NovelToon NovelToon
Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Anomali Medis : Warisan Medis & Beladiri Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Kevin Sanjaya lulus dengan gelar dokter tapi diremehkan.bahkan di anggap tidak berguna karena keahlian yg di pelajarinya sudah ketinggalan zaman, dan tak berguna di dunia medis pada era Moderen! Tak di sangka, karena keberuntungan, dia mendapatkan Jantung meteorid dan buku kitab medis surgawi yang di tinggalkan kakekNya sebagai warisan keluarga. Dengan mempelajari buku kitab medis surgawi dan di topang dengan jantung meteorid, kekuatan medis dan tingkat beladiriNya melampaui imajinasinya. Sehingga dia bisa merubah nasibNya menjadi dokter medis hebat dengan keahlian pertarungan yg tak terkalahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Orang Kaya Memang Bisa Bertindak Sesuka Hati

Toko Perlengkapan Rumah Tangga Violet.

Itu adalah Toko perlengkapan rumah tangga terkenal di dunia.

Meskipun biasanya Kevin sangat hemat, ia memiliki standar yang cukup tinggi untuk perlengkapan tidur pribadinya. Walaupun harga barang-barang di toko ini mahal, ia tidak merasa sayang mengeluarkan uang untuk hal tersebut.

Pada saat itu, Jonatan yang berada tidak jauh dari sana tiba-tiba melihat Kevin dan langsung terkejut.

Tuan Albert telah memerintahkannya untuk menemukan Kevin secepat mungkin demi keselamatan Misela.

Secara kebetulan, ia mendapatkan nomor telepon Kevin dari Dokter Natasya. Melalui pelacakan satelit, ia akhirnya berhasil menentukan lokasi keberadaan Kevin.

Dan benar saja, ia menemukan pemuda itu berada di Toko Perlengkapan Rumah Tangga Violet.

Melihat hal tersebut, Jonatan segera menelepon Tuan Albert.

Setelah itu, ia diam-diam mengikuti Kevin dari belakang.

Kevin sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diawasi.

Ia mengunci sepeda merah muda milik Nagita di depan toko, lalu masuk ke dalam gedung.

Melihat kedatangannya, seorang karyawati cantik dengan senyum manis segera menyambutnya.

“Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?”

Kevin melihat sekeliling lalu tersenyum.

“Aku ingin membeli selimut dan satu set perlengkapan tempat tidur.”

“Warnanya yang gelap saja.”

“Bisa tunjukkan beberapa pilihan?”

“Tentu, Tuan.”

Karyawati itu mengangguk dan mengambil sebuah selimut.

“Bagaimana dengan yang ini?”

“Selimut ini kualitasnya cukup bagus dan harganya relatif terjangkau.”

“Desainnya dibuat langsung oleh desainer senior dari kantor pusat Violet.”

“Bahan kain dan isi selimutnya juga menggunakan kualitas premium.”

“Harganya hanya dua juta rupiah.”

Saat berbicara, gadis itu diam-diam menatap Kevin dengan rasa penasaran.

Bagaimanapun juga, Perlengkapan Rumah Tangga Violet adalah merek kelas dunia.

Orang-orang yang datang ke sini biasanya adalah kalangan berada.

Bahkan sebuah bantal di sini bisa berharga lebih dari satu juta.

Jelas bukan tempat yang biasa dikunjungi orang biasa.

Karena itu, melihat seorang pemuda berpakaian lusuh dan mengenakan sandal jepit datang berbelanja di sini terasa sangat tidak biasa.

Namun sebagai karyawan profesional, ia tetap melayani Kevin dengan sopan.

“Maksudmu... dua juta itu murah?”

Kevin diam-diam menghela napas.

Selimut yang biasa ia gunakan paling mahal hanya seratus lima puluh ribu.

Tempat ini memang mahal sekali.

Semuanya barang bermerek.

Kalau bukan karena empat puluh juta yang baru ia dapatkan hari ini, mungkin ia bahkan tidak berani masuk ke toko ini.

Tepat saat itu, sebuah suara penuh ejekan terdengar.

“Nona, lain kali kau harus lebih berhati-hati.”

“Lihat penampilannya. Apa menurutmu dia mampu membeli barang di sini?”

“Cepat kemari dan layani aku dulu.”

“Jangan buang waktumu untuk orang seperti itu.”

Mendengar suara tersebut, Kevin mengangkat alis dan menoleh.

Ia melihat seorang pria bertubuh gemuk dengan perut buncit sedang merangkul seorang wanita berpakaian genit.

Pria itu berjalan mendekat sambil memainkan cincin emas di jarinya.

Tatapannya penuh penghinaan saat memandang Kevin.

Karyawati itu buru-buru meminta maaf.

“Maaf, Tuan Bosnia.”

“Pelanggan ini datang lebih dulu.”

“Jadi, saya harus melayaninya terlebih dahulu.”

“Kalau tidak keberatan, Tuan bisa meminta bantuan rekan saya yang lain.”

Pria itu adalah Marten Pernama.

Karena sering datang ke toko ini, para pegawai mengenalnya.

“Oh?”

“Begitu ya?”

Marten tersenyum tipis.

Kemudian ia mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dari dompetnya dan melemparkannya ke arah Kevin.

“Kalau kau membiarkan dia melayaniku terlebih dahulu, dua ratus ribu ini milikmu.”

“Bagaimana?”

Belakangan ini kehidupan Marten memang sangat nyaman.

Sebagai pengusaha properti besar, ia memiliki banyak uang dan sangat suka bertindak sesuka hati.

Ia sudah bosan melihat istrinya di rumah.

Walaupun tidak memiliki pendidikan tinggi dan bahkan tidak pernah kuliah, ia tidak kesulitan mencari mahasiswi untuk dijadikan kekasih simpanan.

Wanita yang sedang berada di pelukannya sekarang adalah mahasiswi yang baru ia dapatkan.

Tubuhnya bagus dan sangat pandai menyenangkan dirinya.

Karena itu, Marten berencana memeliharanya sebagai simpanan tetap.

Rumah sudah disiapkan.

Sekarang ia hanya perlu membeli perlengkapan tempat tidur berkualitas tinggi.

Menurutnya, semakin bagus tempat tidur, semakin menyenangkan pula aktivitas yang ia lakukan di atasnya.

Melihat Kevin yang tampak diam, wajah Marten dipenuhi kesombongan.

Menurutnya, pemuda itu jelas orang miskin.

Melihat uang dua ratus ribu saja pasti sudah membuat matanya berbinar.

Dua ratus ribu memang tidak berarti apa-apa baginya.

Namun bagi orang miskin, jumlah itu cukup besar.

Itulah hak istimewa orang kaya.

Di kejauhan, Jonatan mengerutkan kening.

Namun ia tetap memilih mengamati.

Dalam hati ia berpikir,

"Kevin, apa yang akan kau lakukan sekarang?"

"Apakah kau benar-benar memiliki harga diri?"

Kevin menghela napas.

Lalu, di bawah tatapan terkejut semua orang, ia mengeluarkan lima ratus ribu dari sakunya dan melemparkannya ke wajah Marten.

“Ambil lima ratus ribu ini.”

“Sekarang berdirilah di belakangku dengan patuh.”

“Aku masih harus memilih selimut.”

Seketika seluruh toko menjadi sunyi.

Jonatan yang bersembunyi langsung tercengang.

Karyawati cantik itu juga nampak kaget.

Namun yang paling terkejut adalah Marten dan wanita di sampingnya.

Mereka tidak pernah menyangka bahwa Kevin bukan hanya menolak dua ratus ribu milik Marten.

Ia malah memberikan lima ratus ribu kepadanya!

Rasanya seperti ditampar telak di wajah.

Wajah Marten langsung terasa panas.

Sebagai pengusaha properti dengan aset puluhan juta, ia justru dipermalukan oleh seorang pemuda berpakaian seperti orang miskin.

Bagaimana mungkin ia bisa menelan penghinaan itu?

Apalagi kekasihnya masih berdiri di sampingnya.

Ia tidak boleh kehilangan muka.

Memikirkan hal itu, Marten segera mengeluarkan satu juta dari dompetnya lalu membantingnya ke atas meja.

“Satu Juta!”

“Biarkan aku membeli lebih dulu!”

Kevin menggeleng pelan.

Kemudian ia mengeluarkan setumpuk uang merah dan meletakkannya di atas meja.

“Sepuluh juta.”

“Tunggu di sini.”

“Setelah aku selesai berbelanja, baru giliranmu.”

Melihat tumpukan uang sepuluh juta yang asli di atas meja, Marten hampir menggigit lidahnya sendiri.

Memang ia kaya.

Tetapi biasanya ia tidak membawa uang tunai sebanyak itu.

Sebagian besar transaksi dilakukan dengan kartu bank, maupun Qiris

Yang lebih penting, ia tidak terbiasa membawa uang case di saku bajunya.

Sebaliknya, pemuda yang tampak lusuh ini justru mengeluarkan sepuluh juta tanpa berkedip sedikit pun.

Sebenarnya siapa latar belakang bocah ini?

Kevin tersenyum tipis.

“Kalau begitu sudah selesai.”

“Sekarang kau bisa duduk di kursi sana dan menunggu.”

Setelah berkata demikian, ia menoleh kepada Karyawati yang masih terpaku karena syok.

“Nona, sekarang bisakah kau melanjutkan memperlihatkan barang-barangnya kepadaku?”

Mendengar suara Kevin, gadis itu baru sadar dari lamunannya.

Wajahnya sedikit memerah.

“Baik, Tuan.”

“Silakan ikut saya.”

Dalam hati ia diam-diam menghela napas.

Benar saja.

Seseorang memang tidak boleh dinilai hanya dari penampilannya.

Siapa yang menyangka bahwa pemuda berpakaian sederhana seperti ini bisa mengeluarkan sepuluh juta begitu saja?

Untunglah sejak awal ia tidak pernah meremehkannya.

Kalau tidak, orang yang malu sekarang mungkin adalah dirinya sendiri.

Sementara itu, wanita di pelukan Marten langsung cemberut marah.

“Sayang!”

“Lihat tuh!”

“Dia jelas-jelas meremehkanmu!”

Sejak tadi Marten sudah sangat kesal.

Mendengar hasutan itu, emosinya langsung meledak.

Ia mengeluarkan kartu bank dari sakunya dan membantingnya ke atas meja.

“Di dalam kartu ini ada lima puluh juta!”

“Kau pergi duduk di sana dengan patuh!”

“Lima puluh juta ini akan menjadi milikmu!”

1
Night Watcher
lanjut thor, tapi ingat, teliti lagi typonya, terutama saleh nama..🤭🤭💪
Night Watcher
kevin bertanya kpd kevin?
DD
ayang Tang Yu 🤭
Kenjiro Dominic: siii anomali muncul lagi 🤭🤭🤭😄😄😄
total 1 replies
sitanggang
pernah baca ... tapi hiatuss 🙄
sitanggang: nantik pasti Surya jg diobatin sama cucunya tuuh
total 2 replies
Night Watcher
????????😇
Night Watcher
kok kevin yg punya tugas dr tuan albert?
Night Watcher
satu set 45jt, beli 3 set + bantal dll, isi kartu 50jt, 😇😇😇
Night Watcher
udah biasa mainin para gadis kenapa burungnya gak dibuat koma?🤭🤭
Night Watcher
kebanyakan melebar jd gak fokus ceritanya. dan gak konsisten
Night Watcher
bikin bingung, sebenarnya 1 triliun atau 1 milyar isi ceknya?
Kenjiro Dominic: 1 triliun 😭
total 1 replies
Night Watcher
jadi selamanya jari kevin akan sllu menempel di dada?
udah berapa bab nih jari gak lepas2? 😇🤭
Night Watcher
siapa tang yu?
Kenjiro Dominic: 🤭 akhirnya anomali yg author Taru ada orang kedua yg sadar... 🙏
total 1 replies
Night Watcher
rompi itu apa bukan sejenis jaket tanpa lengan ya?
Night Watcher
nyoba nyicip mampir
DD
Tang Yu lagi 😅
Kenjiro Dominic: Kenapa yaaa, setiap Thor ninggalin Anomali, cuman kamu yang nyadar... 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
DD
Tang Yu 🤣
Kenjiro Dominic: Typo dikit biar ada yg komen 😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!