Ini kisah Reyhan seoarang pewaris sebuah perusahaan yang bercita-cita ingin menjadi seorang tentara, tapi tidak tercapai karena kedua orangtuanya meninggal.
Dia mempunyai seorang kakak perempuan namun kakaknya meninggal dalam sebuah kecelakaan dan itu membuatnya menjadi pewaris satu-satunya.
Di awal kisah Di ceritakan saat Reyhan masih sekolah dan mempunyai dua sahabat, Deni dan Mentari, namun persahabatan mereka tidak murni hanya karena persahabatan, karena ada rasa yang lain yang mereka pendam.
Suatu hari Reyhan harus tinggal di luar negri yang mau tidak mau dia harus berjauhan dengan para sahabatnya, setelah dia pergi dia memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Mentari karena dia ingin melupakan rasa cintanya pada Mentari yang tidak terbalas.
Setelah lama mereka terpisah dan tidak saling berkomunikasi tiba-tiba saja mereka bertemu kembali saat Reyhan menjadi seorang pengawal.
jika kalian berminat untuk membacanya yuk mampir di kisah Pengawal Ku CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Diah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reyhan di terima bekerja
Reyhan sudah sampai di depan pintu dan dia mengetuk pintu rumah sang calon majikan.
Tidak berselang lama pintu terbuka, dan Reyhan masuk kedalam setelah di persilahkan masuk.
"silahkan anda duduk terlebih dahulu" ucap pelayan rumah tersebut.
Reyhan pun duduk dan tanpa di sengaja dia melihat foto mentari yang sangat besar dengan penampilan yang lebih dewasa.
Reyhan berdiri dan dia terus melihat foto tersebut lalu dia berpikir apa mungkin ini rumah kake Mentari.
saking fokusnya Reyhan melihat foto mentari sampai-sampai dia tidak sadar jika calon majikannya sudah ada di sampingnya.
"Hem" seorang kakek berdehem
Reyhan langsung melihat ke arah suara deheman tersebut, dan Reyhan langsung berkata "selamat pagi tuan" ucapnya dan langsung membungkuk.
"Pagi", jawab sang kakek dan dia berkata "berdirilah dengan tegak".
Reyhan pun menegakkan badannya kembali.
"apa kau yang di kirim Deni?".
"iya tuan, saya yang di kirim tuan Deni".
"Siapa nama mu?" tanya kakek tersebut
Reyhan berkata dengan tegas "Reyhan tuan".
"Baiklah Reyhan sekarang kamu duduklah ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan"
Reyhan pun duduk di kursi yang berhadapan dengan sang kakek.
kakek tersebut menanyakan beberapa pertanyaan pada Reyhan dan Reyhan menjawaban pertanyaan sang kakek dengan baik.
Lalu kakek itu memberikan sebuah kertas soal yang harus di isi oleh Reyhan, dan Reyhan mengisi semua pertanyaan tersebut dengan cepat dan tentu saja semua jawaban Reyhan sesuai dengan harapan sang kakek.
Setelah mempertimbangkan semuanya kakek tersebut menerima Reyhan sebagai pengawal.
"Selamat nak kamu saya terima bekerja di sini dan kamu akan bekerja mulai besok dan ini jadwal kerja mu".
"Baik tuan dan terimakasih sudah mau menerima saya". ucap Reyhan lalu mengambil map tersebut.
"Sama-sama, kamu ikuti pelayan itu untuk melihat kamar yang akan kamu tempati" ucap sang kakek.
Reyhan pergi mengikuti seorang pelayan yang di tunjuk sang kakek. setelah Reyhan pergi kakek tersebut berkata pada sang asisten
"Aku merasa jika dia lebih pantas menjadi cucu menantu ku, dari pada menjadi seorang pengawal".ucap sang kakek
Lalu asistennya menjawab "saya pikir cuman saya yang berpikir seperti itu tuan".
"Jadi kamu juga berpikir seperti itu?" tanya sang kakek
"Iya tuan, tuan jika cucu anda menyukai anak muda tersebut bagai mana?, bukan saya lancang tuan tapi saya rasa ketampanan dan kepintarannya bisa saja menghipnotis nona Muda".
"mungkin aku akan merestui mereka, karena aku juga menyukai kepintarannya".
Reyhan masuk ke dalam kamarnya dan langsung duduk di pinggir tempat tidurnya. Reyhan mengambil ponselnya untuk menghubungi Deni.
Setelah memberi tahu Deni Reyhan pun memikirkan foto yang dia lihat tadi.
"Apa mungkin dia Mentari atau hanya mirip saja" ucap Reyhan dalam hati.
" Ah mungkin hanya mirip toh di dunia ini banyak orang yang wajahnya sama".
Reyhan mengakhiri lamunannya tentang Mentari dengan membuka Email yang masuk kedalam ponselnya.
*
Deni yang mendengar Reyhan di terima bekerjs merasa sangat lega.
Mila yang melihat wajah Deni berseri-seri bertanya pada Deni "mas kenapa wajah mu berseri-seri seperti itu?".
"Kamu tau sayang?". ucap Deni
"Tidak tau mas, kan mas belum memberitahu ku". ucap Mila
"Reyhan di terima bekerja di sana sayang".
"Oh syukurlah jika dia di terima, itu artinya mereka akan berhenti meneror kita".
"Kau benar tapi aku tetap merasa bersalah karena mempekerjakannya".
"Tidak perlu seperti itu mas, toh yang mau Reyhan sendiri bukan kita yang menyuruhnya" ucap Mila.
semangat kk