NovelToon NovelToon
Menantu Tak Terkalahkan

Menantu Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Lin Fan hidup sebagai menantu yang dianggap benalu di keluarga Su. Dihina oleh ibu mertuanya, diremehkan oleh kerabat, dan diabaikan oleh istrinya sendiri, Su Yuhan—seorang CEO muda yang dingin namun jelita. Tidak ada yang tahu bahwa Lin Fan sebenarnya adalah pewaris tunggal dari Keluarga Lin di ibu kota, keluarga konglomerat paling berkuasa. Masa ujian tiga tahun yang diwajibkan oleh keluarganya akhirnya berakhir hari ini, dan roda nasib bersiap untuk berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Penyangkalan dan Sebuah Janji

​Keheningan di ruang tamu Keluarga Su terasa mencekam. Suara deru mesin mobil Ferrari di luar sana yang ditinggalkan begitu saja oleh Zhao Tian menjadi satu-satunya latar suara yang memecah kebisuan.

​Nyonya Wang masih mematung, matanya terbelalak menatap pintu yang terbuka. Namun, sedetik kemudian, keterkejutannya menguap dan digantikan oleh ekspresi bingung, lalu berubah menjadi tawa canggung yang sumbang. Ia melambaikan tangannya di udara seolah mengusir asap tak kasatmata.

​"Hah! Kebetulan macam apa ini?" Nyonya Wang berseru keras, suaranya melengking menutupi ketakutan yang sempat singgah di hatinya. "Grup Zhao pasti sedang sial. Mungkin mereka terlibat skandal pajak yang baru terendus sekarang, atau musuh bisnis mereka kebetulan menyerang di saat yang sama."

​Ia menoleh ke arah Lin Fan dan mendengus jijik. "Dan kau, sampah! Berhenti berakting seolah kau yang melakukan semua itu! Mengirim pesan bodoh dan berpura-pura menjadi dalang? Kau pikir aku ini idiot? Jika kau benar-benar sekuat itu, kenapa kau sudi mengepel lantaiku selama tiga tahun?!"

​Lin Fan menatap ibu mertuanya tanpa emosi. Ia tidak berniat menjelaskan apa pun padanya. Menyadarkan orang yang dibutakan oleh keserakahan dan prasangka sama halnya dengan membangunkan orang yang pura-pura tidur—mustahil.

​"Ibu!" Su Yuhan akhirnya bersuara, memecah ketegangan. Ia melangkah maju, menempatkan dirinya di antara ibunya dan Lin Fan. Matanya yang indah menatap Lin Fan dengan campuran emosi yang sulit diartikan—keterkejutan, kelegaan, dan rasa penasaran yang teramat dalam.

​"Apapun yang terjadi pada Grup Zhao, kenyataannya adalah kontrak memuakkan itu tidak pernah ditandatangani. Dan Zhao Tian sudah pergi," kata Yuhan tegas.

​Nyonya Wang menghentakkan kakinya. "Lalu bagaimana dengan investasi 50 juta Yuan kita, Yuhan?! Tanpa uang itu, Grup Su akan gulung tikar besok siang! Pegawai kita akan mogok, bank akan menyita rumah ini! Apa kau mengharapkan gembel ini yang akan memberikan uangnya? Cih!"

​Dengan langkah marah dan wajah ditekuk, Nyonya Wang melenggang pergi meninggalkan ruang tamu, membiarkan Yuhan dan Lin Fan hanya berdua.

​Pertanyaan yang Belum Terjawab

​Setelah suara bantingan pintu kamar Nyonya Wang terdengar dari lantai atas, Yuhan menoleh perlahan menatap suaminya. Lin Fan masih berdiri tenang, namun aura dominan yang tadi ia rasakan masih tertinggal tipis di udara.

​"Lin Fan," suara Yuhan terdengar lebih lembut dari biasanya, meski masih membawa nada otoritas seorang CEO. "Apa kau tahu sesuatu tentang kehancuran Grup Zhao barusan?"

​Lin Fan menatap mata istrinya yang jernih. Ada ribuan kata yang ingin ia ucapkan. Ia ingin menceritakan tentang Keluarga Lin di ibu kota, tentang pengasingan tiga tahunnya, dan tentang kekuasaannya yang kini telah kembali. Namun, naluri pelindungnya menahan kata-kata itu.

​Keluarga Lin bukan sekadar konglomerat; mereka adalah entitas raksasa dengan musuh yang sama besarnya. Jika identitas aslinya terungkap secara tiba-tiba, Su Yuhan bisa menjadi target utama intrik dan bahaya dari musuh-musuh Keluarga Lin sebelum Lin Fan sempat mengamankan posisinya.

​"Aku hanya membaca berita tentang skandal mereka di internet beberapa menit sebelum aku keluar dari dapur," Lin Fan berbohong dengan tenang. "Aku tahu Zhao Tian sedang di ujung tanduk, jadi aku memanfaatkannya untuk menggertaknya. Aku tidak ingin kau menandatangani kontrak yang menghinamu itu, Yuhan."

​Yuhan menatap wajah Lin Fan lekat-lekat, mencoba mencari celah kebohongan. Meski alasan itu terdengar masuk akal dan menjelaskan "kebetulan" tadi, ada bagian dari diri Yuhan yang merasa suaminya menyembunyikan sesuatu yang jauh lebih besar.

​"Kau menggertaknya?" Yuhan menghela napas panjang, mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut. "Kau sangat beruntung gertakanmu berhasil dan telepon ayahnya datang tepat waktu. Jika tidak, dia bisa saja menghajarmu di sini."

​"Aku tidak akan membiarkan siapa pun melukaimu, atau menghinamu," jawab Lin Fan pelan namun tegas.

​Janji Lima Puluh Juta

​Keheningan kembali menyelimuti mereka berdua. Yuhan berjalan ke arah jendela, menatap taman yang mulai gelap. Beban berat di pundaknya kembali terasa. Zhao Tian pergi membawa ancaman pelecehannya, namun ia juga pergi membawa harapan terakhir Grup Su.

​"Tapi ibuku benar, Lin Fan," suara Yuhan terdengar rapuh, sebuah nada yang sangat jarang ia perlihatkan. "Tanpa suntikan 50 juta Yuan itu, besok pagi Grup Su benar-benar akan hancur. Semua yang dibangun kakekku akan sirna."

​Lin Fan menatap punggung istrinya yang rapuh. Tiga tahun lalu, wanita ini menentang seluruh keluarganya demi menuruti wasiat kakeknya dan menikahi dirinya—seorang gelandangan tanpa identitas. Tiga tahun lamanya, Yuhan menjadi tameng yang melindunginya dari cemoohan terburuk dunia luar.

​Lin Fan melangkah mendekat, berdiri tepat di belakang Yuhan.

​"Tidurlah yang nyenyak malam ini, Yuhan," ucap Lin Fan lembut.

​Yuhan menoleh, terkejut mendengar nada hangat dari suaminya.

​"Besok pagi," Lin Fan melanjutkan, matanya memancarkan keyakinan mutlak, "saat kau melangkah masuk ke kantor, masalah 50 juta Yuan itu akan selesai. Aku berjanji."

​Yuhan tersenyum getir, menganggap ucapan suaminya hanyalah kalimat penghibur kosong. "Terima kasih, Lin Fan. Tapi ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan janji."

​Yuhan melangkah pergi menuju kamarnya, meninggalkan Lin Fan sendirian di ruang tamu yang temaram.

​Setelah istrinya menghilang di balik pintu, Lin Fan kembali mengeluarkan komunikator hitamnya. Layar menyala menyorot wajahnya yang sedingin es.

​"Perintah diterima, Tuan Muda. Apa instruksi Anda untuk malam ini?"

​"Hubungi Presiden Direktur Bank Sentral Jiangzhou," perintah Lin Fan tajam. "Suruh dia bersiap di kantor Grup Su besok pagi jam delapan tepat. Aku ingin dia secara pribadi menyerahkan kontrak investasi tanpa batas untuk istriku."

1
Glastor Roy
update
Driver Muda
Jelek💪💪👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
mantep coy 😎
Ariya Noviandy Khusofi
kok sama alur ceritanya dengan kebangkitan pewaris sakti
Arinto Ario Triharyanto
muantaffff ini ☕😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!