Marni seorang gadis kampung yang tingal di kota bersama sahabat kecilnya.
seiring nya berjalan waktu gadis yang mempunyai sikap konyol dan ajaib itu berubah setelah iya menikah dengan seorang pria yang mempunyai kekurangan fisik.
" Aku mencintaimu tanpa melihat kekurangan mu.. dan aku akan selalu menunggu Cinta mu "
" Aku tidak tau kenapa tuhan mengirimkan gadis yang selalu membuat ku kesal..tapi seiring nya waktu gadis yang selalu membuatku marah seketika membuatku jatuh Cinta padanya "
" Terimakasih sudah mau menerima kekurangan ku.. aku menyayangimu "
Sebelum kalian membaca cerita ini alangkah baik nya kalian membaca Cerita sebelum nya dulu karna cerita ini adalah cerita terusan dari MDAM ya😊
Jangan lupa like coment and Vote !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akad nikah yang tegang.
JANGAN LUPA LIKE COMENT AND VOTE !!
Selamat membaca😉
🌹🌹🌹🌹
Gugup dan sedikit tegang itulah yang di rasakan pria tampan itu. Andrian tak mampu menahan rasa gugup nya apalagi setelah melihat sang calon pengantin wanita yang memasuki tempat ijab kabul akan di laksanakan.
Pria tampan berwajah dingin itu nampak terpukau melihat keindahan wajah cantik calon pengantin nya iya tertegun melihat Marni yang tampil cantik dengan Make Up tipis nya. " Astaga cantik sekali." Batin Andrian dengan mata yang seolah tak mau berpaling melihat sang calon istri.
Marni yang di tatap seperti itu oleh calon suaminya mendadak gugup apalagi tatapan Andrian yang berkesan tajam itu tak henti2 nya melihat ke arah nya. tapi tak bisa iya pungkiri meski Andrian duduk di kursi roda sekalipun itu tak mengurangi ketampanan pria yang akan menjadi suaminya itu.
" Ya ampun calon laki gue, ganteng banget jadi melelel gue, " Batin Marni sambil memegang jantung nya yang berdegup kencang.
" Ee.. jantung kalo lo ngak mau di ganti, plis ya jangan bikin gue malu di depan calon laki gue, " Batin Marni lagi merasa gelisah karna detak jantung nya tak beraturan seolah sedang mengadakan party jep ajep.
" Bagaimana apa bisa di lakukan sekarang ijab kabul nya? " Tanya pak penghulu yang berhasil membuyarkan lamunan sepasang calon pengantin itu.
Andrian langsung replek menjabat tangan sang penghulu. yang di balas dengan jabatan tangan juga oleh pak penghulu.
dengan satu tarikan nafas Andrian berhasil mengucapkan ijab kabul nya.
" SAH... !!
Ucap semua orang serempak. yang membuat Marni meneteskan air matanya karna terharu sedangkan Andrian langsung melirik gadis yang duduk di kursi di samping nya dengan tatapan yang tak terbaca.
Marni yang melihat itu langsung menghapus air matanya lalu mencium pungung tangan suami nya lembut. dan di balas kecupan di dahi oleh Andrian.
Asila dan sang Bunda tersenyum melihat Andrian yang sudah memiliki seorang istri apalagi istri nya itu adalah Marni gadis yang mereka pilihkan untuk melengkapi kehidupan sang pria galak itu.
Mak Ani menyengol tangan sang suami.
" Pak, jadi terharu ya.. liat anak bandel kita udah laku, " Ucap Mak Ani sambil mengosok idung nya yang sedikit merah karna mengeluarkan cairan jelli.
" Iya Mak.. ngak nyangka tuh anak bisa nikah padahal dulu bapak pernah nyangka tuh anak ngak bakalan laku , " Ucap pak Dadang yang mengingat anak nya itu tomboy dan hobinya yang suka manjat pohon orang.
" Hiss.. bapak kalo ngomong suka bener ih, " Ucap Mak ani lagi sepertinya kedua nya tak tau kalau obrolan mereka itu mengundang tatapan tak terbaca dari para tamu undangan yang menyaksikan acara akad nikah putrinya.
🌹🌹🌹🌹
Di kamar hotel.
Setelah kepulangan sahabatnya Sakira yang buru2 karna ketiga Twins Al yang menangis Marni langsung kembali ke kamar nya bersama pria yang sudah menjadi suaminya itu.
Marni nampak duduk sambil memijat2 kakinya karna lelah seharian berdiri, karna setelah selesai ijab kabul gadis yang baru melepas masa remaja itu sangat kewalahan menyalami para tamu undangan yang sangat banyak jelas banyak karna sang ibu alias mak Ani membawa sebagian warga kampung mengunakan mobil truck.
belum lagi dengan tamu dari kolega bisnis suaminya dan teman2 arisan sang ibu mertua yang kebanyakan nya adalah istri pejabat sungguh hari ini adalah hari yang paling melelahkan untuk Marni.
Setelah merasa lebih nyaman Marni langsung berjalan menghampiri laki2 yang sekarang berstatus menjadi suaminya itu.
" Abang mau ganti baju? atau mandi gitu? " Tanya Marni yang berhasil membuat pria tampan yang duduk di kursi roda itu tersadar dari lamunan nya.
" Emm.. iya.. ehh tidak.. " Andrian Cangung.
" Jadi yang benar mau apa tidak, " Tanya Marni satu kali lagi memastikan karna jujur saja gadis itu sudah merasa lengket dan sesak dengan baju yang dikenakan nya.
Andrian nampak kikuk jujur saja jika iya mengiyakan mungkin akan malu karna jujur saja meski sudah berusia matang pria tampaj itu belum pernah bersentuhan dengan wanita atau pun melebihi itu karna baginya semua itu hanya membuang2 waktu nya.
Tapi berbeda dengan sekarang kini dia sudah menjadi suami dan sekarang dia juga sudah memiliki seorang istri jadi mungkin iya harua membiasakan dirinya dari mulai sekarang.
" Iya.. saya mau mandi, " cicit Andrian akhirnya memutuskan meski persaan nya sekarang tengah bercampur aduk.
Marni membawa kursi roda sang suami ke depan pintu kamar mandi tak lupa iya juga membawa baju ganti untuk nya dan suaminya itu.
Perlahan tangan nya membuka gaun yang di pakainya dan menyisakan celana dalam dan bra berwarna merah yang terlihat berpasangan dan cocok di pakai di kulit putihnya.
Andrian ternganga melihat pemandangan di depan nya itu entah beberapa kali pria tampan itu mengerjap matanya meski iya tak pernah bersentuhan dengan wanita tapi iya juga pria normal.
Deg.. jantungnya berdegup kencang.
sedangkan Marni nampak biasa saja malah gadis itu sedikit berjongkok tepat di depan kepala sang suami untuk membuka kancing2 yamg ada di jas suaminya.
Jelas Andrian melihat dua gunung kembar istrinya yang nampak kenyal dan menggoda iman nya itu.
" His... " Batin nya resah.
Andrian mencoba untuk biasa saja saampai akhirnya Marni berhasil membuka saru persatu pakaian yang menempel di tubuhnya hingga menyisakan celana boker.
" Sini aku bantu, " Ucap Marni sambil membantu pria yang menjadi suaminya itu untuk masuk kedalam kamar mandi iya sedkit kewalahan karna tubuh kekar suaminya itu snagat berat namun tak iya pungkiri saat membantu membopong Andrian iya merasakan perasaan yang aneh pada dirinya apalagi setelah kulit nya bersentuhan dengan dada bidang suaminya.
" Ya ampun roti sobek nya, Bikin gue merinding.. aaa.. emak tolong anak gadis mu bakalan ngak perawan " Batin Marni yang sudah mulai ngeres.
🌹🌹🌹🌹
Bonus Upp😘
woi Mar kpan lo buka semua surat" sila biar tau misi apa yg di berikan padamu
kok jd warna putih
kayak nya gritanya bagus..😊😊😊