihan, Dewa justru merasa muak. Sepertinya, Nania memang berbakat akting. Dan, bagian paling memuakkan adalah... kenapa Dewa tidak sadar lebih cepat? Kenapa harus menunggu Syakila meninggal dulu?

"Tuan, semuanya sudah siap!" celetuk Jun yang baru saja tiba.

Ditangannya terdapat beberapa amplop besar yang entah apa isinya. Saat menyadari kehadiran Nania di ruangan yang sama, ekspresi senangnya reflek berubah sedikit kesal.

"Bagaimana?" tanya Dewa.

"Anda ingin mulai dari yang mana?" Jun balik bertanya.

"Tentang status Andrew terlebih dulu."

Degh.

Tubuh Nania tiba-tiba membeku. Apa maksud Dewa?

"Dewa... Apa maksudmu?" tanya Nania.

Namun, Dewa tak menggubrisnya sama sekali. Tatapan pria itu fokus ke depan. Pada foto pengantin dirinya dan Syakila, yang entah sejak kapan terpajang di ruangan itu.

"Berdasarkan informasi dari rumah sakit, yang melahirkan hari itu adalah Nona Nania. Sementara, Nyonya Syakila hanyalah kambing hitam yang dipaksa mengakui semua aib Nona Nania karena diancam oleh Tuan Dito dan Nyonya Nessa."

Arghh! Jantung Dewa sakit lagi. Baru satu fakta, dan dia sudah merasa sesakit ini.

"Itu bohong!" sangkal Nania. "Jun, jangan mengatakan sesuatu yang tidak benar. Jangan coba-coba memfitnah ku!"

Jun hanya tersenyum miring. Dia sangat puas melihat wajah panik Nania.

"Yang kedua... memang benar, jika Nyonya Syakila diadopsi karena memiliki kecocokan ginjal dengan Nona Nania. Dan, sebelumnya, Tuan Dito juga pernah mengadopsi tiga anak sebelum Nyonya Syakila. Tapi, karena ketiganya tidak ada yang memiliki kecocokan ginjal dengan Nona Nania, maka ketiganya dikembalikan lagi ke panti asuhan dengan alasan mereka semua adalah anak yang bermasalah dan suka menindas putri kandung mereka."

Mata Dewa terpejam sesaat. Urat-urat disekitar dahi dan lehernya tampak menonjol.

"Lalu?" tanya Dewa.

"Nyonya Syakila..." Jun menarik napas panjang. "... setelah ginjalnya diambil, dia langsung tidak dipedulikan lagi oleh orangtua angkatnya. Nyonya Syakila harus jadi pembantu di rumah itu agar bisa makan. Selain itu..."

"Apa lagi, Jun?"

Jun menarik napas panjang. Matanya sedikit memerah. "Bagaimana kalau kita ke kediaman keluarga Anggara saja? Tuan harus melihat sendiri kenyataannya seperti apa."

Dewa mengangguk-anggukkan kepalanya. Diraihnya jaket hitam yang tersampir di sandaran kursi.

"Ayo kita ke sana!"

"Tunggu, mau apa kalian ke rumahku?" seru Nania dengan panik. "Dewa, jangan percaya pada apapun yang dikatakan oleh Jun. Dia berbohong. Dia pasti sudah disuap oleh Syakila untuk merekayasa semua bukti ini."

Jun menoleh sambil tersenyum sinis. "Orang mati, tidak akan bisa menyuap orang hidup, Nona Nania," tukasnya.

Nania menggertakkan giginya. Dia tak boleh kalah. Dia sudah operasi selaput dara demi membuat Dewa percaya jika dirinya masih perawan.

Kalau sampai kebenaran terungkap, maka semuanya akan sia-sia.

"Kamu sudah selingkuh dengan Syakila, Jun. Kau pikir, aku tidak tahu?" Nania tertawa sinis. Sementara, Dewa dan Jun reflek menoleh dengan tatapan muak.

"Ya, Dewa. Asisten mu itu sudah berselingkuh dengan Syakila. Mereka sudah tidur bersama."

Jun hendak maju memukul wanita itu. Namun, Dewa menahannya.

"Kau pernah melihatnya langsung?" tanya Dewa.

"Ya," angguk Nania. "Aku pernah melihat mereka melakukan 'itu' di garasi dan juga di dalam kamar mandi. Mereka sudah lama bersama. Itu sebabnya, Jun dendam padaku dan berniat memisahkan aku dari kamu, Dewa."

Napas Jun terdengar cepat. Lelaki itu benar-benar ingin memukul Nania detik ini juga.

"Kau ingin memukulnya, Jun?" tanya Dewa.

Jun tertunduk diam. Namun, tangannya mengepal kuat disisi tubuhnya.

"Kalau begitu..." Dewa menurunkan tangan yang semula menghalangi Jun.

"... Lakukan saja! Tidak usah memikirkan aku!" lanjut Dewa yang seketika membuat Nania membulatkan mata tak percaya.

1
tehNci
Hmmm Syakila berarti anak orang yg kayaaaa banget.
Ariany Sudjana
kamu kenapa masih memikirkan Shakila dewa? kan sudah ada si jalang murahan Nania itu, yang dulu selalu kamu bela? dan kamu tidak pernah percaya sama Shakila. Shakila sudah bahagia dengan laki-laki pilihannya, jangan kamu ganggu lagi, urus saja Mak Lampir kesayangan kamu itu
Ariany Sudjana
hahaha Morgan dan rona, siap-siap jadi gembel kalian, apalagi itu jalang murahan, yang rela berselingkuh dengan suami orang, supaya jadi nyonya besar? ternyata hanya jadi gembel... kamu bilang Erick lebih berpendidikan, karena kuliah di luar negeri ? tapi ga bisa apa-apa tuh, kalah kelasnya dibanding Arthur, yang kamu bilang hanya punya bengkel
Ariany Sudjana
hahaha skak mat buat kamu rona 🤣🤣🤭🤭 kamu pikir semua aset Morgan akan jadi milik kamu ?
Vie
karena waktu kebersamaan dengan istri sah tentunya tidak akan sependek dengan kebersamaan selingkuhan.... istri sah pertama akan memulai membentuk keluarga mulai dari nol sampai keberhasilan dan kesuksesan datang, sedangkan selingkuhan hanya berada pada tahap sukses dan berhasil itu sudah diraih, makanya walaupun kamu bilang sangat mencintai selingkuhan, tetap saja didalam hatimu yang paling... paling dalam tidak akan bisa berbohong, itu hanya sekedar nafsu sesaat saja... dikemudian hari hanya akan menjadi sesal...
mariammarife
kami akan berhadapan dgn Arthur,dewa bila kau mengusik syakilla alias Zara
astr.id_est
astaga demi dewa... sungguh menyedihkan
partini
uhhh otw face to face,,dewa sama viola Thor secara dewa kan dulu oon cinta buta ma Kunti
Seela New
mantulll mantull mommy Eriaaaa
astr.id_est
mantep Arthur
astr.id_est
keren mami eria
Aidil Kenzie Zie
si jalang bakal hidup melarat makan tu sayang
partini
semoga kalian pasangan begundal lendir jadi gembel
kymlove...
mampus kau!!! gembel2 lah kau valakor gila,!!!
Tini Uje
aduhhh..selamatt jdi gembel ronaria 🤣🤣
partini
Rona Rian berharap jadi ratu malah jadi gembel,,aduh mommy kenapa ga dari dulu malah nunggu 10th anda ga kasihan sama Arthur kecewa selama 10 th
partini
lah ternyata bokap mu suka fefek Thor Arthur, penyesalan dari Hongkong kalau nyesel harusnya di selidiki tuh GUNDIK mu dasar BEGE plus idiot
Ariany Sudjana
kan namanya juga pelakor Morgan, kalau sakit, pasti ngakunya waktunya ga lama lagi, padahal masih segar bugar 🤣🤣🤭🤭 kamu dibohongi Morgan
ayudya
siapa tu... yg datang.
Mundri Astuti
wahhh siapa tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!