NovelToon NovelToon
Riana'S Revenge

Riana'S Revenge

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Romansa / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:256.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Lelah dibully, Riana membuat video pengakuan jati dirinya yang merupakan anak terbuang seorang pengusaha sekaligus saudara tiri aktris yang tengah naik daun.

Namun nahas, dia mengalami kecelakaan setelah video tersebut viral.

Tapi sepertinya, keberuntungan masih ada ditangan Riana. Dia terbangun dalam tubuh orang lain setelah dia mengalami kecelakaan. Seperti diberi kesempatan kedua, menggunakan tubuh Ananta, Riana membalas orang-orang yang telah jahat padanya.

Dengan bantuan bodyguardnya yang bernama Rayan, Riana membalas orang-orang yang telah menyakiti dia dan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Dewi menatap nanar makanan di hadapannya. Tangannya hanya bergerak mengaduk makanan tersebut, tanpa ada niat memasukkan ke dalam mulut. Tak pelak, Bi Jul yang sedang sarapan dengannya, melayangkan pertanyaan.

"Kamu sakit, Wi, kenapa gak dimakan?" tanya wanita paruh baya tersebut.

Dewi menggeleng, "Aku rindu putriku, Mbak," sahutnya dengan mata berkaca-kaca. Sudah seminggu ini dia tidak datang ke rumah sakit karena dilarang oleh Ananta. Gadis itu tidak memberitahu alasannya, hanya tidak mengizinkannya keluar dari rumah ini untuk sementara waktu.

"Coba kamu minta izin lagi, siapa tahu diizinkan."

Dewi menggeleng, "Tadi malam udah sempat ngomong sama Non Nata, tapi gak dibolehin."

"Coba ngomong sama Bapak, mumpung masih sarapan, belum berangkat ke kantor."

Dewi mengangguk, sepertinya, dia memang harus mencoba saran dari Bi Jul.

"Sekarang, mending kamu makan," lagi, Bi Jul memberi saran. Meski baru kenal, keduanya langsung dekat, mungkin karena Dewi sangat baik dan rajin, makanya Bi Jul langsung suka padanya. "Biar nanti kalau dapat izin keluar, kamu bisa langsung ke rumah sakit, karena perut sudah diisi."

Dewi menyeka air mata dan menyusut hidung, segera memakan makananya. Dia harus tetap sehat demi Riana, karena hanya dia yang putrinya itu punya.

Setelah Pak Yakub dan Ananta selesai sarapan, Dewi dan Bi Jul membereskan meja makan. Melihat Pak Yakub keluar dari kamar dengan tas di tangannya, Bi Jul langsung memberi kode pada Dewi.

Dengan langkah sedikit tergesa-gesa, Dewi menyusul langkah Pak Yakub yang berjalan menuju ruang tamu

"Permisi, Pak," panggil Dewi saat jarak mereka sudah agak dekat. Dia menunduk sopan saat majikannya itu berbalik, sedikit gugup, takut tak diberi izin.

"Iya, ada apa, Wi?"

"Sa-saya mau minta izin. Saya ingin keluar sebentar, ke rumah sakit, menjenguk anak saya."

"Gak bisa." Bukan Pak Yakub yang menyahuti, melainkan Ananta yang saat itu tak sengaja mendengar ucapan Bu Dewi. Kebetulan, dia juga hendak berangkat ke kampus. "Ibu di rumah saja untuk sementara waktu," khawatir terjadi apa-apa jika ibunya keluar. Dia yakin, jika saat ini, Bima sedang mengincar ibunya. Tidak ada orang lain yang lebih pantas dicurigai selain ibunya dalam kasus mengambilan paksa sampel darah pria itu. Kemarin, hasil tes DNA sudah keluar, hasilnya 98 persen menyatakan, jika Bima adalah ayah biologis Riana.

"Maaf, Non, tapi saya rindu sekali dengan Riana. Tolong izinkan saya keluar, hanya sebentar," Dewi mengiba. "Saya hanya ingin melihatnya, setelah itu pulang." Dia tak kuasa menahan air mata. Semalam, dia mimpi buruk tentang Riana, takut terjadi apa-apa pada putrinya tersebut.

"Ya sudah, saya izinkan, pergilah," ujar Pak Yakub.

"Enggak!" Ananta menarik lengan Bu Dewi. "Untuk sementara waktu, Bu Dewi gak boleh kemana-mana." Riana tak ingin kecolongan. Dia tahu seberapa licik dan kejam Bima.

"Kamu itu kenapa sih, takut banget Bu Dewi ke rumah sakit?" Pak Yakub menatap curiga ke arah putrinya.

"Aku... aku.. aku hanya," Ananta bingung mencari jawaban.

"Kebetulan saya mau ke rumah sakit, kamu pergi saja dengan saya," tawar Pak Yakub.

"Ayah mau ke rumah sakit?" Ananta mengerutkan kening. "Ayah sakit?" Dia memegang kedua lengan ayahnya, menelisik dari atas ke kebawah. Khawatir, itu yang terpancar dari matanya. Dia menyayangi Pak Yakub meski bukan ayah kandungnya, karena pria itulah yang telah membuat dia merasakan kasih sayang seorang ayah.

Pak Yakub tersenyum, tangannya bergerak menyentuh kepala Ananta. "Ayah baik-baik saja, hanya ingin menjenguk teman yang sakit, sekalian ingin menjenguk Riana."

Dewi terkesiap mendengan Pak Yakub ingin menjenguk Riana. Sementara Ananta, matanya berkaca-kaca, terharu. Ayah kandungnya saja tak mau menjenguknya, tapi Pak Yakub, pria yang bukan sesiapanya itu, malah ingin menjenguknya.

"Bolehkan, Wi, aku menjenguk anak kamu?"

Dewi langsung mengangguki pertanyaan majikannya tersebut.

"Kamu kenapa?" Pak Yakub mengernyit melihat mata Ananta yang berkaca-kaca.

"Aku sayang ayah." Ananta memeluk ayahnya, tangisnya pecah dibalik punggung pria itu. Pak Yakub sampai heran dengan tingkah aneh putrinya pagi ini.

...----------------...

Setelah bersiap-siap, Dewi pergi ke rumah sakit bersama Pak Yakub dan Andi. Wanita itu agak grogi saat Pak Yakub memintanya duduk di belakang, bersebelah, dengan dalih ada hal yang harus mereka bicarakan.

"Aku dengar, dulu kamu pernah bekerja di rumah Bima Prasetya."

Dewi kaget mendengar kalimat Pak Yakub. Dia yang awalnya menunduk, menoleh ke arah pria itu.

"Jadi, apa yang dikatakan Riana dalam videonya yang viral itu, benar?" tanya pria itu lagi. Anak buahnya telah berhasil mencari tahu tentang kehidupan Bima 20 tahun yang lalu. Dari salah satu pekerja yang pernah bekerja rumah itu, mereka mendapat keterangan jika Dewi pernah bekerja disana, tapi kemudian dipecat dengan alasan hamil.

Dewi tak berani menjawab, dia hanya menunduk dalam, sampai dikagetkan dengan dering ponsel di dalam tasnya.

"Angkat saja," titah Pak Yakub.

Dewi mengangguk, mengambil benda pipih yang berada dalam tasnya tersebut lalu menjawab panggilan dari rumah sakit. Wanita itu syok saat pihak rumah sakit mengabarkan akan segera melepas semua alat penunjang kehidupan untuk Riana jika Dewi tidak menambah deposit. Mereka bilang, Bima sudah menyatakan angkat tangan soal biaya pengobatan Riana. Mereka juga memberitahu jika Bima hanya sekali saja memberi deposit, jadi masih ada tunggakan biaya rumah sakit atas nama Riana.

"Tolong jangan lakukan itu dulu, saya mohon. Saya akan segera membayar tunggakan dan menambah deposit." Meski tak tahu uangnya dari mana, Dewi tetap memohon.

"Ada apa, Wi?" tanya Pak Yakub. Penasaran dengan siapa Dewi bicara, kenapa sampai terlihat cemas seperti itu.

"Rumah sakit bilang, akan menghentikan pengobatan untuk Riana," jawabnya dengan suara bergetar, menahan tangis.

Pak Yakub mengambil alih ponsel yang dipegang Dewi. "Teruskan pengobatan Riana, saya akan menanggung biayanya." Dia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Lima belas menit lagi, saya sampai di rumah sakit. Saya akan melunasi tagihan dan membayar deposit." Setelah mendapatkan kepastikan dari pihak rumah sakit, Pak Yakub memutuskan sambungan.

Dewi menatap nanar pria yang duduk di sebelahnya. "Bapak yakin, mau membayar biaya pengobatan Riana?" tanyanya, memastikan.

Pak Yakub mengangguk. "Kamu tenang saja." Dia meraih tangan Dewi lalu menggenggamnya. "Saya yang akan menanggung semua biaya rumah sakit Riana."

Dewi makin terisak, tak menyangka jika Tuhan mempertemukan dia dengan pria sebaik Pak Yakub.

"Sekarang katakan pada saya yang sesungguhnya, apa benar jika ayah dari Riana, adalah Bima Prasetya?"

Bima sudah mengingkari janjinya untuk menanggung biaya pengobatan Riana, jadi tak ada alasan lagi dia memenuhi janji untuk tutup mulut. "Ya, bajingan itu ayah kandung Riana. Dia menikahi saya secara siri untuk mendapatkan keturunan yang nanti akan diakui sebagai anaknya dan Soraya. Namun Soraya tiba-tiba hamil, lalu meminta Bima segera menjatuhkan talak kepada saya."

Pak Yakub mengepalkan tangannya, dia tak menyangka jika Bima yang terlihat sangat baik, sosok family man, ternyata tak seperti yang terlihat.

1
Mama Gezkara
kak othor...karyamu bagus banget .. ceritanya gak bertele tele... tokohnya juga keren... romantis ..dan pokoknya aku sukaaaa bangeett
LENY
keren👍
LENY
NATA BNYK YANG SAYANG DAN CINTA. ARGA DAN RAYAN CINTA NATA.
LENY
RIANA INGAT PESAN NATA DIA TITIP KELUARGANYA
LENY
SEDIH 😥😥😥
LENY
DUH SEDIH NYA KL NANTA MENINGGAL 😥😥
LENY
RIANA SADAR
LENY
YA NATA PERGI RIANA SELAMAT SIUMAN 😥😥
LENY
MAMPUS KAMU BIMA SEKELUARGA IBLIS SEMUA😡
LENY
SATU KELUARGA IBLIS SEMUA BIMA SORAYA ANGEL. BPK IBU ANAK BENAR2 SETAN 😡
LENY
NAMA ANGEL KELAKUAN SETAN
LENY
TERIMALAH KARMA MU ANGEL IBLIS😡
LENY
BAPAK DAN ANAK SAMA2 IBLIS😡😡
LENY
WAH KASIHAN BENER KL RAYAN SAMOE DIUSIR DIPECAT KSN DIA LG DISURUH NANTA JALANIN PERINTAH NANTA🙈
LENY
SAATNYA BALAS DENDAM RIANA👍
Nova Silvia
angel punya saingan,,lest go peranini dl status lu skg buat jatohin angel
Nova Silvia
yo kita blas dendam dgn cantik
Nova Silvia
.rayan sengaja ga cukuran biar ga di ganggu ma ciwi²
Nova Silvia
waah kudu bales dendam ni mah
kriwil
balik kejiwa nya lagi kan bisa knp harus mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!