Follow IG : renitaria7796
Aran Odelia Courtney seorang raja berkuasa yang menyukai gadis bernama Sara Helowit. Raja menginginkan Sara menjadi selir keempat puluh satu. Namun sayangnya Sara sudah memiliki seorang kekasih.
Bagaimana Aran akan menaklukkan Sara? Lalu mampukah sang kekasih menyelamatkan Sara dari belenggu Aran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon renita april, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Ratu Jessica
"Menghapus harem?" tanya Jessica memastikan.
"Iya, Ratu. Bukannya itu akan mengurangi pengeluaran kita. Ada empat puluh selir di dalam harem. Mereka tidak melakukan apa-apa dan mendapat uang setiap bulan," jawab Aran.
"Di dalam harem adalah putri-putri dari para bangsawan di negara ini. Mereka membantu kita, menyokong istana agar lebih kokoh dan kamu ingin menghapus harem?" Jessica memandang suaminya. "Mau kamu bawa ke mana para selir itu? Mereka akan dianggap aib oleh keluarga, diusir, bahkan diasingkan."
"Dibiarkan di sini pun akan memakan banyak pengeluaran."
"Aran! Ada apa denganmu? Kenapa kamu tiba-tiba berubah?" tanya Jessica.
"Aku hanya berpikir saja. Mungkin ini lebih baik untuk menghapus harem. Aku menginginkan tiga ratu yang berkuasa."
"Apa ini karena ratu barumu? Dia yang meminta ini?" Jessica berdecih. "Rupanya kamu memang sudah tergila-gila padanya, bahkan kamu melupakan dua ratumu."
"Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Sara. Aku yang menginginkan ini!" tegas Aran.
Jessica memandang tidak percaya suaminya. Aran sudah tidak sependapat lagi dan lebih memilih perkataan sang ratu baru. Para selir itu lebih memilih mati daripada dibuang.
Jika Aran menghapus harem, bisa jadi para bangsawan akan mengirim putri mereka kepada bangsawan yang lebih berkuasa atau mengirim mereka ke negara lain sebagai aliansi politik.
Ini sangat tidak menguntungkan kerajaan. Bangsawan itu merupakan pedagang, bankir, para politikus kerajaan. Mereka mengirimkan putri-putri untuk berhubungan kepada raja, dan sekarang raja ingin menghapus harem.
"Sadar, Aran. Dia hanya ingin menghancurkan kerajaan kita," kata Jessica.
"Keputusanku adalah mutlak. Aku memberitahumu perihal ini karena masih menghormatimu sebagai Ibu Ratu. Aku akan bicarakan ini kepada para menteri dan lainnya," tutur Aran, lalu pergi dari ruang kamar Jessica.
"Hulya!" panggil Jessica.
"Ya, Yang Mulia."
"Panggi ratu Sara. Suruh dia menghadapku," titah Jessica.
"Baik, Ratu."
Hulya segera pergi menemui sang ratu baru untuk menyampaikan pesan dari ratu utama. Dory yang sudah menjadi dayang pribadi Sara menyampaikan hal itu kepada majikannya.
"Oh, ratu Jessica ingin bertemu denganku? Ada apa gerangan?" tanya Sara.
"Kamu harus hati-hati, Sara. Ratu Jessica bukan wanita sembarangan. Dia ratu dan juga ksatria. Dia berlatih pedang sejak kecil dan juga sangat pandai berpolitik," kata Dory.
"Aku tahu dia seorang wanita hebat, tetapi wanita seperti dia sayang sekali telah menyakiti rakyatnya yang tidak berdosa. Aku benar-benar kecewa, Dory. Aku ingin membalasnya."
"Aku akan bersiap memanggil raja jika ratu Jessica melukaimu," sahut Esme.
"Kita bersiap untuk menemui ratu," kata Sara.
...****************...
"Raja, menghapus harem sama saja dengan memutus hubungan dengan para bangsawan kerajaan. Mereka mengirim putri ke istana demi status dan juga kita mendapatkan untung dari mereka," ucap pria paruh baya yang menjabat sebagai perdana mentari. Pria itu bernama Solos.
"Aku berkuasa, lalu apa takutnya?" kata Aran.
"Yang Mulia memang berkuasa, tetapi bangsawan bisa membuat kerajaan runtuh. Sang Duke Carey mempunyai pasukan kuat dan raja menikahi ratu Jessica karena itu. Sedangkan ratu Izzy Bren, ayahnya seorang bankir. Beliau bersedia memberi uang untuk keperluan mendesak."
"Kalau begitu kita akan membuat aturan baru," usul Aran.
"Yang Mulia, keputusan ini juga bisa membuat celah pemberontakan. Bangsawan mungkin akan menikahkan anak mereka kepada raja atau pangeran negara lain. Mereka yang tidak suka kepada kita, bisa memanfaatkan kekuatan itu," ucap Solos.
Perkataan Solos hampir sama dengan ratu Jessica. Bangsawan tidak peduli anak mereka menderita saat tiba di istana. Mereka hanya memikirkan reputasi di kalangan bangsawan saja.
"Juri tulis!" seru Aran.
"Ya, Yang Mulia."
"Catat apa yang aku sampaikan," titah Aran. "Sebagai pemimpin mutlak. Aku membuat peraturan baru. Menghapus harem istana, memberi gelar kepada selir sebagai bangsawan Baron saat mereka telah keluar dari istana. Putri bangsawan boleh menikahi siapa saja yang mereka suka."
"Yang Mulia!" ucap perdana menteri.
"Perdana Menteri. Kadang para putri juga terpaksa menjadi selir. Mereka merindukan kebebasan dan menginginkan menikah dengan pria yang dicintai. Aku membebaskan mereka untuk hidup lebih baik tanpa membuang gelar bangsawan yang telah melekat pada diri mereka sejak lahir," tutur Aran.
"Jika Yang Mulia sudah memutuskan, kami hanya bisa menerima," sahut Solos.
"Umumkan kepada seluruh rakyat dan bangsawan. Jika mereka tidak menerima, silakan menghadapku."
...****************...
Dua tamparan mendarat di pipi Sara. Ratu Jessica meluapkan kemarahannya pada sosok ratu baru itu.
"Berani sekali kamu meminta hal yang menganggu ketentraman istana. Apa kamu tidak berpikir dengan otakmu yang kecil itu?!" ucap Jessica.
"Ratu menyuruhku menghadap hanya ingin menamparku? Apa ini kekesalan Ratu karena baginda raja tidak pernah datang ke kamar atau karena permintaanku yang ingin menghapus harem?"
"Lancang! Pengawal!" seru Jessica.
"Ya, Ratu."
"Kurung Ratu Sara ke penjara bawah tanah. Jangan berikan dia makan dan juga minum. Sebagai Ratu utama, aku bisa menghukum Ratu pembangkang sepertimu."
"Hentikan Jessica!" kata Aran.
Jessica tersentak dengan kedatangan sang raja. Semua yang ada di dalam ruangan memberi hormat. Sang raja menghampiri Sara dan memegang wajah dari istri ketiganya.
"Kamu keterlaluan, Ratu!" berang Aran. "Bawa Ratu Sara ke dalam kamarnya, dan kalian semua tinggalkan kami."
Dory dan Esme yang berada di sana bergegas membawa Sara keluar. Pengawal, dayang dari Jessica keluar meninggalkan sepasang raja dan ratu.
"Kamu menampar ratuku, Jessi."
"Sudah sepantasnya. Aku hanya ingin dia tahu statusnya," jawab Jessica.
"Aku sudah memutuskan untuk menghapus harem dari istana."
Sudah Jessica duga sebelumnya. Aran pasti melakukan apa yang pria itu inginkan. Aran rela menjadi gunjingan para bangsawan nantinya daripada membuat sang ratu baru kecewa.
"Terserah apa maumu! Dengar Aran. Jika istana ini sudah tidak lagi membutuhkanku, aku siap untuk melawan."
Ini baru harem yang dihapus. Besok, entah apa yang diminta oleh Sara. Bisa-bisa Sara akan meminta untuk menggeser ratu utama yang disandang oleh Jessica saat ini.
"Kamu tidak suka akan peraturanku?" kata Aran.
"Jika aturan itu tidak sesuai prinsipku, maka aku akan menentangnya. Satu per satu aturan sudah kamu langgar, dan aku masih bertoleransi."
"Lalu apa maumu jika aku melanggar aturan lagi?" tanya Aran.
"Kita berperang!"
Aran tersentak mendengarnya. "Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Hanya karena aku lebih banyak bersama Sara, kamu malah ingin menjadi pemberontak. Ini hanyalah masalah iri yang ada di dalam hatimu!"
Aran keluar dari ruangan Jessica, dan sang ratu terduduk lemas di lantai. Suami yang katanya mencintai dirinya telah menghilang dan itu semua karena Sara.
"Wanita itu sudah membuat kesabaranku habis. Lihat saja apa yang akan kulakukan padanya," gumam Jessica marah.
Bersambung
Krn istana bukan cuma rumah utk suami, istri dan anak, tp ada bnyk kehidupan didalamnya yg saling menjatuhkan utk bertahan hidup
Jessica juga yg jadi penyebab kematian ibunya sara