NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Transaksi yang di lakukan oleh Mirna bersama dengan pasangan Riko dan Vina pun mulai di lakukan.

"Sayang, kenapa kamu menatap Jenny dengan tatapan seperti itu? Kamu gak suka kalau ia itu jadi pelayan mu mulai sekarang?" tanya Vina kepada anaknya yang terus menatap Jenny tanpa berkedip, ia hanya sekedar ingin memastikan. Karena ia tidak jika anaknya itu merasa tersiksa.

Vector terlihat menggeleng gelengkan kepalanya, hal itu ia lakukan untuk menjawab pertanyaan yang di ucapan oleh ibunya.

"Dan mulai malam ini dan juga seterusnya, kamu akan tidur di kamar anak ku. Untuk menemaninya saat tidur karena ia punya sebuah trauma!" jelas Vina sembari menatap Jenny dengan tatapan tidak suka.

Jenny membulatkan matanya setelah mendapatkan penjelasan dari Nyonya tempat dimana dirinya akan bekerja nanti. Lalu ia tampak menoleh ke arah Mirna dengan tatapan memohon, namun lagi lagi hanya kekecewaan yang Jenny dapatkan. Karena Tante atau Ibu tirinya itu malah memalingkan pandangannya ke arah lain.

Jenny nampak menundukkan wajahnya, bahkan air mata terus luruh dari ke dua pelupuk matanya.

"Aku sekarang hanya seorang pelayan, dan pastinya aku akan putus sekolah. Jika Tuan ku ingin aku menemaninya berangkat ke sekolah dengan baju pelayan, apa yang akan di katakan oleh teman teman ku? Terus di tambah lagi aku harus menemani Tuan ku itu 24 jam bahkan tidur pun aku harus menemaninya! Ya Tuhan, kalau sampai terjadi apa apa pada tubuhku bagaimana? Ya aku tahu kalau dia itu anak culun, polos dan juga baik. Tapi Ya tidak mungkin juga, jika ia tidak memiliki napsu. Sekarang aku hanya harus menerima takdir ku, yang awalnya seorang putri dari negeri dongeng, sekarang hanya posisi pelayan yang tidak berpendidikan." gumam Jenny dalam hatinya, bahkan ia juga terlihat mengusap air matanya yang sedari tadi keluar dari ke dua pelupuk matanya.

Mirna sendiri hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar, karena walaupun dirinya sangat membenci keponakannya, karena darah Antama mengalir di tubuh Jenny. Tapi, bagaimana pun juga Jenny tetaplah keponakannya, antara dirinya maupun Jenny juga ada hubungan darah yang berasal dari Kakaknya Miran.

Sungguh hal yang sulit untuk mendeskripsikan perasaan Mirna saat ini, antara benci, sayang dan juga kasihan semuanya menjadi satu saat melihat ke arah Jenny. Tapi, ia tetap memilih untuk menyelamatkan nyawa Kakaknya bagaiman pun caranya. Walaupun harus mengorbankan keponakannya.

Tidak mungkin juga Tuan muda Vector itu mau jika mempunyai pelayan yang sudah tante tante seperti dirinya.

"Nyonya Vina ... Apakah Jenny tetap boleh untuk melanjutkan sekolahnya? Atau ia harus keluar dari sekolah?" tanya Mirna dengan raut wajah datar.

"Jenny akan tetap bersekolah bersama dengan putra ku, walau pun aku sangat membenci Jenny karena kelakuan ayahnya yang sangat licik saat berbisnis. Aku tidak sejahat itu untuk menghancurkan masa depannya? Lagian kalau Jenny tetap bersekolah di sana, ia bisa melindungi anak ku yang selama ini selalu mendapatkan pembullyan karena anak ku itu terlalu polos dan juga culun. Karena aku baru saja browsing di internet dan media sosial SMA Taruna, jika Jenny termasuk dalam jajaran Siswi cerdas dan juga populer di SMA Taruna."

"Terima kasih banyak atas kemurahan hati Nyonya Vina," tutur Mirna sembari menundukkan kepalanya, sebagai simbol memberikan sebuah hormat dan rasa terima kasih yang mendalam.

Mendengar penuturan Vina, Jenny pun terlihat mendongakkan wajahnya. Bahkan seulas senyuman manis nampak tercetak jelas di ke dua sudut bibirnya.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!