NovelToon NovelToon
Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Gadis Gengsi Dan Pria Cuek

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Izzah

Jangan lupa follow IG baru author
"@queenzah.aquine"

Hai teman-teman

Ini novel pertamaku.

Menceritakan, Syifa seorang gadis yang sangat gengsi dan selalu acuh tak acuh bila bertemu orang asing. Dan, Luthfi, seorang pria dengan temperamennya yang cuek serta dingin kepada siapapun yang asing baginya

100% karya ini milik, Queen Izzah.

Apabila ada Nama tokoh dan Tempat yang sama, Queen Izzah mohon maaf.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Izzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langit malam sejuk

Fahri enggan untuk membalas sapaan seseorang tersebut di telepon. Risa akhirnya mencubit lengan, Fahri. "Ngomong ih" cetus, Risa dengan nada yang sedikit pelan

Fahri menghela napas. "Halo. Ini gue, Fahri" balas, Fahri dengan nada yang tidak ramah

"Ia, Fahri? Ada apa?" tanya suara tersebut dengan lembut

"Sorry gue ganggu malam-malam" ucap, Fahri acuh tak acuh

"Ia ngga apa-apa. Ada apa, Fahri?" tanyanya lagi dengan begitu lembut

"Gue lagi main trurh or dare bareng teman-teman gue dikampus termasuk dua kampret, Vigo sama Viona", Fahri menatap keduanya dengan sinis. Tapi yang ditatap hanya tersenyum

"Gue ditantang nelpon loh, mau bilang kalau gue kangen. Tapi loh ngga usah salah paham, ini cuma game" imbuhnya

"Oh. Cuma game?" suara diseberang sana menjadi lemas

"Udah yah. Gue matiin. Sorry ganggu loh malam-malam" tanpa menunggu jawaban dari seberang sana, Fahri sudah menekan tombol merah. "Puas loh berdua. Ngeselin" ujar, Fahri dengan kesal

"Puas dong" jawab, Vigo dan Viona kompak

"Putar botolnya. Ngga usah marah-marah", Luthfi menyerahkan botol tersebut kepada, Fahri

Fahri mengambil botol tersebut dengan malas. Ia lalu memutarnya asal-asalan karna masih kesal. Botol tersebut hanya berputar sekali hingga berhenti tepat dihadapan, Luthfi

"Wow", Risa membulatkan bibirnya

"Kesempatan nih" seru, Viona

"Truth or dare?" tanya, Vigo dengan semangat

"Dare dong" tukas, Fahri

"Truth aja" sahut, Risa

"Truth. Gue pilih truth" sergah, Luthfi

"Gue nanya duluan", Risa dengan cepat mengangkat tangan

"Emang mau loh aja itu" cetus, Syifa

"Bodo amat. Langsung ke pertanyaan gue aja yah" seru, Risa dengan semangat

"Semangat amat luh, Sa" ujar, Fahri

"Ia dong. Kapan lagi. Luthfi? Dulu kan waktu, Syifa nolak, Kino, loh sempat berantem kan sama, Kino pass, Kino ngedorong, Syifa? Gue pengen tau alasan loh berantem sama, Kino apa?" tutur, Risa

Syifa mencubit pelan lengan, Risa. "Nanya tuh yang benar" cibir, Syifa

"Loh pikir gue nanya ngga waras?" ketus, Risa

"Udah, Fi jawab aja" sergah, Vigo

"Yang jujur loh, Fi" tukas, Viona menunjuk, Luthfi

"Karna gue ngga suka sama dia" jawab, Luthfi dengan santai

"Ngga seru ah loh jawabnya" sahut, Risa

"Emang loh mau jawaban apa?" tukas, Syifa

"Loh kan nanya alasan gue kenapa berantem sama dia? Jawabannya karna gue ngga suka sama dia" ujar, Luthfi

"Yah maksud gue, alasan loh ngga suka sama dia itu apa gitu" cetus, Risa yang belum puas dengan jawaban, Luthfi

"Loh ngga ada nanya itu" tukas, Luthfi

"Cakep", Syifa mengacungkan jempolnya kepada, Luthfi

"Lanjut pertanyaannya" seru, Fahri

"Gue dong mau nanya", Sahut, Viona

"Balas dendam, Vi" tukas, Risa dengan semangat

"Tenang. Luthfi? Kenapa loh bisa tau kalau, Syifa ada ditengah kolam dan hampir tenggelam waktu itu?" pertanyaan, Viona sukses membuat, Luthfi menatap, Syifa

Syifa pun terkejut dan langsung menatap tajam, Viona. Risa hanya terbahak mendengar pertanyaan, Viona. Vigo dan Fahri hanya saling menatap satu sama lain karna tidak tau apapun

"Karna, Syifa ngga bisa berenang" jawab, Luthfi yang masih terus menatap, Syifa

"Itu doang?" goda, Viona

"Itu udah dijawab" gerutu, Syifa

"Gue lihat, Syifa lepasin tangannya dari pegangan pinggir kolam, terus dia ketengah, dan gue tau dia ngga bisa berenang. Jadi gue nolong dia" ujar, Luthfi dengan raut wajah yang tau apa maknanya

"Loh perhatiin, Syifa bro?" goda, Vigo memeg bahu, Luthfi

"Ngga", Luthfi memalingkan wajahnya. "Dia emang terlihat" guman, Luthfi

"Apa?" tanya, Vigo

"Ngga", Luthfi melihat jam yang melingkar di tangannya. "Astaga", Luthfi menepuk jidatnya. "Sudah jam 12 lewat"

"Ha?" mereka semua serentak melihat jam dinding

"Waktu cepat banget yah" sahut, Viona

"Loh nginap disini aja, Vi. Kemalaman loh pulangnya. Besok kan libur" ajak, Syifa

"Loh ngga nawarin kita juga nih?" ledek, Vigo

"Kalian kan cowok. Pasti ngga takut dong pulang malam" cetus, Risa

Syifa menoyor pelipis, Risa. "Ini bukan masalah takut atau ngganya. Tapi masalah keselamatan. Loh ngga baca berita apa tentang begal ditengah malam" ujar, Syifa

"Ia juga sih", Risa mengangguk. "Ya udah, kalian nginap disini aja"

"Ngga usah. Kita pulang aja" ucap, Fahri

"Ini tengah malam loh. Kalau sampai kenapa-kenapa di jalan gimana?" seru, Syifa

"Loh ngehawatirin kita apa cuma, Luthfi aja nih?" goda, Vigo

"Semua lah" gerutu, Syifa. "Ya udah kalau ngga mau. Pulang sana" kesal, Syifa

"Bercanda, Fa" ucap, Vigo

"Kalian nginap disini aja" tukas, Viona

"Ngga apa-apa kalau kita nginap disini?" tanya, Luthfi

"Ngga apa-apa. Daripada di jalan kenapa-kenapa" jawab, Syifa

"Jadi kita tidurnya dimana nih? Badang gue rasanya pengen istirahat" cetus, Fahri

"Kalian tidr disini aja. Nanti kita cewek-cewek tidur dikamar" tukas, Risa

"Ok"

Mereka membersihkan tempat tidur untuk para pria. Setelahnya, para gadis masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Risa pun ikut tidur dikamar, Syifa karna ingin tidur bertiga dengan, Viona

Saat malam semakin larut, Syifa masih belum bisa memejamkan matanya. Ia kemudian terbangun dan keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air minum. Saat hendak berbalik, ditengah kegelapan malam, Syifa melihat ada bayangan yang berjalan melewati sofa. Keringat dingin mulai menghampirinya. Namun saat dirasa bayangan tersebut sudah menghilang, Syifa dengan cepat meneguk habis air dalam gelas tersebut lalu menyimpannya kembali. Saat hendak berbalik, bayangan tersebut berada dihadapannya. Syifa hendak berteriak namun satu tangan membekap mulut, Syifa

"Jangan berisik, ini gue, Luthfi" ucap, Luthfi dengan berbisik di telinga, Syifa. Saat dirasa, Syifa sudah tau, ia melepas tangannya dari mulut, Syifa

Syifa kemudian memukul dada, Luthfi. "Loh ngagetin gue" suara, Syifa bergetar karna menangis

"Loh nangis?" panik, Luthfi. "Sorry, gue ngga tau loh ada disini", Luthfi menghapus air mata, Syifa

"Loh ngapain disini?" tanya, Syifa saat sudah bisa menguasi dirinya

"Gue ngga bisa tidur" ujar, Luthfi. "Loh sendiri ngapain disini?"

"Gue juga ngga bisa tidur. Terus gue haus, ya udah gue kesini mau minum. Tapi gue dibikin kaget tadi sama bayangan disana", Syifa menunjuk ruang tamu. "Terus tiba-tiba loh ada di depan gue. Gimana ngga kaget gue" ujar, Syifa dengan rendah

"Maaf yah. Gue ngga bisa tidur. Jadi gue jalan-jalan" tukas, Luthfi, Syifa hanya mengangguk

"Belum ngantuk yah?" tanya, Luthfi, Syifa hanya mengangguk dengan pelan

"Mau temenin gue ngobrol?" tawar, Luthfi

Syifa sejenak menatap, Luthfi dalam kegelapan malam. "Hmm. Boleh. Di belakang aja tapi yah. Takutnya ganggu mereka. Kasian kan mereka lagi tidur" sahut, Syifa

"Ia" jawab, Luthfi

"Ayo", Syifa berjalan terlebih dahulu lalu diikuti, Luthfi di belakangnya

"Disini sejuk" ucap, Luthfi yang langsung duduk disalah satu kursi kosong disana

"Ia. Disini emang sejuk. Gue sama, Risa sering ngobrol disini. Adem" tukas, Syifa yang ikut duduk disamping, Luthfi

"Loh suka natap langit malam kan?" tanya, Luthfi menoleh kearah, Syifa

Syifa mengangguk dan tersenyum. "Soalnya indah banget kalau malam. Langit malam sejuk. Banyak bintang bertaburan" ucapnya dengan menghirup aroma malam dalam-dalam

"Tapi ngga suka ke pantai?" tanya, Luthfi lagi

Syifa mengangguk dengan gemas. "Sebenarnya sih bukan ngga suka. Cuma ngga terlalu suka aja" senyum, Syifa mekar dengan manis

"Karna ngga bisa berenang yah?", Luthfi terus menatap, Syifa

Syifa mengembungkan pipinya dengan gemas lalu mengangguk dengan pelan. Luthfi hanya tersenyum dan mengangkat tangannya mengusap kepala, Syifa. "Nanti juga bisa kalau mau belajar"

"Tapi gue ngga mau belajar berenang", Syifa menggeleng dalam usapan tangan, Luthfi di kepalanya. "Gue trauma" ucapnya dengan manja

"Trauma loh ngga akan hilang kalau loh ngga mau belajar" ucap, Luthfi dengan lembut

Luthfi menarik tangannya dari kepala, Syifa. Lalu menepuk pelan pundaknya menatap, Syifa. Syifa hanya mengerutkan keningnya karna tidak tau maksud, Luthfi. Luthfi kemudian menghela napas lalu meraih kepala, Syifa dan menyandarkan di pundaknya. Wajah, Syifa merah merona seketika. Untung saja, Luthfi tidak melihatnya. Entah sudah berapa lama mereka menghabiskan waktu disana, hingga, Luthfi berniat mengajak, Syifa untuk masuk

"Syifa? Ayo masuk. Ngga baik lama-lama diluar malam begini" ujar, Luthfi namun tidak ada balasan dari, Syifa

Luthfi menunduk untuk melihat lebih jelas wajah, Syifa. "Syifa?", Luthfi mengelus lembut pipi, Syifa dengan ibu jarinya. "Dia tidur?" gumannya

Luthfi mengedarkan pandangannya sejenak. "Kalau gue angkat, nanti dia bangun, kalau gue bangunin, kasian", Luthfi mengacak frustasi rambutnya

"Hmm. Biarin tidur disini aja kali yah", Luthfi melingkarkan tangannya ke bahu, Syifa agar, Syifa bisa tidur dilengan dan bahunya. Luthfi merapatkan jaketnya lalu merengkuh tubuh, Syifa agar tidak kedinginan

Saat, Luthfi hendak memejamkan matanya, ia melihat bayangan seseorang mendekat kearahnya. Luthfi sudah waspada, ia merengkuh tubuh, Syifa dengan erat

"Ngapain kalian berdua disini?"

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 😃
kembali lagi kak cuma gak pernah komen.. suka sama karya kka.. semoga sehat selalu,murah rezeki n diberi kelancaran setiap hajat yang kka ingin kan.. sukses selalu kak semangat berkarya..
Dimas Pratama
Luar biasa
Oke Santai
akhirnya, Risa yg slalu di buli kini udah punya pendamping.mereka yg slallu berdebat bisa jadi terikat.hebat.
Oke Santai
keren, asyiknya ketika mereka sedang bersama.ada saja yg bisa buat aku tertawa sendiri.ini hanya novel,namun kayak di dunia nyata.the besth karyamu thor.sangat menghibur.
Oke Santai
makin seru.
Oke Santai
wah gila banget.jadi tertawa sendiri ,dengar tingkah dan lawakan mereka ketika kumpul.keren Thor.
Oke Santai
Risa" lucu banget sih lho.
Oke Santai
,keren ,awal mula cinta yg tumbuh tanpa di sadari mengalir apa adanya,ya begitulah kisah kasih masa masa di sekolah.
Aquine: wkwkwk. benar lho
total 1 replies
Oke Santai
kisah kasih yg lagi tumbuh.seru.semangat Thor.
Oke Santai
masih menyimak Thor.
Aquine: ashiaapp
total 1 replies
Efryn Sinaga
alurceritanya ringan
Windha Winda
mencintai diam²... 😂😂😂😂
Surya Hasiholan
cerita dua duanya aja Thor.. hehehe .
Oktia Kurnianingrum
gak malu y 3 cewek jadi2an itu
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
FRENDY DAMANIK
gila sihhh.... ini seru bngttt
Millati
akhirnya ngaku juga...tpi kok nggk ditembak jdi pacar
Millati
pasti reza tuh yg ganggu
Millati
suka..baca mpe lewat tengah malam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!