NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.4 — Jejak Sang Murid

Pertanyaan Luo Hai seakan menjadi sebuah pisau tak kasatmata yang langsung menyentuh bagian terdalam dari hati Xiao Yun. Selama lima tahun hidupnya, ia telah belajar untuk menahan ejekan, menelan penghinaan, dan berpura-pura tidak peduli terhadap setiap tatapan meremehkan yang diarahkan kepadanya. Namun meskipun berusaha terlihat tegar, semua luka itu tidak pernah benar-benar hilang. Luka tersebut hanya terkubur jauh di dalam hatinya dan perlahan menumpuk dari hari ke hari.

Untuk beberapa saat, Xiao Yun hanya menundukkan kepala sambil memandangi tanah di bawah kakinya. Bayangan masa kecil yang tidak menyenangkan kembali muncul di benaknya satu demi satu. Ia teringat pada anak-anak desa yang selalu menertawakannya ketika latihan pernapasan bersama. Ia teringat pada para orang dewasa yang menggelengkan kepala setiap kali melihatnya mencoba bermeditasi seperti anak-anak lain. Bahkan sebagian besar penduduk desa tidak lagi menyembunyikan rasa kasihan mereka, seolah-olah masa depannya telah ditentukan sejak hari ia dilahirkan.

Dengan suara yang jauh lebih pelan dibanding biasanya, ia akhirnya menjawab pertanyaan itu.

"Sejak lahir."

Nada suaranya terdengar tenang, tetapi kesedihan yang tersimpan di balik kata-kata tersebut tidak dapat disembunyikan.

"Semua orang mengatakan bahwa aku adalah sampah. Mereka bilang aku terlahir cacat dan tidak memiliki masa depan. Selama lima tahun hidupku, aku sudah mencoba berkali-kali untuk merasakan keberadaan Qi seperti anak-anak lain, tetapi tidak pernah berhasil. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha, tubuhku selalu tetap kosong."

Xiao Yun berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Aku bahkan pernah berpikir bahwa mungkin memang seperti itulah takdirku. Mungkin aku memang dilahirkan berbeda dari orang lain."

Kesunyian kembali memenuhi lembah.

Kabut ungu bergerak perlahan di antara bebatuan hitam sementara Luo Hai memandang bocah itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Wajah tua yang semula tenang tampak dipenuhi berbagai emosi yang sulit dijelaskan. Setelah beberapa saat, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyuman tipis.

Kemudian ia tertawa kecil.

Bukan tawa yang mengejek ataupun meremehkan.

Melainkan tawa seseorang yang baru saja mendengar sesuatu yang menurutnya sangat lucu.

"Cacat?" ulang Luo Hai sambil menggeleng pelan.

"Kau benar-benar percaya pada omong kosong itu?"

Xiao Yun mengangkat kepalanya dengan bingung.

Luo Hai menatap lurus ke arahnya.

Tatapan itu begitu tajam hingga seolah mampu menembus seluruh rahasia yang tersimpan di dalam dirinya.

"Tidak, Xiao Yun. Justru kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang selama ini kau percayai."

Jantung Xiao Yun berdegup lebih cepat.

Ia tidak memahami maksud kata-kata tersebut.

"Kebalikannya?"

Luo Hai mengangguk perlahan.

"Kau bukan tidak memiliki Qi. Kau juga bukan manusia cacat seperti yang mereka katakan. Alasan mengapa tubuhmu tidak dapat menyerap Qi bukanlah karena kelemahan, melainkan karena sesuatu yang jauh lebih besar sedang tersegel di dalam dirimu."

Ucapan itu membuat Xiao Yun membeku.

Untuk sesaat ia bahkan lupa bernapas.

Selama lima tahun hidupnya, tidak pernah ada seorang pun yang mengatakan hal seperti itu kepadanya. Semua orang hanya melihat kegagalan yang tampak di permukaan. Semua orang hanya menyimpulkan bahwa dirinya adalah sampah tanpa masa depan.

Namun kini, untuk pertama kalinya, seseorang mengatakan bahwa mungkin ada alasan lain di balik semua itu.

Perasaan asing mulai muncul di dalam dadanya.

Perasaan yang hampir tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Harapan.

Luo Hai melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya beberapa langkah.

Ekspresinya berubah lebih serius.

"Nak, jawablah satu pertanyaan dari tua ini."

Xiao Yun mengangguk perlahan.

"Apa pertanyaannya?"

Senyuman tipis muncul kembali di wajah Luo Hai.

Senyuman yang mengandung harapan setelah berabad-abad menunggu dalam kesendirian.

"Apakah kau ingin menjadi kuat?"

Kalimat sederhana itu mengguncang hati Xiao Yun lebih keras daripada apa pun yang pernah didengarnya hari itu.

Ia tidak segera menjawab.

Sebaliknya, ia terdiam dan membiarkan pertanyaan tersebut bergema di dalam pikirannya.

Menjadi kuat.

Bukankah itu yang selalu diimpikannya.

Bukankah itu alasan mengapa ia tetap mencoba bermeditasi meskipun terus gagal.

Bukankah itu alasan mengapa ia tetap bertahan menghadapi ejekan selama bertahun-tahun.

Selama ini ia hanya menyimpan keinginan tersebut jauh di dalam hati karena tahu bahwa tidak ada gunanya mengungkapkannya kepada siapa pun.

Namun sekarang seseorang bertanya langsung kepadanya.

Dan untuk pertama kalinya, pertanyaan itu tidak terdengar seperti ejekan.

Luo Hai membiarkannya berpikir.

Ia tidak terburu-buru meminta jawaban.

Setelah beberapa saat, Xiao Yun mengangkat kepalanya.

Tatapannya jauh lebih mantap dibanding sebelumnya.

"Aku ingin menjadi kuat."

Jawaban itu keluar tanpa keraguan.

Luo Hai mengangguk pelan.

"Kenapa?"

Pertanyaan lanjutan itu membuat Xiao Yun sedikit terkejut.

Ia tidak pernah memikirkan alasannya secara mendalam.

Namun setelah merenung beberapa saat, berbagai kenangan kembali bermunculan di dalam benaknya.

"Aku tidak ingin terus diinjak oleh orang lain."

Luo Hai tetap diam.

"Aku juga tidak ingin mati tanpa mampu melakukan apa pun ketika bahaya datang."

Wajah Serigala Iblis muncul di dalam pikirannya.

Rasa takut yang dirasakannya saat itu masih sangat jelas.

Jika kejadian aneh tidak terjadi pada tubuhnya, mungkin ia sudah mati diterkam makhluk tersebut.

Xiao Yun mengepalkan kedua tangannya.

"Dan aku ingin memiliki kekuatan untuk melindungi diriku sendiri."

Setelah mengatakan itu, ia teringat pada kakeknya.

Untuk sesaat dadanya terasa sesak.

Jika dirinya lebih kuat saat itu, mungkin ia bisa melakukan sesuatu. Mungkin ia bisa mencari obat yang lebih baik. Mungkin ia tidak akan merasa begitu tidak berdaya saat melihat satu-satunya keluarga yang dimilikinya perlahan meninggalkan dunia.

Luo Hai memperhatikan perubahan emosi di wajah murid barunya.

Setelah beberapa saat, ia tersenyum tipis.

"Itu jawaban yang sederhana. Namun dibandingkan ambisi akan kekuasaan atau keserakahan yang pernah kudengar dari banyak orang, jawabanmu jauh lebih baik."

Kemudian ia berjalan perlahan menuju area terbuka di depan gua.

Dengan satu lambaian tangan, kabut ungu di sekitarnya mulai bergerak.

Energi yang tak terlihat berkumpul di udara dan membentuk sebuah peta raksasa yang melayang di hadapan mereka.

Mata Xiao Yun langsung membelalak.

Ia belum pernah melihat kemampuan sehebat itu.

"Tempat asalmu hanyalah sebuah desa kecil bernama Desa Kabut."

Sebuah titik cahaya muncul di bagian bawah peta.

"Kemudian terdapat Kerajaan Yan Utara."

Wilayah yang jauh lebih luas terbentuk di sekeliling titik tersebut.

Namun sebelum Xiao Yun sempat kagum, Luo Hai kembali menggerakkan tangannya.

Peta itu terus membesar.

Semakin besar.

Semakin luas.

Hingga Kerajaan Yan Utara yang tadi tampak besar berubah menjadi titik kecil yang hampir tidak terlihat.

"Dan semua itu hanyalah sebagian kecil dari Benua Tianxu."

Xiao Yun menatap pemandangan tersebut dengan napas tertahan.

Dunianya selama ini ternyata begitu kecil.

Ia merasa seperti seekor katak yang baru pertama kali melihat lautan.

Luo Hai melanjutkan penjelasannya dengan tenang.

"Di dunia luar terdapat kultivator yang mampu membelah gunung dengan satu tebasan. Ada yang dapat terbang bebas menembus langit. Ada pula yang hidup selama ratusan bahkan ribuan tahun."

Semakin banyak yang didengar, semakin kuat rasa kagum yang tumbuh di hati Xiao Yun.

Dunia yang selama ini hanya ada dalam cerita ternyata benar-benar nyata.

Kemudian Luo Hai menatapnya kembali.

"Dan kau, Xiao Yun, mungkin memiliki potensi yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan sebagian besar orang di dunia ini."

Xiao Yun menunjuk dirinya sendiri dengan ekspresi tidak percaya.

"Aku?"

"Nadi Kekosongan yang tersembunyi di dalam tubuhmu adalah sesuatu yang hanya pernah ku baca dalam catatan kuno. Jika kau mampu membangkitkan kekuatan itu, masa depanmu tidak akan terbatas pada sebuah desa kecil ataupun sebuah kerajaan."

Jantung Xiao Yun berdegup semakin cepat.

Selama hidupnya, ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari akan ada orang yang menaruh harapan sebesar itu kepadanya.

Luo Hai lalu menghela napas panjang.

"Aku bisa membimbing mu menapaki jalan kultivasi."

Mata Xiao Yun langsung berbinar.

"Tetapi jalan yang akan kau tempuh berbeda dari kebanyakan orang."

Nada suara Luo Hai menjadi jauh lebih serius.

"Perjalananmu akan lebih sulit. Bahaya yang kau hadapi akan lebih besar. Rasa sakit yang harus kau tanggung mungkin jauh melampaui apa yang bisa dibayangkan anak seusiamu."

Tatapannya tajam seperti pedang.

"Setelah mengetahui semua itu, apakah kau masih ingin melangkah?"

Xiao Yun tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab.

Ia segera berlutut.

Kemudian membenturkan dahinya ke tanah sebanyak tiga kali sebagaimana yang pernah diajarkan kakeknya ketika menunjukkan rasa hormat kepada seseorang yang berjasa.

"Murid Xiao Yun memberi hormat kepada Guru."

Lembah kembali menjadi sunyi.

Luo Hai memandang bocah itu cukup lama.

Perasaan hangat yang telah lama hilang perlahan muncul kembali di dalam hatinya.

Setelah terkurung dalam kesendirian selama ratusan tahun, akhirnya ia memiliki seseorang yang dapat mewarisi semua yang dimilikinya.

"Baik."

Suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya.

"Mulai hari ini, kau adalah muridku."

Senyum cerah langsung muncul di wajah Xiao Yun.

Untuk pertama kalinya sejak kematian kakeknya, ia merasakan kehadiran seseorang yang benar-benar peduli terhadap dirinya.

Luo Hai mengangkat satu jari.

Seberkas cahaya melesat keluar dan memasuki dahi Xiao Yun.

Seketika lautan informasi membanjiri pikirannya.

Rasa sakit tajam membuatnya memegangi kepala.

Namun beberapa saat kemudian, sensasi itu perlahan menghilang.

Sebuah nama tertanam jelas di dalam benaknya.

Seni Penempaan Tubuh Kekosongan.

"Itu adalah teknik pertama yang akan kau pelajari."

jelas Luo Hai.

"Teknik tersebut diciptakan khusus untuk membangun fondasi seorang pemilik Nadi Kekosongan."

Xiao Yun mengangguk penuh semangat.

Namun rasa penasaran segera muncul.

"Kalau begitu, kapan aku mulai berlatih?"

Senyuman aneh tiba-tiba muncul di wajah Luo Hai.

Senyuman yang membuat naluri Xiao Yun memberikan peringatan bahaya.

"Kapan?"

ulang Luo Hai sambil tertawa kecil.

"Tentu saja sekarang."

Ia mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah belakang Xiao Yun.

Bocah itu menoleh.

Tidak jauh dari sana terdapat sebuah kolam hitam pekat yang sebelumnya tertutup kabut. Permukaannya tampak tenang, tetapi hawa dingin yang keluar darinya membuat udara di sekitarnya terasa menusuk hingga ke tulang.

"Masuk ke sana."

kata Luo Hai dengan santai.

Xiao Yun berkedip beberapa kali.

"Lalu?"

"Itu latihan pertamamu."

Xiao Yun menatap kolam tersebut dalam diam.

Kemudian menatap gurunya.

Lalu kembali melihat kolam itu.

Perlahan muncul firasat bahwa perjalanan menuju kekuatan yang selama ini diimpikannya mungkin akan jauh lebih menyakitkan daripada yang pernah dibayangkan.

Dan entah mengapa, melihat senyum santai Luo Hai saat itu membuatnya merasa bahwa penderitaan tersebut baru saja dimulai.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!