Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.
Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.
Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.
Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—
God Rank, ranah sang Dewa Perang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Konspirasi Empat Legenda
Jauh di luar batas peta yang pernah digambar oleh tangan manusia, melebihi jangkauan samudera terjauh dan puncak gunung tertinggi, terdapat sebuah ranah eksistensi yang tidak mengenal siang ataupun malam. Tempat itu disebut The Abyssal Void, sebuah dimensi kuno yang dipenuhi oleh kabut keunguan dan pusaran energi kosmik yang pekat. Di sinilah hukum alam semesta berputar pada porosnya yang paling murni, dan di tempat ini pula para penguasa absolut dunia mistis bersemayam.
Eksistensi di ranah ini tidak diukur dengan takaran fana, melainkan dengan Hukum Alam yang melekat pada jiwa-jiwa penyandangnya. Di puncak hierarki mahluk mistis, terdapat lima entitas yang dikenal sebagai Legendary Beast. Mereka adalah mahluk purba yang telah hidup sejak dunia pertama kali diciptakan, memegang kendali atas keseimbangan elemen dan tatanan kehidupan di seluruh benua. Namun, keabadian yang mereka miliki tidak serta merta membawa kedamaian. Di antara para penguasa kuno, ketakutan terbesar adalah kehilangan dominasi atas Hukum Alam mereka sendiri.
Di tengah hamparan bebatuan melayang yang membentuk daratan tak berujung di The Abyssal Void, atmosfer mendadak menjadi begitu pekat hingga ruang di sekitarnya tampak terdistorsi. Suara gemuruh yang amat dahsyat, menyerupai runtuhnya ribuan gunung dalam waktu bersamaan, bergema memecah keheningan kosmik. Pertempuran apokaliptik yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah keabadian baru saja pecah dengan intensitas yang sanggup meremukkan jiwa mahluk rendah apa pun yang berani mendekat.
Sesosok mahluk dengan ukuran yang begitu masif hingga mampu menutupi seluruh cakrawala pandangan sedang mengamuk dengan beringas. Dialah Behemoth Sang Pelahap. Tubuhnya yang bagaikan gunung purba berjalan dilapisi oleh zirik alami berwarna hitam legam yang memancarkan aura gravitasi yang amat pekat. Di dalam dadanya, bersemayam Hukum Devouring, sebuah kemampuan absolut yang memungkinkan Behemoth untuk melahap segala bentuk energi, materi, bahkan ruang dan waktu untuk diubah menjadi kekuatannya sendiri. Setiap kali Behemoth menghentakkan cakarnya, dimensi di sekitarnya retak, menciptakan lubang hitam kecil yang mengisap apa saja di dekatnya.
Namun, hari ini Behemoth tidak sedang berburu mahluk fana. Dia sedang dikepung. Sebuah konspirasi besar telah direncanakan dengan sangat matang oleh empat Legendary Beast lainnya yang merasa posisi dan eksistensi mereka terancam oleh kerakusan Hukum Devouring milik Behemoth.
Di langit atas yang bergejolak, Leviathan Sang Penguasa Samudera Purba bergerak meliuk-liuk di antara kabut kosmik. Wujudnya yang menyerupai naga laut raksasa dengan sisik biru tua memancarkan tekanan air berdensitas tinggi yang sanggup meremukkan sebuah benua dalam sekali hempasan. Di sisi lain, Phoenix Sang Abadi mengepakkan sayap apinya yang membara, memuntahkan lidah-lidah api suci berwarna emas kemerahan yang membakar ruang kosong di sekitar Behemoth, mencoba mengunci pergerakan sang raksasa hitam.
“Behemoth! Kerakusanmu telah melewati batas yang bisa kami toleransi!” suara Leviathan menggema melalui transmisi batin yang menggetarkan fondasi dimensi, dipenuhi oleh kombinasi antara amarah dan ketakutan yang mendalam. “Hukum Devouring milikmu terus berkembang tanpa kendali. Jika kami membiarkanmu terus melahap sisa tatanan dunia ini, maka tidak akan ada lagi tempat bagi kami, bahkan seluruh kekuatan kami akan habis terisap ke dalam perutmu yang tak berdasar!”
Behemoth meraung keras, sebuah suara yang begitu beringas hingga mematahkan pilar-pilar energi kosmik di sekitarnya. “Kalian mahluk-mahluk pengecut! Kalian bersekutu hanya karena kalian takut pada akhir dari keabadian kalian sendiri! Hukum alam adalah tentang siapa yang terkuat, dan jika dunia ini harus kulahap, maka itu adalah takdirnya!”
Dari arah bawah daratan yang melayang, Jormungandr Sang Ular Dunia bangkit dengan tubuhnya yang tak berujung, melingkari kaki-kaki raksasa Behemoth dengan bisa mematikan berwarna hijau pekat yang mampu melelehkan konsep ruang. Di saat yang sama, Fenrir Sang Serigala Akhir Zaman melompat dari balik kegelapan dengan rahang raksasanya yang terbuka lebar, mengatupkan taring esnya yang tajam langsung ke arah leher Behemoth, menciptakan benturan energi yang memekakkan telinga.
Dialog batin antar-monster purba ini terus bersahutan di tengah badai kehancuran, mencerminkan ketakutan eksistensial yang luar biasa dari keempat legenda tersebut. Mereka tahu, jika salah satu dari mereka terjatuh hari ini, Behemoth akan langsung melahap intisari kekuatannya dan menjadi mahluk yang sama sekali tidak akan bisa dihentikan lagi oleh hukum semesta mana pun.
Dikepung dari empat arah mata angin oleh kekuatan penuh sesama Legendary Beast, Behemoth mulai merasakan tekanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya sepanjang jutaan tahun eksistensinya. Meskipun Hukum Devouring miliknya terus mengisap energi api Phoenix dan tekanan air Leviathan, namun kecepatan serangan bertubi-tubi dari Jormungandr dan Fenrir membuat tubuh raksasanya mulai dipenuhi oleh luka-luka yang dalam. Darah suci berwarna emas redup mulai mengalir dari sela-sela zirik hitamnya yang pecah.
“Sekarang! Jangan beri dia kesempatan untuk memulihkan energinya!” teriak Phoenix melalui resonansi jiwanya, sayapnya mengepak menciptakan lingkaran sihir melingkar yang sangat masif di langit.
Keempat Legendary Beast tersebut secara bersamaan menarik inti energi asal mereka, mengorbankan sebagian besar keabadian mereka untuk memicu sebuah teknik kuno terlarang yang disebut Segel Kutukan Bersama. Lingkaran sihir raksasa berlapis empat, yang memadukan elemen air absolut, api suci, bisa ruang, dan es abadi, mendadak tercipta di bawah dan di atas tubuh Behemoth. Cahaya multi-warna yang sangat menyilaukan meledak, mengunci seluruh pergerakan sang penguasa gravitasi.
Behemoth merasakan sebuah rasa sakit yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya. Segel tersebut tidak berniat untuk membunuhnya, melainkan untuk menghancurkan wadah fisiknya, meretakkan jiwanya menjadi jutaan kepingan, dan mengunci Hukum Devouring miliknya hingga ke titik terendah. Tubuh raksasanya yang bagaikan gunung purba mulai hancur berkeping-keping, meledak menjadi partikel cahaya hitam yang lenyap ditelan ruang void.
Namun, di detik-detik terakhir sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya, ego dan kebanggaan Behemoth menolak untuk padam begitu saja. Dengan sisa-sisa kekuatan jiwanya yang telah retak parah, dia memaksakan Hukum Devouring miliknya untuk menciptakan satu distorsi ruang terakhir. Sisa esensi kehidupannya, yang kini telah menyusut drastis ke ukuran yang paling minimal akibat hantaman segel kutukan, terlempar keluar dari dimensi The Abyssal Void, menembus dinding pembatas benua, dan terjatuh bebas melintasi atmosfer luar.
Sisa energi yang membungkus jiwa Behemoth bergesekan dengan atmosfer, menciptakan garis cahaya keemasan redup yang menyaru di antara kegelapan malam dunia fana. Akibat kutukan bersama dari empat legenda, wujud keagungan purbanya tidak lagi tersisa. Esensi kehidupan sang penguasa kosmik itu menyusut drastis, dipaksa oleh hukum dunia fana untuk mengambil wujud makhluk hidup terlemah yang sesuai dengan ukuran energinya saat itu: seekor kucing hitam domestik kecil yang malang.
Tubuh kecil kucing hitam itu terjatuh dengan keras di atas gundukan salju yang tebal, tepat di tengah badai salju ekstrem yang sedang berkecamuk di wilayah luar perbatasan utara Elegrand Kingdom. Rasa dingin yang menusuk kulit dan salju yang membekukan langsung menyelimuti tubuhnya yang dipenuhi retakan energi berwarna emas redup, sisa-sisa dari darah suci Legendary Beast yang terus menguap ke udara. Di tengah lolongan angin malam yang kejam dan suhu yang mampu membekukan darah dalam hitungan detik, sang penguasa kuno yang kini berwujud kucing domestik itu tergeletak sekarat, tidak berdaya, menunggu ajal menjemputnya di atas hamparan es putih yang dingin.
folback aku yah ehehe