Dilarang Spam Promo!
Basic: Xianxia, Xuanhuan
HAPPY ENDING!
Satu jiwa yang harus dipertanyakan kebenarannya. Satu jiwa yang harus menjelajah ke dunia asing.
Dengan bekal Blue Phoenix dan seorang pria misterius, dia harus mencari identitas sejatinya. Identitas yang bahkan masih dia pertanyakan.
Apakah dia memang terlahir di Bumi?
Atau dunia antah brantah ini yang seharusnya dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia rohana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Embun Jade
Wei Yuzhen berjalan menghampiri Bai Yin Xue dan Ji Fan. Tubuhnya yang indah bergoyang dengan indah. Meskipun usianya masih remaja, gadis itu sudah memiliki tingkat kematangan yang melebihi gadis lain.
Bai Yin Xue mengerutkan keningnya. Terakhir kali mereka sudah saling bertentangan. Jadi kedatangannya mungkin bukan hal baik.
"Tuan Muda Ji Fan, biarkan aku memberi tahu kepadamu. Bai Yin Xue itu sudah menjadi pasangan Putra Mahkota, jangan sampai kamu jatuh dengan sikapnya yang bertindak pura-pura lemah lembut," ucap Wei Yuzhen.
Walaupun dia berbicara kepada Ji Fan namun matanya menatap Bai Yin Xue dengan cemoohan.
Ji Fan menatap Wei Yuzhen dengan mulut yang berkerut. Dia jelas tidak terpengaruh dengan ucapan gadis itu. Dia melirik keatas dan kebawah pada Bai Yin Xue. Setelah itu dia menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak berfikir dia lemah lembut," ucap Ji Fan. Lemah lembut apanya? Bukankah gadis ini begitu acuh padanya?
Phoenix tertawa dengan keras di dalam benak Bai Yin Xue. "Ha ha ha orang ini ternyata sangat jujur."
Bai Yin Xue tidak tahu harus teratawa atau menangis. Benar, dia memang bukan gadis yang lemah lembut. Mungkin dia kurang memiliki sisi feminim yang biasa dimiliki oleh gadis-gadis lain.
Wei Yuzhen terbatuk. Dia tidak pernah menduga kalau Ji Fan akan mengucapkan hal seperti itu. "Ah, apapun itu aku hanya takut Putra Mahkota akan tersinggung dengan kedekatan kalian. Jadi aku hanya mengingatkan dengan niat baik."
Bai Yin Xue mencemooh. "Cih, tidak perlu mendengarkannya."
"Putra Mahkota? Sayangnya aku tidak takut." Ji Fan menimpali.
Wei Yuzhen berkedip dengan heran. Berani sekali anak ini mengatakan tidak takut pada Putra Mahkota. Bahkan dia yang merupakan putri dari jenderal besar tidak akan berani mengatakan hal semacam itu.
"Kamu ... bagus aku tidak akan mengingatkanmu lagi!" Dia menghentakkan kakinya dengan jengkel lalu berjalan pergi.
"Ada apa dengan dia? Begitu aneh." Ji Fan bergumam.
"Biarkan saja, ayo pergi." Bai Yin Xue menjawab.
Mereka segera memasuki rumah lelang yang sudah terlihat di depan mata. Rumah lelang memiliki dua lantai yang tersedia. Lantai pertama untuk pengunjung biasa, dan lantai kedua khusus untuk pelanggan vip yang biasanya membutuhkan privasi.
Lantai kedua memiliki tirai tipis dimasing-masing kamar untuk menutup identitas penghuni kamar dari lantai bawah maupun dua. Bai Yin Xue memilih naik ke lantai dua dan mereka langsung disambut oleh pegawai pelelangan.
"Tuan dan Nona Muda, apakah kalian membutuhkan kamar privasi?" Orang itu bertanya.
"Ya, carikan tempat yang bagus." Ji Fan membalas.
"Baik, silahkan lewat sini." Pegawai pria itu membawa mereka di kamar yang cukup strategis.
"Tuan muda Ji, apa kamu akan melelangkan sesuatu?" Bai Yin Xue bertanya.
"Ah jangan memanggilku seperti itu, panggil saja Ji Fan. Kamu tidak perlu sopan padaku haha. Aku hanya akan melihat-lihat."
"Tuan dan Nona Muda, silahkan disini."
Mereka menghentikan langkahnya lalu masuk kedalam untuk mengamati keadaaan. Kamar itu memiliki satu set meja dan kursi yang diukir dengan baik. Di sana juga ada satu pembakaran dupa di sudut kamar.
Bai Yin Xue mengangguk puas. Kemudian dia berbalik menghadapi pegawai rumah lelang. "Aku mempunya sesuatu untuk dilelang."
Dia mengambil satu botol porselen kecil yang terlihat sangat biasa. Itu sangat biasa sehingga membuat orang lain akan berpikir benda di dalamnya pasti tidak akan berharga. Dia menyerahkan botol itu pada pegawai pelelangan.
"Nona bagaimana ketentuannya?" Pegawai itu bertanya.
"Kamu bisa memberikan kepada tuanmu terlebih dahulu, nanti dia yang akan menentukan harganya," jawab Bai Yin Xue.
Sebenarnya dia tidak tahu seberapa nilainya. Ini adalah air Yin Yang yang sudah dicampur dengan air. Mungkin hasilnya tidak akan sekuat aslinya, tapi dia sengaja mengurangi efeknya untuk menghindari menarik perhatian orang lain.
"Baiklah." Pegawai itu pergi.
"Yin Xue apa itu?" tanya Ji Fan.
"Itu adalah air Embun Jade, kamu mungkin tidak tahu." Tentu saja dia tidak akan tahu karena dia mengarang namanya sendiri.
"Apa-apaan Embun Jade! Kamu sungguh pencipta nama yang baik." Suara Phoenix terdengar dari benaknya.
Bai Yin Xue menjawab, "kamu tidak dibutuhkan untuk berbicara."
"Air Embun Jade?" Ji Fan merasa nama itu begitu asing. Tapi dia tidak bertanya lebih lanjut nanti dia juga akan mengetahuinya sendiri.
"Em."
Setelah beberapa saat seorang pria tua memasuki bilik. "Permisi, apa Nona ini yang melelang benda ini?" Pria itu bertanya.
"Ya benar, apa ada masalah?" Bai Yin Xue kembali bertanya.
Pria itu tersenyum canggung lalu berkata dengan malu, "bukan masalah besar, hanya saja maafkan pengetahuan kami yang kurang, kami tidak tahu apa nama air ini. Kami baru saja meneliti untuk satu tetes, memang air ini memiliki manfaat yang sangat bagus."
"Itu adalah Embun Jade." Bai Yin Xue menjawab dengan santai.
"Baik, berapa kira-kira harga yang ingin Nona pasang?"
"Aku percayakan masalah ini kepada pihak pelelangan." Rumah lelang ini memiliki riwayat yang baik jadi Bai Yin Xue percaya pihak lain tidak akan menipunya.
"Karena ini adalah sesuatu yang berharga maka aku akan memasang harga 300 koin emas, bagaimana?"
300 koin emas adalah harga yang tinggi. Belum lagi nanti pasti harganya akan naik lagi setidaknya bisa mencapai dua kali harga aslinya. Tanpa berpikir lama Bai Yin Xue menyutujuinya.
"Baik. Tuan, tolong jangan sebutkan transaksi ini pada pihak lain."
"Nona bisa tenang, rumah lelang kami selalu menjaga privasi dengan baik." Pria itu tersenyum sebelum pergi.
"Yin Xue aku akan melelang air itu." Ji Fan berkata dengan terus terang. Mungkin air itu bisa menyembuhkan keluhan ibunya.
"Apa kamu membutuhkannya?" tanya Bai Yin Xue.
"Ya, akhir-akhir ini ibuku kurang sehat. Aku mungkin bisa memberikan untuknya."
Bai Yin Xue menggelengkan kepalanya. Dia mengambil botol porselen yang lebih kecil dari lengan bajunya. "Tidak perlu membelinya, gunakan saja ini."
"Apa kamu serius?" Ji Fan tidak mempercayai apa yang dia dengar. untuk benda yang seharga 300 koin emas, gadis itu akan memberinya secara gratis? Ternyata gadis itu cukup murah hati.
"Apa aku terlihat seperti bercanda?" tanya Bai Yin Xue.
Ji Fan tertawa lebar. "Aku tahu itu, kamu memang terbaik."
"Terima kasih aku sangat tersanjung." Bai Yin Xue menjawab asal. Sebenarnya dia orang yang baik hati jika orang lain juga bertindak baik kepadanya.
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
btw novelnya ga mau lanjut seasond 2 kak?
dah lama tidak muncul
Ayok kak Ana seger up lagi ceritanya, bnyak yg sudah menunggu😊
ayolah beri kabar pada kami semua
Sekarang mertahanin apk ny cuma buat nungguin ini cerita update😭
Kak ana udah setaun kakkkkkk, udah lumutan akuuuu😭😭
aq menantikan selanjutnya