Proses Revisi bertahap...
Rate 21+++
Cerita ini mengandung adegan yang cukup ngeri di harap yang masih di bawah umur, segera tinggalkan setelah membaca warning ini... gak boleh ngintip apalagi mampir..
______
Berawal kabur dari rumah dan bekerja menjadi sekretaris lalu mendapat misi untuk menyembuhkan penyakit bos nya, Aqella malah mendapati dirinya berakhir di dalam ranjang dan membuat hidup nya menjadi sepenuh nya milik Cleo Rodriguez.
Namun siapa sangka jika pilihan nya untuk memilih Cleo, malah menimbulkan banyak masalah kedepan nya untuk dirinya sendiri dan hubungan yang ia jalani.
Mampukah Aqella melewatinya ?
Ataukah memilih mundur perlahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kris muntari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN BERHENTI
Cleo yang mendapati Aqella tidak di tempat nya , segera menyusuri lobby hotel, mencari cari keberadaan istrinya yang entah kemana.
Mau menghubungi nya pun percuma karena ponsel Aqella ada padanya.
Sayang kau di mana?.
Cleo mengedarkan pandangan ke setiap penjuru, barangkali Aqella sedang bermain dengannya.
Namun permainan seperti apa yang membuat orang panik.
Hingga penglihatannya menangkap seseorang yang sedang menggerakkan tangannya, mendongakkan kepalanya ke atas di tengah kolam, dan celaka itu Aqella dan ia akan tenggelam. Entah bagaimana wanita itu bisa terjatuh di kolam.
Cleo bergegas berlari menuju kolam, namun tindakannya masih kalah cepat.
Byurr
Seseorang terlebih dulu menjatuhkan dirinya ke kolam, dengan cepat berenang ke dasar, mengangkat tubuh Aqella dan membawanya ke tepian kolam renang.
Pria tersebut yang melihat Cleo sudah berdiri di tepi kolam dengan panik dengan cepat menyerahkan Aqella kepada Cleo.
"Jika kau tidak bisa menjaga istrimu, lebih baik jika kau tinggalkan dia."ujar nya dan berlalu begitu saja.
Cleo tidak mengindahkan ucapannya, memangnya siapa dia berani mengatakan seperti itu pada dirinya, bahkan ia tidak pernah melihatnya sama sekali.
Namun entah mengapa wajahnya terlihat sangat mirip dengan seseorang, namun siapa itu ia tidak dapat mengingatnya.
Lagian yang terpenting saat ini adalah Aqella, Cleo segera meletakan kembali Aqella di tepi kolam, lalu menekan kuat kuat dada Aqella, memberi pertolongan pertama tapi masih tetap tidak membuahkan hasil, Aqella masih tetap tidak sadarkan diri.
"Ayo sayang bangun...."gumam Cleo sambil terus menekan nekan dada Aqella.
Matanya sekarang mulai mengembun, siap menumpahkan cairan bening.
Jujur saja ia tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi dalam hidup nya.
Uhuk..uhuk..uhuk.
Aqella langsung tersadar, mengeluarkan semua air yang tadi tertelan dari tubuhnya.
"Syukurlah." Cleo langsung memeluk Aqella dengan erat.
"Cleo...."Aqella membalas pelukan Cleo, sungguh ia sangat beruntung karena Tuhan masih memberikannya kesempatan hidup, padahal tadi Aqella berpikir jika ia akan berakhir dengan cara seperti itu.
"Bagaimana kau bisa tenggelam hah?!." cecar Cleo "sudah ku bilang untuk tetap diam kan!" lanjutnya lagi sambil memegangi pundak Aqella.
Aqella melihat wajah Cleo yang terlihat panik, bahkan terlihat cairan bening di mata Cleo, mungkinkah pria ini menangis "Maaf...." ucap Aqella lirih.
"Jangan jauh dariku lagi." ujarnya sambil mengangkat tubuh Aqella membawanya ke dalam kamar.
Cleo meletakan tubuh Aqella di atas ranjang, menanggalkan semua pakaian Aqella yang basah.
Glek.
Cleo menelan salivanya,melihat tubuh polos istrinya benar benar sangat menggoda, terlebih bukitnya yang sekarang membuat candu untuk Cleo.
Tapi ia juga bukan maniak, dengan tega menjamah Aqella dengan kondisi seperti ini.
Dengan berat hati Cleo mengambil pakaian Aqella dari dalam paper bag yang tadi di berikan Rosa, namun saat melihat isi nya Cleo di buat membatu.
Kalo Aqella pake ini gak jamin bisa nahan sampe satu jam kedepan.
Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia masukan kembali baju ke tempatnya.
Memutar kepalanya ke arah Aqella dan tersenyum menunjukan deretan gigi putihnya yang rapi.
Melihat ekpresi Cleo yang aneh, membuat Aqella mengernyitkan dahinya bingung "Mana bajunya? aku udah kedinginan." ujar Aqella sambil menarik selimut di dekatnya.
"Hehe.. koper yang ada bajunya lupa aku bawa." ujar Cleo.
"Lalu itu?" Aqella menunjuk paper bag dalam genggaman Cleo.
Cleo langsung memutar tangannya, menyembunyikannya dari padangan Aqella "ini bukan baju." jawab Cleo menggelengkan kepalanya kuat kuat.
Aqella memutar bola matanya malas, dengan cepat menyingkap selimut yang ia kenakan dan berjalan menghampiri Cleo tanpa busana.
Jangan salahkan iman ku yang gak kuat ya.. kamu yang menggoda ku. ujar Cleo dalam hati.
Cleo melemparkan paper bag yang ia pegang ke sembarang arah, menarik Aqella dalam dekapan nya.
Dan tanpa ba bi bu lagi Cleo langsung menyatukan bibir mereka dan saling menukar saliva.
Aqella membelalakkan matanya tidak percaya, jika di situasi seperti ini Cleo masih meminta haknya, namun Aqella juga tidak menolak karena ia sendiri butuh kehangatan setelah tercebur di kolam barusan.
Dengan tautan bibir yang masih menyatu, Cleo menggiring Aqella kembali ke kasur dan mendorong pelan tubuh Aqella hingga terlepas penukaran saliva.
Dengan senyum yang mengembang di wajah Cleo, ia melepaskan semua pakaian yang ada dan mulai menuntaskan hasrat mereka masing masing sesuai dengan yang di perintahkan Rosa.
jangan berhenti sampai Rosa mendapatkan cucu.