NovelToon NovelToon
Love Sign

Love Sign

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:101.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurwahidah Bi

Teruntuk kau yang terlambat mengatakan cinta.

Aku di sini, di tempat tanda cinta berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurwahidah Bi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30: Mothercare (1)

Di tempat lain, Min Joon duduk di restoran Jepang, hanya terdiam dan menatap kotak kecil pemberian Jin Hee tadi. Min Joon menyadari kotak ini tidak asing baginya. Ini mirip dengan kotak yang pernah ada di rumahnya.

Ingatannya berlabuh pada hari bahagia itu.

***

Ulang tahun Min Joon, 03 Januari 2011.

Samar-samar terdengar suara mobil berhenti, menyadarkan kedua insan yang tengah menikmati malam. Tampak seorang wanita yang tak begitu terlihat tua menghampiri mereka berdua.

Tanpa basa-basi memberikan sebuah kotak cincin kepada Min Joon seraya berkata, “Tidak perlu khawatirkan Ayahmu, dia sudah kalah!”

“Iya, Ibu! Terima kasih banyak!” jawab Min Joon sambil memegangi tangan sang Ibu yang terlihat cukup senang saat melihat keduanya.

“Baiklah, Ibu pergi dulu. Oh ya, Jin Hee?” panggilnya menatap Jin Hee.

“Ya, Nyonya?” jawab Jin Hee terdengar ragu-ragu.

“Hey, jangan panggil aku seperti itu, kau terdengar seperti pembantu kami,” sindirnya.

“Maaf!” jawab Jin Hee membungkuk.

“Panggil aku Ibu. Bukankah sudah beberapa kali kukatakan padamu. Baiklah. Jaga dirimu ya," ucapnya memegang tangan Jin Hee yang mendingin.

“Ya, terima kasih banyak, Bu!”

Min Joon menatap Jin Hee dengan tatapan penuh kasih sayang, begitu pun tatapan Jin Hee yang penuh ketulusan, membuat tempat yang dingin itu menjadi terasa sangat hangat, sehangat kalbu yang merasakan kenyamanan.

“Ini sebuah cincin!” seru Min Joon membuka kotak kecil berwarna biru tua itu. Sambil melemparkan pandangan pada mobil ibunya yang sudah pergi me nauh.

“Whoah … cantik sekali!”  balas Jin Hee tersenyum menutup mulutnya menandakan rasa kagum yang dalam.

“Ini tidak seberapa, setelah kita menikah nanti apapun yang kau inginkan, akan kuberikan,”  ucapnya meraih tangan Jin Hee sambil tersenyum manis.

“Ini cincin Ibumu?”

“Iya, dia berkata ini adalah cincin keluarga, hanya menantu yang memilikinya. Dulu nenek ayahku juga menggunakannya,” jelasnya tersenyum.

“Ini hari ulang tahunmu, kenapa kau melakukannya?” tanya Jin Hee terharu.

“Malam ini aku akan melamarmu …,” ucapnya memasangkan cincin dengan desain sederhana itu tepat di jari manis Jin Hee. “Ulang tahunmu nanti aku akan memberikan sesuatu …,” bisik Min Joon mesra. Ujung bibir Jin Hee terangkat, sesuatu bukan saja menggelitik telinga, tapi, juga ruang kecil di sudut jantungnya. Terasa lucu dan menggemaska bagi Jin Hee saat mendengar ucapan Min Joon.

Setelah memasangkan cincin pemberian ibunya di jari Jin Hee, Min Joon sedikit mengusap kepala Jin Hee dengan diiringi senyumannya. Jin Hee yang tersenyum polos berkata,  “Aku percaya padamu,” seolah meyakinkan dirinya sendiri.

***

Min Joon berkeras hati. Berusaha mengumpulkan keberanian untuk membuka kotak itu, namun dia terlalu ragu untuk memegangnya.

Lama berpikir, akhirnya Min Joon mengambil kotak dan membukanya, benar saja sebuah cincin sederhana terduduk manis di dalam kotak. Bukan hanya itu, ada kertas berwarna putih yang disembunyikan pada sisi dalam kotak. Min Joon mengambil dan membacanya.

Sebuah nama tertulis dengan jelas di potongan kertas itu, ‘SONG HYE SUN’.

Singkat, namun memiliki arti dan tujuan yang dalam. Min Joon mengerti, ini adalah sebuah kunci mengenai hubungan mereka.

“Ibu?” gumamnya setelah melihat nama dalam kertas. Min Joon memutuskan segera pergi menuju rumah orang tuanya.

***

27 November 2013, Pukul 19:28 KST.

Min Joon akhirnya tiba di rumah mewah yang telah ditinggalinya selama 30 tahun. Ragu, tapi dirinya harus memastikan sesuatu. Min Joon segera masuk dan menjumpai sang ayah yang tengah duduk sendirian di ruang keluarga. Lama tidak datang ke rumah ini, semuanya tampak sama. Yang berbeda hanya wajah angkuh lelaki tua yang tak tampak lagi.

“Ayah!” panggil Min Joon tiba-tiba, membuat ayahnya yang sedang melamun kaget dan mencari arah suara.

“Min Joon?” ucapnya berlari ke arah Min Joon dan memeluknya penuh kerinduan.

“Ada apa? Kenapa kau lakukan ini?” tanya Min Joon dingin melepaskan pelukan itu.

“Tidak mengapa,” lanjutnya menahan rasa pilu.

“Ayah, aku ingin bertanya sesuatu padamu.”

“Maafkan aku …,” seru ayahnya terisak menguji hati seorang Park Min Joon, dengan sedikit memaksa Min Joon meraih pundak tua itu dan membagi pelukan. “Aku tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik, aku tidak bisa jaga istriku sendiri …,” lanjutnya terdengar sedih.

“Apa maksudmu?” tanya Min Joon melepaskan tubuh yang mulai renta itu.

“Sejujurnya—”

“Suamiku!” teriak seseorang memotong pembicaraan.

Ibu Min Joon kini berdiri di tangga menuju lantai dua. Wajahnya kaku.

“Ibu?” kata Min Joon bingung melihat Ibu yang sangat berantakan. “Ibu apa kau sakit?”

“Anakku, kau kembali?” ucapnya menangis.

“Apa yang sudah kau lakukan kepada Ibu?” tuduh Min Joon pada Ayahnya.

“Ibumu hanya sedang merasa bersalah,” jawab Ayahnya mulai mencoba untuk tenang.

“Suamiku? Apa kau mau membunuhku? Kau mau membuat Min Joon membenciku? Hah?” teriak Ibunya tak keruan. Mendadak situasi menjadi tak terkendali.

“Istriku!” panggil ayah Min Joon menenangkannya.

“Baiklah lakukan, lebih baik aku mati. Aku tidak ingin kehilangan puteraku, lebih baik aku yang pergi!” ucapnya sambil mengeluarkan sebilah pisau dari balik punggungnya.

“Ibu-Istriku!!!” teriak keduanya bersamaan.

“Kau ingin menceritakannya? Ceritakan saja, aku sudah siap!”

“Istriku, maafkan aku! Maaf …,” ucapnya berlutut di lantai, menambah kebingungan bagi Min Joon.

“Lanjutkan saja pertengkaran kalian aku tidak akan pernah kembali ke sini!” seru Min Joon kecewa melangkah pergi tanpa mencoba melerai keduanya.

“Min Joon, maafkan Ibu!” tahannya, Min Joon berbalik dan menghampiri.

“Apa Ibu ingin memberitahukan sesuatu padaku?” tanya Min Joon membujuk.

“Kau benar! Sebenarnya, akulah yang mengirim Jin Hee keluar negeri dan akulah penyebab kematian orang tuanya!” ungkapnya tiba-tiba. Min Joon terkejut. Entah apa yang dimaksudkan Ibunya.

“Apa?” ucap Min Joon melemah saat mendengar pengakuan itu.

“Aku yang merekayasa semuanya, aku yang memisahkanmu dengan wanita-wanita yang pernah kau sukai dulu, akulah pelakunya. Aku hampir membunuh Sun Woo, Itu semua salahkuuu …,” ungkap Ibunya dengan tangis dan hanya bisa membuat Min Joon terdiam membisu.

“Min Joon jangan dengarkan ibumu, dia hanya sedang tertekan!” sela Ayahnya mencoba meralat ucapan Ibunya.

“Akulah pelakunya …. Aku yang melakukan semuanya …,” serunya menggenggam pisau erat-erat.

“Ibu …,” panggil Min Joon menatap Ibu yang terlihat lebih berantakan, “Lepaskan pisaunya! Aku mohon!” pinta Min Joon mendekat dan melepaskan pisau kecil itu perlahan dari tangannya.

“Min Joon?” panggil Ibunya memegang wajah Min Joon yang berpeluh.

“Ibu! Jangan lakukan semua ini …,” ucapnya memeluk ibu, “Kenapa kau melakukannya?” lanjut Min Joon berbisik lemas.

“Maaf …,” katanya perlahan.

“Ini semua adalah salahku!” timpal ayahnya memeluk keduanya dengan tangisan yang tertahan satu sama lain, menyisakan sebuah kepiluan di hati ketiganya.

***

Bersambung

*Hai, semuanya. Assalamualaikum.

Kak Bi mau mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia Love Sign ya. Terima kasih atas like, komentar, vote dan dukungnannya. Terima kasih sudah membantu Love Sign untuk tumbuh perlahan-lahan.

Tokoh dalam cerita ini hanyalah fiksi, visualisasi karakter yang ada hanyalah pemanis bagi orang-orang yang kesulitan membayangkan tokoh dalam cerita dan juga hasil reqeust-an beberapa pembaca.

Jangan lupa untuk tinggalkan Like, Komentar, Voting poin biar bisa masuk ranking, Voting Koin biar bisa nambah penghasilan Author, biar bisa lebih semangat berkarya. Daaan, share cerita Love Sign ke teman-teman Kpopers dan K-drama Lovers-mu ya.

Oh iya, selamat datang untuk pembaca yang baru bergabung usai mendapati Love Sign di Daftar Cewek Impian.

Terima kasih*.

1
Eka Suryati
Wanita yang tetap memiliki sisi lembut dan feminim
Eka Suryati
Sepeetinya seru
cerita yg menarik karena kekuatannya ada pada kata2 yg indah
Eka Suryati
Kata2nya puitis
Oshin
cerita yg unik
Nada Cika Cika
.......
Jalanyang Luruss
Masih berharap ada extra partnya sayang author sibuk banget yak kayanya
Kak Mira Diki
ceritanya bagus ya, rapi banget
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Nurwahidah Bi
upp
Nurwahidah Bi
up
Sukma Wati
Kak bi.......
Dewi Suci
Next
Dewi Suci
Helo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!