Cover by @iqbald26
Menceritakan tentang dua manusia yang berupaya setia pada pasangannya yang sudah tiada,namun takdir yang mengatur mereka.
***
*Tidak ada orang ketiga
*Episode tidak banyak
*Siapkan tisu,karena mungkin saja cerita ini mengandung air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasrah
Kata-kata Farid tempo hari begitu membekas di hati Ana,rasa penasarannya semakin banyak dan dia ingin tahu apa yang disembunyikan suaminya. Semuanya terasa mencurigakan,setelah beberapa tahun keduanya hidup dalam kedamaian,kini diusia pernikahan ke-lima ujian itu kembali hadir.
Tidak ada sedikitpun niatan Farid untuk menjelaskan bahkan sekedar menghilangkan sedikit kecurigaan istrinya,dia lebih memilih untuk membiarkan semuanya. Ana tersenyum getir ,ingin rasanya dia menjalani semuanya tanpa harus merasa penasaran dengan apa yang disembunyikan suaminya,namun bagi Ana kejujuran adalah ruang nyaman untuk sebuah hubungan,dan jika kejujuran itu tidak ada maka semuanya adalah ruang hampa.
Seperti biasanya Farid pulang larut malam, akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang menyita waktunya, bahkan waktu bersama keluarganya sedikit berkurang ditambah Farid yang membiarkan permasalahan rumahtangga begitu saja .
Farid seperti biasa membaringkan tubuhnya disebelah Ana namun berbeda dengan hari ini,dia tidak memeluk Ana,hal itu menambah luka dalam diri ana ,Ana menyesal pernah mempertanyakan hal itu pada Farid jika akhirnya akan begini,namun dia pun menyadari bahwa Farid menyembunyikan sesuatu.
***
Hari demi hari berlalu Farid semakin disibukan dengan pekerjaannya,banyak hal yang terlewat,Farid tidak lagi menemani Ana untuk berobat ke dokter,usaha keduanya untuk memiliki keturunan menjadi sia-sia,Farid tidak lagi peduli dan Ana memilih untuk menghentikan pengobatannya selain belum ada perkembangan ketidak pedulian Farid juga membuat Ana menghentikan semuanya.
"Dok saya memilih menyerah melakukan pengobatan ini, mungkin bukan rejeki saya untuk memiliki keturunan,saya cukupkan sampai disini saja proses pengobatannya dan saya ucapan terima kasih atas kesabaran dan bimbingannya," ucap Ana ketika menemui dokter
"Apa ibu yakin? saya berharap ibu tidak menyerah,karena sejauh ini perkembangannya cukup baik meskipun belum signifikan,saya yakin berkat usaha dan doa ibu semuanya akan terjawab manis," sahut dokter mencoba meyakinkan Ana.
Ana tersenyum.
"Saya rasa cukup dokter,saya sudah merasa cukup dan ini saatnya saya berpasrah saja ,sekali lagi terima kasih dok," ucap Ana berpamitan dan meninggalkan ruangan dokter setelah dokter menyetujuinya.
Setelah pulang dari rumah sakit Ana menyibukkan diri dengan belajar dan bermain bersama Hana,bayi lucu itu kini sudah berusia lima tahun setengah,anak yang cerdas melebihi anak seusianya,dan diusia saat ini dia akan mengikuti program akselerasi ,bahkan Farid berencana akan mengirimkan Hana sekolah diluar negeri diusianya saat ini,namun Ana menolaknya.
Setelah semuanya terjadi Ana menyerahkan keputusan pada Farid mengenai masa depan Hana,dia tidak punya hak untuk ikut campur karena bagaimanapun Farid adalah ayahnya.
"Nak,jika papah benar mengirim kamu sekolah diluar negeri apa kamu mau?," tanya Ana pada Hana
Seketika Hana mengangguk.
"Mau Bu,kata papah disana aku tinggal satu asrama dengan Kak Bella," sahut Hana antusias menceritakan Bella anak dari sepupu Farid.
Ana memandang wajah Hana dengan senyum tulus,dia bangga dengan putrinya yang bersikap dewasa diusianya yang masih kecil .
"Baiklah jika kamu ingin sekolah disana ibu tidak akan melarang papah untuk mengirim kamu kesana,ibu akan mengizinkan kamu pergi,ibu berharap kamu baik-baik saja disana dan bisa menyelesaikan sekolah kamu dengan baik,"
"Benarkah, ibu mengizinkan aku pergi?aku janji akan belajar dengan baik," sahut ana antusias.
Ana tersenyum dan memeluk putri sambungnya.
"Ibu tidak punya hak untuk melarang mu,dan ibu hanyalah orang lain, pergilah nak dan ibu akan mendoakan mu," ucap ana dalam hatinya sambil tetap memeluk Hana.
***
Syedihhh Ana pasrahhhhhhh ..
like komen dan vote ❤️😉
semoga
maling teriak maling....
lebih baik berpisah, dr pada menyiksa diri....
jangan menyiksa orang lain karena pikiran mu yg salah....
manusia tidak punya hati..... 😡😡