Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.
Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.
===
“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --
“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --
Follow IG : dtyas_dtyas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31 ~ I Love You Sarah
Arya mengikis jarak dan melum4t bibir Sarah dengan tangan menahan tengkuk wanita yang sudah sah menjadi istrinya, tidak ada gerakan pelan apalagi malu-malu. Selain Sarah sudah sangat siap dan dewasa, Arya bocah mesum yang sudah menantikan hal ini sejak ijab kabul selesai.
Bahkan sempat berharap keluarga dan yang hadir menyaksikan pernikahan langsung bubar setelah saksi mengatakan mereka sudah sah menjadi suami istri.
“Ar-ya,” ucap Sarah saat pagutan mereka terurai. “Apa aku perlu mengganti lingerie agar kamu lebih ….”
“Untuk sekarang tidak perlu, kamu pakai daster juga tetap menggoda. Nggak lihat si Aryo udah tegang sempurna.”
“Siapa Aryo?” tanya Sarah heran. Apa mungkin suaminya memiliki saudara kembar.
“Aryo itu belut listrik, nih pegang aja.” Arya menunjuk ke bawah, di mana aset pribadinya terlihat menonjol dalam boxer yang dikenakan. Sarah berdecak kesal karena ketidakjelasan suaminya.
Arya kembali menyesap bibir Sarah tidak memberikan kesempatan untuk wanita itu bicara. Rasanya tubuh Arya sudah terbakar dan mungkin siap meledakan sesuatu. Tanpa melepaskan pagutannya, tangan Arya terampil melepaskan dress yang dikenakan Sarah hingga menyisakan hanya pakaian dalam saja dan mereka sudah berbaring di ranjang.
Bukan hanya Arya yang sudah terbawa suasana, Sarah pun sama. Keduanya menikmati dan mencari kepuasan dengan pagutan panas, apalagi tangan Arya mulai menyentuh bagian sensitif tubuh Sarah dan dengan pelan melepaskan penutup tubuh berenda.
“Aaahh.” Sarah mendessah pelan saat tangan Arya mulai menyentuh aset kembar milih Sarah dan bibir Arya yang perlahan turun merasakan dua gundukan yang sudah membusung menggodanya. Sarah hanya bisa memejamkan mata merasakan sensasi menyenangkan yang baru pertama kali dia rasakan.
Rasanya semakin menggila saat Arya semakin turun ke bawah dan melepaskan sisa penutup tubuhnya membuat Sarah polos tanpa sehelai benang pun. Tatapan Arya penuh damba dan bergairah. Namun, Sarah dibuat heran saat Arya kembali mensejajarkan tubuhnya. Masih dalam posisi mengungkung tubuh Sarah, Arya berbisik mengucapkan doa. Hati Sarah menghangat ternyata suami bocahnya menunjukan kedewasaan dengan tidak grasak grusuk.
“Berdoa dulu sayang, mana tahu yang ini langsung jadi kecebong Arya junior.”
Arya kembali turun ke bawah sana, mulai menyentuh, membelai dan merasakannya membuat sang istri melenguuh dan meremmas sprei dengan kedua tangan saat merasakan sesuatu yang hangat menjelajah di bawah sana.
“Ahh, Aryo ayo beraksi. Udah nggak tahan,” gumam Arya lalu melepaskan boxernya. “Sayang, mau kenalan nggak sama aryo sebelum dia melaksanakan tugasnya,” ujar Arya sambil terkekeh sedangkan Sarah hanya menatap senjata pamungkas milik Arya. Wanita itu tidak bisa menilai apakah milik suaminya termasuk besar atau tidak, baru kali ini dia melihat langsung sesuatu yang sangat dibanggakan oleh kaum pria.
Sarah sudah pasrah ketika Arya memposisikan tubuhnya bahkan kedua kakinya sudah terbuka lebih lebar.
“Tahan ya, nggak tahu deh sakitnya macam mana. Yang jelas kita bakal keenakan.”
Sarah hanya bisa menggigit bibirnya saat merasakan sesuatu mulai merangsek masuk ke bagian inti tubuhnya dan mulai menjerit pelan saat Arya menghentak berusaha membenamkan seluruh miliknya.
“Tahan sayang, hampir sampai.”
Sarah memekik sambil mencengkram bahu Arya ketika belut listrik bernama Aryo sudah berhasil terbenam sempurna. Arya menatap wajah istrinya yang harus rela merasakan sakit di awal demi memuaskan dan melayani dirinya. Dari ujung mata Sarah terlihat cairan bening yang lolos merembes dan siap turun.
“Maaf,” ujar Arya menghapus air mata istrinya. “Masih sakit?”
“Hm.”
Setelah dirasa miliknya sudah bisa menyesuaikan diri dengan sarang barunya, Arya pun mulai bergerak. Pelan dan lembut karena menyadari Sarah masih merasakan sakit. Suara yang keluar dari bibir Sarah awalnya rintihan, tapi perlahan berganti menjadi lenguh4n kenikmatan membuat Arya semangat untuk bergerak lebih kuat dan agak cepat.
“Oh, Sarah … ini nikmat luar biasa.”
Awalnya Arya menduga Sarah mungkin sudah tidak per4wan, mengingat umur wanita itu dan mungkin sudah pernah melakukan dengan mantan kekasih atau bahkan Felix. Namun, respon dan gerakan amatir dari keduanya menunjukan kalau mereka sebelumnya adalah perawan dan bujang.
“Aahhh, Arya ….” Dessah Sarah saat suaminya berhasil membuat dirinya melayang dan mendapatkan kenikmatan tiada tara dan belum pernah dirasakan. Dia sudah meledak lebih dulu dan menikmati sensasi kenikmatan dengan deru nafasnya.
Arya sangat menikmati penyatuan mereka malam ini. Merasakan sendiri adegan yang pernah dilihat dalam film. Bukan hanya bangga bisa mendapatkan mahkota seorang wanita bernama Sarah Alesha, bisa membuat wanita itu melayang bahkan mendapatkan pelepasannya membuat Arya merasa menjadi pria sejati.
Merasakan ia pun sudah hampir sampai, Arya bergerak semakin cepat membuat keduanya mengeraang dan mendessah tidak karuan. Sampai akhirnya Arya mengejang lalu mengerang panjang menumpahkan cairan cintanya di dalam tubuh Sarah.
Masih dengan nafas memburu, Arya menempelkan keningnya pada kening Sarah.
“Sarah, i love you. Really really love you. Terima kasih sudah menjaganya dan mempersembahkannya untukku.”
Alih-alih Sarah akan membalas pernyataan cinta Arya, wanita itu mengalungkan tangannya pada punggung polos dan kekar sang suami.
“Berjanjilah jangan meninggalkan aku. Hidupku sudah sepenuhnya milikmu.”
“Hm.”
“Kamu bisa pindah nggak? Lama-lama berat,” ujar Sarah sambil mendorong pelan tubuh Arya.
“Ck, merusak suasana banget. Seharusnya kita kembali berciuman dan mengulang lagi adegan tadi.”
“Nanti lagi. Kamu sih enak, tapi ini aku sakit.”
“Sakit tapi enak. Nanti kamu bakal minta dikunjungi terus oleh Aryo,” ujar Arya sambil terbahak.
pantesan dapet menantu Rama sama kelakuannya 🙉🙉🙉