"Siapa yang bernama Nela di sini?" seru seorang perempuan yang berada di luar pintu toko bunga.
Semua karyawan di sana seketika menghentikan kegiatannya sembari menoleh kearah sumber suara tersebut.
"Mana perempuan yang bernama Nela itu!" serunya lagi dengan nada meninggi. "Aku, ada apa?" sahut Nela yang merasa namanya disebut sedari tadi.
Nela melangkah keluar untuk menghampiri perempuan itu, ia sendiri sama sekali tidak tahu dan tidak mengerti mengapa perempuan itu mencarinya.
"Ada apa mencari ku," tanya Nela saat berpapasan dengannya.
"Dasar perempuan murahan!" Amarah yang benar-benar membara sehingga tidak dapat menahan saat melihat Nela, perempuan itu tiba-tiba saja memberinya tamparan yang cukup keras.
Plakkk...
"Aw!"
Nela meringis sambil mengusap pipinya yang terasa panas dan sakit.
....Penasaran dengan kisah nya, ayo mampir... jangan lupa tap ⭐ 5. tinggalkan jejak mu dengan like komen dan vote ...
Terimakasih..
salam dari Author
Gadiis Nias
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Nias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 31
★★★
Keluarga pasien!!" panggil seorang suster keluar dari ruang tempat pembersihan luka yang di mana di sana Nela tergeletak lemas tidak berdaya.
Mendengar panggilan itu, Desman memalingkan pandangan namun ragu untuk berdiri menyambut sang suster tersebut.
"Keluarga pasien?" panggil suster itu sekali lagi.
"Kak," tegur Venny karena Desman tidak ada pergerakan sama sekali.
"Ah, i-iyah sus!" ucap Desman berdiri menghampiri suster dengan langkah yang masih ragu-ragu.
"Apakah anda keluarga pasien?" suster itu mendongak menatap wajah Desman, ada rasa kesal tersimpan di sorot matanya karena sedari tadi ia memanggil tapi Desman tak kunjung buka suara.
"Saya bukan keluarga pasien, tapi saya yang akan menjadi penanggung jawab!" sahut Desman menggaruk tekuk nya, ada rasa salah tingkah yang tidak bisa di hindari saat sorot mata suster itu bersitatap dengan nya.
"Baik, ini tagihan pengobatan pasien. Tolong anda selesaikan di ruang administrasi, setelah nya kami akan memindahkan pasien di ruang rawat!" pinta suster itu dengan tegas menyerahkan selembar kertas di tangan Desman yang bertuliskan resep dokter.
"Iyah sus, saya akan keruang administrasi sekarang!" jawab Desman mengangguk menerima kertas tersebut.
Setelah percakapan singkat dan padat antara suster dan Desman.
Kini, sang suster dengan wajah tegas berlalu pergi dari sana. Selanjut nya Desman juga melangkahkan kaki langsung menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan semua biaya pengobatan Nela.
"Ven, tunggu di sini. Kakak mau ke ruang administrasi dulu!" kata Desman berpamitan dan di anggukan setuju oleh Venny.
Venny mendengus sembari menyandarkan punggung di bahu kursi tunggu di depan pintu ruang pasien.
Tapi pikiran nya tidak tenang. Ia menerka-nerka, apa sebenarnya hubungan yang terjalin di antara Desman Nela?
Kenapa Desman begitu peduli, bahkan tadi saat Johan mengambil alih untuk membawa Nela kerumah sakit Desman menolak keras.
"Ada yang aneh dengan kak Des!"batin Venny sambil memejamkan mata nya."
Beberapa menit berlalu, Desman kembali setelah selesai di ruang administrasi. Ia menghampiri Venny lalu tersenyum.
"Ven kamu mau ikut kakak ke dalam, tidak??" tanya Desman membuyarkan lamunan Venny.
Venny membuka mata menatap wajah kakak nya.
"Ngapain sih kak ngurusin dia, mending kita pulang! Hubungi saja keluarga nya, biar mereka menemani nya di sini!" sahut Venny dengan cuek, ia sengaja menolak karena ingin mengetahui sejauh apa lagi kepedulian kakak nya terhadap Nela.
Desman mendengus lalu memalingkan wajah nya. "Nanti akan kakak ceritakan, sekarang ikut kakak dulu ke ruang rawat!" titah Desman menarik paksa tangan Venny sehingga dengan berat langkah Venny mengikuti namun raut wajah nya sama sekali tidak bersahabat.
Sesampai nya ke dalam ruangan rawat Nela, mata Desman menyapu seluruh ruangan dan tepat di atas hospital bed di sana Nela tergeletak masih tak sadarkan diri.
Tangan nya tertusuk jarum suntik, dan kepala nya terbungkus dengan kasa steril untuk membalut luka nya.
Desman menghampiri, namun wajah nya jelas terlukis sedih.
Mata sembab dan hidung memerah, menandakan ada bulir air yang akan terjatuh dari sudut mata nya. Menyesal, yah sungguh Desman menyesal karena semua terjadi atas perbuatan nya.
Seharus nya dia tidak terlalu gegabah menemui Nela, seharus nya dia tidak menghampiri saat tau Nela berlari menghindar pada nya.
Desman menyesal sangat-sangat menyesal, sehingga sampai tak sadar saat mata nya tertuju pada wajah damai Nela.
Suara isak tangis terdengar samar di telinga, membuat Venny yang masih menyimpan rasa penasaran semakin membawa nya ingin tau tentang apa yang terjadi dengan kakak nya itu.
"Kak Des!" panggil Venny menepuk pelan bahu sang kakak.
"Kita duduk sebentar!" titah nya menggenggam tangan Desman lalu mereka duduk di kursi yang kian tersedia di dalam ruangan tersebut.
"Nih, hapus air mata nya! Bahkan melihat kakak menangis, kakak seperti bukan kakak Venny yang sangat tegas!" ejek Venny menyunggingkan senyum sembari menyodorkan selembar tissue di depan Desman.
"Aku masih kakak mu yang tegas Ven, please jangan becanda!" sahut Desman dengan suara berat dan serak, meraih tissue dari tangan Venny dan mengelap sudut mata nya yang basah.
Venny mendongak lalu tersenyum, sementara otak nya tengah berputar untuk menyusun kata-kata mempertanyakan semua ini pada kakak nya itu.
"Ngapain menatap kakak seperti itu, Ven?" tegur Desman melempari secara asal tissue ke arah Venny yang tampak basah dan juga tergulung dalam genggaman tangan nya.
"Venny ngakak lihat kakak!" sahut nya menangkap gulungan tissue tersebut, lalu mengarahkan kembali ke dalam tong sampah yang tidak jauh dari tempat duduk nya.
Desman mengedikan bahu lalu kembali menoleh ke arah Nela.
"Kakak sedang tidak mood, tidak bisa meladeni mu untuk bercanda!" kata Desman datar sambil mencondongkan tubuh nya sedikit kedepan dengan kedua siku menompang di atas kedua pahanya.
"Ish, apa karena dia?" jawab Venny sedikit mencebik lalu menunjukkan satu jari nya ke arah Nela.
"Maksud mu, Nela?" kata Desman membenarkan kata Venny yang menyebut dia bukan nama Nela.
"Ya itu maksud ku, emang apa hubungan kakak dengan nya?" pertanyaan yang sedari tadi tertahan, kini Venny memberanikan diri bertanya dan berharap Desman menjawab tanpa memberi teka teki untuk di tebak.
Namun, Desman tak sempat menjawab. Mengingat pintu ruangan kembali terbuka, membuat perhatian mereka teralihkan.
Bersamaan mereka menoleh ke arah pintu dan mendapati Johan tengah melangkah masuk ke dalam ruangan.
Wajah nya datar dan tatapan nya dingin. Saat tubuh nya sampai ke dalam, hal yang pertama terlintas di pandangan mata nya yaitu wajah cemberut Desman yang tengah menatap nya tidak suka dan seperti menyimpan kebencian.
Desman seperti tak menginginkan kehadiran Johan di sana.
"Johan!" panggil Venny dengan suara kecil sembari menatap lekat wajah Johan yang tampan tapi terkesan dingin.
"Kamu lagi!" gumam Desman mendesis dan menggertakkan gigi nya.
Mau benci atau tidak suka dengan kehadiran nya, Johan tidak peduli.
Ia malah dengan santai berjalan ke arah hospital bed, dengan tatapan mata yang tidak berkedip ke arah wajah Nela.
Wajah nya pucat, rambut nya acak tak beraturan tapi kecantikan dan imut wajah nya tidak luntur. Nela cantik dan juga sempurna, lelaki mana yang tidak tertarik dengan kelebihan itu?
"Cih, pria ini sok angkuh!" pekik Desman geram karena merasa terabaikan oleh sikap Johan yang tidak menganggap mereka ada di dalam sana.
"Kak, kalem. Please!" tegur Venny menahan dada tegap Desman agar jangan sampai terbawa emosi dulu.
"Kakak harus mengusir nya, Ven!" Desman menepis tangan Venny lalu pergi menghampiri Johan----
Dan---
★★★
BERSAMBUNG...
desman dpt yg segel.
angga justru sebaliknya.
tapi kekuatan cinta yg tulus justru terasa mengalir antara nela dan angga.
seneng bgt aku ending nya bgini.
orh tulus kek nela nikah sm orang tulus seperti angga.
sdgkan buaya dan ular juga menikah. g taulah anknya apa nanti
🤣🙏🙏
nela anak yatim piatu, tapi dapat ortu angkat yg sayang sama dia.
setelah jungkir balik sama desman, finally ketemu angga yg green bgt 😍
selamat menempuh hidup baru Nela queen dan Angga.
bahagia selalu ya.
aku titip bunga ya kak Ros 😍😍