NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4

Di kediaman keluarga Krishnawardhana malamnya kedatangan tamu. Sebuah mobil mewah berhenti perlahan di halaman luas, di dalamnya keluarlah Chelsea di susul Ricky dan Maya orang tua dari Chelsea.

Chelsea berdiri tegak sambil merapikan gaun indah yang ia kenakan, ia sudah berdandan sebaik mungkin, berharap penampilannya akan memikat hati pemuda yang ia dambakan sejak lama.

Mereka disambut hangat oleh Maria dan Devan, orang tua Raven, yang sudah menunggu di teras mansion dengan senyum ramah.

“Selamat datang, silakan masuk!” sapa Maria bersahabat. Sambil cipika cipiki ala ibu-ibu sosialita.

"Wah gaunmu sangat cantik Chelsea, sangat cocok sama kamu!" puji Maria basa basi.

"Terima kasih Tante!“ jawab Chelsea dengan suara selembut mungkin.

Mereka pun duduk bersama di ruang makan yang mewah, hidangan lezat sudah tersaji rapi di meja panjang. Namun, ada yang kurang di meja besar itu, yaitu sosok Raven.

“Di mana Raven?” tanya Chelsea dalam hati, matanya berkeliling mencari sosok yang ia rindukan. “Bukankah dia sudah tahu jika aku akan datang bersama orang tuaku malam ini?”

Belum sempat rasa penasaran Chelsea terungkap, langkah kaki berat terdengar mendekat kearah ruang makan. Semua mata langsung menoleh.

"Raven!" seru Chelsea dengan mata berbinar.

Namun Raven sama sekali tak bergeming, ia masih mengenakan seragam sekolah yang di lapisi jaket kulit di atasnya, rambutnya sedikit berantakan, jelas ia baru saja kembali dari luar. Ia berjalan santai seolah tak ada tamu penting yang hadir, tatapannya dingin dan tak acuh.

Devan menatap putranya dengan tatapan mengingatkan, lalu berdeham pelan. “Raven, sapa Om Ricky dan Tante Maya dulu!"

Dengan langkah malas dan wajah tanpa senyum, Raven mendekat sekadar menyentuh tangan mereka sekilas, tanpa banyak bicara. “Selamat malam, Om, Tante,” ucapnya singkat dan datar. Tanpa menunggu balasan, ia segera berbalik kembali.

“Raven! Tunggu sebentar!” seru Maria lembut namun tegas. “Setelah selesai bersih-bersih, turunlah kembali ke ruang tamu. Ada hal penting yang ingin kita bahas bersama‑sama.”

Raven hanya mengangguk sekilas tanpa menoleh lagi, lalu lenyap dari pandangan mereka.

Makan malam pun berlangsung kaku dan tanpa kehadiran pemuda itu. Setelah selesai, semua berpindah ke ruang tamu yang luas dan nyaman. Di sanalah pembicaraan inti akhirnya di bicarakan.

Ricky membuka percakapan dengan senyum penuh harap. “Sebenarnya kedatangan kami malam ini membawa maksud yang baik. Keluarga kita sudah lama bekerja sama. Dan anak-anak juga sudah saling kenal sejak kecil. Jadi kami berpikir, akan sangat indah jika persahabatan itu dipererat lagi… dengan hubungan yang lebih serius.

Maria dan Devan saling berpandangan. “Kami pun berpikir demikian,” sahut Devan pelan. “Kami berharap, dengan adanya ikatan antara mereka berdua, Raven akan semakin dewasa, lebih bertanggung jawab, dan berhenti hidup seenaknya seperti sekarang. Chelsea sudah kami kenal sejak kecil, ia gadis baik, lembut, dan sangat mencintai Raven. Kami yakin ia bisa menjadi penenang hati putra kami.”

Belum selesai kata‑kata itu terucap, Raven muncul dengan pakaian santai namun rapi dan sopan. Tapi tatapannya tetap tajam dan dingin. Ia sudah mendengar semuanya. Tanpa duduk, ia menatap lurus ke arah mereka semua.

“Aku menolak,” ucapnya tegas dan lantang, tak ada keraguan sedikit pun di suaranya. “Aku tidak akan menikah dengan siapa pun yang dipilihkan untukku, apalagi dengan alasan bisnis atau harapan orang lain. Hidupku adalah keputusanku sendiri.”

Suasana seketika hening dan kaku. Wajah Ricky dan Maya memerah karena kaget dan kecewa. Maria dan Devan hanya bisa tersenyum canggung penuh rasa bersalah.

“Maafkan sikap Raven yang blak‑blakan ini,” ucap Maria meminta maaf kepada tamunya. “Kita biarkan mereka berkenalan dan berteman dulu saja, siapa tahu seiring berjalannya waktu pandangannya akan berubah.”

Ricky dan Maya hanya bisa mengangguk terpaksa, meski jelas sekali harapan mereka runtuh seketika. Chelsea duduk diam menunduk, bibirnya mengerucut kesal, namun di dalam hatinya tekadnya makin membara: Kau boleh menolak sekarang, Raven… tapi aku takkan menyerah. Kau pasti akan menjadi milikku sepenuhnya, tak peduli apa pun caranya.

Tak lama kemudian, keluarga Wijaya berpamitan pulang dengan perasaan kecewa. Raven pun kembali ke kamarnya yang luas di lantai paling atas. Ia duduk bersandar di pagar balkon, memetik senar gitar kesayangannya dengan nada sendu namun tegas, menatap jauh ke langit malam yang bertabur bintang.

Tak lama berselang, pintu kamar terbuka pelan. Maria masuk perlahan, berjalan mendekati putranya dan berdiri di sampingnya.

“Kalau Mommy datang hanya untuk membujukku kembali soal perjodohan itu, lebih baik Mommy menyerah saja,” ucap Raven mendahului, masih menatap ke kejauhan sambil terus memetik gitarnya. “Aku takkan pernah setuju.”

Maria tersenyum lembut, lalu menggeleng pelan. “Mommy tidak akan memaksamu dengan Chelsea. Mommy sadar, hati tak bisa dipaksa. Justru… Mommy sudah menemukan gadis lain yang menurut Mommy sangat istimewa dan pantas bersanding denganmu.”

Raven berhenti memetik gitarnya seketika, menoleh dengan tatapan tak percaya dan kesal. “Hah! Itu sama saja Mom!!” Ia menghela napas panjang, lalu melambaikan tangan halus meminta ibunya pergi. “Sudahlah, Mom … aku ingin istirahat lebih awal malam ini.”

"Kamu ngusir Mommy ceritanya nih? Baiklah Mommy akan keluar!"

Raven hanya memutar matanya malas sebagai tanggapannya.

Maria hanya tersenyum penuh makna, lalu berjalan perlahan keluar kamar sambil bergumam pelan: Kau belum tahu saja siapa gadis itu… Mommy yakin kau akan terpesona seperti mommy saat pertama kali melihatnya.

*

*

Sementara itu, di apartemen mewah tempat tinggal baru baru Sara di Indonesia, suasana terasa sunyi dan sepi. Sara berjalan mondar‑mandir tak tenang, rasa bosan mulai menguasai dirinya.

“Kak Leon, kau tidak bosan berdiam diri begini?” tanyanya tiba‑tiba saat melihat pengawalnya sedang duduk tenang membaca berita di perangkatnya. “Aku merasa seperti burung yang terkurung di dalam sangkar emas. Bagaimana kalau kita keluar sebentar? Cari angin segar, mungkin ada hal menarik di kota ini!”

Leon mengangkat wajahnya sambil tersenyum paham. “Baiklah kita keluar!"

"Benarkah! Wah kalau gitu tunggu apa lagi! Yuk berangkat!"

Bersambung ....

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!