NovelToon NovelToon
Dahsyatnya SHOLAWAT

Dahsyatnya SHOLAWAT

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:418.2k
Nilai: 5
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"


Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.

Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.

Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.

Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.

Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.

Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.

GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUKA SANG AYAH

***SELAMAT MEMBACA

💚💚💚💚💚

JANGAN MENCARI YANG SEMPURNA, TAPI CARILAH YANG BANGGA MEMILIKIMU DAN TAK MENGHILANG SETELAH DIA TAHU KEKURANGANMU***

Setiap hari Gendis harus mengurus Iqbal dengan baik. Dari pagi sebelum berangkat kerja, Gendis harus menyuapi sarapan dan meminumkan obat yang harus diminum Iqbal. Pagi hari Gendis harus bekerja di kantor dan sore kembali lagi ke rumah sakit setelah pulang kantor untuk menemani Iqbal kembali.

Begitu setiap hari hingga Iqbal dinyatakan sembuh dan benar benar pulih.

Hari ini tepat satu bulan Iqbal berada di rumah sakit. Lukanya sudah membaik dan mengering, tulang lengan yang bergeser pun sudah kembali normal. Dada yang lebam akibat benturan pun sudah di Rontgen dan hasilnya pun tidak ada masalah karena hanya memar biasa. Dan nyeri itu akan hilang bila memar itu hilang. Gendis tulus dan ikhlas membantu Iqbal. Tidak ada sedikit pun rasa pamrih. Rasa cintanya yang begitu dalam kepada Iqbal sudah melupakan kesehatannya sendiri dan kesehatan janin yang ada dalam kandungannya.

Gendis sendiri akhir akhir ini merasa mudah lelah, mual dan pusing dan terkadang perutnya sakit yang melilit. Tapi Gendis tetaplah Gendis yang selalu diam menyimpan rasa sakit yang tengah dirasakan dengan alasan tidak mau membuat orang lain repot, terlebih Iqbal pun baru pulih dari masa pengobatannya.

Setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit, Iqbal pun tinggal di kontrakan Gendis, mereka memang sudah menikah secara siri tapi belum dilegalkan secara hukum. Iqbal masih menunggu restu dari orang tua Gendis karena perbedaan keyakinan.

"Wajahmu pucat Gendis, apa ada yang kamu rasakan? badanmu juga terlihat kurus? apakah anakku baik baik saja Gendis?" ucap Iqbal pelan dan lembut sambil mengusap usap kepala Gendis.

"Aku tidak apa apa iqbal, mungkin aku terlalu lelah, satu bulan menunggumu di rumah sakit membuat kondisiku menjadi sedikit kurang baik. Dengan istirahat pasti pulih kembali Iqbal. Kamu tenang saja, jangan terlalu khawatir dengan aku. Aku kan wanita yang kuat Iqbal." ucap Gendis lirih menahan nyeri disekujur tubuhnya.

"Aku buatkan susu hamil untukmu ya sayang, tapi langsung diminum? aku ingin memanjakan anak kita dengan membuatkan apa yang anakmu suka." ucap Iqbal dengan senyum merekah dan mengelus elus perut Gendis pelan.

"Iqbal kamu juga belum sembuh, tanganmu masih sakit, jangan dipaksa Iqbal. Nanti nyeri itu datang lagi." ucap Gendis pelan. Hatinya tidak tega menyuruh Iqbal memulai aktivitasnya. Lengannya sudah normal tapi belum pulih betul, bila terlalu banyak bergerak maka bisa bergeser kembali. Itu yang Gendis ingat, sewaktu dokter memberikan nasihat.

"Ini cuma membuat susu Gendis, bukan mengangkat mobil, jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu. Lagi pula tanganku harus di gerakkan biar gak kaku, kapan aku sembuh kalau hanya berdiam diri Gendis." ucap Iqbal sambil menuju dapur untuk membuat susu hamil istrinya. Iqbal membuat yang rasa strawberry, rasa kesukaan Gendis. Setelah jadi, ia berikan pada Gendis untuk langsung diminum selagi hangat.

"Ini enak Iqbal, rasanya pas sekali." ucap Gendis tulus.

Tiba tiba perutnya mual seperti ingin mengeluarkan isi perutnya. Dengan cepat Gendis pun berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya itu. Baru melangkah ke lantai kamar mandi Gendis terpeleset dan jatuh.

Bug....

"Arghhhhhwwww ....." jerit Gendis kencang.

Mendengar suara benda yang jatuh sangat kencang dan teriakan keras Gendis pun, Iqbal langsung berlari menuju kamar mandi. Iqbal melihat Gendis sudah terduduk lemas dengan berpegangan pada bak mandi.

"Gendis kamu kenapa sayang? kita ke dokter ya sayang. Kamu kuat kan bonceng aku. Gendis jawab aku jangan diam saja, aku bingung Gendis." ucap Iqbal keras.

"Sakit bal, perutku sakit sekali, melilit bal, aku gak kuat berdiri." ucap Gendis pelan dan menangis menahan rasa sakit diperutnya.

Seketika Iqbal pun tersadar, Gendis sedang hamil dan bagaimana bila terjadi apa apa.

"Ayok Gendis, pegangan aku, aku gendong ya." ucap Iqbal.

"Iqbal tangan kamu sayang belum sembuh." ucap Gendis.

"Tidak usah perdulikan aku Gendis, yang penting kamu dan anak kita." ucap Iqbal sambil menggendong Gendis ke kamar tidur.

Iqbal menahan sakit pada lengannya, nyeri dan ngilu pada tilang tulangnya. Iqbal menahan sakitnya demi Gendis.

"Iqbal perutku sakit sekali. Ini di paha ku seperti ada yang basah, tolong lihat Iqbal, aku takut terjadi apa apa dengan kandunganku." ucap Gendis lirih dan meringis menahan sakit.

Iqbal pun menuruti permintaan Gendis dibuka rok Gendis dan benar ada darah di sekitar pangkal paha dan celana dan Gendis.

"Gendis itu ada darah, sangat banyak sekali, kita ke bidan sekarang. Tunggu aku panggil bidannya saja, aku pergi dulu sebentar ya." ucap Iqbal cemas, panik dan gugup. Iqbal benar benar bingung, kalut dan stres.

Iqbal pun pergi memanggil bidan untuk memeriksa Gendis.

"Jadi bagaimana keadaan Gendis Bu bidan?" ucap Iqbal.

"Maaf Pak Iqbal dengan berat hati, saya katakan, janin bapak tidak bisa diselamatkan. Gendis keguguran, dan ini harus dilakukan tindakan kuret agar rahim betsih dan siap dibuahi kembali, tapi sepertinya dirahimnya ada yang mengganjal. Apa sebelumnya Gendis pernah keguguran?" ucap bidan bertanya kepada Iqbal.

Duuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrrr........

Deg......

Deg......

Deg......

"Pernah Bu bidan sekitar tigaa bulan yang lalu. Tapi tidak dikuret." ucap iqbal pelan.

"Mungkin itu sisa janin terdahulu belum keluar semua Pak, jadi Gendis sering mengeluh sakit perut. Besok bawa ke rumah sakit untuk ditindak ya." ucap Bu bidan.

"Baik Bu bidan, terima kasih." ucap Iqbal lemas.

"Kamu dengar sendiri Gendis anak kita tidak selamat, itu karena aku lalai menjagamu Gendis. Aku berdosa lagi Gendis, menghilangkan nyawa anakku sendiri untuk kedua kalinya Gendis, apa Allah SWT akan mengampuniku Gendis." ucap Iqbal denga jeritan tertahan, tapi tidak dengan tangisannya uang sudah pecah sejak kepergian bidan tadi.

"Iqbal maafkan aku ya, aku yang salah, mungkin kalau aku tidak berlari, kejadian ini tidak mungkin terjadi." ucap Gendis tak kalah histeris.

"Sudahlah Gendis, aku ayahnya, seharusnya aku yang menjagamu dan menjaga anak kita. Aku lalai Gendis, aku lalai Gendis. Ampuni aku Ya Allah..." ucap Iqbal dengan tulus.

ANAK KITA TIDAK SELAMAT GENDIS, ITU GARA GARA AKU, KAMU KELELAHAN MENJAGAKU, SEHINGGA KAMU SAKIT, DAN KAMU TETAP MENGURUS AKU, HINGGA KAMU TIDAK MEMPERDULIKAN KESEHATANMU SENDIRI DAN ANAK KITA, DAN KAMU TERPELESET KARENA KAMU SAKIT . SEHARUSNYA AKU MEMBIARKANMU DIKASUR, WALAUPUN MENGELUARKAN ISI PERUTMU DIKASUR ITU LEBIH BAIK, DARIPADA SEPERTI INI KEJADIANNYA !!!!!! AKU BODOH, AKU SUAMI BODOH!!!!!!

BELUM CUKUPKAH UJIAN YANG DIBERIKAN UNTUKKU.

FLASHBACK ON

WAKTU ITU SANGAT TERBATAS DAN KARENANYA BERHARGA, MAKA JANGAN SIA SIAKAN. JUSTRU MANFAATKAN WAKTU YANG ADA UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN AKHIRATMU.

------------------------------------

TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA

JAZAKALLAH KHAIRAN

💚💚💚💚💚

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!