NovelToon NovelToon
Love Is Deep

Love Is Deep

Status: sedang berlangsung
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Maelani

Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.

Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

SELAMAT MEMBACA

Vika yang pergi tanpa minta ijin dulu pada Ujang sempat membuat Ujang merasa kehilangan.

Sore itu Ujang yang baru saja pulang dari rumah saudaranya karena ada kabar duka dan tidak sempat memberi kabar pada Vika .

Nenek Dilla pun menceritakan semuanya pada Ujang.

Ujang yang memang beberapa hari ini tidak memegang ponselnya karena di pinjam oleh saudaranya langsung membuka ponselnya.

"Astaghfirullah Vika wa sebanyak ini,udah di baca lagi" decak Ujang yang kesal kepada saudaranya itu.

"Emang siapa yang pegang hp kamu kemarin-kemarin" tanya nenek Dilla

"Sepupu ni, kemarin itu Ujang sibuk kesana kemari jadi hp dia yang pegang dulu takut ada kabar apa-apa" jawab Ujang menjelaskan.

"Lebih baik sekarang kamu telpon si Vika jelasin semuanya " saran Nenek Dilla

Ujang pun langsung menghubungi Vika untuk menjelaskan semuanya.

Namun karena Vika masih kesal ia pun enggan untuk menjawab panggilan telepon dari Ujang.

Ia membiarkan ponselnya terus berbunyi.

Mama Iren yang kebetulan sedang melintas di depan kamarnya langsung membuka pintu kamar.

"Sayang itu telpon kamu bunyi terus"

"Biarin aja mah, Vika lagi kesel sama dia" jawab Vika

Tanpa banyak bertanya mama Iren pun langsung meninggalkan kamar Vika.

Malam itu Ikhsan yang tau jika Vika ada dirumahnya langsung bertandang dengan membawa beberapa bungkus makanan.

"Ngapain loe kesini?" tanya Vika sinis saat melihat Ikshan yang bertamu.

"Jangan galak kenapa sih Vika, gw cuma mau say hello aja kok sama ngasih ini disuruh mama gw" ucap Ikhlas berbohong.

"Sini,bilangin terimakasih ya sama Tante buat makanannya" ucap Vika sambil mengambil kantong plastik yang dibawa oleh Ikhsan lalu menutup pintu rumahnya kembali.

"Siapa itu Vika ,kok gak disuruh masuk sih?" tanya mama Iren.

"Emmm itu ..mah...anu mamanya Ikhsan ngasih ini" jawab Vika terbata-bata sambil menunjukan kantong plastik yang Vika ambil dari Ikhsan tadi.

"Sekarang Ikhsannya mana?"

"Udah pulang lah" jawab Vika santai.

"Astaghfirullah Vika, kamu itu gak boleh kaya gitu, kalau ada tamu ya disuruh masuk dulu" tegur Mama Iren.

Vika pun segera lari menuju kamarnya, ia tau jika mamanya akan marah.

Mama Iren pun kembali membuka pintu dan melihat Ikhsan yang hendak masuk kedalam rumahnya.

"San..."

Ikhsan pun langsung menoleh.

"Iya tante"

"Bilangin mama ya terimakasih buat kuenya" ucap Mama Iren sambil tersenyum.

"Iya tante nanti saya bilangin" jawab Ikhsan sambil masuk kedalam rumahnya.

Pagi hari seperti biasa Vika diminta berbelanja oleh mama Iren.

Beberapa tetangga mereka terlihat begitu kagum dengan kecantikan Vika yang alami.

Ikhsan yang kebetulan hendak berangkat ke kampus langsung berhenti saat melihat Vika yang sedang berada di tukang sayur.

Ia sengaja menghentikan motornya sedikit jauh dari tukang sayur untuk menghindari gosip yang akan cepet beredar.

Vika yang tidak tahu jika Ikhsan sedang menunggunya begitu terkejut saat seseorang menarik tangannya.

"Ish apaan sih loe,lepasin tangan gw" ucap Vika.

"Jangan kencang-kencang Vik, nanti kita kena gosip" ucap Ikhsan

"Gosip apa, loe aja ke pedean minta di gosipin" ucap Vika ketus.

Ikhsan hanya tersenyum mendengar ucapan Vika yang menurutnya lucu.

"Nanti sore jalan yuk" ajak Ikhsan

"Gak mau, cape"

"Maksudnya kita naik motor jalan-jalan" ucap Ikhsan menjelaskan.

"Liat aja nanti sore" jawab Vika sambil berjalan meninggalkan Ikhsan yang hanya tersenyum sambil menatap Vika yang sudah menjauh.

Berkali-kali Ujang berusaha menelpon Vika namun gadis itu masih enggan untuk berbicara dengan kekasihnya itu.

Ujang pun tidak habis ide, ia langsung mengirim pesan kepada Vika dan menjelaskan semuanya.

Vika yang membaca semua pesan dari Ujang akhirnya merasa sedikit bersalah karena sudah berpikir negatif.

Ia pun langsung menghubungi Ujang dan meminta maaf.

Begitu pun dengan Ujang, ia langsung meminta maaf karena pergi tanpa memberi kabar kepada Vika.

Akhirnya Vika pun merasa sedikit lega, ternyata Ujang tidak seperti yang ada dalam pikirannya.

Hari itu Ikhsan kebetulan sedang off, setelah selesai kuliah ia pun langsung pulang.

Rany yang kebetulan minta diantar oleh Ikhsan untuk membeli sesuatu di Mall namun di tolak mentah-mentah oleh Ikhsan dengan alasan ingin beristirahat.

Akhirnya Rany pun ikut kerumah Ikhsan.

Saat mereka tiba mamanya Ikhsan langsung pergi dari rumah dan main kerumah Vika.

Vika hanya tersenyum saat Mamanya Ikhsan menceritakan tentang sifat buruk Rany yang ia tidak suka.

Vika yang memang mengenal Rany hanya tersenyum saja mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut mamanya Ikhsan.

Ikhsan yang kesal karena Rany tidak juga mau pulang akhirnya meminta mamanya yang turun tangan untuk mengusir Rany.

Vika tertawa begitu kencang saat mamanya Ikhsan menunjukkan pesan yang Iksan kirim untuknya.

Ikhsan tersenyum saat mamanya berhasil meminta Rany untuk pulang karena ia ingin bebenah rumah dikarenakan hari sudah sore dan sebentar lagi papanya Ikhsan akan pulang.

Setelah mandi Iksan pun langsung kerumah Vika.

Vika yang memang sengaja belum mandi dan hanya memakai pakaian rumahan hanya tersenyum saat melihat Iksan sudah rapi.

"ET dah San mau kesini aja rapi banget"ejek Vika sambil tersenyum.

"Ih loe gimana sih, kirain udah rapi, jadi gak ni kita jalan" ucap Iksan

"Gw aja belum mandi" jawab Vika sambil duduk dibangku.

"Ya udah sana mandi dulu, kok malah duduk sih" ucap Iksan sambil menarik tangan Vika dan memintanya untuk segera bersiap.

Pian yang kebetulan baru tiba, langsung melepaskan yang Iksan yang menyentuh tangan sang Kaka.

"Ih loe ngapain sih megang-megang Kaka gw" ucap Pian.

"Sorry Ian, gw tadi cuma nyuruh Kaka loe buat mandi, kan tadi dia janji tuh mau jalan sama gw" ucap Iksan menjelaskan.

"Mau jalan kemana? Gw ikut,tunggu ya sebentar, awas ya kalo gw ditinggalin" ancam Pian yang langsung masuk kedalam kamarnya dan segera bersiap-siap.

Karena Pian pun ikut akhirnya Vika pun mau jalan-jalan dengan Iksan.

Pian yang memang belum rela jika sang Kaka harus bersama Iksan.

Vika yang tau jika Pian tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengerjai Iksan.

Setelah lelah berputar-putar mereka pun singgah di sebuah kedai pecel ayam pinggir jalan.

Pian yang tau jika Iksan tidak pernah mau jika diajak jajan pinggir jalan hanya tersenyum puas saat melihat Iksan hanya mengaduk-aduk makanannya.

"Kok gak dimakan sih San,mubazir tau"

"Gw udah kenyang kok liat loe makan" jawab Iksan dengan senyum yang dipaksakan.

Vika yang sengaja makan banyak dengan maksud agar Iksan ilfill dengannya malah jadi sakit perut karena kekenyangan.

"Aduhhhh perut gw sakit" Vika meringis menahan perutnya sakit karena banyak makan dan makan pedas.

Melihat Vika yang kesakitan Iksan pun tidak tega ia langsung mempir saat melewati sebuah klinik.

"Kan sekarang kamu denger kamu itu udah gak boleh makan pedas" ucap Iksan meniru ucapan sang dokter tadi.

"Gak usah berisik, ayo cepet pulang, gw mau istirahat" ucap Vika ketus.

Iksan yang sudah biasa mendengar ucapan yang ketus dari Vika hanya tersenyum.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
sindiri terooosss Vik, Kay. Malu hati sendiri tuh si Ikhsan🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
Untung si Vika kagak jadi sama si Ikhsan. cowo plinta plintut ngga punya pendirian. Mau aja di porotin abis2, udah gitu pake di marah2in lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
Kasiah...diomelin mulu sama pacar. Baru jadi pacar aja, udah ngomel mulu. Gimana kalo udah jadi istri. Makan Hati lo San🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
lo itu cuma terobsesi sama cewek Cantik San, kalo cewek nya ngga cantik mana mungkin mau lo deketin
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
Nyesel kan lo sekaran San. Vika ngga cuma cantik Fisik nya sekarang, Tapi Hati nya pun Cantik
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
Ngga Usah di Inget Vik, Ambil aja Hikmah nya, karena Perkataan Ikhsan lah akhirnya sekarang kamu jadi kurus, jadi cantik
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
kuat banget ya ikatan Batin Vika sama Mama nya. Untung Vika cepet² datang. Ikhsan egois amat, sana sini mau😣
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
Bener kata Nenek Dilla. Yang lalu biarlah berlalu Vik. Cuma kok di kenyataan nya susah ya buat jalanin nya🤔🤔🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩˢ⍣⃟ₛ⏤͟͟͞R🐬༄⃞⃟⚡
ahhh... Sweet banget Aa Ujang Ini. Jadi kepengen di suapin juga😊
🖤⏤͟͟͞R🔰π¹¹™❤💋👻ᴸᴷ
mungkin bisa jadi kepala sama badanmu misah dech, San😁😁😁
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
keysa sahabat yg baik ya vik, dia selalu jadi temen buat kamu, moga kedepannya kalian tetep bersahabat dg baik
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
pembully an verbal memang menyakitkan, sabar ya vik, harusnya gk usah didengerin tuh omongan sampah semua
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
astagfirullah nih bocil minta dikremes mulutnya, becandanya kelewatan kalik.. bagi cewek tuh ya paling anti klo dikatakan gemuk. sabar vika, aq juga gemuk kok 😅
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
yang pahit jangan diiinget2 ya fik, kan kamu sudah buka lembaran baru. sokkkkk berangkat, biar rasain gimana kangennya sama ujang ps ldr😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
kenyang makan baper🤣🤧
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
eah ujang udah mulai mpok cecif😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
bebek e ilang dimasak🤣🤣🤣
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
semogaaa aja vikaaa bs mencintai ujang
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
hayooo nek kawal sampai jadian😂
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
setuju tuh, ujang bs nerima kamu dalam keadaan apapun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!