NovelToon NovelToon
Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Supernatural / Contest / Cinta Beda Dunia / Dunia Lain / Mengubah Takdir / Barat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pangeran Buluk

Lalu Argadana anak laki - laki yang memiliki garis darah keturunan setengah manusia dan setengah siluman. Di umur sepuluh tahun telah diangkat menjadi raja di Kerajaan Siluman Darah.

Tetapi sebelum dapat memimpin takhta, sang ibu memberinya misi untuk menghabisi seorang pengkhianat kerajaan selain mencari ayah kandungnya yang merupakan seorang manusia.

Dapatkah Argadana menyelesaikan misinya itu?
Silakan ikuti ceritanya dalam kisah 'Ksatria Lembah Neraka' yang akan kami update in sya allah 1 chapter/hari

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pangeran Buluk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perguruan Belibis Putih 2

Orang yang mengintai itu adalah seorang pemuda berkulit putih yang sangat tampan. Gambar pedang merah di dahinya membuat kesan jantannya semakin terlihat. Tetapi ada yang aneh dari penampilan pemuda tampan itu. Warna rambutnya berbeda dari warna rambut orang - orang pribumi pada umumnya. Jika warna rambut orang - orang pada umumnya adalah hitam, maka rambut pemuda itu berwarna kuning keemasan yang menyilaukan karena terpapar cahaya matahari yang mengintip lewat celah - celah dedaunan pohon rimbun tempat dia bersembunyi dan menyaksikan pertempuran terjadi.

Pemuda itu adalah Argadana yang namanya saat ini sedang maraknya dibicarakan orang - dunia persilatan sebagai Ksatria Lembah Neraka.

Dia sedang dalam perjalanan menuju Hutan Bambu Rembaong, tempat yang tertera di dalam peta harta karun miliknya. Dan perkampungan Desa Keredepan adalah jalan tercepat yang dapat dilaluinya untuk sampai di Hutan Bambu Rembaong.

Ketika memasuki desa pemuda murid kesayangan Sepasang Pendekar Naga itu melihat keganjalan yang sangat jelas di desa tersebut.

Terlihat banyak mayat para warga yang tergeletak di sana sini dengan tubuh tidak utuh lagi, sedangkan para warga menutup rapat - rapat pintu rumah mereka dan hanya mengintip diam - diam dari lubang - lubang dinding di rumah masing - masing.

"Keluarlah. . .! Aku tahu kalian di dalam. Aku bukan orang jahat, dan ingin menolong kalian"

Argadana yang firasatnya selalu peka terhadap keadaan segera berteriak memanggil para warga yang bersembunyi ketakutan. Tidak lama kemudian, keluarlah seorang pria berusia sekitar empat puluh lima tahun dengan tergopoh - gopoh menghampiri Argadana.

"Tuan muda ... Saya kepala perkampungan ini. Nama saya Rana Abang. Hal ini terjadi karena adanya serangan dari perguruan aliran hitam" kata Rana Abang menjelaskan

"Mereka membunuh semua orang yang berpapasan dengan mereka, tidak peduli itu pendekar atau orang biasa"

Argadana menjadi tertarik mendengar penuturan Rana Abang. Dia lalu menyimak dengan serius penjelasan kepala kampung Desa Keredepan tersebut.

"Kemarin Perguruan Tengkorak Darah, nama perguruan aliran hitam itu mengirimkan beberapa orang anggotanya untuk berkunjung ke Perguruan Belibis Putih. Saya tidak tahu apa yang terjadi, anggota perguruan itu pulang dalam keadaan marah. Dan hari ini mereka menyerang Perguruan Belibis Putih dan membunuhi para warga yang tidak bersalah"

Argadana nanya manggut - manggut mendengar penjelasan Rana Abang tanpa memotong kalimatnya.

"Tuan muda, apakah tuan muda ini adalah pendekar? Kalau benar, saya mohon tolong bantu Perguruan Belibis Putih. Mereka itu perguruan beraliran putih, tuan muda. Murid - murid perguruan mereka juga sering membantu menyantuni warga jompo di sini" kata Rana Abang memelas.

"Tenanglah, tunjukan jalan mana yang harus kutempuh untuk menemukan Perguruan Belibis Putih itu"

"Tuan muda hanya perlu jalan lurus, Perguruan Belibis Putih berada di tengah - tengah perkampungan" kata Rana Abang.

Akhirnya berangkat lah Argadana menuju Perguruan Belibis Putih dan menemukan telah banyak mayat bergelimpangan di perguruan itu. Dia kemudian melompat tinggi ke pokok pohon besar di halaman perguruan itu untuk melihat situasinya.

Betapa geramnya dia melihat kecurangan Deboq Kao. Karena merasa bukan tandingan Wardana dia rupanya telah merencanakan menculik keluarga Wardana untuk mengancam agar ketua Perguruan Belibis Putih itu mau menyerah.

Dalam kemarahannya Argadana mengerahkan 'jurus pengendali darah' yang diarahkan pada Sirdan yang bertugas menculik istri dan anak Wardana.

Dengan jurus itu Argadana dapat mengendalikan Sirdan dan berhasil menebas kutung tangan kiri Deboq Kao.

***

Argadana terkejut mendengar ucapan Wardana yang menyebutkan nama ajian Lintah maut yang digunakan Deboq Kao tadi.

Karena tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya, pemuda itu pun melayang turun dari pohon besar itu dan mendarat tepat di samping Wardana yang terkejut juga terkesima dengan penampilan Argadana.

"Maafkan kelancangan saya, paman. Saya datang kemari setelah diberitahu oleh kepala perkampungan bahwa perguruan paman sedang diserang. Jadi saya datang untuk membantu" kata Argadana setelah menjura hormat.

"Eh..eh. . . Te.. terima kasih atas niat baikmu, anak muda. Kelak jika perguruan kami dapat terlepas dari musibah ini kami pasti akan memberikan balasan yang setimpal" kata Wardana membalas menjura pada Argadana yang tampak kikuk di depan pendekar separuh baya itu

"Eh. . . Sebenarnya saya ada keperluan dengan pengguna ilmu 'ajian lintah maut' itu, paman"

"Eh. . .? Untuk apa, anak muda?"

"Paman jangan berpikir aneh - aneh dulu. Saya ada sedikit ganjalan dengan pencipta ilmu itu yang tidak bisa saya jelaskan pada paman"

Argadana berusaha meyakinkan Wardana.

"Kalau begitu berhati - hatilah, anak muda. Orang itu sangat licik" kata Wardana memperingati.

"Saya juga ahli kalau soal kelicikan, paman. Bukankah paman baru saja telah menyaksikannya sendiri?"

Pernyataan Argadana membuat tertegun Wardana.

"Apakah pemuda itu yang tadi menyebabkan anak buah Deboq Kao jadi seperti orang kehilangan ingatan? Tapi ilmu apa yang digunakannya untuk bisa mengendalikan orang dari jarak jauh" kata Wardana dalam hati.

Sementara itu Argadana telah dengan cepat melepaskan ikatan yang melihat tubuh istri dan anak gadis Wardana. Kedua ibu dan anak itu pun berlari ke arah Wardana setelah berterimakasih pada Argadana.

Argadana menoleh pada Deboq Kao yang sedang mengobati tangannya yang terbabat buntung dengan serbuk berwarna putih yang tampaknya merupakan obat pengering luka dengan cepat.

Deboq Kao yang merasa asing dengan Argadana membentak garang.

"Mau apa kau, anak muda. Jangan sia - siakan umurmu di sini dengan melawan Perguruan Tengkorak Darah. Pergilah, dan kau akan selamat" kata Deboq Kao sesumbar.

"Hmm. . . Katakan di mana La Huda bersembunyi, maka kau akan selamat dari tanganku"

Argadana menyebut nama La Huda buronan Kerajaan Siluman Darah mengejutkan Deboq Kao. Betapa tidak, orang yang namanya disebutkan oleh Argadana adala sesepuh yang merupakan leluhur pendiri Perguruan Tengkorak Darah yang saat ini selalu berada di perguruan pusat.

"Anak set4n ini, bagaimana dia bisa tahu nama Leluhur Pendiri?" batin Deboq Kao.

"Huh. . . Anak muda bau kencur. Kalau belum merasakan pedasnya lada memang tidak akan sadar apa resikonya karena berani macam - macam dengan kami. Perguruan Tengkorak Darah di sini memang hanyalah cabangnya saja, tetapi dengan kemampuanmu ini aku sendiri saja sudah cukup untuk membuat kau mampus. Berani - beraninya kau menyebut langsung nama leluhur pendiri kami" geram Deboq Kao.

Karena emosi yang tidak tertahan wakil ketua Perguruan Tengkorak Darah itu menyerang Argadana dengan jurus - jurus mematikan setelah mengeluarkan pedang dengan tangannya yang kini tersisa hanya tinggal tangan kanan saja karena tangan kirinya terpapas kutung oleh Sirdan.

Terlihatlah Deboq Kao memang memiliki kepandaian tinggi. Meskipun tangannya tinggal satu saja, serangan - serangannya mengandung tenaga dalam tinggi membuat berkibar - kibar rambut emas Argadana.

Pemuda dari Lembah Neraka itu yang tidak mau berlama - lama segera saja mengerahkan 'jurus tanpa bentuk' mengejutkan Deboq Kao.

Ketika itu Deboq Kao sedang berusaha menangkis tendangan Argadana yang meluncur deras dari arah kiri, tetapi ternyata ketika dia merasa akan berhasil menahan serangan itu tendangan sesungguhnya justru datang dari sebelah kiri dan berhasil dengan telak menghantam pinggang.

"Arrgghh. . ." teriak Deboq Kao yang terlempar sepuluh langkah karena tendangan bertenaga dalam tinggi dari Argadana.

Deboq Kao menggeram marah.

"Bangs4t. . . Kubunuh kau" teriaknya seraya melancarkan serangan balasan yang sangat ganas. Jika itu orang lain mungkin setidaknya akan terluka parah jika terkena serangan ganas Deboq Kao, tetapi yang dihadapi Deboq Kao kali ini adalah murid pendekar yang sudah kondang namanya di dunia persilatan.

Argadana kembali menghilang dengan menggunakan 'ilmu nafas siluman' yang dipadu dengan 'jurus tanpa bentuk'. Deboq Kao segera merunduk merendahkan tubuhnya begitu merasakan kesiur angin dingin datang dari belakangnya sehingga tendangan Argadana hanyablewat di atas kepala Deboq Kao.

"Ilmu iblis apa itu? Dia bisa hilang dan muncul begitu saja di mana pun dia mau" Deboq Kao diam - diam mengeluh dalam hati.

Lamunannya buyar ketika tinju Argadana yang mengerahkan 'jurus umbak segara' mengenai dadanya tiga kali berturut - turut. Deboq Kao terlempar sejauh dua puluh tombak ke belakang tetapi segera turun menapak tanah dengan sempoyongan.

"Ugghhh. . ."

Deboq Kao muntah darah.

"Aku terluka dalam oleh serangan pemuda bangs4t ini. Anak set4n ini ternyata sangat kuat" keluh Deboq Kao.

1
Audrey Maritza Kanedy
Luar biasa
Ihwan Udin
menyebut natuhanku Alloh emang udah ada Islam
Amelia putri
sampah
Amelia putri
bertele tele
Amelia putri
naif gk di bunuh aja
Hariadi Siregar
lanjut
Mbak Shity
lanjut terus🥰
Mbak Shity
mantap🤩
Mbak Shity
bagus ceritanya🥰
Musa Torpas
cerita bagus enak di baca
Bayu Putra
Mantap lanjutkan suhu
Herry Susanto
bagus ceritanya.
Mawan Iwan
akhir cerita 😆😆
Lil Badri
sangat bagus
Pajero Asia
Keren
Ristalia Noer
mantul banget pengen denger kelanjutan nya lagi
Bang Roy
lanjutkan sampai selesai thor..
Bang Roy
punya wanta cantik selalu diganggu
Bang Roy
makin mantap nih cerita..
Bang Roy
bagus nih cerita kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!