NovelToon NovelToon
Sebelum Segalanya Berubah

Sebelum Segalanya Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Fantasi / TimeTravel
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: SunFlower

Rania menjalani kehidupan yang monoton. Penghianatan keluarga, kekasih dan sahabatnya. Hingga suatu malam, ia bertemu seorang pria misterius yang menawarkan sesuatu yang menurutnya sangat tidak masuk akal. "Kesempatan untuk melihat masa depan."

Dalam perjalanan menembus waktu itu, Rania menjalani kehidupan yang selalu ia dambakan. Dirinya di masa depan adalah seorang wanita yang sukses, memiliki jabatan dan kekayaan, tapi hidupnya kesepian. Ia berhasil, tapi kehilangan semua yang pernah ia cintai. Di sana ia mulai memahami harga dari setiap pilihan yang dulu ia buat.

Namun ketika waktunya hampir habis, pria itu memberinya dua pilihan: tetap tinggal di masa depan dan melupakan semuanya, atau kembali ke masa lalu untuk memperbaiki apa yang telah ia hancurkan, meski itu berarti mengubah takdir orang-orang yang ia cintai.

Manakah yang akan di pilih oleh Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunFlower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Happy Reading...

.

.

.

Rania terbangun dari tidurnya dengan perlahan. Kelopak matanya terasa berat, namun ia tetap mengerjapkan kedua matanya berulang kali hingga pandangannya benar-benar jelas. Nafasnya sempat tertahan ketika ia merasakan ada sesuatu yang menindih di area pinggangnya. Dengan gerakan hati-hati, tangannya meraba ke arah tersebut.

Hangat.

Rania menurunkan pandangannya dan mendapati lengan Arkana melingkar di tubuhnya, bertengger santai di perutnya seolah itu adalah tempat yang paling membuatnya merasa nyaman. Rania menghela napas pelan. Jantungnya berdegup lebih cepat tanpa ia sadari.

Ia mengusap lengan Arkana perlahan, seakan takut lelaki itu terbangun. Dengan sangat hati-hati, Rania mengangkat sedikit lengan tersebut lalu memutar tubuhnya perlahan hingga kini mereka saling berhadapan. Jarak wajah mereka begitu dekat.

Rania menatap wajah Arkana tanpa berkedip.

Untuk pertama kalinya ia benar-benar memperhatikan pahatan wajah lelaki itu tanpa rasa takut atau kebingungan. Alis tegas, hidung mancung, rahang kokoh, dan bibir tipis yang selalu terlihat dingin namun kini justru tampak lembut saat terlelap. Rania menelan ludahnya pelan.

Tanpa sadar, ia mengulurkan tangannya. Ujung jarinya menyentuh alis Arkana dengan sangat ringan, lalu turun menyusuri batang hidungnya. Sentuhan itu berhenti sejenak di bibir Arkana.

Rania memejamkan matanya.

Ingatan semalam kembali berputar di kepalanya, begitu jelas, seolah kejadian itu baru saja terjadi.

FLASH BACK ON

Malam itu, mereka duduk berdampingan di sofa ruang tengah. Televisi menyala, menampilkan berbagai adegan yang terus berganti, namun tak satu pun benar-benar mereka perhatikan. Tidak ada percakapan. Tidak ada sentuhan. Hanya keheningan yang terasa aneh namun juga menenangkan.

Rania termenung, menatap layar tanpa benar-benar melihat. Pikirannya penuh, namun untuk kali ini ia tidak ingin melarikan diri. Di sisi lain, Arkana juga terdiam. Tatapannya lurus ke depan, namun sesekali ia melirik Rania dari sudut matanya.

Hingga sebuah adegan di televisi membuyarkan lamunan mereka.

Di layar, sepasang kekasih sedang berciuman. Ciuman yang dalam dan penuh emosi.

Tubuh Rania menegang seketika. Nafasnya tertahan. Ia refleks mengalihkan pandangannya, merasa canggung tanpa alasan yang jelas. Di saat yang sama, Arkana menelan ludahnya kasar. Tenggorokannya terasa kering.

“Ehem.” Arkana berdehem, berusaha memecah kecanggungan yang tiba-tiba hadir.

Rania membenarkan posisi duduknya, sedikit menjauh meski jarak di antara mereka sebenarnya tidak berubah banyak. Jantungnya berdetak semakin cepat. Namun berbeda dari Rania, Arkana justru menoleh. Tatapannya tertuju penuh pada Rania. Ia menatap perempuan itu cukup lama, terlalu lama hingga membuat Rania akhirnya menyadarinya.

Rania menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Tidak ada yang berbicara. Hanya saling menatap. Jarak di antara wajah mereka perlahan menyempit tanpa mereka sadari, hanya menyisakan beberapa senti saja. Nafas mereka kini saling bersinggungan.

“Rania.” Panggil Arkana pelan.

Rania tidak menjawab. Ia hanya menatap balik, jantungnya berdetak keras di dadanya.

Arkana menelan ludah sekali lagi. “Aku..” Ia berhenti sejenak. “Apa aku boleh menciummu?”

Pertanyaan itu sederhana, namun membuat Rania membeku. Ia tidak langsung menjawab. Pandangannya turun ke bibir Arkana, lalu kembali naik ke matanya. Ada keraguan, ada ketakutan. Namun juga ada keinginan yang selama ini ia pendam.

Lalu Rania mengangguk kecil. Sangat pelan, bahkan hampir tak terlihat namun cukup jelas bagi Arkana.

Arkana tidak langsung bergerak. Ia memberikan Rania waktu, memastikan perempuan itu tidak berubah pikiran. Saat Rania tetap diam, Arkana akhirnya mendekat.

Bibir mereka bertemu.

Ciuman itu tidak terburu-buru. Tidak agresif. Hanya sentuhan lembut yang penuh kehati-hatian, seolah Arkana takut menyakiti Rania.

Rania sempat menegang, namun perlahan tubuhnya melemas, membalas ciuman itu dengan ragu namun tulus.

Ciuman yang membuat Rania merasa aman... Ciuman yang berbeda dari semua yang pernah ia ingat.

FLASH BACK OFF

Rania membuka kembali matanya. Jemarinya masih berada di bibir Arkana. Ia segera menarik tangannya pelan, jantungnya kembali berdegup cepat.

“Kenapa?” Tanya Arkana masih dengan kedua mata yang tertutup.

Suara Arkana tiba-tiba terdengar, membuat Rania tersentak kecil. Mata Arkana telah terbuka.

Rania membeku. “Kamu.. Kamu sudah bangun?” Tanyanya gugup.

Arkana mengangguk pelan. “Sudah, sebelum kamu menyentuh wajahku.”

Wajah Rania memerah. Ia segera menarik tangannya dan berusaha menjauh, namun Arkana menahan pinggangnya dengan lembut.

“Wajah kamu memerah.” Ucap Arkana rendah. “Aku tidak keberatan.” Lanjut Arkana lalu kembali memberikan kecupan singkat di bibir Rania.

.

.

.

Selesai sarapan, Rania segera membereskan piring dan gelas yang mereka gunakan. Ia bergerak cepat, seolah ingin segera mengalihkan pikirannya dari kebersamaan pagi itu. Sementara itu, Arkana berdiri di dekat meja makan, menyandarkan tubuhnya dengan kedua tangan terlipat di dada. Ia memperhatikan setiap gerak Rania tanpa berkata apa-apa.

“Aku antar kamu ke kantor,” ucap Arkana akhirnya, suaranya terdengar datar namun tegas.

Rania menghentikan gerakannya sejenak. Ia menoleh, lalu menggeleng pelan. “Tidak perlu, Pak. Aku bisa berangkat sendiri seperti biasa.”

Arkana mengerutkan keningnya. “Kenapa?”

Rania menarik napas pendek. “Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian karyawan lain. Aku tidak ingin mereka berbicara yang macam-macam tentang kita.”

Ucapan itu membuat Arkana terdiam sesaat. Alisnya kembali berkerut. Ia melangkah mendekat hingga berdiri tepat di hadapan Rania. “Sejak kapan kamu mempedulikan omongan orang lain?” Tanyanya, nada suaranya rendah namun mengandung tanda tanya.

Rania tertegun. Pertanyaan itu seolah menamparnya secara halus. Ia menatap Arkana dengan raut bingung. “Maksud bapak?”

“Karyawan di kantor kita..” Lanjut Arkana. “Sejak kapan kamu peduli dengan apa yang mereka pikirkan atau bicarakan?”

Rania menelan ludah. Ia terdiam cukup lama sebelum akhirnya balik bertanya dengan suara ragu, “Apa.. aku memang seperti itu sebelumnya?”

Arkana mengangguk tanpa ragu. “Iya.”

Rania menunduk, pikirannya kembali dipenuhi potongan-potongan ingatan yang belum sepenuhnya utuh.

“Kamu dulu tidak pernah peduli..” Ucap Arkana lagi. “Tidak peduli dengan pandangan orang, tidak peduli dengan gosip, tidak peduli dengan penilaian siapa pun.”

Rania mengangkat kepalanya perlahan, menatap Arkana yang kini menatapnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

“Kamu juga tidak banyak tingkah..” Lanjut Arkana lagi. “Tidak banyak bicara. Tidak banyak bertanya. Kamu melakukan apa yang perlu kamu lakukan, lalu selesai.”

Rania mengerutkan keningnya. “Dan.. bapak menyukai itu?” Tanyanya pelan.

Arkana terdiam sesaat, lalu mengangguk kecil. “Aku suka Rania yang seperti itu.”

Ucapan itu membuat dada Rania terasa sesak. Entah mengapa, ia tidak merasa bangga. Justru ada perasaan yang mengendap di hatinya. Seolah sosok Rania yang Arkana sukai adalah Rania yang bahkan tidak ia kenali sekarang.

“Jadi Bapak tidak menyukai Rania yang sekarang..” ucap Rania lirih. Rania menjeda ucapannya. “Apa aku yang sekarang terlalu banyak berubah?”

Arkana menatapnya lekat-lekat. “Kamu memang berubah..” jawabnya jujur. “Dan aku tidak tahu harus menyebut perubahan itu baik atau buruk..”

Rania tersenyum tipis, senyum yang lebih mirip sebuah luka..

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejakkkk...

1
Puji Hastuti
Kok gitu sih arkana
Kustri
bukan'a sonya izin krn nenek'a sakit, gmn sih,
raka itu siapa
chochoball: skip time ituuu... itu mau tulis kana tapi keliru raka.. Raka itu tokoh di story satunya.. Boleh mampir juga ya kakak.. sama- sama masih on going..
total 1 replies
Kustri
arkan ke bali apa ke istri'a🤔
Kustri
unik & menarik
gaaaas pol
Kustri
ini awal memperbaiki masa lalu💪
Kustri
penasaran👍
Kustri
aman👍
beneran baru nemu yg alur'a spt ini
lanjutkaaan
Kustri
baru nemu crita spt ini, berbeda tp menarik💪
Kustri
kpn ketemu laki" misterius yg di part awal, g sabaaaar😁
Kustri
mosok gk ngabari kantor, kan yg meninggal ortu kandung lho
chochoball: kasih kabar kokkk... cm di sini rania kan termasuk salah satu karyawan yang di abaikan.. rania cuma di manfaatin doang..
total 1 replies
Kustri
ya hrs tega, mrk semena" koq👍💪
Kustri
🫂😭
Kustri
tulisan'a rapi, bagus💪💪💪
susah nyari yg begini
Kustri
lho kt'a tinggal di apart, koq ini dirmh to
💪💪💪rania
Kustri
judul'a menarik lwt diberanda... cb mampir
ish... kasian, hidup segan mati tk mau💪
Erni Kusumawati
terkadang luka itu sulit utk dihapus tp sedikit demi sedikit bisa terkikis dg keikhlasan walaupun bekasnya akan selalu ada
Puji Hastuti
Lanjut kk 😍
Erni Kusumawati
Rania semoga kebahagiaan berpihak kepadamu
Puji Hastuti
Lanjut kk
Puji Hastuti
Kak, kok novel cinta yang seharusnya tak ada di cari gak muncul ya
chochoball: Cinta Yang Tak Seharusnya Ada kak..🙂🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!