NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Ryden dan Elira berlari menuju arah keributan, menembus kerumunan penduduk yang panik berlarian ke arah berlawanan. Di tengah alun-alun pasar, berdiri sesosok pria jangkung berjubah kulit hitam, wajahnya tersembunyi di balik topi lebar bercorak tengkorak kecil, memegang sepasang pistol kembar dengan gaya yang menunjukkan pengalaman bertahun-tahun sebagai petarung.

Di kakinya, seorang pedagang tua tergeletak ketakutan, darah mengalir dari luka gores kecil di lengannya—bukan luka mematikan, namun cukup untuk menunjukkan bahwa pria itu tidak main-main.

"Aku mencari seseorang," suara pria itu menggema dingin ke seluruh alun-alun yang kini nyaris kosong.

"Rambut putih, mata merah, jubah putih dengan lambang bulan sabit terbalik. Kudengar buronan ini terlihat di sekitar sini. Siapa pun yang memberitahuku lokasinya akan kuberi imbalan besar."

Jantung Ryden berdegup kencang. Dia mencariku. Tapi bagaimana bisa seorang pemburu hadiah sampai ke pulau seterpencil ini?

"Kau," pria itu tiba-tiba menoleh tajam ke arah Ryden begitu mereka muncul dari kerumunan, matanya yang tersembunyi di balik bayangan topi seolah bisa menembus jarak dengan mudah. "Rambut putih, mata merah. Sang Peretak, bukan?"

"Siapa kau?" Ryden bertanya tenang, mendorong Elira sedikit ke belakangnya secara refleks, tubuhnya mulai bersiaga penuh meski stamina belum pulih sepenuhnya sejak pertarungan melawan Groth semalam.

"Namaku Feyd Cross, pemburu hadiah profesional," pria itu menjawab sambil mengarahkan kedua pistolnya ke arah Ryden dengan gerakan cepat dan presisi.

"Kepalamu bernilai dua puluh juta Berry di Grand Line, berkat insiden yang kau buat di beberapa pelabuhan bulan lalu. Aku tidak peduli alasan di balik reputasimu—yang kupedulikan hanyalah imbalannya."

Dua puluh juta Berry? Reputasiku sudah menyebar sejauh itu? Ryden sedikit terkejut mendengar angka itu, namun tidak menunjukkan kegugupan di wajahnya.

"Aku tidak berniat menyerah begitu saja," ucap Ryden, menciptakan retakan kecil di sekitar tangannya sebagai peringatan.

Feyd tersenyum tipis, hampir tak terlihat di bawah bayangan topinya. "Bagus. Aku benci mangsa yang menyerah tanpa perlawanan."

Tanpa peringatan lebih lanjut, Feyd menembakkan kedua pistolnya secara bersamaan—bukan peluru biasa, melainkan sesuatu yang bersinar aneh, meninggalkan jejak energi tipis di udara saat melesat cepat ke arah Ryden. Ryden melompat menyamping, menciptakan retakan kecil untuk mengalihkan salah satu proyektil, namun proyektil kedua mengejutkannya dengan berbelok arah di tengah jalan, seolah memiliki kesadarannya sendiri, mengejar posisi barunya.

Peluru berpemandu? Buah Iblis? Ryden buru-buru membuka retakan Teleportasi darurat, berpindah beberapa meter ke samping tepat sebelum proyektil itu meledak kecil di tempat ia berdiri sebelumnya, meninggalkan kawah kecil di tanah berbatu alun-alun.

"Reaksi bagus," Feyd mengokang ulang kedua pistolnya dengan gerakan lincah, melangkah maju dengan tenang seperti seekor predator yang yakin akan kemenangannya. "Tapi kau tidak akan bisa menghindar selamanya. Peluru Pemandu Arah milikku akan terus mengejar targetnya sampai kena."

Ryden menggeretakkan gigi, menyadari lawan kali ini jauh berbeda dari Groth—bukan mengandalkan kekuatan brutal, melainkan presisi dan teknologi senjata yang belum pernah ia hadapi sebelumnya. Ia harus berpikir cepat, mengingat staminanya yang masih belum pulih penuh sejak pertarungan semalam.

Ia melirik sekilas ke arah Elira yang bersembunyi di balik reruntuhan lapak pasar, wajahnya pucat namun matanya menatap Ryden penuh kepercayaan. Melihat itu, tekad Ryden semakin menguat—ia tidak boleh kalah di sini, bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga demi melindungi orang yang kini mempercayakan keselamatannya padanya.

"Kalau begitu," Ryden mengangkat kedua tangannya, retakan-retakan kecil mulai bermunculan di sekelilingnya membentuk pola pertahanan sekaligus serangan, "mari kita lihat siapa yang lebih dulu kehabisan strategi."

Pertarungan sesungguhnya baru saja dimulai, dan kali ini, taruhannya bukan hanya nyawa Ryden sendiri—tetapi juga keselamatan kota kecil Tarma yang tanpa sengaja terseret ke dalam pertarungan antara buronan dan pemburunya.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!