NovelToon NovelToon
Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Percintaan Konglomerat / Dark Romance / Mantan / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Di bawah nama besar Marga Vareksa—keluarga yang dikenal memiliki kekuasaan tak terbatas, koneksi ke segala penjuru, dan hati yang sekeras batu—Areksa Vareksa kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan. Dingin, tajam, tak segan menyingkirkan siapa saja yang berani mengganggu jalannya. Bagi dunia luar, ia adalah sosok yang menakutkan; kejamnya mewarisi setiap tetes darah keluarganya, tak ada ruang untuk belas kasih—apalagi cinta.

Namun takdir punya cara paling kejam untuk membalas masa lalu.

Ia dijodohkan dengan putri dari keluarga konglomerat sekelas Vareksa. Dan saat wajah gadis itu terlihat jelas, dunia Areksa seakan berhenti berputar: Zevanna. Mantan kekasihnya—yang pernah ia sakiti, yang pernah ia tinggalkan tanpa kata, yang masih menyimpan luka mendalam akibat sifatnya yang liar dan tak terkendali.

Zevanna juga sama terkejutnya atas perjodohan itu dengan Areksa, si mantan mesum. Salah satu yang Zevanna benci. Akankah mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Reuni yang Menghentikan Waktu

Malam pertemuan akbar itu tiba dengan segala kemegahan yang terasa begitu mewah sekaligus menekan. Restoran bintang lima privat di kawasan elite Jakarta Pusat telah dipesan penuh oleh keluarga Vareksa. Area publik dikosongkan total. Di luar gedung, penjagaan berlapis diterapkan dengan ketat. Belasan pria berjas hitam dengan alat komunikasi di telinga berjaga di setiap sudut, memastikan tidak ada media atau pihak luar yang bisa mengintip aliansi raksasa ini.

Zevanna berjalan perlahan di samping Tuan Danuel Valerius. Langkah kaki sang kakek yang bertumpu pada tongkat perak terdengar berirama di atas lantai marmer yang mengilat. Zevanna mengenakan gaun malam biru dongker yang pas di tubuhnya. Potongannya sederhana namun sangat anggun, membiarkan rambut hitam legamnya terurai indah di bahu. Riasan wajahnya tipis, justru menonjolkan kecantikan alaminya yang tegas dan berani.

Di belakang mereka, Bram dan Melinda berjalan dengan raut muka yang dipaksakan tersenyum. Sementara itu, Valerie melangkah dengan hentakan high heels yang jelas-jelas menahan kekesalan. Valerie sengaja mengenakan gaun merah menyala bertabur kristal yang sangat mencolok. Ia bersikeras ikut datang, berharap penampilannya bisa mengalihkan perhatian teman masa kecilnya dari Zevanna.

Dua pengawal berjas hitam di depan pintu kayu besar membungkuk hormat, lalu mendorong pintu ruang VIP tersebut.

Hembusan hawa dingin dan aroma kemewahan langsung menyambut mereka. Di dalam ruangan bernuansa emas dan hitam itu, keluarga besar Vareksa sudah menunggu. Di ujung meja panjang, duduk Tuan Abraham Vareksa dan Nyonya Helena yang memancarkan aura penguasa.

Dan tepat di tengah-tengah mereka, duduk sang CEO muda: Areksa Vareksa.

Saat rombongan keluarga Valerius melangkah masuk, keluarga Vareksa berdiri serempak untuk menyambut tamu mereka. Areksa bangkit dari kursinya dengan gerakan tegap dan tenang. Jas hitam yang terpotong sempurna membungkus tubuh atletisnya, menonjolkan bahunya yang bidang. Wajahnya datar dan dingin, tanpa ada sedikit pun raut kehangatan. Tatapan matanya menyapu rombongan Valerius dengan ketenangan yang mengintimidasi.

Namun, saat pandangan mata Areksa bergeser dari Tuan Danuel dan jatuh tepat pada sosok gadis bergaun biru dongker di samping pria tua itu... seluruh dunianya seakan berhenti seketika.

Deg.

Pupil mata Areksa melebar. Rahangnya yang tegas mengeras begitu cepat. Tangan kanannya yang berada di dalam saku celana mengepal sangat kuat, menancapkan kuku ke telapak tangan demi menahan guncangan besar di dadanya.

Zevanna? Kenapa dia bisa ada di sini? Dia terima?

Nama itu bergaung hebat di dalam kepalanya, meruntuhkan dinding pertahanan dingin yang ia bangun dengan susah payah selama bertahun-tahun. Gadis di depannya ini... adalah gadis yang sama dari masa lalunya. Gadis yang pernah ia peluk erat, yang pernah ia janjikan masa depan di bawah langit malam yang sederhana. Namun, gadis ini juga yang dulu ia tinggalkan tanpa kata dan tanpa penjelasan demi memenuhi tuntutan keluarga Vareksa untuk menjadi penerus yang fokus pada bisnis.

Di seberang meja, Zevanna pun tak kalah kaget. Langkah kakinya mendadak terkunci di atas lantai. Jantungnya serasa berhenti berdetak selama beberapa detik. Tubuhnya gemetar tipis di balik gaun mahalnya, meski ia berusaha keras menguasai diri agar tetap berdiri tegak.

Areksa? Bagaimana mungkin dia tuan muda Vareksa?! Dulu dia tidak pernah pakai marga Vareksa... kenapa harus dia?

Pikiran Zevanna berputar kacau. Pria di depannya ini adalah Areksa. Mantan kekasihnya yang dulu dikenal santai, jahil, dan bertindak sesuka hati. Pria yang dulu membuat hatinya terluka karena pergi begitu saja. Bagaimana mungkin pria masa lalu itu kini menjelma menjadi sosok penguasa bisnis nomor satu yang begitu dingin, berwibawa, dan asing?

Valerie yang menyadari perubahan suasana itu langsung memanfaatkan kesempatan. Ia sengaja melangkah maju memotong jalan Zevanna, tersenyum manis ke arah Areksa.

"Halo, Areksa. Sudah lama banget ya kita tidak ketemu? Kamu masih ingat aku, kan? Valerie, teman kecilmu," sapa Valerie dengan nada ramah yang dibuat-buat.

Suara Valerie memecah ketegangan antara Areksa dan Zevanna. Areksa dengan cepat menarik kembali kesadarannya. Topeng dinginnya langsung terpasang kembali dengan sempurna. Ia bahkan tidak melirik Valerie, matanya langsung beralih menatap Tuan Danuel dengan sopan.

"Selamat malam, Tuan Danuel. Silakan duduk," panggil Abraham Vareksa, memecah kecanggungan yang sempat menggantung. Pria itu sempat menatap putranya, Areksa, dengan pandangan penuh arti.

Tuan Danuel tersenyum hangat dan mengangguk pada Tuan Abraham. "Terima kasih, Abraham. Senang sekali bisa bertemu lagi dengan keluargamu. Mari kita duduk."

Mereka semua mengambil posisi duduk masing-masing. Zevanna dengan sengaja memilih duduk di samping sang kakek, mengambil posisi sejauh mungkin dari Areksa. Namun, meja makan panjang itu tetap tak bisa menghalangi pandangan Areksa yang sesekali melayang ke arahnya—tajam dan penuh teka-teki.

Nyonya Helena Vareksa tersenyum anggun, membuka percakapan dengan nada ramah. "Tuan Danuel, kami senang sekali mendengar cucu perempuan Anda akhirnya sudah kembali ke rumah. Sungguh kabar yang membahagiakan buat Valerius. Dia sangat mirip dengan ibunya, cantik sekali."

"Ah, iya, Helena. Ini Zevanna," sahut Danuel sambil menepuk pelan tangan Zevanna dengan bangga. "Dia cucu kesayangan saya yang sempat terpisah lama. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya, dan malam ini sengaja saya ajak ke sini."

Melinda yang duduk agak jauh berdehem pelan, lalu menyela dengan senyum yang dipaksakan. "Tentu saja, Nyonya Helena. Zevanna memang baru kembali dua bulan ini. Yah... dia masih butuh banyak penyesuaian soal tata krama di lingkaran kita. Beda dengan Valerie yang dari kecil sudah terbiasa dengan pergaulan keluarga besar seperti Vareksa."

Mendengar ucapan ibunya, Valerie menegakkan dada dengan bangga, melirik Areksa sambil tersenyum kecil. Namun, Areksa sama sekali tidak merespons. Pandangannya lurus ke depan, menatap gelas kristal di hadapannya seolah tidak berminat dengan obrolan itu.

Helena tersenyum tipis menanggapi ucapan Melinda. "Tidak masalah sama sekali. Saya bisa mengarahkan calon menantu saya nanti dengan baik, supaya dia makin siap bersanding dengan Areksa. Iya kan, Sa?"

Areksa hanya mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari Zevanna, yang dari tadi hanya menunduk sambil memainkan jemarinya di atas meja.

Sementara itu, Melinda mengepalkan tangannya di bawah meja. Helena jelas-jelas membela Zevanna secara halus. Rasa kesal menumpuk di dadanya, heran kenapa keluarga Vareksa bisa menyambut Zevanna begitu saja tanpa keberatan sedikit pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!