NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat

Hari masih gelap Amanda masukan catatan dan uang pesanan ikan dalam tas pinggangnya,

Emak Amanda bangun.

"Hati- hati yak'..." kata Emak.

Amanda cium tangan.

Tumben emak bangun, kata Amanda dalam hati.

Pasti Emak tadi malam susah tidur.

Amanda selesai dari pelelangan, nganterin orderan.

"Kalau Nak Manda yang sewa lapaknya, nanti bule bilang bos kurangin tujuh juta aja" kata Bule Jawa langganan Amanda.

"Iya bule, tolongin ya...

Biar Emak bisa punya lapak sendiri juga" kata Amanda.

Amanda dibantuin bule jawa dulu buat bayar sewa, nanti pulang sekolah baru Amanda balik lagi tanda tangan perjanjian sama bos lapak.

Mudah-mudahan besok bisa mulai jualan.

Amanda berhenti dijalan, "Hah, kenapa nih motor"

Amanda ngomong sendiri, motornya mogok, kelamaan dipasar tadi sudah jam empat, ini setengah lima, bengkel masih belum ada yang buka.

Amanda terpaksa dorong motor sampai rumah.

Keringatan,

Amanda langsung mandi, Emak sudah berangkat duluan pakai sepeda listrik.

Amanda terpaksa jalan kaki ke sekolah lumayan lima belas menit.

"Zal, tunggu zal..." Amanda mengejar Rizal di parkiran.

"Loh, kok lo jalan kaki, sepeda lo mana?" tanya Rizal.

"Dipake emak" kata Amanda.

"Pulang gua nebeng lo ya?" tanya Amanda memohon ke Rizal.

"Heleh.. makanya cari pacar dong...masa nebeng gua terus" kata Rizal.

"Bantuin teman napa! heran gua hitung-hitungan bangat dah" kata Amanda.

"Lama-lama lo malah mirip emak lo nda'.." kata Rizal

"Emang! kan gua anak emak gua!" jawab Amanda.

"Wrarrrrrr...." katanya lagi ngejar Rizal ke kelas.

Baju Amanda basah kuyup keringat, Ali lewat di samping Amanda bagi buku, nutup hidung.

Sedih hati Amanda sebenarnya Amanda juga mau mandi di Bath Up alias baskom gede buat cuci pakaian pakai sabun wangi berleha-leha tapi gimana motor mio karbu pakai acara mogok.

Teman-teman sekelas Amanda liat-liatin, kemaren dibilang bau amis hari ini bau badan.

Istirahat Amanda di kelas aja, ngitung pengeluaran sama pemasukan.

Menghayal jadi orang kaya.

"Tumben lo nggak keluar nangkring di bawah pohon mangga" kata Rizal.

"Emang kenapa?" tanya Amanda, mau ngipas'in badan pakai buku nggak enak takut bau keciuman.

Si Rizal malah pakai parfum mahal kayaknya harum seharian, mana  pakai kipas angin otomatis jd semriwing.

"Lo, pakai parfum apa zal, semriwing banget" kata Amanda.

"Lo, demen baunya? ini parfum gua beli di tempatnya babanya Ali" kata Rizal.

"Buat cewek juga banyak kok" kata Rizal lagi semangat, emang paling jago promosi dia.

"Emang harganya berapa?" tanya Amanda.

"Tergantung per mili gitu ini, 25 rebu" katanya.Ngeluarin botol parfum dari sakunya.

"Jadi 25 Rebu aja sebotol ini" kata Amanda.

"Ngaco, ini 10 mili hitung aja bocah!" kata Rizal.

"Busettttt.... 250 rebu zal..." kata Amanda.

"Gua boleh minta oles dikit nggak zal..." kata Amanda melas-melas, kedip-kedip mata.

Rizal merampas botol parfum dari tangan Amanda, "Lu nikah'in si Ali dah, semuanya dikasih ke elo segudang-gudangnya"

Rizal nggak ngasih setetes dan setitik pun itu parfum,

Amanda bertekad bakalan beli nanti kalau kepasar.

Kalau ada duit lebihan... Heeee...

Pulang sekolah Amanda jalan kaki, keburu kecewa nggak dikasih parfum.

Nggak denggggg!

Rizal lagi main bola nunggunya lama, jadi Amanda pulang duluan.

Amanda berhenti di mini market, beli minuman jelly penunda haus dan lapar.

Rambut udah kusut, poni lepek, badan keringatan, pengunjung pada noleh-noleh padahal niat ngadem.

Eh, ada parfum kecil pas buat saku, amanda beli satu yang harga 15 ribuan satu botol, nggak semahal Parfumnya Rizal.

Parfumnya nggak salah, duit Amanda aja kurang, beda pasar buat Amanda yang pas-pasan pikir Amanda.

Tumben dah pikiran gua pintar kata Amanda.

Pulang sekolah Amanda ngambil kunci di bawah batu depan rumah.

Sepeda listrik di cas sama emak, kayaknya emak Amanda ada pulang.

Di bawah tudung ada mie goreng sama wortel, telor sama ayam masak merah.

Amanda mandi ganti baju makan siang.

Celemek dan Sepatu Bots Amanda tinggal buru-buru pagi tadi udah di rapikan emak di tempatnya.

"Emak dari mana?" tanya Amanda.

"Dari bengkelnya Bapaknya Martin" , emak parkir'in motor.

Nora dari sebelah gendong adeknya masuk kerumahnya lagi.

"Masalahnya apa mak?" tanya Amanda.

"Ambil minum dulu" perintah emak.

Emak duduk di bangku kayu depan rumah, ngambil kardus bekas buat kipasan.

Memang cuaca lagi panas banget.

"Panas..." kata Amanda sambil nyerahin  minuman ke Emaknya.

"Aer dingin manda, masa emak kamu kasih air panas..." kata Emak nyerocos.

"Iya mak ini aernya dingin dari kulkas, harinya yang panas" kata Amanda.

"Eh, emak kira" emak malah ketawa.

Amanda duduk di bangku sebelah emak.

"Huahhhh...segerrrr" kata emak.

Amanda megang'in gelas kosong yang dipegang emak.

"Wangi amat anak emak" kata Emak sambil mendekat nyium-nyium'in bahu Amanda.

"Wangi lah mak, orang habis mandi...

Emak udah makan?" tanya Amanda.

"Udah tadi, sebelum ke bengkel" jawab Emak.

"Kita ke pasar ya mak, ambil surat kontrak lapak" Kata Amanda.

"Iya, kunci tuh pintu" Emak nyerahin kunci motor juga ke Amanda.

Emak dan Amanda berangkat, emak dibonceng'in Amanda.

"Emang rusaknya apaan mak?" Amanda nanyain motor.

"Businya kotor, ganti Aki trus katanya filter apa tadi yak? di nota di bawah jok catetan nya" kata Emak sambil nepuk-nepuk paha.

"Bayarnya mahal lima ratus ribu" kata emak lagi nambahin.

"Mahal dong mak" kata Amanda.

"Kan emak bilang mahal Amanda...semuanya diganti baru" kata Emak.

Amanda ketawa

Amanda memang suka becanda sama emak.

"Kalau semua baru bisa ngebut dong mak.." kata Amanda tancap gas sedikit lebih cepat.

"Pelan-pelan" bahu Amanda dipukulin emak.

**

Setelah sampai di Pasar, Proses Kontrak lapak sudah beres, buat setahun, emak minta ditinggal dipasar, ada kerjaan bantuin motong ayam.

Amanda pulang, lewat depan toko karpet Babanya Ali.

Rukonya besar, pelayannya pake kerudung semua, ada yang pakai cadar juga.

Amanda masuk ke pojok toko.

Dekat etalase parfum.

Botol kosong dimulai 5 mili sampai 20 mili.

Suka pilih yang spray atau roll on.

Amanda milih parfum yang bau bunga di test di balik telapak tangan wanginya enak tahan lama.

"Berapa?" tanya Amanda.

"20 ribu satu mili" kata pelayan yang pakai cadar, eyeliner matanya hitam, matanya bagus kaya cewek-cewek timur tengah, jangan-jangan ini emaknya Ali pikir Amanda.

"5 Mili, aja" kata Amanda malu-malu.

"Ada botol sendiri atau beli disini?" tanyanya.

Amanda memang nggak punya botol.

"Beli disini berapa ya?" tanya Amanda pelan.

"sepuluh ribu" katanya.

"Iya dari sini aja" kata Amanda.

Amanda milih botol roll on tutup warna pink.

Mengeluarkan uang 110 ribu.

"Makasih.." kata penjual setelah menerima uang Amanda.

Amanda pikir untung tadi lapak bisa nawar jadi tujuh juta, jd masih nyisa uang beli parfum.

Biar di sekolah nggak dibilang bau amis sama bau badan lagi, bisa wangi di depan Ali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!