NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12.benih pemberontakan

Fajar menyingsing di Perbatasan Barat, tetapi kabut tebal menolak untuk pergi. Kamp militer Akademi Ksatria Kekaisaran gempar. Rombongan tim penyelamat yang dipimpin oleh instruktur akademi menemukan altar kuno dalam kondisi hancur berantakan. Jasad Komandan Kaelen Vance dan para ksatria elitnya ditemukan tanpa kepala, dengan zirah perak mereka yang hancur berkeping-keping.

Sesuai dengan perkiraan Ren, Julian van Asche ditemukan pingsan di dekat kamp dalam kondisi syok berat. Saat terbangun, dengan wajah pucat dan bibir gemetaran, Julian memberikan kesaksian yang persis seperti skenario yang diinginkan Ren: mereka diserang oleh "Monster Darah Kuno" bertubuh raksasa yang muncul dari dalam gua runtuh. Julian mengarang cerita kepahlawanan palsu tentang bagaimana dirinya mencoba bertahan sebelum akhirnya pingsan, demi menutupi rasa takutnya yang memalukan.

Pihak akademi tidak punya pilihan selain mempercayai kesaksian tersebut. Kehilangan seorang Komandan Ordo Perak adalah tamparan keras bagi Kekaisaran, dan misi perbatasan segera dibatalkan. Seluruh murid ditarik kembali ke ibu kota dengan pengawalan super ketat.

### Ruang Diskusi Rahasia

Satu minggu setelah kepulangan dari perbatasan, atmosfer di dalam Akademi Ksatria Kekaisaran berubah total. Kematian Kaelen Vance menciptakan kekosongan kekuasaan di faksi bangsawan, membuat mereka sibuk saling sikut untuk memperebutkan posisi pengaruh yang ditinggalkan.

Di sisi lain, faksi warga biasa yang selama ini ditindas mulai melihat secercah harapan. Di bawah tanah asrama nomor tujuh, di sebuah ruang penyimpanan logistik yang remang-remang, belasan murid warga biasa berkumpul secara rahasia.

"Kita tidak bisa terus-menerus menjadi tameng hidup para bangsawan di medan perang," ucap salah satu murid bertubuh kurus dengan nada frustrasi. "Misi perbatasan kemarin adalah buktinya. Jika bukan karena keberuntungan, kita semua sudah mati di sana."

"Benar. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak punya pemimpin, tidak punya koneksi, dan Mana kita tidak sekuat mereka," sahut yang lain, putus asa.

*Krieeet...*

Pintu kayu ruang bawah tanah terbuka lambat. Sesosok pemuda dengan jubah hitam melangkah masuk. Rambut perak abu-abunya yang berantakan membingkai wajahnya yang tenang, dan sepasang mata crimson-nya menatap tajam ke seluruh penjuru ruangan.

"Kalau kalian tidak punya pemimpin, maka aku yang akan menjadi pemimpin kalian," ucap Ren, suaranya berat dan bergema, seketika membungkam seluruh perdebatan di ruangan itu.

Para murid warga biasa tertegun. Mereka semua tahu siapa Ren—pemuda dari perbatasan yang berhasil mempermalukan Julian van Asche dan naik ke peringkat sepuluh besar dalam ujian taktis.

"Ren? Kau... apa maksudmu?" tanya seorang murid senior warga biasa dengan ragu.

Ren berjalan ke tengah ruangan, lalu menancapkan sebuah pedang besi standar ke lantai kayu dengan hentakan kuat. Menggunakan teknik *Blood Circulation* yang diperhalus, ia memancarkan sedikit tekanan energi kompresi tingkat tinggi yang membuat udara di dalam ruangan terasa berat dan padat.

"Bakat murni dan darah bangsawan yang mereka agungkan itu bisa dihancurkan," Ren tersenyum tipis, sebuah *smug* penuh percaya diri menghiasi wajah tampannya. "Aku akan mengajari kalian cara mengompresi Mana secara efisien, cara membaca titik lemah zirah mereka, dan cara bertarung untuk menang—bukan cuma untuk bertahan hidup."

Dari balik bayangan di dekat pintu, Lyra muncul sambil melipat tangan di dada, senyuman sinis terukir di wajahnya. "Aku sudah menyiapkan daftar logistik dan persenjataan tersembunyi yang bisa kita amankan dari pasar gelap. Yang kita butuhkan sekarang adalah sumpah setia kalian."

Para murid warga biasa saling pandang. Di mata Ren, mereka tidak lagi melihat sosok murid baru yang biasa; mereka melihat sesosok monster kalkulatif yang siap menantang seluruh tatanan Kekaisaran. Satu per satu, mereka mulai berlutut di depan Ren, menundukkan kepala mereka dengan rasa hormat yang murni.

**"Hahaha! Luar biasa, Ren! Kau sedang membangun pasukan domba untuk melawan para serigala perak!"** Crimson tertawa kegirangan di dalam benak Ren. **"Mari kita lihat seberapa cepat mereka bisa belajar cara mengalirkan darah musuh!"**

Ren mencabut kembali pedangnya, lalu menyarungkannya dengan gerakan lambat. Tatapannya beralih ke arah jendela kecil yang menghadap ke menara utama akademi.

"Mulai malam ini, faksi warga biasa di akademi ini tidak lagi tunduk pada siapa pun," desis Ren dingin, sepasang matanya berkilat merah intens di dalam kegelapan. "Kita adalah duri di dalam daging Kekaisaran."

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!