Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.
Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.
Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10 - Gatal Ketagihan
Sepanjang jalan menuju pulang tatapan Alea terlihat kosong meski tangannya bergerak mengusap punggung Azka, nyatanya pikiran berkecamuk kemana-mana.
"Dia mantan suami kamu kan?"
"Iya."
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
"Entahlah Om, aku merasa tidak ada harapan lagi. Dia sudah punya calon istri, mereka sangat cocok bahkan calon istri Fathan cantik dan anggun, gak kayak aku." Melihat sosok Silvi kepercayaan Alea runtuh, pantas saja jika Fathan tidak memikirkannya lagi, ternyata punya yang baru dan jauh lebih baik daripada dirinya.
Gavin menoleh ke samping, mengusap lembut kepala Alea penuh sayang. "Om bisa bantu." lalu beralih menatap ke depan lagi.
"Gak usah Om, ini biar jadi urusanku. Selagi janur kuning belum melengkung masih bisa di tikung."
"Lea, ayolah, sampai kapan?" Gavin heran sama jalan pikiran Alea, selalu saja menolak bantuannya dengan alasan urusan pribadinya dan dengan alasan semua terjadi karena ulahnya.
"Ayolah Om, jangan dulu turun ya, aku masih bisa kok, ini baru pertama kali bertemu lagi dengan Fathan, masih ada banyak waktu sebelum dia benar-benar menikah dengan wanita tadi."
"Hmm gini aja, om bantu deketin calon istrinya Fathan?"
Alea menoleh kaget. "Jangan gila deh Om, masa mau di embat calon istri orang?"
"Kamu dekati Fathan dan om dekati calon istrinya, gak masalah kan? Toh mereka belum menikah, masih bisa di tikung lewat jalur langit," ucap Gavin santai.
"Hah!"
"Gimana, mau gak?"
Alea berpikir dulu. "Hmmm aku pikir-pikir deh, tapi jangan Om, aku gak mau Fathan marah lagi karena masalah ini. Biarin ajalah, kalau emang jodoh gak kemana."
Di pikir-pikir itu bukan solusi tapi masalah yang akan membuat mereka marahan lagi, lebih baik cari cara lain daripada harus menggunakan cara kotor lagi. Cukup dulu kesalahannya berbalik pada dirinya tidak dengan kali ini.
"Dulu aku niat jebak pacarnya Fathan malah aku yang kena jebakan berakhir tidur sama Fathan, aku gak mau kena masalah lagi," lirih Alea.
Gavin menghela nafas, sepak terjang kisah asmara keponakannya jauh dari kata mulus, ternyata dimulai dari drama. Dia sebagai saudaranya menyesal tidak pernah tahu kehidupan Alea dulu yang sering di bully orang. Karena dendam itu pula Alea berbuat nekat dan berakhir dia yang jadi korbannya juga. Pelaku menjadi korban, senjata makan tuan, itu yang paling tepat digambarkan.
**********
"Fathan."
"Maaf soal tadi, aku tidak bermaksud bersikap seperti tadi," ucap Fathan dingin.
Silvi menghela nafas pelan, sikap dingin Fathan kembali lagi. Lebih dulu Fathan mengantarkan ibunya barulah mengantarkan Silvi pulang.
"Apa karena perempuan tadi?"
"Bukan."
"Aku mendengar pembicaraan kalian di akhir, dia bilang mantan, apa dia mantan pacar kamu di ibu kota?" Sebenarnya rasa penasarannya makin kuat saat melihat wajah sedih Alea. Ia merasa ada sesuatu diantara mereka yang belum usai namun Silvi belum berani menyimpulkan lebih dalam hubungan keduanya.
"Dia bukan siapa-siapa bagiku, tidak penting bahas dia. Udah, jangan bahas dia lagi." Sayangnya mulut dan hati berbeda, pikirannya pun kacau mengenai kejadian tadi.
Siapa anak kecil itu? Dan kenapa ada sesuatu yang sulit dijelaskan ketika melihat anak kecil yang memanggil Alea mama.
Mobil Fathan berhenti di depan rumah Silvi.
"Hmm baiklah, kalau nanti butuh curhat tentang masa lalu aku siap mendengarkan."
"Hmmm."
Lagi dan lagi sikap ini yang Fathan tunjukan padanya. Barulah dia turun kemudian masuk ke dalam rumah tanpa meminta Fathan masuk dulu.
Pria itu pun tak peduli, saat ini hanya ingin mencari Alea dan bertanya mengenai semuanya.
********
Untungnya kehadiran dua teman Alea menjadi pengobat galaunya, dia pun bercerita mengenai kejadian di ruangan dosen.
"Wah gila! Ide lo terlalu gila Alea, bisa-bisanya main nyosor gitu, kalau di lihat orang gimana coba? Itu kampus woi, bukan kamar hotel. Gak habis pikir gue sama ide gila lo itu." Vale menggeleng heran, kok bisa punya temen nekatnya minta ampun.
"Terus gimana reaksi dia Le? Pasti marah kan? Atau langsung ngusir lo dari ruangannya?" tanya Ayumi penasaran.
Sedangkan gadis yang sedang diintrogasi oleh kedua sahabatnya sedang asik nonton film kesukaannya di rumah. Sesekali memakan cemilan yang ia beli sebelum sampai rumah.
"Di bales lah, lebih lama lagi gue sama dia kiss nya," balas Alea santai.
"Anjir, yang bener lo? Dia bales kiss elo? Wah fix ini mah, doi masih punya perasaan sama kayak elo," balas Vale girang.
"Masalahnya dia udah punya calon istri," balas Alea murung.
"Lo dan dia gak sampai gituan kan?" Ayumi memicingkan mata curiga.
Alea memutar malas bola matanya. "Gue gak senakal itu kali, tadi cuman kiss doang. Gue gak mau ya bablas lagi kayak awal jebak mantan dia yang berakhir malah gue berada seranjang sama dia, berhubungan badan sebelum sah, gak mau gue."
Plak.
Tiba-tiba Vale menggeplak pundak Ayumi. "Pertanyaan lo bikin gue curiga, jangan-jangan elo pernah lagi?"
"Eh, gak lah, gue masih tingting ya, belum pernah tersentuh sama sekali," balas Ayumi cepat.
"Pertanyaan lo bikin kita curiga Ayumi, dari tadi menjurus ke arah ranjang, otak lo kotor." Vale geram.
"Kan cuman nanya doang Val, penasaran gue."
Vale dan Alea menghela nafas.
"Jadi soal perasaan elo ke Fathan gimana? Sejauh ini gue belum denger lo cinta sama dia," tanya Vale.
"Gue cinta dan sayang sama dia kata mama cewek harus punya pendirian, sekali ditolak masih bisa berusaha lagi, dua kali di tolak udah gak perlu berharap lagi, tiga kali di tolak ya mundur. Sedangkan salah satu prinsip dalam membangun sebuah hubungan itu kejujuran, kalau dari awal aja gue udah gak jujur gimana kedepannya nanti? Gue gak mau punya hubungan penuh kebohongan. Mungkin dengan cara ini gue bisa belajar untuk tidak mempermainkan perasaan orang karena ternyata ketika cinta itu sudah ada justru menyakiti kita."
"Terus?" tanya Vale dan Ayumi barengan.
"Ya gue kejar lah, sekarang kita ke rumah lo Ay, gue jadi penasaran rumah baru Fathan." Alea berdiri dari duduknya.
"Tapi gue mau nanya, gimana rasanya kiss sama cowok yang kita cintai?" tanya Vale penasaran.
"Jiirrr pertanyaan macam apa itu? Lo mau juga Val? Pacar aja kagak punya udah mikirin hal gitu," seru Ayumi.
"Lo juga sama aja, Ay. Otak lo gak beda jauh, ya siapa tahu suatu hari nanti gue punya cowok terus ngerasain yang namanya first kiss."
"Eh tapi gue juga penasaran tahu," timpal Ayumi.
"Kok gue punya temen kayak kalian ya, masalah sun doang pake acara mau juga, jangan ikutin jejak gue napa," kata Alea heran.
"Bukan iseng tapi kegatelan." Seru Vale dan Ayumi barengan.
"Kegatelan yang bikin ketagihan," jawab Alea tertawa dan mereka tertawa bersama.