NovelToon NovelToon
Bad Boy Agent

Bad Boy Agent

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Bad Boy / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:263.3k
Nilai: 5
Nama Author: Naya_handa

Ketenangan seorang gadis depresi bernama Gayatri mulai terusik setelah kedatangan seorang siswa baru yang masuk ke sekolahnya.
Tampan, gagah, keren dan cerdas, membuat sosok Shaka mendadak populer di sekolah.
Shaka mendekati banyak siswi di sekolahnya untuk mencari tahu informasi penting. Tanpa teman-temannya tahu, Shaka adalah seorang agent yang sedang melakukan penyamaran untuk mengungkap kasus pembullyan oleh genk motor yang telah merenggut nyawa adiknya.
Berbeda dari siswi lainnya, Gayatri begitu menghindari sosok Shaka hingga menguji kesabaran sang agent.
Bisakah mereka menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya_handa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Share loc

Jam sepuluh pagi, soto sudah habis terjual. Dua panci besar kesayangan Mira sudah kering kerontang karena pembeli datang bersamaan. Kalau saja RT di lingkungan rumahnya tidak memesan soto dalam porsi banyak, mungkin jam segini mereka masih berjibaku melayani para pelanggan.

“Yaahh, habis ya Mpok?” tanya satu pelanggan yang tetap masuk meski Barkah sudah memajang tulisan ‘Soto habis’ di pintu kedai mereka.

“Iyaa, di borong sama bu RT. Besok lagi yaakk….” Mira menyahuti dengan ramah. Mungkin karena hatinya tengah sangat bahagia dan berbunga-bunga.

“Bikin lagi napa Mpok, anak gue lagi demam. Kagak mau makan apa-apa, pengennya makan yang berkuah,” ucap wanita berkerudung pasmina tersebut dengan raut wajahnya yang sedih.

“Anak lo sakit? Bentar dah, ada tuh sisa sedikit soto, buat anak lo doang mah cukup. Bentaran ya,” Mira segera beranjak masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sisa soto di mangkuk yang ia masukkan ke dalam plastik. Hanya sebentar saja sampai kemudian ia kembali dengan membawa soto itu.

“Nih, buat anak lo. Kagak ada kolnya tapi, bihun doang." Mira memberikan sekantung soto itu pada pelanggannya.

"Ini sih banyak Mpok, berapa?" Wanita itu sudah membuka dompetnya.

"Dih apaan? Kagak usah bayar. Yang penting anak lo cepet sembuh,” ucap Mira dengan sungguh-sungguh.

“Ya ampun si Mpok, tumben banget. Baik bener dah!” Wanita itu menerimanya dengan penuh rasa haru.

“Udah gue kasih minimal jangan ngeledek. Udah sono balik, suruh anak lo makan yang banyak.” Mira setengah mengusir pelanggannya.

“Iyaa Mpok, makasih dah. Moga dagangannya makin laris tanjung kimpul. Ayo Aya, gue permisi dulu,” pamit wanita itu pada Gayatri yang sedang mengelap meja.

Gayatri hanya mengangguk menyahuti wanita tersebut.

"Aamiin..." seru Mira. Sepeninggal wanita itu, Mira mematung di tempatnya. Ia memandangi putrinya yang sedang mengelap meja dan menata kembali kecap dan sambal serta tusuk gigi dan nomor meja. Ia juga menoleh sang suami yang sedang merapikan uang hasil jualan.

“Jangan lo tilep!” serunya saat melihat Barkah melipat uangnya.

“Apaan, ngadi-ngadi lo! Gue cuma ngelipet duit ini biar pas hitungannya serratus ribu. Buruk sangka aja lo sama gue!” timpal sang suami dengan kesal.

Mira hanya terkekeh geli melihat bibir suaminya yang mengerucut. Ia menghampiri suaminya dan mengambil uang yang sudah di rapikan. “Nih buat lo, jangan di pake judi,” Wanita itu memberikan uang recehan yang berjumlah serratus ribu.

“Waahh, di upah nih gue. Makasih dah!” seru Barkah seraya mencium wangi uang di tangannya.

“Abid dzuhur temenin gue ke pasar buat belanja keperluan besok. Jangan kemana-mana lo,” Mira menunjuk suaminya dengan telunjuk yang lurus.

“Ah elah, iyak! Emang kapan lo kagak gue anter ke pasar?” Barkah menepis telujuk istrinya yang mengacung lurus padanya.

Mira tidak menimpali, ia mengambil uang dua ratus ribu dan membawanya menghampiri Gayatri. “Nih buat lo! buat beli kuaci sama es krim cokelat.” Wanita itu menaruh uang tersebut di atas meja, dekat tangan Gayatri.

“Ya kali si Aya di kasih duit segitu buat beli kuaci, bisa-bisa jontor tuh bibirnya!” seru Barkah dari tempatnya.

“Haish! Diem!” decik Mira yang melotot pada suaminya.

“Iya ampun,” lirih Barkah seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dahinya sambil menunduk, memohon ampun pada sang istri. Mira hanya mengerlingkan matanya melihat tingkah sang suami.

Sementara itu Gayatri hanya memandangi uang pecahan sepuluh ribu dan dan dua puluh ribu itu. “Gak usah, buat bayar yang lain aja,” timpal Gayatri yang tegas menolak.

“Bayar yang lain apaan? Hutang gue? Kagak bakalan cukup! Ini cuma cukup buat nyenengin lo sebentar. Udah sono jajan lo, kagak usah mikirin hutang gue. Hutang gue itu urusan gue, bukan urusan bocah. Paham lo?” seru Mira seraya memasukkan paksa uang tersebut ke saku baju Gayatri.

Gayatri tidak menimpali hanya tersenyum kecil melihat usaha ibunya untuk menyenangkan hatinya. “Udah, jangan beres-beres mulu. Pergi sana lo ke lafamart, jajan kuaci yang banyak,” imbuh Mira seraya berlalu pergi, ia enggan mendengar penolakan putrinya.

Gayatri tidak lagi protes. Ia segera menyelesaikan pekerjaannya agar tidak menyulitkan ibunya.

Menjelang siang, Gayatri baru masuk ke kamarnya. Ia melihat indikator daya ponselnya yang menyala. Sepertinya baterainya akan segera habis. Gadis itu segera memeriksanya dan benar saja, baterainya akan segera habis.

Ia ambil kabel chargernya sambil memeriksa beberapa pesan yang masuk. Ada satu notifikasi di grupnya. “Aya, buka blokiran lo,” pesan itu dari Shaka dan sisanya ledekan dari David dan Rosi.

Benar juga, nomor Shaka masih ia blokir. Gayatri akhirnya berbaik hati untuk membuka blokirannya. Dan setelah itu banyak pesan yang masuk. Satu pesan terbaru dari Shaka adalah sebuah foto yang ia beri caption, “Gimana cara ganti perban di kepala? Mata gue lebih rendah dari ubun-ubun.” Begitu isi pesan Shaka.

Gayatri terdiam sesaat memandangi pesan di layar ponselnya. Sadar pesannya di baca Gayatri, Shaka segera mengirimi Kembali pesan.

“Gue liat perbannya merah, apa darah gue merembes? Infeksi gak ya? Kira-kita otak gue kalau di masukin kuman gimana? Apa darah gue bakalan habis gara-gara merembes?” cerca Shaka, sungguh pesan yang sangat intimidatif.

Benar saja, Gayatri terpengaruh dengan pesan yang dikirimnya. Bagaimana pun Shaka terluka karena menolongnya.

“Share loc,” hanya itu balasan pesan Gayatri.

“Share loc apaan? Tukang ketoprak apa tukang bubur? Hah gue belum makan, mau minum obat takut malah mual,” Shaka malah sengaja mencandai Gayatri.

“Alamat lo nyet,” balas Gayatri dengan kesal.

“Aakk aakk uuukk uukk aaakk aakkk uukk uuukk…” balas Shaka di sertai alamatnya.

“Lo mau ke sini?” Shaka sepertinya baru tersadar, tetapi Gayatri sudah tidak membaca pesannya. Gadis itu sedang memakai jaketnya dan mengambil helm.

“Anjaaayy Aya mau ngerawat gue, awokawok….” Lagi Shaka mengirimi pesan yang tidak di baca oleh Gayatri.

“Apa gue perlu gelar karpet merah buat nyambut lo?"

"Lo beneran ke sini kan Ya?"

"Lo gak bales wa gue karena lo di jalan kan Ya?” Tiga pesan beruntun itu tetap tidak Gayatri baca karena ia sedang memanaskan mesin motornya.

“Rapih amat lo mau ke lafamart doang,” ledek sang ibu yang baru masuk ke rumah.

Gayatri tidak menimpali, ia hanya salim sebelum kemudian pergi.

“Woyy!! Buru-buru amat! Lafamartnya cuma sepuluh meter dari sini, kenapa pake motor segala?” teriak Mira pada putrinya yang pergi begitu saja.

“Udah, up, diem!” ucap Barkah yang tiba-tiba menjepit bibir sang istri dengan jemarinya. Wanita itu pun menoleh dengan mata melotot.

“ALAMAKKK!!!” bulu kuduk Barkah langsung meremang saat melihat lirikan mata istrinya yang seperti yakuza.

Akankah ia selamat?

****

1
Eka Kurnia Sari
kereeennn ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Ya ampun ngakak 😂😂😂
Siti Nina
oke 👍👍👍
Anis Mawati
gayatri sekar ayu
Anis Mawati
kyknya jodohnya galih si alya
Anis Mawati
😭😭😭
Anis Mawati
serang
Anis Mawati
ikut tegang
Anis Mawati
kayaknya dion dech,trus si galih dkambing hitamkan
Anis Mawati
ruwet mikirin benang kusut,ceritanya seru thor
Anis Mawati
kakanya aya jd kmbing hitam perbuatan dion deh kuaknya
Anis Mawati
ikut tegang q thor
Anis Mawati
jangan2 itu yg bunuh rasya
Anis Mawati
pa g da dokter dsana smpai dbwa kedokter hewan
Anis Mawati
motor rasya
Anis Mawati
gayatri saksi meninggalnya rasya
Anis Mawati
muka shaka baby face y thot😁😁😁
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Kirana di Nabastala
ceritamu keren banget Thor👍🏾
Kirana di Nabastala
keren bingit kak 😱💪🏾💪🏾💪🏾😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!