Alicia Sandra Hellypolter baru saja lulus SMA malah dinikah kan dengan pilihan ibu tirinya yang jahat. Alicia yang di kerap di panggil Cila yang sudah berharap agar bisa keluar dari keluarga Hellypolter malah berujung pergi ke neraka kedua bagi Cila. Padahal Cila sudah menderita di rumah nya sendiri ternyata Cila malah lebih menderita di rumah suaminya. Cila di campakkan oleh suaminya karena semua keluarga suami nya menganggapnya mandul padahal dirinya belum di sentuh oleh suaminya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak mell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
"Michael!!" Mark menatap tajam ke arah Michael.
"Aku ada urusan kak, aku pergi duluan Bye-bye. Dadah keponakan lucu ku" Michael langsung melesat pergi melihat tatapan sang kakak yang tidak main-main.
"Emma, Ethan" Panggil Alicia yang baru muncul di balik pintu.
"Mommy" Jawab Emma mendongakkan kepalanya melihat ke arah sang Mommy.
"Ada apa sayang?" Tanya Alicia mengelus kepala Putrinya.
Emma menggelengkan kepalanya. " Tidak ada mom. Apa Mommy baik-baik saja?" Tanya Emma menatap polos Alicia. Ahhh anak ini memang sangat manis.
"Putriku memang sangat perhatian" Kemudian Alicia membawa Emma kedalam gendongan nya. "Mommy baik-baik saja sayangku" Lanjut Alicia dengan mencium Emma dengan gemas. Beruntung sekali dirinya mempunyai anak selucu dan seperhatian Emma. Lalu Alicia membawa Emma masuk ke dalam kamar meninggalkan Mark dan Ethan.
"Bagaimana latihan mu tadi Boy?" Tanya Mark dengan basa-basi. Mark ingin mengelus kepala putranya tapi langsung di tepis oleh Ethan.
"Aku bukan anak kecil" Jawab Ethan. Yah Ethan merasa dirinya sudah dewasa dan bukan anak kecil. Tidak boleh ada yang memperlakukan nya seperti anak kecil, itu membuat harga dirinya langsung runtuh.
"Menyenangkan" Jawab Ethan lagi. Ethan akui bahwa latihan nya tadi bersama dengan Michael sangat di nikmati oleh nya. Ethan menyukai hal-hal yang baru yang mana membuat nya penasaran dan yang berbau dengan ekstrem.
Bersyukurlah Mark mendapatkan bibit yang unggul yang di karuniai anak dengan kepintaran di atas rata-rata.
"Mau berkuda juga?" Tawar Mark dengan menatap intens wajah putranya.
Ethan langsung menatap balik intens sang Daddy. Dalam hatinya tentu sangat tertarik dengan tawaran sang Daddy.
"Ehemmm....why not." Jawab Ethan dengan angkuh nya. Ethan benar-benar duplikat nya sewaktu kecil.
"Aku akan mengajari mu nanti boy" Mark tersenyum melihat putranya dan Ethan pun tersenyum tipis.
"Maaf, Tuan Mark. Nyonya dan Tuan besar menunggu anda ruang tamu" salah satu bodyguard datang menyampaikan pesan.
"Hmm..." jawab Mark dan bodyguard nya langsung pergi.
"Ayo kita turun Ethan, ada opa dan oma mu datang berkunjung ingin melihat kalian" Ucap Mark lagi. Ethan mengangguk kan kepalanya dan langsung berjalan dulu dari pada Mark.
Mark tidak membiarkan nya, Mark lalu menggandeng tangan putranya. Ethan tidak protes dengan apa yang di lakukan oleh Daddy nya karena ini menyangkut kedatangan yang di maksud oleh Daddy nya.
"Mark putraku" Catrien langsung berdiri melihat kedatangan Mark dengan seorang anak yang di gandeng nya yang sangat mirip dengan Mark.
"Ini pasti cucuku" Mata Catrien berkaca-kaca melihat Ethan. Catrien ingin mendekat tapi anak itu mundur sedikit.
Abraham pun terdiam melihat anak yang sangat mirip dengan putranya dengan menatap tajam ke arah Mark meneliti anak itu.
"Perkenalkan dirimu Ethan dan ini Oma Catrien dan opa Abraham. Orang tua Daddy" Ucap Mark sambil mengelus kepala putranya.
"Daddy..." lirih Catrien dengan memeluk lengan Abraham.
"Maaf opa, oma. Nama ku Ethan..."
"Ethan Jhaseon Darknees Dad. " Tambah Mark.
Ethan maju dan mendekati Abraham lalu mengulurkan tangan nya. Abraham yang tahu akan maksud Ethan langsung mengulurkan tangan nya juga. Abraham tersenyum tipis melihat ke sopanan Ethan.
"Ethan..." panggil Catrien. Air matanya luruh tidak tertahan. Banyak hal yang di pikirkan oleh Catrien tentang kedua cucunya. Selama ini dirinya begitu menantikan Mark menikah dan mempunyai seorang anak. Lalu kini telah terwujud semua itu walau belum ada penjelasan bagaimana kedua cucu nya bisa hadir dan sudah sebesar ini baru di publikasi kan.
Ethan melirik Catrien, hati kecilnya tidak tega melihat Catrien yang menangis. Kemudian Ethan Melirik Mark dan Mark langsung menganggukan kepalanya.
"Halo, Oma. Saya Ethan, senang bertemu dengan Oma Catrien" Ucap Ethan dengan tersenyum yang pertama kali di lihat oleh Mark.
"Boleh Oma memeluk Ethan?" Izin Catrien. Tentu Ethan langsung mengangguk kan kepalanya.
Catrien langsung memeluk Ethan dengan tangis nya yang pecah. Begitu terharu nya dirinya melihat Ethan. Sekaligus merasa sedih bagaimana kehidupan cucunya selama ini.
"Maafkan kami nak...hikss....hiks..." Catrien memeluk Ethan dengan erat.
"Tidak apa-apa Oma, semua sudah terjadi" Jawab Ethan yang mana membuat Catrien semakin terisak mendengar ucapan dari Ethan. Hatinya teriris tidak bisa membayangkan bagaimana cucu-cucu nya selama ini hidup sedangkan mereka bergelimangan dengan harta.
Ethan memang sangat dewasa di usia nya yang masih dini. Mark akui bahwa dirinya dulu tidak sedewasa Ethan. Atau mungkin karena keadaan yang memaksa Ethan untuk dewasa.
Ethan juga membalas pelukan Catrien dengan mengelus-elus punggung Catrien.
"Daddy..." Panggil Emma. Semua orang langsung meneloh ke arah Emma yang datang bersama Alicia. Emma dan Alicia menatap bingung ke arah dua orang paru baya kepada mereka.
"Cia! Emma! ini orang tua ku. Mommy Catrien dan Daddy Abraham" Mark memperkenalkan Catrien dan Abraham kepada Alicia dengan mendekati wanita itu lalu memeluk pinggang nya.
"Orang tua.." lirih Alicia menatap takut ke arah Catrien dan Abraham.
"Jangan takut sayang" Mark tahu bahwa Alicia saat ini ragu kepada ke dua orang tua nya.
"Daddy" lirih Emma dengan memeluk kaki panjang Mark.
"Perkenalkan dirimu little girl. Ini opa Abraham dan oma Catrien" jawab Mark dengan mengelus rambut Putrinya.
"Halo!" sapa Catrien dengan antusias dengan masih mata yang mengeluarkan air mata nya. Kebahagiaan yang dirinya rasakan tidak terbendung lagi.
"Halo Opa, Oma. Aku Emma, anak yang paling manis" Emma memperkenalkan dirinya dengan sopan dengan mendekati Catrien dan Abraham lalu menyalim keduanya.
"Dad, mom. ini istriku. Alicia"
"Kami sangat butuh penjelasan dari kamu Mark" Jawab Abraham dengan tegas.
"Mmm...boleh kah aku memeluk mu nak?" Tanya Catrien dengan ragu-ragu menatap Alicia. Wanita itu sangat cantik dan terlihat seperti wanita yang baik dan polos. Pantas putranya memilih Alicia sebagai wanita nya.
Alicia ragu tapi kemudian Alicia melihat ke arah Mark untuk menanyakan pendapat pria itu. Mark pun mengangguk kan kepalanya.
"I-iya, boleh" cicit Alicia. Melihat ibu dari Mark yang menangis, membuat hati nya tidak tega melihat nya.
Catrien langsung menghambur ke dalam pelukan Emma.
"Maafkan Putra ku Nak.." Catrien tidak bisa membayangkan bagaimana Alicia membesarkan kedua cucunya tanpa seorang suami.
"Maaf, tante. Semua sudah berlalu" Jawab Alicia dengan membalas pelukan hangat yang di berikan oleh Catrien.
"Kamu memang anak yang baik sayang"
Alicia lega melihat respon keluarga Mark kepada dirinya dan kedua anak nya. Ternyata mereka di sambut dengan baik. Padahal tadi dirinya begitu tegang dan terkejut tidak menyangka akan bertemu dengan kedua orang tua Mark yang bahkan tidak ada di pikiran nya sama sekali.