NovelToon NovelToon
The Path To Godhood

The Path To Godhood

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Xuan Han terbangun di dalam gua sembari mengingat kalimat tentang cinta. Ia hanya tahu namanya, tidak ada yang lain, kecuali kalimat itu.
Berbekal rasa penasaran tentang identitasnya ia mulai menelusuri hutan, bertemu para kultivator, hewan-hewan buas dan berbagi hal unik di dunia itu.
Perlahan-lahan ingatannya kembali pulih dan pada saat ia tahu jika kebenarannya menyakitkan, akankah ia mau menerimanya?

Ikuti perjalanannya yang memegangkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulurkan tanganmu

Selain itu, Li Yin juga sedikit tergerak, kemudian ia menatap Xuan Han beberapa saat, dan dengan dingin bertanya, “Apa kau penduduk di sini?”

Xuan Han menggelengkan kepalanya.

Xiao Meimei yang bersemangat berseru, “Aku tahu, kamu pasti berasal dari kelompok pedagang yang kapalnya tenggelam, kan?”

Xuan Han juga menggeleng.

“Lalu apa?” Xiao Meimei bertanya dengan nada tinggi.

“Aku....” Xuan Han tidak tahu harus mengatakan apa. Pasti kedua orang ini tidak akan percaya jika ia terbangun dalam sel, mengingat kalimat tentang cinta. Ia merasa seperti manusia biasa dan itu pasti sangat aneh, mengingat pakaiannya yang lusuh seperti ini.

Ia lalu memasukkan tangannya, meraih tusuk rambut tua yang dipakainya, lalu dengan ragu-ragu bertanya, “Kedua Kakak, apa kalian tahu dari mana asal tusuk rambut ini?”

Xuan Han memperlihatkannya dan kedua gadis itu memperhatikannya.

Xiao Meimei mengambilnya, memutarnya hingga dua gantungan seperti mutiara berbunyi.

“Aku tidak tahu.” Ia menoleh ke Li Yin. “Kakak Li, apa Kakak tahu dari mana ini berasal?”

Xiao Meimei memberikannya. Li Yin segera memperhatikannya. Kemudian ia juga melihat pedang tua di tangan Xuan Han.

Ia diam sebentar sebelum menjawab, “Sepertinya ini berasal dari Istana Langit.” Ia lalu bertanya pada Xuan Han, “Apa kamu hilang ingatan?”

Xuan Han sedikit terkejut, tapi ia segera mengangguk.

“Seperti yang dibayangkan. Siapa namamu?”

“Xuan... Han.”

“Xuan Han...”

“Kakak, tunggu sebentar. Nama ini.... Bukankah berasal dari keluarga itu?” Xiao Meimei angkat bicara.

“Meskipun begitu, marga Xuan tidak hanya satu. Selain itu...” Ia menatap tusuk rambut di tangannya lalu menatap Xuan Han. “Keluarga Xuan rasanya tidak memiliki sampah seperti ini.”

Ia merenung sebentar lalu bertanya, “Xuan Han, ikutlah bersama kami. Di hutan ini sangat berbahaya.”

Li Yin segera berbalik dan melemparkan tusuk rambut itu kembali. Xuan Han menangkapnya dan memperhatikannya beberapa saat. Ia ingat nama Istana Langit. Entah mengapa ia merasa akrab dengannya. Dan mengenai keluarga Xuan, apa itu salah satu keluarga kaya? Atau bangsawan?

Xiao Meimei melemparkan senyuman padanya. “Xuan Han, jangan memanggilku Kakak, kamu kelihatannya jauh lebih tua daripadaku. Mengenai keluarga Xuan, mereka punya legenda. Dan untuk Istana Langit.... Sudahlah, kau pasti tidak akan mengerti.”

Xiao Meimei segera menyusul Li Yin. Xuan Han memasukkan kembali tusuk rambutnya dan ikut bersama mereka.

Setelah berjalan beberapa saat, Xuan Han ingat pertanyaannya. “Kakak Li, apa gunanya kristal roh?”

Yang menjawab adalah Xiao Meimei. “Bagi kami, itu sangat berharga. Xuan Han, kamu pasti bingung nanti melihat betapa kami bersemangat melawan banyak monster agar mendapatkannya. Kristal roh, sama seperti jantung manusia, itu adalah sumber kekuatan. Kami para pengembang, sangat membutuhkannya untuk naik tingkat.”

“Apa harganya mahal?”

“Tentu saja, kamu pasti bahagia bisa mendapatkan banyak uang.”

Mata Xuan Han segera cerah. Ia mengeluarkan kristal dari kantongnya lalu bertanya, “Kalau begitu, berapa harga untuk kristal ini?”

Xiao Meimei terdiam dan terkejut. “Ka-kau memilikinya?”

Hal itu juga menarik perhatian Li Yin dan segera ia mengambil serta memperhatikannya. “Monster level tiga. Xuan Han, bagaimana kamu bisa mendapatkannya?”

“Aku tidak sengaja bertemu dengan pohon hidup dan bertarung dengannya. Kakak Li, berapa harganya?”

Li Yin mengerutkan keningnya. “Seratus koin emas. Itu sudah cukup. Apa kau ingin menjualnya?”

“Apa yang akan kalian lakukan dengan itu?”

“Untuk berkultivasi. Sebelumnya kamu bertanya tentang itu, bukan? Kultivasi itu bisa membuatmu menjadi dewa, menciptakan makanan, dan membangun rumah sendiri tanpa bantuan orang lain. Juga... tubuhmu jauh lebih kuat.”

“Bagaimana caranya berkultivasi?”

Xiao Meimei berbicara, “Jantung! Kamu harus memiliki jantung yang bagus. Sama halnya dengan tumbuhan, harus punya bunga yang indah agar dapat menarik lebah yang banyak. Jantung tempat di mana energi alam diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh. Pada awalnya, kamu cukup berlatih fisik untuk mencapai tahap pembangunan tubuh, tapi tahap selanjutnya, kamu perlu bantuan dari luar.”

“Jadi ketika bisa berkultivasi, maka bisa menjadi dewa ya?”

“Tentu saja. Beberapa orang fana yang sok bijak bilang menjadi dewa dan hidup abadi itu tidak ada gunanya, tapi ketika sakit-sakitan dan melihat anggota keluarga mereka meninggal, barulah mereka sadar bahwa mereka salah. Jalan kultivasi memang kejam, tapi tidak ada jalan bagus tanpa harga mahal, bukan?”

“Lalu kristal ini dapat meningkatkan kekuatan, ya?”

“Tentu saja. Jadi, apa kamu ragu-ragu menjualnya sekarang?”

“Tidak, aku perlu makanan dan pakaian terlebih dahulu. Aku juga tidak yakin bisa menggunakannya. Sepertinya kristal roh ini sangat berharga, jadi bisa menarik perhatian para perampok.”

Xiao Meimei menoleh. “Kakak Li.”

Li Yin mengangguk lalu melambaikan tangannya. Sekantong koin melayang-layang di depan Xuan Han. Lalu akhirnya muncul juga beberapa pakaian dari tangan Li Yin. “Ini uangnya dan aku menambahkan pakaian.”

Xuan Han tersenyum. Kristal di tangannya melayang-layang lalu melesat ke arah Li Yin.

Xuan Han mengambil uang dan pakaian tersebut lalu tersenyum. Namun muncul pertanyaan dalam pikirannya. “Kalau punya uang, bagaimana cara membelanjakannya? Bukankah kita masih berada di dalam hutan?”

Xiao Meimei berkata, “Xuan Han bodoh. Nanti setelah kita keluar dan pergi ke Benua Pohon Besar, ada banyak hal yang bisa kamu beli. Ada banyak wanita yang jauh lebih cantik dari desamu berasal.”

Xuan Han mengusap kepalanya. “Kakak, melihat pakaian kalian, pasti berasal dari keluarga bangsawan.”

“Tentu saja. Cepat, ganti pakaianmu di semak-semak.”

Xuan Han mengangguk. Ia segera pergi dan begitu senangnya melihat pakaian kecokelatannya. Kainnya terasa halus dan ada aroma wangi. Ia segera mengganti pakaiannya dan segera kembali, lalu berterima kasih.

“Kau terlihat jauh lebih baik,” puji Xiao Meimei.

Li Yin tidak berkata apa-apa.

Mereka lanjut berjalan. Ketika akhirnya matahari terbenam, Xiao Meimei mengeluarkan busur dari cincin penyimpanannya. Ia segera melemparnya ke arah Xuan Han.

“Suara di malam hari jauh lebih jelas. Pendengaran hewan-hewan buas jauh lebih tajam. Xuan Han, pakai ini untuk melindungi diri. Pedang berkarat itu tidak akan berguna dari jarak jauh. Sebelumnya, pasti karena kamu beruntung bisa melawan monster level tiga. Keberuntungan itu tidak pernah bisa diprediksi, jadi berhati-hatilah.”

Xuan Han berterima kasih, lalu segera memakai quiver yang berisi lima anak panah. Ia melihat sebentar busurnya, menarik talinya untuk mencoba, lalu meletakkannya di punggung.

Li Yin yang selama ini terdiam, melihatnya dan bertanya, “Xuan Han, apa kamu bisa menggunakan busur?”

Xiao Meimei juga menatapnya.

“Aku akan berusaha mencobanya.”

Xiao Meimei berkata, “Kamu laki-laki, tidak boleh ragu-ragu seperti itu.”

Gadis itu berjalan dan diikuti Li Yin. Xuan Han menatap mereka dan akhirnya mengikuti dari belakang. Pada malam hari itu, alangkah gembiranya ketika mereka menemukan sungai. Li Yin mengambil daun untuk minum. Mata Xiao Meimei terlihat cerah, namun tidak lama ia menatap Xuan Han, tersenyum nakal dan berbicara, “Xuan Han, kamu tahu, suatu saat nanti ketika kamu mencapai ranah setengah dewa, hanya perlu melambaikan tangan, maka kamu bisa memanggil hujan, mandi tanpa tersentuh air, juga tidak pernah sakit, kecuali kamu dibunuh atau terluka. Sekarang aku baru mencapai ranah spiritual tahap dua, hanya bisa mengeluarkan teknik beberapa kali.”

“Pasti menjadi seperti kalian sangat menyenangkan.”

“Tentu saja.”

“Kakak, apa aku bisa menjadi seperti kalian?”

Xiao Meimei melihatnya sebentar, tersenyum jahil. “Melihatmu.... Sepertinya kamu tidak akan bisa seperti kami.”

“Kenapa begitu?”

Xiao Meimei ingin menjawab, tapi Li Yin memotong, “Xuan Han, ada banyak orang yang ingin menjadi seperti kami, tapi ada banyak juga yang tidak mau. Kami memiliki jantung yang baik, dan di dalam jantung kami, energi alam bisa diserap. Ini disebut Hati Umur Panjang. Beberapa yang terlahir cacat tidak bisa menjadi seperti kami. Untuk menjawab pertanyaanmu... ulurkan tanganmu.”

1
Pena Quality
saling support
Budiarsa: Terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!