Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
💞💞💞💞💞💞💞
Usai acara pemakaman kini hanya tinggal Kahyangan dan Bumi yang masih berada disisi pusara sang ibu.
Isak tangis gadis yang kini menjadi yatim piatu itu sungguh menyayat hati.
"Kita pulang ya, udah mendung" ajak Bumi sambil terus merangkul kahyangan.
"Aku mau pulang kemana, Bu?"
"Apartemen! kamu tanggung jawabku sekarang" ucap Bumi tegas tak ingin di bantah.
"Enggak. Aku gak mau repotin keluarga kamu terus, ini udah lebih dari cukup, Bu" balas kahyangan sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak ada yang di repotin, sayang, Lagian yang tanggung jawab atas kamu itu aku, bukan keluarga aku" ucap Bumi meyakinkan gadisnya.
"Sama aja, Bu"
Kahyangan bangun dari jongkoknya, ia menghapus air mata sambil menghela nafas dalam-dalam.
"Aku bisa berdiri di kaki ku sendiri, aku bisa!"
"Kamu cukup menjagaku bukan menompang hidupku"
Bumi yang ikut bangkit langsung meraih tubuh gadis Kesayangannya, Ia tak kuasa mendengar semua perkataan yang di lontarkan kahyangan yang seakan tak langsung meminta Bumi untuk menjaga jarak padanya.
"Aku tak kan meninggalkanmu lagi, sayang"
.
.
.
Setelah perdebatan panjang Akhirnya Kahyangan mau ikut lagi bersama Bumi ke apartemen yang disewa Reza untuknya saat Ibu masih di rawat.
Dengan perjanjian jika ia hanya akan tinggal disana selama sebelum mendapatkan kos-kos'an untuk tempat tinggal barunya nanti.
"Kamu istirahat ya, aku pulang dulu mau mandi. Nanti aku bawakan makan malam" pamit Bumi saat Khayangan sudah duduk di tepi tempat tidurnya.
"Aku juga mau mandi"
Bumi mengelus kepala Kahyangan yang menatap lurus kearah jendela besar dengan tatapan kosong.
"Ya udah, aku siapin air nya ya"
Pemuda dengan tingkat kesabaran luar biasa itu langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat. Bumi memang tak pernah Segan-segan mengurus gadisnya itu.
Bagi Bumi, Khayangan adalah ratu dalam hati dan hidupnya, cintanya tak pernah main-main dan akan ia utarakan dan ia ungkapkan kapanpun ia mau.
Akan ia buktikan dengan sikap dan perhatian yang luar biasa.
Setelah memastikan Kahyangan masuk dan membersihkan diri, barulah Bumi keluar dari apartemen Kahayan menuju apartemen milik Kedua orangtuanya.
"Loh, Yayang mana?" tanya Melisa saat melihat anaknya pulang Sendiri.
"Masih mandi, Mah" jawabnya yang langsung ikut bergabung dengan keluarga di ruang tengah.
"Gak ikutan Mandi?" Tanya Air polos.
PLAAAAKKK..
Satu pukulan mendarat di lengan si sulung.
"Apa sih, Pah?" Protes Air sambil mengelus bagian yang sakit.
"Mana boleh ikutan mandi!" sentak Reza.
"Ya Allah, maksud kakak mandi sendiri, Pah. Nih di kamarnya bukan mandi berdua sama Yayang" ujar Air kesal.
"Oh... gitu ya," kekeh Reza malu sendiri.
"Pikirannya sih. Oh No Mulu" ejek si sulung sambil mencebikkan bibirnya.
"Wih... Oh yes dong" elak Reza tak kalah dari anaknya.
Melisa dan Hujan hanya menggelengkan kepala mereka saat melihat perdebatan tak penting suami-suami mereka.
"Papa sama kakak bisa diem gak?!!"
Bumi yang pusing semakin pusing, apalagi ia yang tahu harus pura-pura tak tahu dan tak mengerti dengan obrolan sang gajah dan buaya.
"UPS!"
Reza dan Air langsung membungkam kedua mulut mereka.
"Papa sih" Bisik Air, Ia yang langsung diam jika Bumi sudah memberikan tatapan mata yang mematikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yuk Jan.. kita nyiram lagi!
Hawanya panas banget butuh basah-basahan..
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Nih anak kenapa recokin lapak adek nya Mulu sih 🙄🙄.. padahal udah punya sendiri..
Pulang gih sana!!
Emang gak malu ketauan netizen tuh Bini belom bunting juga
Kawin mah udah setaun.
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.