Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 4
BRUK
Gadis itu mendarat di tanah depan para tahanan itu dengan dentuman halus pada tahanan mulai waspada sambil berteriak dan bergegas menyerang ke arah gadis itu
Serang!!
Gadis itu berdiri menatap mereka tanpa emosi dia mengangkat pistol nya dan menarik pelatuk nya
DORR!
Peluru itu melesat mengenai kepala Walter di depan nya membuat Walter terkejut tidak sempat menghindar, Walter memuntahkan darah, tiba-tiba saja dari arah belakang ada Victor yang berlari menyerang ke arah gadis itu dengan belati tajam di tangan nya namun gadis itu dengan mudahnya menghindar serangan itu gadis itu mencengkram tangan Victor yang memegang belati dan membalikkan nya
SWOSH
Belati itu memotong leher Victor sendiri darah muncrat kemana-mana dari belakang ada Harvey yang melempar belati dengan panik ke arah gadis itu tapi lagi-lagi bisa di hindari dengan mudah oleh sang gadis
"Uhm..."gadis itu menghindar sambil menatap Harvey dengan tatapan meremehkan belati itu menancap di pohon belakang gadis itu
JLEB
"Mustahil! Tidak mungkin! belati ku tidak pernah meleset dari target apa pun!"Harvey berkata dengan nada yang syok dan kaget
"Biarkan aku mengajari mu"gadis itu menyeringai sambil mencabut belati di pohon
"Bagaimana cara menggunakan belati yang benar"lanjut gadis itu sambil melempar kan belati ke arah Harvey
JLEB
Belati itu menancap tepat di kepala Harvey membuat Harvey yang tidak siap tidak sempat menghindar dari serangan itu Harvey pun ambruk ke tanah dengan darah mengalir, gadis itu berdiri di tengah mayat tahanan yang sudah tidak bernyawa tiba-tiba saja ada suara semak-semak yang bergoyang
SRAK...SRAK
"Kau....kau....iblis"laki-laki itu berkata sambil gemetar ketakutan di balik pohon
"Aku merasa tersanjung di sebut sebagai iblis oleh kalian!"gadis itu berkata sambil tersenyum tipis dia menatap laki-laki itu dengan tatapan meremehkan dan berkacak pinggang
"Kau pikir kau bisa membunuh kami semua?"laki-laki itu berkata dengan nada sombong sambil mengangkat tangan nya
Edgar Rathbone dia merupakan pelaku pengeboman new york yang menewaskan lebih dari 270 korban
"Bom akan meledak dalam 20 detik! Dan itu akan sia-sia bahkan jika kau membunuh ku!"Edgar berkata sambil menyeringai gila dia memegang kontrol bom waktu
Kontrol itu menunjukkan 00.19 detik itu waktu bom nya hanya tersisa 19 detik saja
"Peserta dengan bom huh? siapa ya g mengizinkan mu melakukan nya?"gadis itu bertanya dengan tenang pada Edgar
"Betapa banyak tikus menyebalkan yang membuat masalah?"lanjut gadis itu sambil melirik ke arah lain dengan menyentuh dagu nya
Waktu bom sudah menunjukkan 00.03 detik lagi Edgar mengangkat kontrol itu tinggi-tinggi sambil berteriak dengan gila sambil tertawa terbahak-bahak
"Matilah bersama ku....Hahahahahah"
"Percuma saja"gadis itu berkata sama sekali tidak gentar atau takut dengan ancam itu
Edgar masih tetap mengangkat kontrol itu tinggi-tinggi di sana tertera 00.02 lalu berganti 00.01 detik tapi hening tidak terjadi apapun tidak ada ledakan sama sekali
"Mengapa bomku tidak meledak" Edgar berkata dengan bingung sambil menatap kontrol bom nya
"Yah, sederhana saja! bom mu Telah ku jinakkan setelah kau menanamnya kemarin lusa. Aku tiba di sini beberapa hari lebih awal dari mu!"gadis itu berkata dengan tenang sambil mengangkat pistol nya
"Aku sangat menyesal telah menghancurkan mimpi indah mu!"lanjut gadis itu sambil mengarahkan moncong pistol nya ke arah Edgar yang berlutut di Tanah
"Ku mohon! ampuni aku!"Edgar memohon dengan suara bergetar ketakutan
Dorrr
suara tembakan kembali menggema di hutan itu bersamaan dengan darah segar berceceran di tanah gadis itu pun berjalan sambil menyimpan pistol nya dia berkata dalam hati
'itu tugas tuhan untuk mengampuni mu! tugas ku hanya lah mengirim mu ke hadapan tuhan'
"20 tahanan! Semuanya telah terbunuh!"gadis itu berkata tenang sambil berjalan ke area lapangan di hutan itu