NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4. Akibat berfikir dengan tidak matang

Mantan ibu mertuanya yang sok tahu itu benar-benar udah menggali lubang kuburnya sendiri. Ibu Titik mikir surat panti asuhan kuno yang sengaja dibikin Kakek puluhan tahun lalu buat menyamarkan silsilah keluarga Kolong Merah adalah kartu as buat meres dia? Lucu banget.

"Gia, kamu dengerin aku nggak sih?" suara Elkan memecah lamunan. Pria itu berdiri begitu dekat di belakangnya, menyebarkan aroma cologne mahal yang menenangkan tapi penuh tekanan. "Mukamu makin pucat. Si tua bangkai itu ngomong apa lagi?"

Gia membalikkan badan, menatap Elkan lurus-lurus. Emosi yang tadi sempat meledak-ledak di dalam dada mendadak mengendap, berubah jadi dendam yang dingin dan terencana.

"Dia ngancam mau bocorin 'surat panti asuhan' aku ke media," jawab Gia santai, ada nada meremehkan yang sangat jelas dari intonasinya. "Katanya aku anak pembunuh."

Elkan sempat terdiam sebentar, lalu tawa renyah yang terdengar sangat berbahaya lolos dari bibirnya. "Anak pembunuh? Ibu Titik beneran nggak tahu kalau dia lagi main-main sama siapa, ya?" Pria itu memajukan langkahnya, memotong jarak sampai mata cokelat gelapnya terkunci pas di netra Gia. "Jadi gimana, Nona Kolong Merah? Mau aku ratakan rumahnya sekarang, atau kamu mau main-main dulu sama mereka?"

"Jangan campuri urusanku, Elkan," kibas Gia sambil menepis pelan dada Elkan yang menghalangi jalannya. "Aku sendiri yang bakal injak-injak muka wanita tua itu pakai kaki aku sendiri."

"Tapi aku ikut," potong Elkan cepat, tanpa memberi celah buat dibantah. tangannya langsung membukakan pintu mobil VIP. "Aku mau nonton pertunjukan dari kursi paling depan."

Sementara itu, suasana di kediaman keluarga Aldo benar-benar kayak neraka yang lagi membara.

Aldo membanting pintu rumah sampai bunyinya memekakkan telinga. Di belakangnya, Siska mengekor dengan muka ditekuk dan napas yang masih menggebu-gebu gara-gara insiden di kantor tadi.

"Ibu! Mana surat yang Ibu maksud?!" bentak Aldo langsung tanpa basa-basi. Otaknya udah mau pecah. Di kantor dia diinjak-injak Gia, dijadiin pembantu suruhan buat bikin kopi, dan dipermalukan di depan puluhan pejabat VK Group. Kalau sampai dia nggak punya senjata buat mengancam Gia balik, kariernya bener-bener tamat!

Ibu Titik keluar dari arah dapur sambil membawa sebuah map cokelat tua yang udah agak kusam. Wajahnya yang keriput dipenuhi senyum licik yang memuakkan.

"Ini dia, Aldo! Lihat sendiri!" seru Ibu Titik penuh kebanggaan, menepuk-nepuk map itu. "Dulu pas kamu baru nikah, Ibu iseng nyuruh orang nyari tahu asal-usul si Gia ke panti asuhan tempat dia diambil. Ternyata orang tua kandungnya itu kriminal berat yang mati dieksekusi! Gia itu cuma anak haram yang dibuang!"

Siska langsung menyambar map itu, membukanya dengan mata berbinar-binar penuh kedengkian. "Demi apa?! Ya ampun, Mas Aldo! Ternyata cewek yang sok anggun di meja komisaris tadi itu cuma anak penjahat!" Siska tertawa melengking, rasanya dendam atas hinaan "sampah daur ulang" tadi langsung terbalas seketika. "Kita sebarin ini ke media, Mas! Kita hancurin nama baiknya sampai dia ngemis-ngemis minta ampun!"

Aldo merebut map itu, matanya memindai kertas di dalamnya dengan napas terengah-engah. Ada rasa puas yang luar biasa mendadak menjalar di dadanya. Jadi ini rahasiamu, Gia? Kamu pikir setelah duduk di kursi komisaris kamu bisa nginjak-nginjak aku?

Teeet! Teeet!

Bunyian klakson mobil yang sangat nyaring dan berat tiba-tiba bergemuruh dari arah luar rumah. Suaranya begitu mendominasi, membuat kaca-kaca jendela rumah kecil itu bergetar hebat.

Ibu Titik mengernyitkan dahi. "Siapa sih yang bikin bising siang-siang gini?!"

Siska mengintip dari balik tirai jendela dan seketika itu juga matanya melotot selebar-lebarnya. Tepat di halaman rumah mereka yang sempit, dua mobil black limousine berpelat nomor istimewa berhenti dengan gagahnya. Pintu mobil terbuka, dan beberapa pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam elegan keluar lebih dulu berbaris rapi membentuk jalan.

Lalu, sosok yang paling mereka benci melangkah turun.

Gia. Wanita itu memakai kacamata hitamnya kembali, melangkah dengan heels tinggi yang ketukannya terdengar begitu menusuk indra pendengaran. Tapi yang bikin jantung Aldo rasanya mau melompat keluar bukan cuma Gia... melainkan Elkan yang berjalan anggun di sampingnya, serta sosok Kakek tua berkelas yang memegang tongkat berlapis emas yang ikut turun dari mobil belakang!

Brak!

Pintu depan rumah Aldo didobrak kasar oleh salah satu pengawal berbadan tegap.

"Apa-apaan ini?! Kalian main masuk rumah orang seenaknya!" jerit Ibu Titik histeris sambil memeluk map cokelatnya erat-erat.

Gia melangkah masuk ke dalam ruang tamu yang sempit itu. Ia melepaskan kacamata hitamnya perlahan, menatap Ibu Titik, Aldo, dan Siska satu per satu dengan pandangan yang membuat merinding siapa pun yang melihatnya.

"Katanya ada yang mau ngebocorin rahasia asal-usul saya ke media?" bisik Gia halus, tapi nada suaranya bergaung dingin di seluruh ruangan. "Saya sudah di sini. Kenapa diam?"

Aldo meneguk ludah payah, keberaniannya yang tadi membumbung tinggi mendadak ciut saat matanya beradu pandang dengan Kakek tua yang berdiri di belakang Gia. Aura Kakek itu... terlewat menakutkan!

"G-Gia..." bisik Aldo gemetaran. "Jangan kira kamu bisa nakut-nakutin kita! Ibu pegang bukti kalau kamu itu cuma anak penjahat! Kamu"

"Tutup mulut sampahmu itu, anak muda!"

Suara berat sang Kakek bergema memotong kalimat Aldo. Kakek Gia melangkah maju satu langkah, menancapkan tongkat emasnya ke lantai sampai berbunyi nyaring. Mata tuanya yang tajam menatap Ibu Titik dengan kehinaan yang amat sangat.

"Kamu bilang cucu kesayanganku anak pembunuh gara-gara surat rekayasa panti asuhan itu?" tanya Kakek dengan senyum menyeringai yang amat mentereng. "Biar saya perjelas satu hal... Surat itu memang sengaja saya buat puluhan tahun lalu demi melindunginya dari kejaran musuh-musuh bisnis Keluarga Kolong Merah!"

DEG!

Nama itu terucap. Kolong Merah.

Wajah Aldo seketika pucat pasi bagaikan mayat. Peta kekuasaan di kota ini cuma punya satu penguasa tertinggi di balik layar dinasti yang tak tersentuh oleh hukum mana pun, keluarga Kolong Merah. Dan wanita yang selama dua tahun ini ia suruh-suruh nunggu jatah belanjaan, yang ia hina-hina cuma tahu aroma bumbu dapur... adalah putri tunggal dinasti paling mematikan di negara ini!

Siska yang mendengar nama itu langsung lemas, kakinya tak sanggup menopang tubuhnya lagi sampai ia ambruk berlutut di atas lantai.

"K-Kolong... Merah...?" gumam Ibu Titik gemetaran hebat, map cokelat di tangannya terlepas dan jatuh begitu saja ke tanah.

Gia maju satu langkah, menunduk sedikit menatap bekas ibu mertuanya yang kini gemetaran bak anak ayam kempes.

"Dua tahun aku diam karena aku pikir kalian punya sedikit rasa kemanusiaan," kata Gia pelan, menyisipkan nada dingin yang menyayat hati. "Tapi ternyata kalian cuma lintah yang nggak tahu diri. Jadi, Ibu Titik... mau sebarin surat itu ke media sekarang? Biar sekalian saya ratakan seluruh aset keluarga kalian esok pagi?"

~Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!