NovelToon NovelToon
Tobatnya Sang CEO

Tobatnya Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:988k
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Mengisahkan tentang sebuah perjalanan cinta pada Tuhan dan cinta pada Makhluk.

Narayan, CEO dari perusahaan telekomunikasi menaruh dendam pada peristiwa di masalalunya yang mengakibatkan ayahnya menderita amnesia retrogade.

Permasalahan pelik di masa kecilnya membuat ia tidak percaya akan adanya cinta sejati, cinta setulus hati sehingga membuatnya menjadi pematah hati perempuan.


Aruna, teman semasa kecilnya datang menjadi sekertaris Narayan, menggantikan Dewi yang kala itu tengah cuti melahirkan.


Tidak ada canggung diantara keduanya. Aruna selalu menjadi garda terdepan menasehati bosnya, dan telinga Narayan begitu menikmati nasehat dari Aruna.


Bagaimanakah kisah Narayan dan Aruna selanjutnya, dan apakah yang sebenarnya terjadi di masalalu Narayan?

Yuk ikuti terus cerita selanjutnya yah.

Jangan lupa baca juga novel lainnya.
@Aku Janda Tapi Perawan
@Percayalah Aku Masih Perawan
@Kekasih Halal
@Surat cinta 2000
@Barista Cafe Jomblo
@Zara Ayyubi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengasuh Ayumi

"Pa ... pa ... pa." Ayumi merengek ingin digendong Narayan. Narayan yang tau akan hal itu langsung mengambil alih Ayumi dari gendongan Aruna.

"Maunya sama saya Run, dia tau mana yang ganteng dan penyayang," ucap Narayan sambil terkekeh. Aruna mengerutkan dahinya, mantap sekali si bayi sudah faham dengan yang ganteng. Tidak Aruna pungkiri, bosnya memang sangat tampan, sayangnya playboy. Sirna sudah kegantengannya.

Narayan mengendong sambil bercanda dengan Ayumi, melihat sikap Narayan seperti itu membuat jiwa kebapakan Narayan seakan muncul begitu saja. Narayan memang sudah sepantasnya menikah, usianya yang sudah menginjak kepala tiga seharusnya sudah cocok menjadi seorang ayah, tapi dirinya masih saja senang berpetualang dari wanita satu ke wanita yang lain.

Inilah yang disebut petualang keblinger, yang lain berpetualang menjelajah gunung, lautan dan samudra, yang ini malah menjelajah setiap hati manusia hanya untuk menggores luka. Sableng memang.

Baby Ayumi mulai ndusel-ndusel di dada Narayan.

"Nyek ... nyek ... nyek." Narayan merasa geli dengan Ayumi yang ndusel-ndusel.

"Om nggak punya, haduh, lagian emakmu, pake acara ikut rapat segala," ucap Narayan.

"Aruna, ini Ayumi minta Nyek." Narayan berusaha memberikan Ayumi pada Aruna.

"Nyek itu apa?" Aruna mengerutkan dahinya karena tidak tahu apa yang dimaksud Bosnya.

"Mimi Run, kamu kan perempuan, kamu punya," ucap Narayan dengan entengnya. Aruna langsung faham apa yang dimaksud bosnya.

"Heh sembarangan, saya punya tapi kan saya bukan busui, jadi nggak boleh," ucap Aruna. Suami saja belum merasakan, masa mau dikasih ke baby orang. Kasihan nanti mas suami.

"Mbak Hanin pasti bawa sufor, coba cek di tas mbak Hanin pak." Narayan langsung menghampiri mejanya, lalu membuka tas besar merk Cristian Dior. Benar saja, ada perlengkapan bayi juga sufor untuk Ayumi. Jika para selebritis memakai tas ini untuk bergaya-gaya saat arisan, berbeda dengan Hanin malah digunakan untuk membawa perlengkapan bayi. Sultan mah bebas yah. Coba kalau author, boro-boro Dior, tas karung bekas hampers lebaran aja disimpen baek-baek.🤣

Narayan meracik sufor untuk Ayumi, Ayumi langsung memegangnya sendiri lalu meminumnya, sepertinya Ayumi begitu haus.

"Kita ke mall aja yuk Run," ajak Narayan. Aruna melirik Narayan lalu menggeleng.

"Kenapa?"

"Ya saya lagi kerja, malah ngemall, saya digaji buat kerja di sini, bukan ngemall."

"Ngemall juga bagian dari kerjaan Aruna, bete banget kan gendong-gendong ini anak bayi di dalam ruangan doang, pasti ini bayi juga bakal bete," ucap Narayan sambil menimang-nimang Ayumi yang sedang asyik meminum sufornya.

"Biarin emak dia kerja, lagian songong banget, dateng-dateng mimpin rapat, malah saya yang disuruh mongmong, nggak ada akhlak ih punya kakak satu-satunya tapi modelan begitu." Narayan terlihat kesal tapi Aruna malah justru tergelak. Ini bukan hal pertama bagi Aruna, Aruna bahkan sering melihat Narayan yang dijewer mbak Hanin karena ya bosnya ini sangat bandel. Adiknya bandel, kakaknya bar-bar. Cocok pokoknya.

"Kita ngemall yuk Dek, kita naik odong-odong," ajak Narayan pada keponakannya. Ayumi hanya tersenyum lalu membelai lembut wajah Om nya.

"Ayo ah, bawa tuh tasnya sekalian takut di sana nanti haus lagi." Aruna mau tidak mau akhirnya mengikuti Narayan yang berjalan keluar ruangannya lalu menuju parkiran. Keduanya langsung menuju mall menggunakan pakaian kantor.

Sesampainya di mall keduanya langsung mencari tempat bermain anak-anak. Ayumi yang sudah bisa merangkak begitu senang melihat begitu banyak mainan yang ada di depannya. Aruna dan Narayan mengikuti kemanapun Ayumi merangkak.

"Ih cantik sekali anaknya mba, tapi pantes sih, mama papahnya saja ganteng dan cantik," ucap salah satu ibu-ibu yang sedang menunggui anak balitanya juga.

Aruna dan Narayan saling menatap lalu tersenyum pada ibu yang memuji Ayumi. Ah iya, kok jadi kaya pasangan suami istri yang sedang mengajak anaknya bermain.

"Kita memang serasi ya Run," bisik Nara meledek Aruna.

"Itu tidak mungkin Malih," ceplos Aruna. Eh si bos sengklek malah tergelak.

"Sok sokan nolak, yang lain pada pengen jadi istri saya tau Run, kamu malah nggak mau," ucap Narayan sambil terkekeh.

"Saya pengecualian, bos bukan type saya," celetuk Aruna pedas. Lagi-lagi Narayan tergelak.

"Kamu sukanya yang type berapa? type 27, 29, apa 30?" Aruna mengendikan bahunya. Si bos benar-benar sableng.

"Lucu kali ya Run kalau kita punya anak nanti kita bawa anak kita ke sini." Aruna mendelik, bos nya suka ngadi-ngadi kalau ngomong. Anak kita? anak kita? ogah .

"Ogah, kenapa nggak punya anak sama yang lain aja sih bos, kan banyak tuh wanita bos, jangan bayangin sama saya deh." Aruna mengerucutkan bibirnya. Membayangkan saja Aruna tidak pernah, dan Aruna tidak ingin sama sekali menjadi istri bosnya.

"Ya kalau cari buat ibu dari anak-anak saya harus dari wanita baik-baik lah Run, sekelas kamu lah." Narayan terkekeh.

"Jangan mimpi di siang bolong dong bos, maksiat jalan maunya dapat jodoh solehah, Allah juga eman-eman mau ngasihnya." Sudah tidak ada batasan apapun dalam hal menasehati Narayan. Dan Narayan justru malah menikmatinya.

"Ah kata siapa? buktinya saya makin kaya, makin ganteng, makin digilai wanita." Narayan terus saja berkilah.

"Eits, jangan seneng dulu pak Bos, itu namanya istidraj, hati-hati lhoo sama istidraj. " Aruna lalu menjelaskan lebih detail apa itu istiraj agar bosnya takut dan mengerti.

"Istidraj itu azab yang berupa kenikmatan yang sengaja diberikan pada seseorang. Jadi, Allah SWT menguji hamba-hambanya yang lalai dalam beribadah dengan melimpahkan mereka kenikmatan dunia. Padahal, segala hal yang dinikmati tersebut adalah suatu jebakan. Ingat bos, bos ada dalam jebakan.

Seorang umat yang tidak pernah menunaikan salat dan mengerjakan amalan lain, tetapi dilimpahkan rezeki begitu banyak. Padahal, kenikmatan yang membuat mereka terlena adalah sebuah jebakan atau azab dari Allah SWT. Allah lagi memalingkan mukanya darimu bos," ucap Aruna. Narayan langsung menelan salivanya. Tidak di kantor tidak di mall, Aruna masih tetap sama, tidak jauh-jauh dari menasehati Narayan. Tapi tidak sedikitpun Narayan tersinggung, justru Narayan berfikir, hanya Aruna yang perduli padanya.

"Doain dong Run, biar saya bisa secepatnya tobat," ucap Narayan.

"Tobat mah tobat aja dari sekarang, hidayah itu dicari, saya yang setiap hari menasehati bos, apa itu bukan sebuah usaha dan doa?" Eh Narayan malah nyengir. Cengar cengir tidak jelas. Aruna merasa kenapa sih bosnya berbeda, kenapa Narayan tidak seperti CEO di novel-novel romance. Kenapa Ceo nya begitu menyebalkan.🤣 Tapi Aruna sadar, CEO ganteng, bijaksana, dingin dan bucinan hanya ada di Novel, tidak di dunia nyatanya Aruna.🤭

"Tapi takut Run, kalau udah tobat nanti kumat lagi," celetuk Narayan.

"Kalau tobat langsung suci, namanya bukan manusia," ceplos Aruna.

☘️☘️☘️ Bersumbang alias bersambung...☘️☘️☘️

Jangan lupa, like komen dan vote yah. Author sudah kembali lagi nih di Noveltoon 🤭 Di aplikasi sebelah sudah ada 4 novel Alhamdulillah.

Bantu promo juga di akun sosmed kalian yah, makasih banyak.

Salam sayang,

SantyPuji

1
Uba Muhammad Al-varo
Aruna.....😁😂😁😂😁😂
By.Inn
Luar biasa ,dulu udah baca sekarang mengulang
RithaMartinE
luar biasa
Ai Hodijah
mampirlah
Nur Aidah
Good
Les Setiyowati
mewek disini
Nani Sumarni
cukup menarik juga untuk ngisi waktu luang
Ika Komala
lucu,menarik,dan banyak pelajaran agama Islam di dalem nya aku suka sekali,
Etih Safitri
Aku ikut nangis bca ny 😭😭😭
Etih Safitri
Da az ucapan aruna yg bikin ngakak
pke cinta pocong segala 🤣🤣🤣
Joeiksa Tree
aku baru mampir thor, semangat berkarya..
lisna Apriyanti
udah baca tiap karya mba san,tpi tetep ya favorit sy mas biru sama rengganis🤗
♍Endah Wahyu♍
Udah mampir kesana semua bunda...
Meskipun ga sering komentar...
Semangat terus ya bunda...
Selalu jaga kesehatan
yuni as
ditunggu karya berikutnya mak
🍊𝐂𝕦𝕞𝕚
aku silent reader mu mak
jadi gak kelihatan komentar nya 😁😁😁😁
Ummi Khai
alurnya ketawa, kesentil wejangan mak San, nangis sampe mewek, ikutan nyesek. yaa anggap aja naek jet coaster lah 😘😘
dan yg penting byk pembelajaran yg didapet ❤️
Ummi Khai
hatiku berbunga² sampe di bab ini 🌹🌹🌹🌹🌹

uhuuuui Nara bentar resmi jadi suami Aruna 🤭
yuks ah bentar lagi kondangan nih
Ummi Khai
membagongkan mak 😱😱
batalin mak kalo Fikri gak baik buat Aruna 🥺
Ummi Khai
makin nangis setelah dapet pencerahan dari Kang Agus 😭😭😭
Ummi Khai
💔💔💔
potek hati ini mak bacanya 😭😭
perihal jodoh emang rahasia sang Illahi. nyesek jadi Aruna & Nara 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!