Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Ingin Menjadi Gadis Normal Seusianya
"Buuuuuun." Teriak Karin mencari cari Bunda kesayangannya.
"Bunda, Bunda dimana sih." Teriaknya mulai tak sabaran.
Ia menuruni tangga dari lantai dua menuju ke dapur di lantai satu.
"Non Karin, Ibu sudah pergi duluan ke Mall sama Den Tody." Jawab Bik Jule yang mendengar teriakan gadis manja itu.
Wajah Karin berubah cemberut "Yah, kenapa Karin gak diajak."
"Tadi Ibu udah nungguin non Karin pulang, tapi sampe jam 10nan non belum dateng juga, kan non tau sendiri Mas Tody kalau anter Ibu maunya buru buru aja." Ucap Bi Jule seadanya.
Tody adalah kakak kandung Karin yang berbeda umur hanya 2 tahun darinya.
"Huh, nyebelin." Gerutu Karin lagi.
Dia teringat sarapannya bersama om Yayang, coba saja tadi dia langsung pulang pasti tidak akan di tinggalkan Ibunya juga Tody.
"Bi Ayah ada gak?" Selidik Karin tampaknya gadis itu mulai merencanakan sesuatu.
Bi Jule menggeleng "Gak ada non."
Karin melonjak seneng "Yuhu, bagus deh kalau gak ada Bi."
Kening Bi Jule berkerut tanda bingung "Emang kenapa non?"
"Karin mau mobil mobilan hahaha." Ujar gadis manja itu membuat bi Jule menjadi panik.
"Ta tapi non, Bapak udah pesan kalau non Karin sedang dihukum gak boleh keluar rumah kecuali ke kampus"
Karin tak memperdulikan omongan Bi Jule, dirinya yang memang sudah berdandan cantik karena berniat pergi ke Mall bersama Ibunya tadi, malah mempunyai ide untuk mengajak bestie bestie SMAnya dulu, hang out bersamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Karin!" Panggil Cherry teman SMA Karin, hari ini mereka janjian untuk makan bersama di Mall.
Cherry berjalan mendekati Karin yang hari itu mengenakan Rok jeans pendek selutut juga kaos polos berwarna Khaki.
"Hallo Cher." Sapa Karin ramah, ia memeluk Cherry sebentar, layaknya bestie yang sudah lama tidak bertemu.
"Udah lama nunggu?" Tanya Cherry sambil menyibak rambutnya yang berantakan kedepan.
"Enggak kok."
Waktu SMA Karin dan Cherry tidak begitu dekat, tapi anehnya saat mereka sudah kuliah dan jarak mereka berjauhan Karin malah jadi makin dekat dengan Cherry.
Hal itu terjadi karena Karin memiliki hobby yang sama dengan Cherry yaitu nonton Drakor dan Dracin, mereka punya perspektif yang sama dalam menilai tontonan yang mereka tonton, juga sangat nyambung dalam berbagai aspek lain.
Selain Cherry Karin juga bersahabat dengan Riana sahabat Cherry, waktu SMA Karin malah lebih dekat dengan Riana daripada dengan Cherry, tapi saat ini mereka bertiga sudah menjadi sobat kental.
Riana dan Cherry kuliah di kampus yang sama di Kota Nirwana kota sebelah, sementara Karin kuliah di kampus terbaik yang masih ada di kota mereka sendiri, Univ Negeri Jala Merdeka.
Meskipun berjauhan saat Riana dan Cherry pulang kampung ke kota Jala, mereka pasti akan berkumpul layaknya hari ini.
"Eh Rin makan disana aja yuk." Ajak Cherry ke sebuah restoran Korea.
"Iya kayaknya enak makan Kimbab." Karin menerima saran Cherry sembari membayangkan enaknya memakan Kimbab di hari itu.
"Yuk lah, gaskeun." Seru Cherry tak sabar.
"By the way, si Riana kemana Cher?" Tanya Karin menanyakan sahabat mereka yang satunya.
Cherry mengangkat satu sudut bibirnya dan satu alisnya "Kemana hayo....."
Tiba tiba "DOR!!!!!"
Karin melonjak kaget sekali gadis bule cantik itu sudah berada di samping Karin.
"Hai calon pengantin." Ujar Riana mencandai Karin.
Karin cemberut "Huh dateng dateng malah ngejekin gue sebel ah." Gerutu Karin tak biasanya, biasanya Karin orangnya asik dan tak baperan.
Cherry dan Riana ngakak seperti puas melihat sahabatnya itu menderita.
"Eh tapi kan Om Yayang ganteng tau Rin." Ujar Cherry nampak jujur dengan penilaiannya.
Riana manggut manggut "Iya Om Om premium tau, namanya, iya kan Cher."
Cherry mengangguk.
Karin tampak sangat kesal sekali dengan kedua sahabat konyolnya itu.
"Kalau kalian nge roasting gue lagi, gue balik nih." Ancam Karin, jemarinya mengepal Karena menahan perasaan tak suka.
Cherry dan Riana peka dengan perubahan ekspresi Karin.
"Uluh, uluh maaf deh sayangku, kita keterlaluan ya." Ujar Cherry Gadis dengan rambut hitam legam layaknya snow white itu menyesal.
Karin hanya menunduk menahan nangis.
Riana berusaha merangkul Karin "Ya Ampun, maaf ya Rin, gue sama Cherry minta maaf ya udah bikin Lo sedih."
Karin mengangguk, tapi kali ini Air matanya jadi mulai menetes.
Sebelum bertemu di Mall hari ini Karin memang sudah menceritakan niatan gila Ayahnya yang mau menjodohkan Karin dengan Om Yayang.
Sedikit banyak Riana dan Cherry yang memang sudah agak lama berteman dengan Karin juga tau mengenai Om Yayang alias Om Arjuna Prayoga itu dari cerita Karin.
Bahkan Cherry sempat bertemu dengan Om Om itu karena Om Yayang merupakan rekan bisnis Ayah Cherry.
Dia adalah seorang pengusaha muda yang cukup terkenal dan memang sedang naik daun.
"Maaf ya Karin sayang, jangan sedih lagi dong." Sesal Cherry.
"Mending masuk resto dulu aja yuk, makan dulu biar mood Lo membaik." ajak Riana sambil membantu Karin mengusap air matanya.
Mereka bertiga masuk ke restoran Korea itu, memesan aneka makanan dan mulai berbincang bincang dan bergosip.
"Eh Rin bukannya Lo masih pacaran kan sama si Kai?" Tanya Riana disela sela obrolan mereka.
Bibir Karin mecucu lalu ia berkata "Gak tau lah."
"Dih kok gak tau sih." Cherry mengrenyit kan dahinya.
"Girls menurut kalian, kalau cowok kita pacaran sama Tante Tante apa masih worth untuk di pertahanin?"
Riana dan Cherry saling pandang seakan tak percaya dengan pertanyaan Karin. Riana yang sedang sambil mengunyah Kimbab juga agak tersedak.
"Jadi maksud Lo Si Kai jalan sama Tante Tante?" Ucap Cherry terkaget dan memastikan.
Karin mengangguk sedih dan agak emosional saat ini perasaanya campur aduk, antara sedih, kecewa, marah dan malu.
Mata Coklat Terang Riana terbelalak saking kagetnya "Rin Lo gak lagi ngeprank kita kan?"
Karin menggeleng mantap.
Cherry menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangan "Rin, don't be sad baby." Ujar Cherry mengasihani Karin.
Membuat Karin menjadi semakin merasa malu pada kedua sahabatnya itu, saat ini Karin benar benar merasa insecure, tadinya dia selalu membanggakan Kai di depan semua orang juga pada Riana dan Cherry.
Tapi kenyataannya Kai malah orang yang saat ini menjadi penyebab Ayahnya menjodohkan Karin dengan Om Yayang.
Selain itu Cherry dan Riana juga mempunyai Pacar yang keren, dan seumuran mereka. Karin yang malah kini harus di jodohkan dengan Om Yayang menjadi sangat berkecil hati dibuatnya.
Saat ini Karin memikirkan apa pandangan orang nanti terhadapnya, apa pandangan teman teman sekampusnya, kalau Karin menikah dengan Om Om.
"Are you okey Rin?" Riana bertanya agak cemas.
Karin menggeleng "Gue gak mau nikah sama om Yayang guys, jujur gue malu, masa belum lulus kuliah harus nikah, mana Ayah kekeh banget 3 bulan lagi gue harus udah nikah sama Om Yayang."
Cherry dan Riana terdiam, sebagai anak seumuran Karin mereka juga tak bisa menasehati Karin dan tak juga bisa menghakiminya. Mereka paham ini sangat berat bagi Karin.
Apalagi Cherry juga sama sama takut dengan pernikahan, ia juga selalu menolak setiap kali pacarnya Langit mengajaknya untuk menikah saja, padahal mereka sudah bertunangan.
Akhirnya Cherry hanya menepuk nepuk bahu Karin tanda menyemangati dan mengerti perasaannya. Begitupun Riana yang kini menggenggam lembut jemari Karin.
"Gue sedih banget, dirumah semua gak ada yang ngerti perasaan gue, semua tuh seakan ngecilin perasaan gue tau gak, apalagi Bunda cuma diem aja, padahal gue berharap Bunda tolong gue guys." Curhat Karin meluapkan isi hatinya.
"Mungkin Bunda Lo punya alasan yang Lo belum tau Rin, gue yakin Ayah sama Bunda Lo mau yang terbaik buat Lo." Ucap Cherry penuh ke hati hatian.
"Rin ayolah kita senasib, gue juga kan awalnya juga di jodohin sama si Langit." Ujar Cherry lagi.
Karin jadi merasa tambah emosional ia agak terisak "Tapi Lo sama si Langit akhirnya saling suka Cherry, udah gitu Lo juga kan seumuran sama dia, tapi gue, dipaksa nikah umur segini, sama Om Yayang pula, Om Om yang gak pernah ada di List cowok impian gue."
"Sabar ya Rin, maaf ya gue jadi bikin Lo sedih." Cherry menyesal mengatakan hal barusan pada Karin
Karin menggeleng "emang nasib gue aja yang sial Cher Ri."
"Rin apa ada yang bisa kita bantu?" Ujar Riana gadis bule baik hati namun terkenal jutek itu.
"Iya Rin, kalau Lo butuh bantuan, gue pasti bakal bantuin Lo ya." Ucap Cherry tulus.
Karin menggeleng "Kalian bantuin doa aja ya guys, semoga Ayah gue berubah fikiran."
Dengan secepat kilat Riana dan Cherry mengangguk mantap "Pasti Rin pasti kita doain Lo." Ujar Riana diikuti dengan senyum tulus Cherry.
NB dari penulis
yang juga suka novel Teenlit Romantis boleh mampir ke Karyaku sebelumya Labirin Ingatan (Antara Kamu dan Masa Lalu)