Persahabatan dan cinta. Ketika seorang fifi berpacaran dengan ega, ia sangat terbuka dengan sahabatnya, nami. mereka bersahabat sedari kecil dan saling melindungi dan mendukung satu sama lainnya.
Jika seorang nami di kabar kan menjalin hubungan dekat dengan ega juga. Apa fifi akan percaya itu? dan disitulah hubungannya dengan ega dipertanyakan.
Tentang kekuatan cinta dan kekuatan persahabatan. Apapun yang terjadi akan menguatkan hubungan itu.
Tentang Cerita di masa SMA. Pertemanan dan persahabatan.
Baca kisahnya disini, di Cinta Anak SMA (FEN)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Lestaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih tentang berita 2
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Emm," Mark menggantung gumamannya menatap satu persatu pendengarnya yang sepertinya sangat pensaran itu.
"Lanjut kak," ucap fifi yang tak kunjung mendengar jawaban dari Mark.
"hehe, sorry sorry," balas Mark dengan menggaruk rambutnya yang tak gatal. "Sepertinya ada yang dendam sama diantara kalian bertiga deh, seperti misal kalian ditembak orang terus kalian tolak gitu, ada gak?" lanjut Mark kemudian.
"Hah," semua terbengong dengan jawaban yang simpel itu. Tapi siapa? Ega dan Fifi kemudian saling bertatapan, lalu tatapan mereka berpindah dan jatuh kearah Nami. Nami kaget dan bingung karena ditatap oleh keduanya.
"Eh, gak gue juga kalik fi, ga. Lagi pula gak ada yg nembak aku, kalo pun ada pasti dah aku tolak lah dan lo juga pasti tau kalo aku nolak cowok lagi," ucap nami. Fifi pun mengangguk-angguk.
"Iya juga ya, kalo lo nolak cowok gue juga dah tau. Tapi kan banyak amat yang dah lo tolak, emang gak ada yang dendam gitu?" tanya balik fifi tanpa tau Ega, Mark dan Kara mendengarkan dengan seksama.
"Gak lah, temenan ya fine-fine aja. Lagian gak da yg cocok kok," ucap Nami. Sementara Ega menepuk pundak Mark memberi semangat, sepertinya seniornya ini akan ditolak sebelum berjuang.
"Trus siapa?" tanya fifi bingung. Namun pandangannya kemudian terarah menatap mark di samping ega, ia nampak lesu. Fifi menyatukan kedua tangannya sebagai isyarat minta maaf pada mark, dan mark mengangguk mengerti.
"Gue baru inget," ucap ega kemudian. Ia lalu menatap Mark dengan seksama.
"Kenapa lo ga?" tanya Mark merasa aneh dengan tatapan ega yang mengarah padanya.
"Eh, tunggu dulu. Gue ga tau arahbpembicaraan kita deh. Tolong donng kasih tau gue," potong kara yang tak tau apa-apa. Mereka berempatpun menghela nafasnya. Fifi yang berada disamping kara menjelaskan dengan detail kecurigaan mereka. "Oh jadi gitu. Jadi beritanya cuma hoax ya. Syukur deh. Trus siapa yang nyebarn coba?" lanjut Kara.
"Ini juga lagi diomongin Karrrr," ucap Mark gemas dengan mantan pacar temannya itu. Apalagi tatapan ega yang masih mengarah padanya.
"Yaudah lanjutin aja ga. Menurut lo siapa?" tanya nami setelah semuanya disini tau dimana arah pembicaraan mereka.
"Adek lo bang," ucap Ega masih menatap kearah mark.
"Hah Ara?" tanyanya kaget dan bingung.
"Mungkin juga sih, dia kayaknya dah dari dulu suka sama ega kak," lanjut nami mengingat-ngingat bagaimana Ara selama ini.
"Ara ya," guman fifi.
"Eh, jangan asal nuduh ya tapi," ucap Mark.
"Gak lahh bang. Cuma perkiraan, soalnya belom lama ini dia bilang suka sama gue," ucap Ega lagi.
"Haahhhh," Fifi, Nammi, Kara dan Mark kaget dan terbengong. Secara mereka kan tau, kalau ara pasti dah tau jika ega dah punya pacar.
"Iya," ucap Ega. Kemudian ia mulai menceritakan kejadian saat dirinya dimintai tolong oleh gadis itu. Dan pernyataannya. Semuanya pun mengangguk-angguk mengerti.
"Oh, berarti alesannya itu yng buat dia gk semangt kayak dulu," guman Mark pelan namun dapat didengar oleh ke empatnya.
"Trus kita apain nih bang. Dia kan adik lo, tapi kok gitu amat sih bang," ucap kara kesal.
"Eh, gue minta tolong sama kalian. Jangan apa-apain adek gue ya, gue tau dia salah. Tapi gue coba omongin ma dia baik-baik. Jangan kalian labrak ya," mohon Mark menatap ketiga wanita disana..
"Iya kak. kakak selesaiin baik-baik, tapi kalo dia masih ngganggu hubungan fifi kita tetep maju kak," ucap nami. Mark pun menganngguk sekarang dirinya merasa tak pantas lagi jika masih mengejar nami.
Tak lama bel sekolah berbunyi. Kantin mulai sepi dan mereka pun berpisah untuk menuju kelas masing-masing. Berbeda dengan Mark yang sudah dapat pulang karena sehari hanya ada 1 ujiannnya. Ia akan memikirkan cara agar adiknya paham dan tidak menjadi perusak hubungan orang.
bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^Terima kasih.^^^
^^^Salam Cinta^^^
^^^Dwi Lestaa_^^^
6
5
4
3
2
Ada apa kamu kesini?
bingun
Sesil
Ara
Mark
......