Berawal dari tidak sengaja! hingga timbullah rasa cinta!
Takdir siapa yang tahu, setelah 3 tahun pernikahan ia baru mengetahui bahwa bukan dirinyalah istri dari Rico Bagaskara, lelaki yang berusia 6 tahun lebih tua darinya ternyata telah mengkhianatinya dengan menikah secara diam-diam dengan wanita idaman lainnya.
hati Arini begitu rapuh, namun Tuhan selalu merencanakan yang terbaik untuk dirinya, di tengah kehancuran hatinya hadir sosok Seto Pramana, pria muda tampan dan di gilai para wanita itu diam- diam menaruh perhatian padanya.
berawal dari tidak sengaja, hingga timbullah rasa cinta.
"istrimu Adalah Pilihanku." gumam Seto dengan keinginan yang kuat !
akankah rumah tangga Arini berakhir?
akankah, penyesalan itu menghampiri Rico?
ikuti kisah selengkapnya.
warning.!!! 📢📢📢
cerita ini hanyalah fiktif, tidak bermaksud menyinggung pihak manapun di dalamnya mungkin ada beberapa cerita 21+ jadi bijaklah dalam membaca.
berikan aku saran kritik yang membangun, bukan menyudutkan !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IAP. 31.
darah mengucur keluar dari sudut bibir dan tangan Clara. karena kalap Arini membabi-buta mencakar clara, sifat kalem yang di miliki Arini telah lenyap tak bersisa karena hilang kesabaran.
"wanita sialan. bar-bar sekali kau melukai diriku!" teriak Clara.
Rico seketika frustasi, Arini yang biasanya kalem berubah menjadi ganas, persetan dengan keadaan Clara, mulut berbisa wanita itu memang pantas mendapatkan balasan demikian.
beberapa luka yang menggores di tubuhnya terasa perih. wanita itu mengadu kepada Rico seraya menangis " mas..istrimu sungguh bar-bar telah melukai aku!"
Arini memutar bola matanya malas, "cih..jijik aku melihatnya."
Clara merasa kesal kepada Rico, suaminya itu tak melakukan apapun hanya diam dan membisu.
"Mas..kenapa kamu menjadi bisu? balas Arini mas dia telah membuat tubuhku terasa perih" rengek Clara.
"pusing aku." tutur Rico.
Arini muak mendengarnya, tak ambil pusing Arini beranjak turun dan keluar dari situasi yang memuakkan baginya.
Arini membuka kembali pintu mobil dan berkata dengan sinis, " sepertinya aku telah salah ikut denganmu mas.. rasanya aku harus mencuci tubuhku sampai bersih karena habis satu mobil dengan pasangan menjijikan seperti kalian!"
"karmamu pasti akan berlaku!" kata Arini kemudian menutup pintu mobilnya.
Rico benar-benar frustasi. rencana mendamaikan kedua istrinya gagal total. kini tubuh Arini telah lenyap masuk kedalam taksi dan semakin jauh dari mobilnya.
Setelah kepergian Arini, Clara masih mengumpati kepergian madunya itu, Rico menyuruh Istri mudanya untuk pindah tempat agar ia bisa melihat luka yang di derita Clara.
Taksi berhenti di pekarangan rumah, ia segera menuju lantai atas untuk menemui sang buah hati. Pengasuh Alana masih terjaga melihat kedatangan pemilik rumah, ia segera beranjak dan menundukkan kepala. "Sudah bobok mbak?" tanya Arini dengan suara pelan takut jika membangunkan putrinya.
Pengasuh itu mengangguk, kemudian ia berpamitan untuk pulang karena Arini sudah tiba, sebelum pulang Arini memberikan sedikit tips karena telah mengasuh Alana.
Setelah kepergian asistennya tadi, Arini merebahkan tubuhnya di samping Alana setelah membersihkan diri tentunya, Arini lelah hati, pikiran, dan tenaga Arini meraih ponselnya di dalam tas tepat saat itu Seto sedang memanggilnya.
"Baru pulang?" tanya Seto di seberang telepon.
"I-iya mas," Arini sungguh merasa tidak enak karena telah menolak ajakan Seto.
"Kapan bisa ketemu?" tanya Seto lagi.
"Belum tau mas..nanti tiba-tiba mas Rico pulang nggak ada aku marah lagi,"
Di sana Seto yang mendengar jawaban Arini mengusap kasar wajahnya. Seto lupa kalau wanita yang di telponnya sekarang tidak single lagi melainkan masih istri orang.
"Hmmm.." suara dari Seto terdengar kecewa.
Arini sungguh tidak enak hati, selama ini Seto telah baik kepadanya, begitu juga dengan Alana. "Maaf ya mas.. akan aku usahain deh."
Seto tak menjawab membuat Arini menjadi semakin tidak enak hati, kemudian suara tawa Seto memecah keheningan beberapa saat tadi hingga Arini ikut tersenyum di buatnya. " Hahaha. santuy saja Rin..?" ledek Seto.
Setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu besok di tempat yang nantinya akan di tunjukan Arini.
Sementara itu setelah mengakhiri penggilannya Seto tampak sumringah bagaimana tidak besok ia akan bertemu Arini, "Tahan Seto..selangkah demi selangkah Arini akan menjadi milikmu." gumam Seto.
Entah kenapa Seto tidak ingin merusak Arini, hasrat untuk memiliki memang besar, namun lelaki itu juga berharap pujaan hatinya itu menginginkannya juga. Dia ingin hubungan yang akan terjalin mengalir dengan sendirinya.
Bisa saja Seto membuat Arini segera jatuh kedalam pelukannya seperti sebelum-sebelumnya yang pernah ia lakukan kepada wanita incarannya. Bagi Seto Arini adalah wanita yang berbeda dari yang lainnya, dirinya merasakan cinta, benar-benar cinta bukan sebatas ***** semata.
Seto mengusap foto Arini dan dirinya, cinta di hatinya begitu menggebu, tidak pernah ia pikirkan sebelumnya akan jatuh hati pada wanita bersuami, terdengar aneh dan konyol namun itu adalah kenyataannya.
Tentu saja itu tidak mudah, menyakinkan hati Arini harus dengan pengorbanan ekstra, meski rico telah mengkhianatinya ia sepenuhnya tau Arini masih mencintai suaminya. Seto harus bermain cantik agar mendapatkan hatinya Arini.
" Arini jadilah milikku, aku tidak akan menyakitimu seperti Rico yang telah mengkhianati mu!" gumam Seto seraya mengusap foto di ponselnya.
"Wanita banyak yang menginginkan diriku, bahkan mereka rela hanya sekedar jadi cinta satu malamku. Tapi aku malah menginginkan istri orang." gumam Seto lagi.
Rico dan Clara telah sampai di rumah. Clara marah Rico begitu mlempem saat menghadapi Arini, dia memasang wajah masam. Rico menghela tidak tahu harus melakukan apa untuk membujuk istrinya itu.
"Clara.. bukannya aku tidak membelamu, pahamilah posisiku, kau dan Arini sama-sama istriku" ujar Rico.
"Masih bisa ya kamu berkilah, kau berkata tak mencintainya lalu kenapa sekarang kau merasa tidak enakan kepadanya?" ucap Clara kesal.
"dari awal kau sudah paham dan ku jelaskan aku memiliki istri, jika kita bersama ku harap pengertian darimu." kata Rico.
Sebelum memutuskan untuk menikah, Clara sudah di beri tahu bahwa ia telah memiliki istri dan anak. Karena Clara hanya memikirkan hartanya Rico saja dengan pura-pura ia menerima Rico apa adanya.
Sedikit demi sedikit Clara sudah berhasil menggeser posisi Arini. hubungan mereka terjalin lagi semenjak kelahiran putrinya, semenjak itu pula Clara telah menghasut Rico agar semakin erat dalam genggamannya, membuat lelaki itu lupa akan kewajibannya dan membuat Rico selalu menghabiskan waktu bersamanya.
"mas aku ingin kau kembali seperti Rico yang aku kenal, tak pernah peduli pada Arini" tutur Clara.
Rico sejenak berpikir, tadi keselurahannya bukanlah salah Arini, Clara juga bersalah jika Rico meminta agar Arini meminta maaf pada Clara, jelas saja istrinya itu akan marah dan semakin membenci dirinya. Akan susah jalannya untuk bertemu Alana. itu yang menjadi pertimbangannya.
"Sayang..kita lupakan semua ini, sini aku akan mengobati lukamu," Kata Rico lembut.
Clara semakin kesal, ia memalingkan wajahnya, " tidak mau.. pokonya kamu harus berjanji padaku!"
"Baiklah..besok kita ke rumah Arini, untuk mengemasi semua barang-barangku.meninggalkannya untuk selalu menjagamu" Kata Rico.
Clara tersenyum puas mendengar Rico menuruti keinginannya, wanita itu sudah merencanakan sesuatu untuk semakin menjerat Rico dan menguasai hartanya, melupakan kewajibannya, Clara akan membuat Rico bertekuk lutut padanya.
Kini mereka bersiap-siap untuk beristirahat, hati Clara melonjak kegirangan karena Rico menurut pada apa yang ia inginkan.
Namun wanita itu tidak menyadari, setiap perbuatan pasti akan menuai apa yang ia tanam.
Bersambung.....
jangan lupa dukung aku dengan cintamu berikan aku like' komen dan vote ya gengs 🥳❤️